Anda di halaman 1dari 10

PENCEGAHAN DAN

PENGENDALIAN PENYAKIT (P2P)

Oleh:
dr Dwi Cahyo Suprabowo
DATA PENCEGAHAN DAN
PENGENDALIAN PENYAKIT DI
PUSKESMAS SAMBIREJO
BULAN
NO. INDIKATOR KINERJA TARGET
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Upaya Pencegahan dan Pemberantasan
V.
Penyakit
Cakupan penemuan AFP rate per 100% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0%
1. 100.000 penduduk kurang dari
15 tahun
Cakupan balita dengan 50% 0% 0% 0% 0% 100% 100% 0% 0% 100%
1.
pneumonia yang ditangani
Penderita DBD yang ditangani 100% 100% 100% 0% 100% 100% 100% 0% 100% 100%
1.
Cakupan penderita diare yang 44% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
1.
ditangani
Jumlah kasus penyakit menular 100% - - - - - - - - -
1. yg dapat dicegah dgn imunisasi
(PD3I)
Penyelidikan epidemiologi dan 100% 100% 100% 0% 0% 100% 100% 0% 100% 100%
1. penanganan KLB kurang dari 24
jam
Cakupan desa/ kelurahan 100% 100% 100% 0% 0% 100% 100% 0% 100% 100%
1. terkena KLB ditangani <24 jam

Cakupan pengobatan semua 48% 3% 1,5% 3% 1,5% 0% 0% 3,8% 0,8% 3%


1.
kasus TB yang diobati (CDR)
CNR seluruh kasus TB 72/
yang diobati 100.000
1.
pend.

Angka keberhasilan 90% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 56% 100%
1. pengobatan pasien TB semua
kasus
Persentase pasien TB yang 65% 100% 100% 75% 100% 0% 0% 40% 100% 100%
1. mengetahui status HIV

Persentase jumlah kasus HIV 100% 0% 100% 100% 100% 0% 0% 100% 100% 100%
1. yang ditemukan dan dilayani

Persentase jumlah kasus AIDS 100% 0% 100% 100% 100% 0% 0% 100% 100% 100%
1. ditemukan dan dilayani

Pensentase jumlah kasus sipilis 100% 0% 100% 100% 100% 0% 0% 100% 100% 100%
1. ditemukan dana ditangani

Angka penemuan kasus baru 5/ 0 0 0 0 0 0 0 0 0


kusta per 100.000 penduduk 100.000
1.
pend.

Persentase cacat tingkat 2 < 5% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0%


1. penderita kusta

Persentase penderita kusta 100% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 100% 0%


1. selesai berobat

Angka kesakitan Demam 96,9% 11,1% 11,1% 0% 11,1% 11,1% 11,1% 0% 22,2% 0%
Berdarah Dengue (DBD) per
1.
100.000 penduduk
Angka kesakitan malaria 2/ 10.000 0 0 0 0 0 0 0 0 0
1.
pend.
Kasus penyakit filariasis 100% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0%
1.
ditangani
1. Prevalensi tekanan darah tinggi 24,28% - - - - - - - - -
1. Prevalensi obesitas 15,4% - - - - - - - - -
Persentase IVA positif pada 30% - - - - - - - - -
1.
perempuan 30-50 tahun
Cakupan desa/ kelurahan 100% - - - - - - - - -
1. Universal Child Imunization
(UCT)
1. Angka kesembuhan TB paru >85% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 50% 0%
Penemuan penderita ISPA >76% 2% 2% 2% 2% 10% 2% 2% 3% 3%
1.
pada balita
Angka kesakitan diare (IR) 270/ 48 52 47 49 42 43 45 48 64
1. 1.000
pend.
Persentase angka kasus HIV 50% - - - - - - - - -
1.
yang diobati
Persentase pengendalian PTM 30% - - - - - - - - -
1.
terpadu di puskesmas
1. Persentase KTR di sekolah 50% - - - - - - - - -
Persentase posbindu di wilayah 30% - - - - - - - - -
1.
puskesmas
Persentase imunisasi dasar 80% - - - - - - - - -
1.
lengkap pada bayi
Persentase imunisasi anak 98% - - - - - - - - -
1.
sekolah
TABEL IDENTIFIKASI MASALAH P2P
NO PROGRAM KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN MASALAH

1. Prosentase Pengobatan semua kasus TB 48% 16,9% Masih kurangnya suspek TB yang diperiksa
yang diobati (CDR) BTA di Puskesmas

2. Angka penemuan kasus baru kusta per 5 0 Sangat Kurangnya suspek kusta yang
100.000 penduduk diperiksa tanda tanda utamanya

3. Angka kesakitan DBD per 100.00 9 8 Kasus-kasus DBD masih berkutat dalam 1
penduduk desa (Blimbing)

4. Prosentasi penemuan penderita ISPA >76% 20% Managemen surveilance ISPA masih kurang
pada balita maksimal

5. Angka kesakitan diare (IR) per 1.000 270 31 Managemen survilance Diare masih kurang
penderita maksimal

6. Setiap orang beresiko terinfeksi HIV 100% Tidak semua sasaran beresiko terinfeksi
mendapatkan pemeriksaan HIV sesuai HIV dapat didata dan mau datang ke sarana
standar kesehatan
TABEL PEMILIHAN PRIORITAS MASALAH (P2P)
U S G
NO MASALAH TOTAL
(Urgency) (Seriousnes) (Growh)
1. Masih kurangnya suspek TB yang diperiksa 5 5 4 14
BTA di Puskesmas

2. Sangat Kurangnya suspek kusta yang diperiksa 3 3 3 9


tanda tanda utamanya

3. Kasus-kasus DBD masih berkutat dalam 1 4 4 4 12


desa (Blimbing)

4. Managemen surveilance ISPA masih kurang 2 2 2 6


maksimal
5. Managemen survilance Diare masih kurang 3 2 2 7
maksimal
6. Tidak semua sasaran beresiko terinfeksi HIV 5 4 4 13
dapat didata dan mau datang ke sarana
DIAGRAM SEBAB AKIBAT DARI
ISHIKAWA (FISHBONE)
METODE
MANUSIA

Jumlah kader terbatas Kerjasama lintas sektor

Promkes TB
Kader kurang pelatihan
Pengumpulan data yang kurang tersusun
Pengetahuan TB

Pendidikan Masy. Protab mengenai penemuan TB

Masih Kurangnya
Suspek TB yang
diperiksa BTA di
Puskesmas

Cara batuk yg salah

Kurangnya Masker Dana yg kurang untuk kader Masih banyak Pend. HIV

Ekonomi masy. Kepedulian Masy. kurang


Sarana Promkes
(Pamflet, Spanduk, Baliho) Masih terdapat rumah
beralaskan tanah
Lab. Yang kurang efektif

SARANA DANA LINGKUNGAN


TA B E L C A R A P E M E C A H A N M A S A L A H
NO PRIORITAS MASALAH PENYEBAB MASALAH ALTERNATIF PEMECAHAN PEMECAHAN MASALAH KET
MASALAH TERPILIH
1. Masih kurangnya suspek TB Manusia:  Penambahan dan Penyuluhan PHBS TB
yg diperiksa BTA di  Jumlah kader terbatas Pembentukan Kader TB SamBiReJo di Masy.
Puskesmas  Kader kurang pelatihan SamBiReJo
 Pengetahuan TB kurang  Penyuluhan PHBS TB
 Pendidikan Masy. kurang SamBiReJo di Masy.
 Pelatihan Kader
Metode:  Pembuatan peraturan ttg Pembuatan peraturan ttg
 Kerjasama Linsek kurang membuang dahak membuang dahak
 Promkes TB kurang sembarangan sembarangan
 Pengumpulan data ygn  Gerakan kerjasama linsek
kurang tersusun  Penambahan petugas P2P
 Protab penemuan TB
Lingkungan:  Penyuluhan program TB Pemberian reward kepada
 Cara batuk yg salah SamBiReJo kader/ masy. Peduli TB
 Kepedulian masy. Kurang  Plesterisasi SamBiReJo
 Terdapat rumah  Pembuatan peraturan ttg
beralaskan tanah membuang dahak
 Masih banyak penderita sembarangan
HIV  Screening pasien HIV
 Pemberian reward kepada
kader/ masy. Peduli TB
SamBiReJo
Dana:  Kerjasama dengan pihak Kerjasama dengan pihak
 Dana yang kurang untuk Swasta Swasta
Kader  Bantuan dana dari Pemda
 Ekonomi Masy. Kurang
Sarana:  Petugas lab yang ditambah Pembuatan Baner dititik yang
 Lab kurang efektif  Kerjasama antar Puskesmas sering dilewati masy.
 Sanara promkes kurang  Pembuatan Baner dititik yang
 Kurangnya masker sering dilewati masy.
PRIORITAS CARA PEMECAHAN MASALAH
EFEKTIFITAS EFISIENSI MxIxV
NO ALTERNATIF CARA PEMECAHAN MASALAH
M I V C C
1. Penyuluhan PHBS dan GEMA TB
5 5 5 2 62,5(1)
SamBiReJo di Masy.
Penambahan dan Pembentukan Kader
4 5 3 3 20 (5)
TB SamBiReJo
Pelatihan kader 5 5 4 4 25 (3)
2. Pembuatan peraturan ttg membuang
4 5 3 3 20 (4)
dahak sembarangan
Gerakan kerjasama linsek 4 3 5 4 15 (8)
Penambahan petugas P2P 2 3 2 5 2,4 (14)
3. Pemberian reward kepada kader/ masy.
5 4 5 4 25 (2)
Peduli TB SamBiReJo
Plesterisasi 2 4 2 5 3,2 (13)
Screening pasien HIV 3 3 3 3 9 (12)
4. Kerjasama dengan pihak Swasta 5 3 2 2 15 (7)
Bantuan dana dari Pemda 4 3 2 2 12 (9)
5. Pembuatan Baner dititik yang sering
4 3 3 4 9 (11)
dilewati masy.
Petugas lab yang ditambah 3 4 4 5 9,6 (10)
Kerjasama antar Puskesmas 4 3 4 3 16 (6)
TERIMA KASIH