Anda di halaman 1dari 37

Teori Akuntansi Islam

Hello!
We Are Group 4
Nanda Rafsanjani
Jeri Andre Pinem
Olvie Andelsi
Rafiko Ramadhan
Desni Ramadhani
3

1. Beberapa Dimensi Akuntansi Menurut Alquran,


Ilahiyah, Sejarah Islam, dan Kini
2. Prinsip-Prinsip Akuntansi Islam

TOPIK KITA 3. Perubahan Revolusi Kuhn dan Perkembangan


Akuntansi Islam
4. Akuntansi Islam: Munculnya Era Epistemologi
Islam
This 5. Akuntansi Sosial Ekonomi dan Akuntansi Islam
6. Menuju Perumusan kerangka Teori Akuntansi
Islam

AFTERNOON 7. Perbedaan Akuntansi Islam dan Akuntansi


Konvensional
8. Riset Akuntansi Islam
Dimensi Akuntansi Menurut
Alquran, Ilahiyah, Sejarah Islam,
dan Kini
5


Akuntansi dalam Al-Qur’an
QS Al- Baqarah : 282
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermualmalah tidak secara tunai untuk
waktu yang ditentukan, hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan
benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah
mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah ia orang yang berhutang itu
mengimlakkan apa yang ditulisnya itu, dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya,
dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada utangnya. Jika yang berutang itu orang
yang lemah akal atau lemah keadaannya atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan,
maka hendaklah wakilnya mengmlakkan dengan jujur dan persaksikanlah dengan dua
orang saksi dari orang laki-laki diantara kamu. Jika tidak ada dua orang laki-laki maka
bolehlah seorang laki-laki dan dua orang perempuan dari saksi yang kamu ridhoi, supaya
jika seorang lupa seorang lagi mengingatnya”.
6

Akuntansi Ilahiyah

Allah Maha Cepat (Hasib) perhitungannya, mencatat semua kejadian, dari
yang besar sampai yang kecil. Seperti yang terdapat dalam Al-Qur’an surah
Al-Baqarah : 202 dan surah An-Nisa’: 86, yaitu:
ُ ‫ّللا ه سَ ِري هُع ا ْل ِحسَا‬
ِ‫ب‬ َُ ‫َو‬
“Allah sangat cepat perhitungannya” (Al Baqarah: 202).

ْ ‫ّللا َ َكانَُ عَ َلىُ هك ُِل َش‬


‫يءُ َحسِيبًا‬ َُ ‫إ ِ َُن‬
“Sesungguhnya Allah selalu membuat perhitungan atas tiap tiap sesuatu.”
(An-Nisa’ : 86).
7

Akuntansi dalam Sejarah Islam

Masa
Rasullah
SAW
8

Setelah masa Rasulullah dan Masa Khalifa Rasyidin

▫ Kemasa Umayah (661 – 750 M)


▫ Masa Abbasiyah (750 – 1258 M)
▫ Masa Ustmani
▫ Kekhalifahan terakhir umat islam sebelum dihancurkan oleh
sekulerisme yaitu dari tahun 1258 sampai dengan tahun
runtuhnya khilafah Ustmani yaitu tahun 1924M.
9

Prinsip – Prinsip Akuntansi Islam

Prinsip Kebenaran
03 pada masalah pengakuan & pengukuran
laporan akan dilakukan dengan baik
Prinsip Pertanggungjawaban apabila dilandaskan pada nilai kebenaran.

individu yang terlibat dalam praktik bisnis


harus selalu melakukan
pertanggungjawaban atas apa yang telah
diamanahkan dan yang diperbuat kepada
pihak-pihak yang terkait pada dirinya,
wujudnya bisa berbentuk laporan
akuntansi.

. 01 02
Prinsip Keadilan
berkaitan dengan praktik moral yaitu
kejujuran dan tetap berpijak pada nilainilai
etika/syariah dan moral
Perubahan Revolusi Kuhn dan
Perkembangan Akuntansi Islam
11


Berdasarkan paradigma yang dikemukakan Kuhn, new paradigm dapat dikembangkan yaitu
paradigma akuntansi syari’ah yang dikembangkan berdasarkan kepercayaan masyarakat Muslim
(Rifqi 2008:43).
Ikatan Akuntan Indonesia (2007: 43) mengungkapkan bahwa syariah berlandaskan pada
paradigma dasar, bahwa alam semesta dicipta oleh Allah sebagai amanah (trust ilahi) dan sarana
kebahagiaan hidup bagi seluruh umat untuk mencapai kesejahteraan hakiki secara material dan
spiritual (al-falah). Base paradigm ini menekankan setiap aktivitas umat manusia memiliki
accountability dan value ilahiah yang menempatkan perangkat syariah dan akhlak sebagai
parameter good and bad, aktivitas usaha. Paradigma ini akan membentuk integrity yang
membantu terbentuknya karakter tata kelola yang baik (good governance) dan disiplin pasar
(market discipline) yang baik.
12

Paradigma merupakan istilah yang dipopulerkan Thomas


Khun dalam karyanya The Structure of Scientific
Revolution. Paradigma di sini diartikan Khun sebagai kerangka
referensi dunia atau view of world yang menjadi keyakinan atau
pijakan suatu teori. Akuntansi adalah suatu kejadian yang tidak
hanya statis. Akuntansi berkembang mengikuti pola society
evolotuion. Sebagaimana yang pernah terjadi, yaitu berkembang
dari penyatuan aspek religi menuju pada upaya sparatis agama
dengan economic problem, maka akhirnya terjadi perubahan
dari agama menuju kepada pure economic murni, dan akhirnya
berkembang lagi dari ekonomi murni menuju economic
sociology.
Munculnya Era Epistemologi Islam
14

▫ Epistimologi adalah cabang filsafat yang secara khusus membahas teori


ilmu pengetahuan, secara harfiah epistimologi berasal dari bahasa Yunani
episteme yang berarti pengetahuan (Suria Sumantri, 1991).

▫ Epistimologi Islam adalah metode memperoleh pengetahuan ilmu yang


Islami melalui proses penalaran yang sistematis, logis dan sangat
mendalam menggunakan “ijtihad” yang dibangun atas kesadaran sebagai
khalifatullah fii-ardl (lihat Syafi’i, 2000 dan Triyuwono, 2000).
15

Prinsip Dasar Pradigma Syariah

Mikro Makro
individu yang beriman kepada Allah SWT (tauhid) meliputi wilayah politik,ekonomi dan sosial. Dalam
serta mentaati segala aturan dan larangan yang dimensi politik, menjunjung tinggi musyawarah dan
tertuang dalam Al-Qur’an,Al Hadits, Fiqh, dan hasil kerjasama. Sedangkan dalam dimensi ekonomi,
ijtihad. Landasan tauhid diperlukan untuk mencapai melakukan usaha halal, mematuhi larangan bunga,
tujuan syariah yaitu menciptakan keadilan sosial (al dan memenuhi kewajiban zakat. Selanjutnya dalam
a’dl dan al ihsan) serta kebahagiaan dunia dan dimensi sosial yaitu mengutamakan kepentingan
akhirat. Pencapaian tujuan syariah tersebut umum dan amanah.
dilakukan menggunakan etika dan motal iman
(faith), taqwa (piety), kebaikan (righteoneus/birr),
ibadah (worship), tanggungjawab
(responsibility/fardh), usaha (free will/ikhtiyar),
hubungan dengan Allah dan manusia
(Habluminallah dan Habluminannas), serta barokah
(blessing).
16

Tujuan diselenggarakannya akuntansi syariah


adalah mencapai keadilan sosial-ekonomi; dan sebagai sarana ibadah memenuhi kewajiban
kepada Allah SWT, lingkungan dan individu melalui keterlibatan institusi dalam kegiatan
ekonomi. Produk akhir teknik akuntansi syariah adalah informasi akuntansi yang akurat untuk
menghitung zakat dan pertanggungjawaban kepada Allah SWT dengan berlandaskan moral,
iman dan taqwa.
17

Neraca Laporan Nilai Tambah Laporan Arus Kas Catatan atas Laporan Keuangan

Jenis Laporan Keuangan Akuntansi Syariah yang memenuhi Kriteria menurut Harahap (2000)
Akuntansi Sosial Ekonomi

Akuntansi Islam
19

Akuntansi Sosial Ekonomi

▫ Akuntansi Social Ekonomi (ASE) menurut Belkaoui (1984) lahir dari


anggapan bahwa akuntansi sebagai alat manusia dalam kehidupannya
harus juga sejalan dengan tujuan social hidup manusia. ASE berfungsi
untuk memberikan informasi “social report” tentang sejauh mana unit
organisasi, negara dan dunia memberikan kontribusi yang positive dan
negative terhadap kualitas hidup manusia. ASE sebagai suatu penerapan
akuntansi di bidang ilmu social termasuk bidang sosiologi, politik ekonomi.
20


Faktor Pendorong Munculnya Akutansi Sosial Ekonomi

▫ Adanya kesadaran dan komitmen terhadap kesejahteraan social tidak


hanya mengejar pertumbuhan ekonomi.
▫ Adanya paradigma kesadaran lingkungan tidak seperti selama ini
lingkungan diabdikan untuk perusahaan, untuk mengejar keuntungannya.
▫ Munculnya perspektif ecosystem, dimana system global tidak bisa berjalan
sendiri sendiri tanpa memperhatikan system lain. Sistem ekonomi harus
berjalan.
▫ Munculnya perhatian terhadap perlindungan kepentingan social.
21

Akuntansi Sosial Ekonomi


Bentuk Laporan

▫ Pelaporan dalam ASE memuat informasi yang menyangkut dampak positif


atau negative yang ditimbulkan oleh perusahaan. Pelaksanaan ASE masih
banyak kendala dan keterbatasan terutama dalam hal pengukuran dan
pelaporan. Dimata Islam pengungkpan aspek social melalui laporan
keuangan bukan hanya berdimensi duniabinvestor saja tetapi juga
berdimensi akhirat bahkan harus memperhatikan tanggung-jawabnya
kepada komunitas, social, makhluk alam lainnya serta Allah SWT.
22

Akuntansi Islam
“ Postulat, standar, penjelasan dan prinsip akutansi yang menggambarkan semua
hal…sehingga akutansi Islam secara teoritis memiliki konsep, prinsip, dan tujuan Islam
dan semua ini secara serentak berjalan bersama bidang ekonomi, social, politik, idiologi,
etika, kehidupan, keadilan dan hukum Islam. Akutansi dan bidang lain itu adalah satu
paket dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain,.” Shahata (Harahap, 1997:272)
23

FYI
Akuntansi dalam bahasa Arab disebut Muhasabah terdapat 48 kali disebut dalam Alquran.
Hayashi (1989)
24

Akuntansi Sosial Ekonomi Islam dalam Konteks Kekinian

Akuntansi Islam dam konteks kekinian diartikan sebagai akuntansi dalam perspektif
Islam yang mampu menjawab bagaimana seharusnya profil akuntansi Islam dalam
situasi saat ini dimana system ekonomi, politik, ideology, hukum dan etika masih
didominasi system lain yaitu system kapitalis yang dasar filosofinya berbeda bahkan
bertolak belakang dengan system nilai Islam.
Akutansi Islam terpaksa mengadopsi berbagai jargon kapitalis tetapi secara pelan pelan
tapi pasti dikonversi dengan teknik dan prinsip nilai Islam sesuai konteksnya. Dalam
konteks kekinian respons terhadap ASE adalah menerima dan mendorongnya untuk
diterapkan sehingga pada suatu saat disadari keterbatasan akuntansi kapitalis ini dan
pada akhirnya kita menerapkan Akuntansi Islam secara Kaffah atau secara menyeluruh
dan terpadu
Menuju Perumusan Kerangka Teori Akuntansi Islam
26

LEVEL IV : Politik, Ekonomi


dan Sosial
berdasarkan musyawarah
halal, tanpa riba, menunaikan
zakat menekankan
LEVEL III : Etika dan
kepentingan publik dan
Moralitas
amanah.
Ini terdiri dari iman, taqwa,
kebaikan, ibadah, kewajiban,
LEVEL II : Syariat Islam ikhtiar, hubungan dengan
Allah, hubungan dengan
Tujuan dari syariat ini adalah
manusia, berkah.
menciptakan keadilan sosial
dan kebaikan, merealisir
kebaikan kepada masyarakat
baik di dunia maupun di
akhirat (Al-Falah).
LEVEL I
Al-quran dan Hadist,
Qiyas, Ijtihad,
dan Ijma
AKUNTANSI SYARIAH VS
KONVENSIONAL
28

Dari Segi Pengertian

Syariah Konvensional
▫ Pengertian akuntansi keuangan menurit ▫ Adapun arti akuntansi yang berkembang
Islam lebih mengarah pada pembukuan, dalam konsep positif (konvensiaonal)
pendataan, kerja dan usaha, serta adalah sekitar pengumpulan dan
perhitungan dan perdebatan (tanya jawab) pembukuan, penelitian tentang keteranga-
berdasarkan syarat-syarat yang telah keterangan dari berbagai macam aktivitas.
disepakati.
▫ Selanjutnya penentuan imbalan yang
meliputi semua tindakan dan pekerjaan,
baik yang berhubungan dengan keduniaan
maupun keakhiratan. Oleh sebab itu,
muhasabah dalam Islam memiliki dua arti,
yaitu perhitungan dan paembukuan
29

Dari Segi Karakteristik

Syariah Konvensional
Akuntansi dalam Islam berdasarkan nilai-nilai Adapun konsep akuntansi konvensional didsarkan
akidah dan akhlak. Oleh sebab pada ordonansi atau peraturan-peraturan dan
itu, tugas seorang akuntan adalah memberikan teori-teori yang dibuat oleh manusia yang
data-data dalam membantu orangorang memiliki isfat khilaf, lupa, keterbatasan ilmu dan
yang bersangkutan tentang hubungan kesatuan wawasan.
ekonomi dengan kaidah-kaidah Oleh sebab itu,
dan hukum-hukum syariat Islam dalam bidang konsepnya labil, tidak permanen, dan memiliki
muamalah. Seorang akuntan Muslim kecenderungan berubah-ubah dari
selalu sadar bahwa ia bertanggugjawab di waktu ke waaktu mengikuti perubahan sistem
hadapan Allah tenang pekerjaannya. ekonomi, perubahan peraturan,
Aspek-aspek ini tidak didapati dalam konsep perubahan jenis perusahaan, dan perubahan
akuntansi konvensional kebijakan yamg dibuat oleh manusia.
30

Dari Segi Tujuan

Syariah Konvensional
Diantara tujuan terpenting dari akuntansi Sementara tujuan akuntansi keuangan
keuangan dalam Islam adalah menjaga konvensiaonal diantaranya untyk menjelaskan
harta yang merupakan hujjah atau bukti ketika utang dan piutang, untung dan rugi,
terjadi perselisihan, membantu sentral moneter, dan membantu dalam mengambil
mengarahkan kebijaksanaan, memerinci hasil ketetapan manajemen
usaha untuk perhitungan zakat,
penentuan hak mitra bisnis, dan membantu dalam
menetapkan imbalan dan hukuman
serta penilaian evaluasi kerja dan motivasi.
31

Perbedaan Lainnya Syahatah (2004:53)

Syariah Konvensional
• konsep Islam menerapkan konsep penilaian • Para ahli akuntansi modern berbeda pendapat
berdasarkan nilai tukar yang berlaku, dengan dalam cara menentukan nilai atau harga untuk
tujuan melindungi modal pokok dari segi melindungi modal pokok, dan juga hingga saat
kemampuan produksi di masa yang akan ini apa yang dimaksud dengan modal pokok
datang dalam ruang lingkup perusahaan yang (kapital) belum ditentukan.
kontinuitas;
• Modal dalam konsep Akuntansi Konvensional • sedangkan di dalam konsep Islam barang-
terbagi menjadi dua bagian, yaitu modal tetap barang pokok dibagi menjadi harta berupa uang
(aktiva tetap) dan modal yang beredar (aktiva (cash) dan harta berupa barang (stock),
lancar), selanjutnya barang dibagi menjadi barang milik
• Dalam konsep Islam, mata uang seperti emas, dan barang dagang;
perak, dan barang lain yang sama
kedudukannya, bukanlah tujuan dari segalanya,
melainkan hanya sebagai perantara untuk
pengukuran dan penentuan nilai atau harga,
atau sebagi sumber harga atau nilai;
32

Perbedaan Lainnya Syahatah (2004:53)

Syariah Konvensional
▫ konsep Islam sangat memperhatikan hal itu ▫ Konsep konvensional mempraktekan teori
dengan cara penentuan nilai atau harga dengan pencadangan dan ketelitian dari
berdasarkan nilai tukar yang berlaku serta menanggung semua kerugian dalam
membentuk cadangan untuk kemungkinan perhitungan, serta mengenyampingkan laba
bahaya dan resiko; yang bersifat mungkin, sedangkan
▫ konsep Islam dibedakan antara laba dari ▫ Konsep konvensional menerapkan prinsip
aktivitas pokok dan laba yang berasal dari laba universal, mencakup laba dagang,
kapital (modal pokok) dengan yang berasal dari modal pokok, transaksi, dan juga uang dari
transaksi, juga wajib menjelaskan pendapatan sumber yang haram
dari sumber yang haram jika ada,
▫ konsep Islam memakai kaidah bahwa laba itu ▫ Konsep konvensional menerapkan prinsip
akan ada ketika adanya perkembangan dan bahwa laba itu hanya ada ketika adanya
pertambahan pada nilai barang, baik yang telah jualbeli,
terjual maupun yang belum.
33

Akuntansi Konvensional Akuntansi Syariah

Postulat Pemisahan antara bisnis dan Entitas didasarkan pada bagi hasil
Entitas pemilik

Postulat Kelangsungan hidup secara terus Kelangsungan usaha bergantung


going menerus,yaitu didasarkan pada persetujuan kontrak pada
concern pada realisasi keberadaan aset kelompok yang ter libat dalam
aktivitas bagi hasil

Postulat Tidak dapat menunggu sampai Setiap tahun dikenakan zakat kecuali
periode akhhir kehidupan perusahaan untuk produk pertanian yang dihitung
akuntansi dengan mengukur keberhasilan setiap panen
aktivvitas perusahaan

Postulat unit Nilai uang Kuantitas nilai pasar digunakan untuk


pengukuran menentukan zakat binatang ,hasil
pertanian dan emas
34

Akuntansi Konvensional Akuntansi Syariah

Prinsip Bertujuan untuk Menunjukkan pemenuhan hak


penyingkapan mengambil keputusan dan kewajiban kepada Allah
penuh ,masyarakat, dan individu

Prinsip Reliabelitas pengukuran Berhubungan dengan konsep


obyektifitas digunakan dengan dasar ketakwaaan, yaitu pengeluaran
bias personal materi dan non materi untuk
memenuhi kewajiban

Prinsip materi Dihubungkan dengan Berhubungan dengan pengukuran


kepentnngan relatif dan pemenuhan tugas/ kewajiban
mengenai informasi kepada Allah , masyarakat dan
pembuatan keputusan individu

Prinsip Dicatat dan dilaporkan Dicatat dan dilaporkansecara


konsistensi menurut pola GAAP konsis tensesuai dengan prinsip
yang dijabarkan oleh syari’ah
RISET AKUNTANSI SYARIAH
36



Riset Akuntansi adalah upaya yang dilakukan untuk mencari
kebenaran di bidang akuntansi. Hasil dari riset akuntansi ini
merupakan penyambung antara fenomena sosial di bidang
akuntansi dengan struktur teori akuntansi. Dimana fenomena
sosial tersebut dituangkan dalam berbagai bentuk “statement
ilmiah”
37

Thanks!
Any questions?