Anda di halaman 1dari 51

PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK

RENCANA TATA RUANG WILAYAH


KABUPATEN GRESIK 2010-2030

Disampaikan Oleh:
Misbahul Munir, S.Sos, M.Si
Kepala Bidang Prasarana Wilayah, Sumberdaya Alam dan Lingkungan BAPPEDA Kab.
Gresik

BAPPEDA KABUPATEN GRESIK


O
R
I
E
N
T
A
S
I
GRESIK

W
I
L
A
Y
A
H

BAPPEDA KABUPATEN GRESIK


O
R
I
E
N
T
Gresik Termasuk Dalam
A
Pusat Kegiatan Nasional S
I

W
I
L
KABUPATEN GRESIK DALAM A
RENCANA STRUKTUR RUANG Y
RTRW JATIM 2011-2031 A
H

BAPPEDA KABUPATEN
KABUPATEN GRESIK
DALAM RENCANA STRUKTUR RUANG
PERKOTAAN GERBANGKERTOSUSILA

BAPPEDA KABUPATEN GRESIK


SEJARAH PENATAN RUANG DI KABUPATEN GRESIK

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1992 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007


Tantang Penataan Ruang Tantang Penataan Ruang

…………………….. 2007 ………………………………..


1992 2005 2011 2015

Peraturan daerah No. 20 Tahun Peraturan daerah No. 8 Tahun Peninjauan Kembali RTRW Kab.
2005 Tentang RTRW Kab. Gresik 2011 Tentang RTRW Kab. Gresik Gresik Tahun 2010-2030
Tahun 2004-20014 Tahun 2010-2030

BAPPEDA KABUPATEN GRESIK


KEBIJAKAN PENATAAN RUANG RTRW KAB. GRESIK 2010 -
2030

STRUKTUR RUANG

PERENCANAAN
POLA RUANG
RUANG
KAWASAN STRATEGIS
RTRW
PEMANFAATAN
KAB. GRESIK
RUANG
2010-2030 PERATURAN ZONASI

PENGENDALIAN PERIZINAN
PEMANFAATAN
RUANG INSENTIF DISINSENTIF

SANKSI

BAPPEDA KABUPATEN GRESIK


VISI – MISI PENATAAN RUANG RTRW KAB. GRESIK 2010 - 2030

MISI PENATAAN RUANG


Mewujudkan kabupaten yang berbasis industri, budaya, perikanan, dan pertanian untuk penataan ruang yang
ramah investasi dan berwawasan lingkungan.
MISI PENATAAN RUANG
Mewujudkan penataan ruang yang mengakomodasi pengembangan industri, perdagangan, pertanian, perikanan, kelautan, & pariwisata
Mewujudkan penataan ruang yang mengakomodasi peningkatan pengelolaan sumber daya alam sesuai potensi
Mewujudkan penataan ruang yang mengakomodasi peningkatan pengelolaan sumber daya buatan
Mewujudkan penataan ruang yang mengakomodasi peningkatkan pengelolaan lingkungan hidup

BAPPEDA KABUPATEN GRESIK


IKK Sangkapura, yang menjadi pusat
pelayanan bagi Kecamatan Sangkapura dan
Tambak.
S
T
R
IKK Sidayu yang menjadi pusat pelayanan
U
bagi Kecamatan Dukun, Panceng, K
Ujungpangkah, Sidayu, dan Bungah.
T
Dalam Rencana Struktur Ruang, perencanaan pusat kegiatan
terbagi menjadi pusat kegiatan dan pusat pelayanan: U
1. Kabupaten Gresik merupakan Pusat Kegiatan Nasional
(PKN) Dalam RTRW Jatim 2011-2031 yang juga merupakan
R
IKK Gresik, yang menjadi pusat pelayanan
bagian dari Gerbangkertosusila. bagi Kecamatan Manyar, Duduksampeyan,
2. Pusat Pelayanan Kawasan (PPK) diarahkan pada setiap Gresik, dan Kebomas.
ibukota kecamatan di Kab. Gresik. R
3. Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL) diarahkan kepada
Desa dengan pusat permukiman yang berfungsi untuk
U
melayani kegiatan antar desa A
IKK Driyorejo, yang menjadi pusat pelayanan N
bagi Kecamatan Cerme, Benjeng,
Balongpanggang, Menganti, Kedamean, G
Wringinanom, dan Driyorejo

BAPPEDA KABUPATEN GRESIK


P Pembangunan Jalan Lingkar Bawean Perwujudan sistem prasarana transportasi udara berupa
E pembangunan bandara udara di Pulau Bawean

N
G
E
Perwujudan keterpaduan moda kendaraan Pembangunan pelabuhan
M umum (Angkutan Umum, Kendaraan bertaraf internasional yang
Pribadi, dll) menuju ke angkutan massal terintegrasi dengan I
B (Kereta Api) dengan menggunakan sistem Kawasan Industri
Transit Oriented Development (TOD) N
A
F
N Pemantapan pelabuhan penyeberangan
dalam wilayah kabupaten (Gresik-Bawean) R
G
A
A
S
N
T
Jalan Tol Gresik - Tuban

Jalan Lingkar Barat Gresik


R
Perwujudan sistem prasarana pada jaringan transportasi U
darat berupa pengembangan jaringan Jalan Kabupaten
Perwujudan sistem jaringan jalan bebas
hambatan
K
Jalan Lingkar Barat Surabaya
T
Jalan Tol Bunder - Legundi
U
Jalan Tol Surabaya - Mojokerto
R

BAPPEDA KABUPATEN GRESIK


P
O
L
A
Kawasan Lindung KAWASAN LINDUNG
R Kawasan Resapan Air No. Rencana Pola Ruang Luas (Ha) Prosentase

U Kawasan Pantai Berhutan Bakau 1


2
Kawasan Rawan Bencana Banjir
Kawasan Pantai Berhutan Bakau
9.608,80
406
8,07%
0,34%

A
Suaka Margasatwa
3 Kawasan Terumbu Karang 5.387,00 4,52%
Cagar Alam 4 Blok Rimba Suaka Marga Satwa 3.831,60 3,22%

N Kawasan Rawan Bencana Banjir


5
6
Kawasan Resapan Air
Kawasan Cagar Alam
1.156,77
740
0,97%
0,62%

G Kawasan Budidaya

Kawasan Hutan Produksi


Jumlah I
KAWASAN BUDIDAYA
21.130,17 17,74%

No. Rencana Pola Ruang Luas (Ha) (%)


Kawasan Pertanian Lahan Basah 1 Kawasan Permukiman 25.953,39 21,79%
Kawasan Hortikultura 2 Kawasan Pertanian Lahan Basah 26.614,74 22,34%
3 Kawasan Perikanan Budidaya 17.399 14,61%
Kawasan Perkebunan 4 Kawasan Hortikultura 100 0,08%
Kawasan Budidaya Perikanan 5 Kawasan Industri 12.112,59 10,17%
6 Kawasan Perdagangan, Jasa, dan Fasum 6.458,32 5,42%
Kawasan Industri 7 Kawasan Perkebunan 3.471 2,91%
Kawasan Pariwisata 8 Kawasan Hutan Produksi 1.017 0,85%
9 Kawasan Pertambangan 284,65 0,24%
Kawasan Permukiman
10 Kawasan Pariwisata 82,85 0,07%
Kawasan Perdagangan, Jasa dan Fasum 11 Kawasan lainnya * 4.501,30 3,78%
Jumlah II 97.994,83 82,26%
Bandar Udara
Jumlah Total 119.125,00 100,00%
Kawasan Pelabuhan

BAPPEDA KABUPATEN GRESIK


P
E Pengawasan, pemantauan dan pelestarian kawasan P
Cagar Alam dan Suaka Marga Satwa
N E
G M
E Pengembangan kawasan peruntukan industri yang
Pengembangan pusat-pusat kegiatan perikanan yang
A
ramah lingkungan dan mendukung komoditas agribisnis
M unggulan
terpadu, dengan pusat-pusat koleksi dan distribusi yang
ramah lingkungan dan berkelanjutan (Kawasan
N
B Minapolitan) F
A Pengembangan kawasan Agropolitan yang sesuai
A
N dengan komoditas unggulan di Kabupaten Gresik Pengembangan Kawasan Industri Terpadu yang ramah
lingkungan dan berkelanjutan A
G T
A
Pengendalian, pencegahan, penanganan dan
penyusunan strategis mitiigasi kawasan rawan bencana Pelestarian dan pemantapan fungsi lindung pada
A
N
banjir kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan
N

Penetapan dan pengendalian Kawasan Lahan Pertanian Pengembangan Kawasan Peruntukan Industri dan R
Pangan Berkelanjutan di Kabupaten Gresik penetapan Kawasan Industri
U
A
Pengembangan Kawasan Perumahan Gresik Selatan
N
G

BAPPEDA KABUPATEN GRESIK


W
I
L
A
Dolomit Batu Gamping
Y
A
H P
Kristalin dan Chalky
E
R
T
Batu Kapur
A
M
Pasir Lempungan
B
Tanah Urug A
N
G
A
N

BAPPEDA KABUPATEN
BAPPEDA KABUPATEN GRESIK
K
A
W
Kawasan Strategis Minapolitan
A
S
A
N Kawasan Strategis Industri Manyar

Kawasan Strategis
Agroindustri

S
T
Kawasan Strategis Sosial Budaya R
Makam Sunan Giri dan
Makam Maulana Malik Ibrahim A
Kawasan Strategis Hankam TNI-
AL
T
E
G
I
S

BAPPEDA KABUPATEN
BAPPEDA KABUPATEN GRESIK
K
A
W
A Pengembangan Kawasan Agroindustri
S Komoditas Utama: Produk Pupuk
A - Super Dolomite

N -
-
Sulfomag Plus
Pullet
- Kalphos A
G
R
Pengembangan Kawasan Agropolitan O
4280 ha Kawasan Hortikultura P
Komoditas Utama: Mangga
O
Waduk pendukung lahan hortikultura
1. Waduk Mentaras L
2. Waduk Sukodono
I
T
A
N

BAPPEDA KABUPATEN
BAPPEDA KABUPATEN GRESIK
K
A
W
A
S Kawasan Pembenihan
A
N
M
Pengembangan Kawasan Minapolis I
N
A
Kawasan Budidaya
P
O
L
I
T
A
N

BAPPEDA KABUPATEN
BAPPEDA KABUPATEN GRESIK
ARAHAN INSENTIF-DISINSENTIF

BENTUK INSENTIF PADA MASYARAKAT BENTUK DISINSENTIF KEPADA PEMERINTAH DAERAH :


1. Kompensasi insentif Arahan untuk pengajuan pemberian kompensasi dari
2. Pengurangan retribusi pemerintah daerah kepada pemerintah kabupaten/kota
3. Pemberian imbalan pelanggar penataan ruang yang berdampak pada wilayah
4. Pemberian sewa ruang dan urun saham kabupaten/kota pemberi kompensasi, dan/atau arahan untuk
5. Penyediaan sarana dan prasarana pembatasan penyediaan sarana dan prasarana
6. Pemberian kemudahan perizinan.

BENTUK DISINSENTIF PEMERINTAH KEPADA MASYARAKAT :


1. Pemberian kompensasi disinsentif,
2. Arahan untuk ketentuan persyaratan khusus perizinan dalam rangka
kegiatan pemanfaatan ruang oleh masyarakat umum/lembaga komersial
3. Arahan untuk ketentuan kewajiban membayar imbalan, dan atau arahan
untuk pembatasan penyediaan sarana dan prasarana infrastruktur.

BAPPEDA KABUPATEN
BAPPEDA KABUPATEN GRESIK
ARAHAN SANKSI

SANKSI ADMINISTRATIF SANKSI PIDANA


1. Peringatan tertulis; 1. Penjara;
2. Penghentian sementara kegiatan; 2. Denda;
3. Penghentian sementara pelayanan 3. Pemberhentian secara tidak hormat dari
umum; jabatan;
4. Penutupan lokasi; 4. Pencabutan izin usaha;
5. Pencabutan izin; 5. Pencabutan status badan hukum.
6. Pembatalan izin;
7. Pembongkaran bangunan; SANKSI PERDATA
8. Pemulihan fungsi ruang; dan Tuntutan ganti kerugian secara perdata bagi
9. Denda administratif. orang yang dirugikan akibat tindak pidana

BAPPEDA KABUPATEN
BAPPEDA KABUPATEN GRESIK
DRAFT PEDOMAN
RENCANA TATA RUANG WILAYAH DESA
KABUPATEN GRESIK

BAPPEDA KABUPATEN
BAPPEDA KABUPATEN GRESIK
TATA RUANG BERDASARKAN WILAYAH ADMINISTASI

KELURAHAN
PERKOTAAN RDTR PERKOTAAN
DESA

PERDESAAN DESA RDTR PERDESAAN

Pembagian Wilayah Berdasarkan Wilayah Administrasi

Perencanaan Penataan Ruang

BAPPEDA KABUPATEN
BAPPEDA KABUPATEN GRESIK
DEFINISI DESA

UU No. 06 Tahun 2014


Desa adalah adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan
pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan
dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kawasan Perdesaan adalah kawasan yang mempunyai kegiatan utama pertanian, termasuk pengelolaan sumber daya alam dengan susunan
fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perdesaan, pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.

Permendagri Nomor 51 Tahun 2007

Kawasan Pedesaan adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama pertanian, termasuk pengelolaan sumber daya alam, dengan susunan
fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perdesaan, pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.
Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan Berbasis Masayarakat adalah hasil perencanaan pembangunan yang dilakukan bukan
berdasarkan unit administratif desa, melainkan atas dasar kesamaan fungsi kawasan perdesaan.
Pola Tata Desa adalah tata penggunaan lahan atau ruang desa untuk keperluan kegiatan ekonomi dan budidaya masyarakat, sarana dan
prasarana pemerintahan desa, dan pusat layanan sosial.

BAPPEDA KABUPATEN GRESIK


DEFINISI DESA

Permendagri Nomor 114 Tahun 2014


Kewenangan Desa adalah kewenangan yang dimiliki Desa meliputi kewenangan di bidang penyelenggaraan Pemerintahan Desa,
pelaksanaan Pembangunan Desa, Pembinaan Kemasyarakatan Desa, dan Pemberdayaan Masyarakat Desa berdasarkan prakarsa
masyarakat, hak asal usul dan adat istiadat Desa.
Perencanaan Pembangunan Desa adalah proses tahapan kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah Desa dengan melibatkan Badan
Permusyawaratan Desa dan unsur masyarakat secara partisipatif guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya desa dalam rangka
mencapai tujuan pembangunan desa.

BAPPEDA KABUPATEN GRESIK


INDIKATOR DESA MEMBANGUN

BAPPEDA KABUPATEN GRESIK


INDIKATOR DESA MEMBANGUN

BAPPEDA KABUPATEN GRESIK


INDIKATOR DESA MEMBANGUN

SUMBER : INDEKS DESA MEMBANGUN

BAPPEDA KABUPATEN GRESIK


MUATAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH DESA

• Profil Desa
• Rencana Struktur Ruang
• Rencana Pola Ruang
• Rencana Jaringan Prasarana
• Ketentuan Pemanfaatan Ruang
• Peraturan Zonasi
• Indikasi Program Pembangunan

BAPPEDA KABUPATEN GRESIK


KEBIJAKAN SEKTORAL DAN STUDI TERKAIT
RENCANA TATA RUANG WILAYAH
KABUPATEN GRESIK

BAPPEDA KABUPATEN
BAPPEDA KABUPATEN GRESIK
KAWASAN LAHAN PERTANIAN PANGAN
BERKELANJUTAN

BAPPEDA KABUPATEN
BAPPEDA KABUPATEN GRESIK
K Sumber: Studi Masterplan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan
A
W
A
S Matriks Luas Lahan Kawasan LP2B Kab. Gresik
A Kecamatan S1 (ha) S2 (ha) Total
N Balongpanggang 3,911 0 3,911
Benjeng 3,666 0 3,666
Bungah 663 502 1,165
Cerme 1,814 66 1,879
Duduksampeyan 1,272 887 2,159
KAWASAN LAHAN PERTANIAN BERKELANJUTAN Dukun 3,296 432 3,728
Kedamean 646 0 646
Wilayah budidaya pertanian terutama pada wilayah perdesaan yang memliki Panceng 1,346 332 1,678
hamparan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dan/atau hamparan Lahan Sidayu 780 184 964
Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan serta unsur penunjangnya Ujungpangkah 807 35 841
dengan fungsi utama untuk mendukung kemandirian, ketahanan dan
Wringinanom 1,581 96 1,677
kedaulatan pangan daerah dan nasional.
(Sumber: Peraturan Daerah No. 7 Tahun 2015 tentang Perlindungan Lahan Pertanian
Bawean 4,934 472 5,406
Total 24,716 3,005 27,721
Berkelanjutan)
L
P
2
B

BAPPEDA KABUPATEN
BAPPEDA KABUPATEN GRESIK
KAWASAN LAHAN PERIKANAN
BERKELANJUTAN

BAPPEDA KABUPATEN
BAPPEDA KABUPATEN GRESIK
K P
E
A
R
W I
A K
Pembenihan
S A
N
A
A
N N
Pengolahan
Matriks Luas Lahan Perikanan Berkelanjutan Kab. Gresik B
Kecamatan Luasan E
Cerme 1.234,39 R
Duduksampeyan 4.177,48 K
Pemasaran E
Manyar 2.319,58
Bungah 4.398,376 L
Sidayu 1.444,68 A
N
Dukun 1.174,13
J
Panceng 36,90
U
Ujungpangkah 5.823,21
T
Total 20.608,75
A
Sumber: Studi Masterplan Lahan Perikanan Berkelanjutan N

BAPPEDA KABUPATEN
BAPPEDA KABUPATEN GRESIK
MASTERPLAN KAWASAN INDUSTRI

BAPPEDA KABUPATEN
BAPPEDA KABUPATEN GRESIK
M
A
S
T
E
R K
P A
W
L Hasil Studi Lahan
Potensi Pengembangan A
A Kawasan Industri S
N ± 27.480 ha
A
N

I
N
D
U
S
T
Eksisting Sebaran Pemanfaatan Rencana Pola Ruang RTRW R
Kegiatan untuk Industri Kab. Gresik2010-2030
± 9.219,17 ha ± 12.479,15 ha I

BAPPEDA KABUPATEN
BAPPEDA KABUPATEN GRESIK
M
A
Kemampuan drainase yang rendah
Memiliki jenis tanah rumosol sehingga tergolong labil atau
PERMASALAHAN
rawan erosi
S Kondisi topografi yang berbukit-bukit
T Dominasi kawasan hutan produksi, kawasan pertanian lahan
E basah, kawasan hortikultura, kawasan perkebunan

R K
P “Perkembangan Kawasan industri saat ini cenderung berada di Timur wilayah A
Kabupaten Gresik, dimana pada titik ini terdapat pelabuhan yang sangat W
L menguntungkan dari segi aksesibilitas dan mobilitas barang dalam menunjang prosas A
A produksi dan pemasaran. Berdasarkan Hasil Analisis, wilayah Utara dan Selatan
S
cenderung tidak termasuk sebagai wilayah yang berpotensi untuk dikembangkan
N sebagai kawasan industri. Wilayah Utara yang dimaksud adalah Kecamatan Ujung A
Pangkah dan sekitarnya. Sedangkan wilayah Selatan yang dimaksud adalah N
Kecamatan Driyorejo, Menganti, dan Wringinanom”

I
Banyak tumbuhnya kegiatan Industri di sepanjang Jalan
Provinsi Ruas Bunder Legundi
N
D
Tutupan lahan eksisting, lokasi rencana kawasan industri
tersebut merupakan lahan sawah tadah hujan U
Keberadaan kawasan industri di wilayah ini perlu S
memperhatikan pertumbuhan perumahan di sekitarnya
Overlay Rencana Pola Ruang dengan Overlay KI dalam Rencana Pola Ruang
T
Potensi Lahan KPI dengan Potensi Lahan KPI R
I
Sumber: Studi Masterplan Kawasan Industri Kab. Gresik

BAPPEDA KABUPATEN
BAPPEDA KABUPATEN GRESIK
M REKOMENDASI
A
Pengembangan dan peningkatan kualitas jaringan drainase yang di wilayah utara
S Penyusunan kebijakan teknis terkait pengendalian pembangunan dan pemanfaatan
T lahan industri di wilayah utara yang rawan erosi

E Perlakuan khusus pada lahan yaitu dengan mengalokasikan pembiayaan lebih


untukpematangan lahan (grading), penguatan lahan serta pembangunan sistem jaringan
R drainase K
P Pengembangan konsep dry port dengan mengintegrasikan jaringan rel kereta api A
dengan pelabuhan laut terdekat atau yang akan dibangun di Kabupaten Gresik
W
L kegiatan industri yang sebaiknya dikembangkan pada kawasan industri tersebut adalah
A
A agroindustri karena dekat dengan bahan baku
S
N KPI yang berlokasi diantara kawasan permukiman dapat diarahkan untuk dikembangkan sebagai
A
sentra industri kecil dengan kegiatan produksi berbasis produk olahan rumahan N
Penyesuaian lahan KPI dengan askses keluar-masuk tol Krian-Bunder-Legundi.
Hal dilakukan apabila KPI terebut akan diteruskan sebagai KI agar kelancaran dan efisiensi I
proses produksi dapat diterapkan di kawasan industri
N
Kawasan industri yang dikembangkan di lokasi tersebut harus memiliki green belt yang sesuai
dengan persyaratan yang ditentukan D
Keberadaan kawasan industri di wilayah ini perlu memperhatikan pertumbuhan perumahan di
U
sekitarnya untuk menghindari potensi tumbuhnya permukiman kumuh S
Sistem pengolahan limbah dan jenis industri polutan juga perlu diperhatikan, mengingat dengan T
rentannya buangan limbah industri yang membahayakan permukiman sekitar. R
I
Sumber: Studi Masterplan Kawasan Industri Kab. Gresik

BAPPEDA KABUPATEN
BAPPEDA KABUPATEN GRESIK
M
A
S REKOMENDASI PENANGANAN INDUSTRI NON-KAWASAN
T
E
R Penetapan Kawasan Industri dalam bentuk dokumern rencana tata ruang dan dilengkapi dengan naskah hukum dengan kedetailan K
P setingkat Peraturan Daerah (Perda). A
Mengarahkan untuk perijinan kegiatan industri yang baru, khususnya industri sedang dan berat, harus di dalam Kawasan Industri W
L
Untuk ijin kegiatan industri yang sudah dikeluarkan dan berada di luar Kawasan Industri, maka pemerintah daerah dapat mengeluarkan
A
A S
kebijakan bahwa untuk pengurusan ijin perpanjangan kegiatan industri dapat diarahkan pada kawasan industri dengan mekanisme yang
N diatur lebih lanjut. A
Industri khusus yang terkait dengan kedekatan lokasinya dengan bahan baku, seperti industri tambang, industri pupuk, dsb, masih
N
dimungkinkan untuk tidak dibangun pada Kawasan Industri selama tetap memenuhi persyaratan seperti : memiliki sistem pengolahan
limbah sendiri, menyediakan sebagian lahannya untuk RTH (Ruang Terbuka Hijau). I
Pembangunan industri non kawasan di sepanjang jaringan jalan harus disertai dengan pemenuhan standar jalan yang layak, misalnya
N
dengan penyediaan frontage road yang memisahkan jalur kendaraan berat dengan kendaraan pribadi. D
U
Pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) dapat menjadi solusi dalam mempercepat penyelenggaraan kawasan industri di Kabupaten
Gresik. Melalui BLU, pemerintah Kabupaten Gresik dapat berperan aktif dalam pengelolaan kawasan industri yang berada di
S
wilayahnya. T
R
I
Sumber: Studi Masterplan Kawasan Industri Kab. Gresik

BAPPEDA KABUPATEN
BAPPEDA KABUPATEN GRESIK
RENCANA PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN
PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN

BAPPEDA KABUPATEN
BAPPEDA KABUPATEN GRESIK
R
P
3
K
P

Lahan Potensi Pengembangan Perumahan


10000
9000
8000
7000
6000
5000
4000
3000
2000
1000
0

Sumber: Studi RP3KP Kab. Gresik

BAPPEDA KABUPATEN
BAPPEDA KABUPATEN GRESIK
R
Proyeksi Kebutuhan Rumah dan Backlog
P
Jumlah
3 Kecamatan Rumah
kebutuhan surplus & kebutuha surplus & kebutuhan surplus & kebutuhan surplus &

K 2015
rumah backlog n rumah backlog rumah backlog rumah backlog

P 2020 2025 2030 2035


Wringinanom 19,212 15,024 4,188 16,566 2,646 18,108 1,104 19,650 -438
Driyorejo 23,229 21,109 2,120 23,012 217 24,915 -1,686 26,817 -3,588
Kedamean 14,400 12,505 1,895 13,511 889 14,517 -117 15,522 -1,122
Menganti 27,116 24,793 2,323 27,173 -57 29,552 -2,436 31,931 -4,815
Kebutuhan Rumah dan Backlog Rumah Tahun 2035
Cerme 21,096 17,045 4,051 19,306 1,790 21,567 -471 23,828 -2,732
35,000
Benjeng 6,112 13,421 -7,309 14,519 -8,407 15,616 -9,504 16,713 -10,601
30,000
25,000 Balongpanggang 12,134 11,637 497 12,306 -172 12,974 -840 13,643 -1,509
20,000 Duduksampeyan 10,617 10,221 396 10,900 -283 11,578 -961 12,256 -1,639
15,000
Kebomas 18,461 21,337 -2,876 23,562 -5,101 25,787 -7,326 28,012 -9,551
10,000
5,000 Gresik 16,255 18,083 -1,828 18,960 -2,705 19,837 -3,582 20,714 -4,459
0 Manyar 15,244 22,571 -7,327 24,719 -9,475 26,866 -11,622 29,014 -13,770
Bungah 13,336 13,353 -17 14,329 -993 15,304 -1,968 16,280 -2,944
Sidayu 8,585 8,603 -18 9,202 -617 9,800 -1,215 10,399 -1,814
Dukun 12,762 13,847 -1,085 14,958 -2,196 16,069 -3,307 17,180 -4,418
Kebutuhan Rumah Backlog Rumah Panceng 10,383 10,394 -11 11,126 -743 11,857 -1,474 12,589 -2,206
Ujungpangkah 8,827 10,269 -1,442 11,118 -2,291 11,967 -3,140 12,816 -3,989
Sangkapura 12,521 15,661 -3,140 17,106 -4,585 18,551 -6,030 19,996 -7,475
Tambak 6,313 8,350 -2,037 8,941 -2,628 9,532 -3,219 10,123 -3,810

Sumber: Studi RP3KP Kab. Gresik

BAPPEDA KABUPATEN
BAPPEDA KABUPATEN GRESIK
R
Konsep Pembangunan Perumahan Baru Konsep Peningkatan Kualitas
P
Permukiman Swadaya
3
K 1. Pengendalian pembangunan perumahan 1. Program perbaikan kawasan
P baru melalui pengetatan perijinan
perumahan permukiman dengan pemenuhan
2. Menetapkan kebijakan luasan minimum
persyaratan kualitas fisik rumah
kawasan perumahan dan jumlah unit
rumah yang akan dibangun 2. Penataan kawasan pedesaan
dengan mempertimbangkan
3. Menetapkan ketentuan bagi pengembang
perumahan untuk wajib menyediakan PSU keseimbangan fungsi antara
perumahan pengembangan permukiman
4. Setiap pembangunan perumahan baru dengan pengembangan fungsi
harus sesuai dengan peraturan teknis lainnya
(KDB, GSB,KLB dll)
5. Menetapkan pembangunan kawasan 3. Penyediaan sarana-prasarana
perumahan dan permukiman dengan permukiman
hunian berimbang (rumah sederhanan,
menengah, dan mewah) 4. Pemenuhan kebutuhan
6. Setiap pembangunan perumahan baru perumahan dengan
harus memperhatikan Peraturan Zonasi memperhatikan daya dukung
7. Menentapkan kebijkan pembangunan lingkungan
vertikal untuk menyelesaikan Sumber: Studi RP3KP
permasalahan keterbatasan lahan Kab. Gresik

BAPPEDA KABUPATEN
BAPPEDA KABUPATEN GRESIK
R
P
Konsep Penanganan Permukiman Konsep Penanganan Permukiman
Kawasan Kumuh Kawasan Industri
3
K 1. Perbaikan fisik rumah dari 1. Perbaikan rumah guna
P non permanen dan semi mewujudkan rumah yang
permanen menjadi layak memenuhi standart
bangunan permanen serta rumah layak
memenuhi standart rumah
layak 2. Perbaikan lingkungan dan
2. Perbaikan lingkungan dan penyediaan PSU, dimana
dilengkapi dengan PSU, difokuskan pada
diantaranya fokus pada penyediaan air bersih,
pengelolaan persampahan, sanitasi lingkungan, dan
sistem drainase dan sanitasi penyediaan RTH
lingkungan serta
penyediaan RTH 3. Pemberdayaan ekonomi,
3. Meningkatkan
peningkatan SDM warga
pemberdayaan ekonomi dan dan peningkatan sarana
peningkatan SDM penunjang kegiatan industri Sumber: Studi RP3KP
Kab. Gresik

BAPPEDA KABUPATEN
BAPPEDA KABUPATEN GRESIK
R Konsep Penanganan Permukiman Konsep Penanganan Permukiman
P Nelayan/Pesisir Tradisional dan Bersejarah
3
K 1. Perbaikan fisik rumah dari 1. Melakukan penetapan bangunan
P non permanen dan semi cagar budaya dan kawasan
permanen menjadi bangunan cagar budaya sebagai upaya
permanen serta memenuhi pelestarian kawasan
standart rumah layak
2. Pengendalian kawasan urban
2. Perbaikan lingkungan dan heritage melalui peraturan
Penyediaan PSU, dimana zonasi. Hal ini mengantisipasi
difokuskan pada penyediaan perkembangan permukiman
air bersih, sanitasi lingkungan yang dapat mengubah keaslian
dan penyediaan RTH nilai tradisional kawasan
3. Pemberdayaan ekonomi, 3. Pemberian insentif berupa upaya
peningkatan SDM warga dan pemugaran, revitalisasi dan
peningkatan sarana adaptasi, khususnya pada
penunjang kegiatan bangunan yang dinilai memiliki
permukiman dan hasil keaslian budaya dan sejarah
olahannya Sumber: Studi RP3KP
Kab. Gresik

BAPPEDA KABUPATEN
BAPPEDA KABUPATEN GRESIK
R
P
3
K
P
Konsep Penanganan Permukiman di Kawasan Rawan
Bencana
1. Mengendalikan kawasan rawan bencana untuk tidak dikembangkan sebagai kawasan
permukiman. Upaya pengendalian dilakukan dengan menetapkan zona mitigasi
bencana pada kawasan-kawasan rawan bencana
2. Perbaikan bangunan dan lingkungan yang masuk dalam kawasan rawan bencana
3. Melakukan upaya mitigasi bencana pada kawasan permukiman yang berada di
kawasan rawan bencana
4. Melakukan upaya relokasi khususnya di kawasan yang terkena dampak bencana untuk
menghindari kerugian lebih lanjut

Sumber: Studi RP3KP Kab. Gresik

BAPPEDA KABUPATEN
BAPPEDA KABUPATEN GRESIK
MASTERPLAN RUANG TERBUKA HIJAU

BAPPEDA KABUPATEN
BAPPEDA KABUPATEN GRESIK
RTH Berbentuk RTH Berbentuk
RTH Tertentu
Jalur Hijau Area

Jalur Hijau Jalur Hijau Sempadan Sungai


Hutan Kota
Koridor Jalan
Jalur Hijau Sempadan SUTT
Pualu Jalan
Taman Skala
dan Median Pemakaman Umum
Kota
Jalan
Jalur Hijau Sempadan Rel Kereta Api
Jalur Hijau
Taman Skala
Pedestrian
Kecamatan RTH Terminal
Jalan
Sumber: Studi Masterplan RTH Kab. Gresik

BAPPEDA KABUPATEN
BAPPEDA KABUPATEN GRESIK
M
A Prosentase RTH
S Kecamatan
Luas Wilayah Kebutuhan RTH RTH Eksisting terhadap
T Perkotaan (ha) Publik 20% Eksisting Kebutuhan RTH
Publik 20%
E Wringinanom 1,478.99 295.80 44.38 15.00
R Driyorejo 3,308.14 661.63 75.77 11.45
Kedamean 1,096.00 219.20 26.76 12.21
P Prosentase RTH Eksisting terhadap Kebutuhan Menganti 1,555.14 311.03 17.00 5.47
L RTH Publik 20% Cerme 1,057.00 211.40 19.72 9.33
A 100
90
Benjeng 1,178.25 235.65 16.92 7.18
Balongpanggang 521.67 104.33 6.88 6.59
N 80
70
Duduksampeyan 470.07 94.01 19.57 20.82
60
50 Gresik-Kebomas 3,700.90 740.18 640.45 86.53
R 40
30 Manyar 2,524.51 504.90 82.50 16.34
T 20
10 Bungah 551.86 110.37 28.69 25.99
0
Sedayu 415.77 83.15 28.52 34.30
H Dukun 176.80 35.36 18.66 52.77
Panceng 1,343.55 268.71 13.83 5.15
Ujungpangkah 8,526.00 1,705.20 12.80 0.75
Total 27,904.65 5,580.93 1,052.45 18.86

Sumber: Studi Masterplan RTH Kab. Gresik

BAPPEDA KABUPATEN
BAPPEDA KABUPATEN GRESIK
M
A
S SKENARIO PEMENUHAN SPM DALAM MEMENUHI TARGET 50% DARI KEBUTUHAN RTH PUBLIK PADA TAHUN 2019
T Luas Target 20% Target SPM
E RTH Eksisting
Nama Perkotaan Perkotaan RTH Publik Tahun 2019 TAHUN 2016 TAHUN 2017 TAHUN 2018 TAHUN 2019
(Ha)
R (Ha) (Ha) (50%)
Wringinanom 1478.99 295.80 44.38 147.90 70.26 96.14 122.02 147.90
P Driyorejo 3308.14 661.63 75.77 330.81 139.53 203.29 267.05 330.81
L Kedamean 1096.00 219.20 26.76 109.60 47.47 68.18 88.89 109.60
A Menganti 1555.14 311.03 17.00 155.51 51.63 86.26 120.89 155.51
Cerme 1057.00 211.40 19.72 105.70 41.22 62.71 84.21 105.70
N Benjeng 1178.25 235.65 16.92 117.83 42.15 67.37 92.60 117.83
Balongpanggang 521.67 104.33 6.88 52.17 18.20 29.52 40.85 52.17
R Duduk Sampean 470.07 94.01 19.57 47.01 26.43 33.29 40.15 47.01
T Gresik - Kebomas 3700.90 740.18 640.45 370.09 Terpenuhi
Manyar 2524.51 504.90 82.5 252.45 124.99 167.48 209.96 252.45
H Bungah 551.86 110.37 28.69 55.19 35.31 41.94 48.56 55.19
Sedayu 415.77 83.15 28.52 41.58 31.78 35.05 38.31 41.58
Dukun 176.80 35.36 18.66 17.68 Terpenuhi
Panceng 1343.55 268.71 13.83 134.36 43.96 74.09 104.22 134.36
Ujungpangkah 8526.00 1705.20 12.8 852.60 222.75 432.70 642.65 852.60

Sumber: Studi Masterplan RTH Kab. Gresik

BAPPEDA KABUPATEN
BAPPEDA KABUPATEN GRESIK
M
A
S SKENARIO PEMENUHAN KEBUTUHAN RTH PUBLIK SETELAH PEMENUHAN SPM 2019 HINGGA TAHUN 2035
T Luas Target 20% Target
RTH Eksisting Pemenuhan
E Nama Perkotaan Perkotaan RTH Publik
(Ha)
Pemenuhan
RTH Pertahun
(Ha) (Ha) Tahun 2035
R Wringinanom 147.899 295.80 44.38 147.90 9.24
P Driyorejo 330.814 661.63 75.77 330.81 20.67
Kedamean 109.600 219.20 26.76 109.60 6.85
L Menganti 155.514 311.03 17.00 155.51 9.71
A Cerme 105.700 211.40 19.72 105.70 6.60
N Benjeng 117.825 235.65 16.92 117.83 7.36
Balongpanggang 52.167 104.33 6.88 52.17 3.26
Duduk Sampean 47.007 94.01 19.57 47.01 2.93
R Gresik - Kebomas 370.090 740.18 640.45 99.73 6.23
T Manyar 252.451 504.90 82.5 252.45 15.77
H Bungah 55.186 110.37 28.69 55.19 3.44
Sedayu 41.577 83.15 28.52 41.58 2.59
Dukun 17.680 35.36 18.66 17,68 1.10
Panceng 134.355 268.71 13.83 134.36 8.39
Ujungpangkah 852.600 1705.20 12.8 852.60 53.28

Sumber: Studi Masterplan RTH Kab. Gresik

BAPPEDA KABUPATEN
BAPPEDA KABUPATEN GRESIK
M
A EVALUASI RTH PERKOTAAN DI KABUPATEN GRESIK
S
NO JENIS RTH PENCAPAIAN FUNGSI KETERANGAN
T
E 1 TAMAN KOTA BELUM OPTIMAL  KELENGKAPAN FASILITAS PENUNJANG BELUM TERSEDIA (PARKIR)
 PENATAAN FASILITAS BERMAIN MENCIPTAKAN CROSSING
R  PEMILIHAN VEGETASI BELUM MEMPERTIMBANGKAN ASPEK FUNGSIONAL
RUANG
P  OPERASI KEBERSIHAN BELUM OPTIMAL
L 2 ALUN-ALUN KOTA BELUM OPTIMAL,  PENGHADIRAN VEGETASI DIDOMINASI OLEH PERTIMBANGAN VISUAL, UNSUR
A TIDAK SESUAI MAKNA
FILOSOFINYA
SIMBOLIS CENDERUNG TERABAIKAN
 PENGHADIRAN TAMAN BERMAIN
N  PENGHADIRAN VEGETASI BELUM MEMPERHATIKAN KOMPOSISI IRAMA, DAN
ASPEK FUNGSIONAL RUANG

R 3 SEMPADAN BELUM OPTIMAL  BELUM DIRANCANG SEBAGAI JALUR HIJAU YANG TERENCANA
SUNGAI  VEGETASI YANG TUMBUH BELUM DIATUR JENIS DAN JARAK K
T 4 JALUR HIJAU BELUM OPTIMAL  SEQUENCE IRAMA & AKSEN BELUM DIPERHATIKAN
H TEPIAN, MEDIAN,  JENIS VEGETASI CENDERUNG MONOTON, KURANG MEMBERIKAN NILAI
PULAU JALAN VISUAL YANG KUAT
5 JALUR HIJAU SUTT BELUM OPTIMAL  JALUR HIJAU DI BAWAH JARINGAN SUTT YANG RELATIF TERTATA HANYA
DIJUMPAI PADA KAWASAN FUNGSIONAL (KIG, GPS) DI PERKOTAAN GRESIK
KEBOMAS DAN PERKOTAAN MANYAR
 PENATAAN DAPAT DILAKUKAN JIKA JALUR SUTT BERADA PADA RUANG MILIK
JALAN

Sumber: Studi Masterplan RTH Kab. Gresik

BAPPEDA KABUPATEN
BAPPEDA KABUPATEN GRESIK
M EVALUASI RTH PERKOTAAN DI KABUPATEN GRESIK
A NO JENIS RTH PENCAPAIAN FUNGSI KETERANGAN
S
6 MAKAM BELUM OPTIMAL  PENATAAN MAKAM SEBAGIAN BESAR TELAH DILENGKAPI DENGAN
T PENGHIJAUAN VEGETASI YANG MEMADAI, MESKI PEMILIHAN VEGETASINYA
E CENDERUNG HOMOGEN
 SEBAGIAN BESAR MAKAM TELAH DILENGKAPI DENGAN AKSES JALAN, MESKI
R BELUM SEPENUHNYA DAPAT MENJANGKAU SISI DALAM / CENTRAL DARI AREA
MAKAM
P
7 SEMPADAN CUKUP OPTIMAL  SEMUA TELAGA/WADUK DIPERKOTAAN TELAH MEMILIKI RUANG SEMPADAN
L WADUK/TELAGA YANG MEMADAI
 PENGHIJAUAN DIRUANG SEMPADAN SEBAGIAN BESAR MASIH BERADA DI SISI
A LUAR TANGGUL, KECUALI DIPERKOTAAN GRESIK (TELAGA NGIPIK, TELAGA
N PEGAT)
8 SEMPADAN REL BELUM OPTIMAL  BELUM DIRANCANG SEBAGAI JALUR HIJAU YANG TERENCANA
R KERETA API  VEGETASI YANG TUMBUH BELUM DIATUR JENIS DAN JARAK KERAPATANNYA
 PENATAAN JALUR SEMPADAN REL YANG SIGNIFIKAN TERLIHAT TERBATAS
T PADA KAWASAN INDUSTRI PETROKIMIA DAN SEMEN GRESIK
H 9 TAMAN CUKUP OPTIMAL  TAMAN LINGKUNGAN DI KAWASAN FUNGSIONAL SEPERTI PERUMAHAN
LINGKUNGAN HANYA DIJUMPAI PADA KOMPLEKS PERUMAHAN KELAS MENENGAH HINGGA
KELAS MEWAH
 JENIS VEGETASI SUDAH MEMPERTIMBANGKAN ASPEK FUNGSIONALITAS
RUANG
 TAMAN LINGKUNGAN DIRANCANG BERADA DISEKITAR PUSAT FASILITAS
PELAYANAN
10. HUTAN KOTA BELUM OPTIMAL  BELUM SEMUA HUTAN KOTA MEMILIKI KEJELASAN FUNGSI, STATUS HUKUM.
Sumber: Studi Masterplan RTH Kab. Gresik KONDISI TERSEBUT MENGAKIBATKAN RENTAN TERJADI
KONVERSI/ALIHFUNGSI LAHAN

BAPPEDA KABUPATEN
BAPPEDA KABUPATEN GRESIK
 HUTAN KOTA HANYA DIJUMPAI PADA KWS. PERKOTAAN GRESIK
 PEMILIHAN VEGETASI PADA AREA HUTAN KOTA (KECUALI PETROKIMIA &
SEMEN GRESIK) LEBIH BERORIENTASI PADA JENIS TANAMAN BUAH BERNILAI
M
A SKENARIO PEMENUHAN KEBUTUHAN RTH PUBLIK SETELAH PEMENUHAN SPM 2019 HINGGA TAHUN 2035
S SKENARIO OPTIMIS PESIMIS
T
PENYEDIAAN RTH PENGADAAN LAHAN PENGAMANAN RUANG POTENSIAL YANG
E DITETAPKAN DALAM DOK. RTR, BLUE
R KERJASAMA / KEMITRAAN PRINT PROPOSAL PEMBANGUNAN

P TRANSFER DEVELOPMENT

L PENGELOLAAN RTH DISTRIBUSI PERAN KEWENANGAN PENGELOLAAN DIPRIORITAS PADA


A PENGELOLAAN KEMAMPUAN PEMBIAYAAN SKPD

N PEMBAGIAN WILAYAH KELOLA


PELAYANAN
PENINGKATAN PERAN SERTA
R MASYARAKAT /KOMUNITAS DALAM
T PENGELOLAAN

H PEMELIHARAAN PEMBUATAN NOTA KESEPAHAMAN


TERKAIT PEMANFAATAN SUMBER AIR DI
WADUK UNTUK KEGIATAN
PEMELIHARAAN TAMAN

PEMBANGUNAN SARANA PENAMPUNGAN


AIR DISEKITAR AREA TAMAN & JALUR
HIJAU
Sumber: Studi Masterplan RTH Kab. Gresik

BAPPEDA KABUPATEN
BAPPEDA KABUPATEN GRESIK
Thankyou

BAPPEDA KABUPATEN
BAPPEDA KABUPATEN GRESIK