Anda di halaman 1dari 10

Oleh :

Eka Wahyuni (140404010110)


Jefri Adi P (140404010136)
NurAfan (140404010143)
Andi Yudi S (140404010166)
Ramdan (140404010160)
Hubungan Industrial dikenal sebagai Hubungan Perburuhan,
menempati tempat penting dalam Manajemen Sumber Daya
Manusia Internasional.

Hubungan Industrial adalah sistem dimana kegiatan kerja


diatur,pengaturan dimana pemilik, manajer dan staf organisasi
datang bersama-sama untuk terlibat dalam kegiatan produktif.
mewujudkan Hubungan Industrial yang harmonis,
Dinamis, kondusif dan berkeadilan di perusahaan
 Perundingan bersama
 Manajemen Peran, serikat pekerja dan Pemerintahan
 Mesin untuk resolusi perselisihan industrial,
 Keluhan Individu dan kebijakan serta praktik disiplin.
 Perundang-undangan Ketenagakerjaan dan
 Pelatihan Hubungan Industrial
Tiga pendekatan Hubungan Internasional

Kesatuan Majemuk Marxis


 Trade Union adalah perkumpulan pekerja yang bertujuan mengatur
hubungan antara pekerja dan pemberi kerja untuk meningkatkan upah
dan kondisi pekerja.

 Trade Union dibentuk untuk mempromosikan atau menyatakan pendapat,


melindungi, dan memperbaiki, melalui kegiatan kolektif, kepentingan-
kepentingan sosial, ekonomi, dan politik para anggotanya.
Respon Trade Union Terhadap Perusahaan
Multinasional

 Serikat buruh menghadapi tantangan besar dalam


mengembangkan respon yang efektif untuk tumbuh
lingkup internasional , integrasi dan kompleksitas
operasi perusahaan multinasional
PHK sepihak di Singapore International School (SIS)
Pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dianggap semena-
mena menjadi sebab sang guru meradang. Guru tersebut di PHK
karena melanggar kontrak berbentuk Perjanjian Kerja Waktu
Tertentu. PHKnya dilakukan secara sepihak tanpa adanya surat
peringatan terlebih dahulu
Francois Xavier Fortis, warga negara Kanada, dipecat SIS
karena telah dianggap telah melanggar peraturan perusahaan.
Dalam anjuran Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
(Sudinakertrans) Jakarta Utara tertanggal 4 Januari 2007 dijelaskan
Francois telah melanggar kontrak dengan berulang kali.
Pelanggaran yang dilakukan dalam masa percobaan Francois itu
berupa perbuatan dan ucapan tidak pantas kepada staf SIS
lainnya.
 Pada dasarnya sebelum terjadi kasus PHK terhadap
Francois , permasalahan sudah muncul terlebih
dahulu pada masa pembuatan perjanjian kontrak
kerja. Perjanjian kontrak kerja dibuat dalam bentuk
PKWT dimana jenis dan sifat pekerjaan yang
ditentukan dalam kontrak kerja tersebut sebenarnya
tidak sesuai dengan pekerjaan yang akan selesai
dalam waktu tertentu. Menurut pasal 59 UU No.13
Tahun 2003 angka 1 dan Kepmenakertrans No. 100
tahun 2004 PKWT haya dapat dibuat untuk pekerjaan
yang sekali selesai atau sementara sifatnya, yang
bersifat musiman, dan berhubungan dengan produk
baru.