Anda di halaman 1dari 14

PERKEMBANGAN KURIKULUM DI INDONESIA

KELOMPOK I
Jupiter Barus (4153121037)
Mega Furi Handayani (4152121027)
Liza Yolanda (4153121037)
Lusi Mardiah (4151121035)
Mita Ayu Sartika (4151121041)

Fisika Dik C 2015


PERKEMBANGAN KURIKULUM DI INDONESIA
2004
1947 Rintisan
Rencana 1964 1975 Kurikulum
Pelajaran → Rencana Kurikulum Berbasis
Dirinci dalam Pendidikan Sekolah Dasar Kompetensi 2013
Sekolah 1994 (KBK)
Rencana ‘Kurikulum
Dasar Kurikulum 1994
Pelajaran 2013’
Terurai

1945 1955 1965 1975 1985 1995 2005 2015

1984
1968 Kurikulum 1984 2006
Kurikulum Kurikulum
1942 Tingkat Satuan
Sekolah Dasar 1998
Kurikulum 1942 Pendidikan
Revisi
(KTSP)
Kurikulum
1994
1. KURIKULUM 1947

Lebih menekankan pada pendidikannya lebih kurikulum ini masih sangat


pembentukan karakter menekankan pada dipengaruhi sistem pendidikan
manusia yang berdaulat dan pembentukan karakter manusia kolonial Belanda dan Jepang.
sejajar dengan bangsa lain yang berdaulat dan sejajar
dengan bangsa lain
Memuat dua hal pokok, daftar
mata pelajaran dan jam
pengajarannya, dan garis-
haris besar pengajaran
2. KURIKULUM 1952
Ciri-Ciri
Setiap Pelajaran harus memperhatikan isi
pelajaran yang dihubungkan dengan
kehidupan sehari-hari
Kelemahan
Masih
Fokusnya pada pengembanngan daya kurangnya
cipta, rasa, karya, karsa dan moral. Mata Kelebihan tenaga pengajar
pelajarannya diklasifikasikan dalam Sudah Tidak didukung
lima kelompok bidang studi: moral, mengarah dengan fasilitas
kecerdasan, emosional/artistik, pada sistem yang memadai.
keterampilan (keprigelan), dan jasmaniah pendidikan
nasional.
4
3. KURIKULUM 1964

Menitik beratkan pada Mempunyai Konsep Masih sentralistik (system


perkembangan cipta, rasa , pembelajaran bersifat aktif, diatur pusat) jadi tiap satuan
karasa, karya dan moral yang kreatif dan produktif pendidikan tidak dapat
kemudian dikenal dengan mengatur secara mandiri
pancawadhana Hanya memuat pelajaran
pokok saja. Muatan materi
Pemisahan mata pelajaran
pelajaran bersifat teoritis, tidak
menjadi 5 yaitu:
mengaitkan dengan
1. Pengembangan diri
2. Perekmbangan kecerdasan permasalahan factual
dilapangan
3. Pengembangan emosional
4. Pendidikan keprigelan
5. Pengembangan jasmani
4. KURIKULUM 1968
Ciri-Ciri
Pembaharuan dadri kurikulum 1964 Kelemahan
yang dilakukan perubahan struktuk Hanya memuat
pendidikan dari pancawadhana kenjadi pelajaran pokok saja.
pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan Kelebihan Muatan materi
dasar dan kecakapan khusus Pendidikan
pelajaran bersifat
Beberapa mata pelajaran seperti sejarah, diarahkan
teoritis, tidak
ilmu bumi, cabang ilmu sosial mengalami pada
mengaitkan dengan
fusi menjadi ilmu social pembinaan
permasalahan factual
Mata pelajaran tersebut ilmu hayat, ilmu jiwa pancasila,
dilapangan
alam, ilmu pengetahuan alam (Sains ) pengetahuan
dasar dan
kecakapan
khusus 6
5. KURIKULUM 1975
Ciri-Ciri
1. Menganut pendekatan yang berorientasi pada tujuan 4. Menekankan pada efisiensi dan efektivitas pengguna
2. Menganut pendekatan yang integratif dana, daya dan waktu yang tersedia.
3. Pendidikan Moral Pancasila bukan hanya 5. Mengharuskan guru untuk menggunakan teknik
dibebankan kepada bidang pelajaran Pendidikan penyusunan program pengajaran yang dikenal dengan
Moral Pancasila di dalam pencapaiannya, melainkan Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI).
juga kepada bidang pelajaran ilmu pengetahuan 6. Organisasi pelajaran meliputi bidang-bidang studi:
sosial dan pendidikan agama. agama, bahasa, matematika

Kelebihan Kelemahan
1. Terdapat ketidakserasian antara materi kurikulum berbagai bidang studi
1. Berorientasi pada tujuan.
dengan kemampuan anak didik
2. Mengarah pembentukan 2. Terdapat kesenjangan antara program kurikulum dan pelaksanaannya di sekolah.
tingkah laku siswa. 3. Terlalu padatnya isi kurikulum yang harus
3. Relevans dengan 4. Guru dibuat sibuk menulis rincian apa yang akan dicapai dari setiap kegiatan
kebutuhan masyarakat. pembelajaran.
4. Menggunakan pendekatan 5. Pada kurikulum ini menekankan pada pencapaian tujuan pendidikan secara
psikolog. sentralistik, sehingga kurang memberi peluang untuk berkembangnya potensi daerah.
5. Menekankan efektivitas 6. Kurikulum ini berorientasi pada guru hal ini membentuk persepsi bahwa guru
yang mendominasi proses pembelajaran, metode-metode ceramah dan metode dikte
dan efisiensi.
menonjol digunakan oleh para guru
6. Menekankan fleksibilitas 7. Kreativitas murid kurang berkembang karena didukung oleh konsep kurikulum
7. Prinsip berkesinambungan yang menempatkan guru sebagai subjek dalam melakukan pembelajaran di kelas.
6. KURIKULUM 1984 Cici-Ciri
1. Berorientasi pada tujuan
kelebihan instruksional
1. materi dan metode yang disebut secara rinci, 2. Pendekatan
2. Prakarsa siswa dapat lebih dalam kegiatan belajar yang ditunjukkan pembelajaran adalah
melalui keberanian memberikan pendapat berpusat pada anak didik;
3. peningkatan diri dalam melaksanakan tugas. Pendekatan Cara Belajar
4. Anak dapat belajar dari pengalaman langsung langsung. Siswa Aktif (CBSA)
5. Kualitas interaksi antara siswa sangat tinggi, baik intelektual maupun 3. Pelaksanaan Pendidikan
sosial. Sejarah Perjuangan
6. Memasyarakatkan keterampilan berdiskusi yang diperlukan dengan Bangsa (PSPB)
berpartisipasi secara aktif 4. Materi pelajaran
kelemahan menggunakan
pendekatan spiral,
1. Banyak sekolah kurang mampu menafsirkan CBSA semakin tinggi tingkat
2. ketergantungan pada guru dan siswa pada materi dalam suatu buku kelas semakin banyak
teks dan metode yang disebut secara rinci materi pelajaran yang di
3. Siswa yang pandai akan bertambah pandai sedangkan yang bodoh bebankan pada peserta
akan ketinggalan didik
4. Peranan guru yang lebih banyak sebagai fasilitator 5. Menanamkan pengertian
5. Diperlukan waktu yang banyak dalam pembelajaran menyebabkan terlebih dahulu sebelum
materi pelajaran tidak dapat tuntas dikuasai siswa. diberikan latihan
7. KURIKULUM 1994
Kelebihan Kelemahan
Cirii- Ciri 1. Penggunaan strategi yang 1. Aspek yang dikedepankan
1. perubahan menjadi caturwulan, melibatkan siswa aktif dalam dalam kurikulum 1994 terlalu
2. berorientasi pada materi belajar, baik secara mental, padat.
pelajaran/isi, fisik, dan sosial. 2. Konsep pengajaran satu arah,
3. memberlakukan satu sistem 2. Pengajaran dari hal yang dari guru ke murid.
kurikulum untuk semua siswa di konkret ke hal yang abstrak, 3. Beban belajar siswa terlalu
seluruh indonesia, dari hal yang mudah ke hal berat karena banyaknya mata
4. menggunakan strategi yang yang sulit, dari hal yang pelajaran
melibatkan siswa aktif dalam belajar, sederhana ke hal yang 4. Materi pelajaran yang
5. disesuaikan dengan kekhasan kompleks. dianggap terlalu sukar karena
konsep/pokok bahasan 3. Dapat memberi kesempatan kurang relevan dengan tingkat
perkembangan berpikir siswa, bagi siswa untuk dapat perkembangan berpikir siswa
6. pembelajaran dari hal yang mudah menerima materi pelajaran 5. Pengulangan-pengulangan
ke hal yang sulit, cukup banyak karena materi yang dianggap sulit
7. pengulangan materi yang dianggap diberlakukanya sistem catur perlu dilakukan untuk
sulit oleh siswa. wulan pemantapan pemahaman.
8. KURIKULUM SUPLEMEN 1999
Penyempurnaan kurikulum dilakukan untuk mendapatkan proporsi yang
tepat antara tujuan yang ingin dicapai dengan beban belajar, potensi
siswa, dan keadaan lingkungan.

Penyempurnaan Penyempurnaan kurikulum dilakukan untuk memperoleh kebenaran


kurikulum secara substansi materi pelajaran dan kesesuaian dengan tingkat perkembangan
terus menerus siswa.
sebagai upaya
menyesuaikan Penyempurnaan kurikulum mempertimbangkan berbagai aspek terkait,
kurikulum dengan seperti tujuan materi, pembelajaran, evaluasi, dan sarana/ prasarana
perkembangan ilmu termasuk buku pelajaran.
pengetahuan dan
teknologi, serta Penyempurnaan kurikulum tidak mempersulit guru dalam
tuntutan kebutuhan mengimplementasikannya dan tetap dapat menggunakan buku pelajaran
masyarakat. dan sarana prasarana pendidikan

Penyempurnaan kurikulum 1994 di pendidikan dasar dan menengah


dilaksanakan bertahap, yaitu tahap penyempurnaan jangka pendek dan
penyempurnaan jangka panjang.
9. KURIKULUM 2004 (KBK)

Ciri-Ciri
• Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal.
• Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman.
• Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode bervariasi.
• Penilaian menekankan pada proses belajar dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu
kompetensi
Kelebihan
• Dalam pembelajaran adanya komunikasi dua arah antara guru dan siswa
Pembelajaran berpusat pada siswa
Penggunaan pendekatan dan metode bervariasi.
Sumber belajar yang bervariasi

Kelemahan
• Kurangnya sumber daya manusia yang berpotensi dalam menjabarkan kurikulum KBK, karena dalam KBK seorang
guru dituntut untuk lebih kreatif dalam menjalankan pendidikan.
10. KURIKULUM 2004 (KBK)
Ciri-Ciri Kelebihan Kelemahan
Mendorong terwujudnya otonomi sekolah
pemberian otonomi dalam penyelenggaraan pendidikan. Kurangnya SDM yang diharapkan
luas kepada sekolah Mendorong para guru, kepala sekolah, dan mampu menjabarkan KTSP pada
dan satuan pihak manajemen sekolah untuk semakin kebanyakan satuan pendidikan yang
meningkatkan kreativitasnya dalam ada
pendidikan
penyelenggaraan program-program Kurangnya ketersediaan sarana dan
partisipasi pendidikan. prasarana pendikung sebagai
masyarakat dan KTSP memungkinkan bagi setiap sekolah kelengkapan dari pelaksanaan KTSP
orang tua yang untuk menitikberatkan dan Masih banyak guru yang belum
tinggi mengembangkan mata pelajaran tertentu memahami KTSP secara
kepemimpinan yang yang aspektabel bagi kebutuhan siswa.. Komprehensif baik konsepnya,
demokratis dan KTSP akan mengurangi beban belajar penyusunanya maupun prakteknya di
siswa yang sangat padat dan memberatkan lapangan
professional,
kurang lebih 20%. Penerapan KTSP yang
serta tim-kerja yang KTSP memberikan peluang yang lebih luas merokomendasikan pengurangan jam
kompak dan kepada sekolah-sekolah plus untuk pelajaran akan berdampak
transparan. mengembangkan kurikulum sesuai dengan berkurangnya pendapatan guru.
kebutuhan.
11. KURIKULUM 2013
• Dalam Permendikbud No. 67 Tahun 2013 tentang kurikulum SD, karakteristik
kurikulum 2013 yaitu:
• Mengembangkan keseimbangan antara pengembangan sikap
Ciri-Ciri • spiritual dan sosial
• rasa ingin tahu
• kreativitas
• kerja sama dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik.
• menggunakan pendekatan saintifik memungkinkan peserta didik belajar
secara kontekstual dan mampu berfikir secara ilmiah.
• Pendidikan karakter dijadikan hal penting yang termuat dalam semua mata
pelajaran menjadikan peserta didik tidak hanya menguasai pengetahuan
Kelebihan namun juga penerapannya serta cara pengambilan keputusan menggunakan
etika yang berlaku.
• Adanya buku guru dan buku siswa menjadi pedoman tidak hanya bagi
pendidik, peserta didik namun juga bagi orangtua.
• Pemerintah belum sepenuhnya memberikan pemerataan penunjang kurikulum
2013 ke lembaga pendidikan atau sekolah baik berupa buku guru dan buku
siswa sampai pada fasilitas berupa LCD serta proyektor.
• Sosialisasi gencar dilakukan ke lembaga pendidikan namun tidak pada subjek
Kelemahan pendidikan atau peserta didik, orantua serta masyarakat.
• Kurikulum 2013 menuntut pendidik tidak hanya aktif dan kreatif namun juga
inovatif. Hal ini menjadi tugas besar pada pemerintah khususnya subjeknya
yaitu pendidik untuk meningkatkan kompetensi yang dimilikinya.