Anda di halaman 1dari 34

Referat

INFERTILITAS

NAE LUL IZAH Pembimbing


30101407261 Mayor CKM dr. Bambang Triono, Sp.U
Pendahuluan

Kurang lebih 10-15% isteri dari pasangan suami-isteri atau pasutri


yang berhubungan seksual tanpa mempergunakan alat kontrasepsi
belum hamil pada tahun pertama perkawinan. Kegagalan pasutri
dalam memperoleh keturunan itu, 30% disebabkan oleh faktor yang
berasal dari suami, 20% disebabkan oleh faktor yang berasal dari
suami dan isteri. Jadi paling sedikit terdapat 50% penyebab
infertilitas berasal dari pria.
Kesuburan pria dapat dikurangi sebagai akibat dari :
• kelainan urogenital bawaan atau didapat;
• keganasan;
• infeksi saluran urogenital;
• peningkatan suhu skrotum (misalnya akibat varikokel);
• gangguan endokrin;
• kelainan genetik
• faktor imunologis.
ETIOLOGI
Pre Testikuler • Kelainan pada hipotalamus

• Defisiensi hormon gonadotropin yaitu LH, dan FSH

• Kelainan pada Hipofisis

• Insufisiensi hipofisis oleh karena tumor, radiasi, atau operasi

• Hiperprolaktinemia

• Hemokrornatosis

• Substitusi/terapi hormon yang berlebihan

Testikuler • Anomali kromosom

• Anorkhismus bilateral

• Gonadotoksin : obat-obatan, radiasi

• Orkitis

• Trauma testis

• Penyakit sistemik: gagal ginjal, gagal hepar, anemi bulan sabit

• Kriptorkismus

• Varikokel
ETIOLOGI

Pasca • Gangguan transportasi sperma

• Kelainan bawaan: vesikula seminalis atau vas deferens tidak terbentuk yaitu pada
Testikuler
keadaan congenital bilateral absent of the vas deferens (CBAVD)

• Obstruksi vas deferens/epididimis akibat infeksi atau vasektomi

• Disfungsi ereksi, gangguan emisi, dan gangguan ejakulasi (ejakulasi

retrograd)

• Kelainan fungsi dan motilitas sperma

• Kelainan bawaan ekor sperma

• Gangguan maturasi sperma

• Kelainan imunologik

• Infeksi
ANAMNESIS
I. Riwayat seksual:

Libido/potensi seksual, frekuensi senggama, dan penggunaan lubrikan pada saat sen

ggama

II. Riwayat penyakit dahulu:

- Penyakit sistemik (kencing manis, gangguan faal ginjal, faal liver, dan fungsi tiroid),

infeksi saluran kemih, mump (gondongen), sering menderita episode febris, trauma,

atau torsio testis

- Riwayat pemakaian obat-obatan dalam jangka lama : marijuana dan steroid

- Riwayat operasi: pasca herniorafi, orkidopeksi, dan pembedahan pada retroperitone

al

- Pekerjaan dan kebiasaan: perokok, alkohol, terpapar oleh radiasi, dan pestisida

III. Riwayat reproduksi pasangannya (isteri).


PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan Umum:

Fisik tubuh kekar, ginekomasti, galaktore, anosmia

Pemeriksaan genitalia

Jaringan parut (bekas herniotomi atau bekas orkidopeksi / orkidektomi), keadaan

testis (jumlah, ukuran, dan konsistensinya), varikokel, epididimis atau vas deferens

menebal atau tak teraba, adanya hipospadi, atau penyempitan muara uretra

Colok dubur

Menilai pembesaran/nyeri pada prostat, keadaan vesikula seminalis, dan reflek

bulbokavernosus.
Temuan khas dari anamnesis dan pemeriksaan fisik pasien dengan
defisiensi testis adalah:
cryptorchidism (uni-atau bilateral);
puntir dan trauma testis;
infeksi genitourinari;
paparan racun lingkungan;
obat gonadotoxic (obat anabolik, SSRI, dll);
paparan radiasi atau agen sitotoksik;
kanker testis;
tidak adanya testis;
karakteristik seksual sekunder abnormal;
gynaecomastia;
volume dan / atau konsistensi testis abnormal; dan
varikokel.
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Analisis semen
Pemeriksaan Hormon
Pemeriksaan Imunologik
Biopsi Testis
Uji Fungsi Sperma
Frekuensi analisis semen

Jika hasil analisis semen normal sesuai dengan kriteria WHO, satu tes sudah cukup.
Jika hasilnya abnormal dalam setidaknya dua tes, investigasi andrologi lebih lanjut
diindikasikan. Penting untuk membedakan antara yang berikut:

oligozoospermia: <15 juta spermatozoa / mL;

asthenozoospermia: <32% spermatozoa motil progresif;

teratozoospermia: <4% bentuk normal


PROGNOSIS