Anda di halaman 1dari 26

ERGONOMI

Pembimbing: dr. Anita Masidin, MS, Sp.OK


ANGGOTA KELOMPOK
Dwi Lisa Nur’aini 04054821820045

Febby Astria 04054821820069

Humairoh Okba Vekos P. 04054821820070

Muhammad Ma’ruf Agung 04054821820143

M. Ali Ridho 04054821820135


OUTLINE

PENDAHULUAN LANDASAN KESIMPULAN


TEORI
PENDAHULUAN
Ergonomy
Pusat Kesehatan Kerja Departemen
Kesehatan RI, 2010
01 “Perkembangan teknologi semakin pesat sehingga
peralatan menjadi kebutuhan pokok pada lapangan
kerja untuk menunjang produktivitasnya, namun tetap
saja terdapat dampak negative yang dapat muncul jika
kurang waspada”

“Hal ini dapat dicegah dengan antisipasi berbagai


02 resiko kerja seperti penyakit akibat kerja, kecelakaan
kerja,hingga kematian”

“Antisipasi ini harus melibatkan semua pihak dengan


03 cara penyesuaian antara perkeja, proses kerja, dan
lingkungan kerja  ERGONOMI
Ergonomy

UU no. 14 tahun 1969


Perlu diterapkan
tentang ketentuan Tetapi aspek ergonomi
kegiatan-kegiatan
pokok tenaga kerja sering dianggap tidak
dalam ergonomi kerja
merupakan subjek dan penting oleh pekerja
pada masyarakat
objek pembangunan
LANDASAN TEORI
Definisi
Pusat Kesehatan Kerja Departemen Kesehatan
Kerja RI

• Ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam


kaitannya dengan pekerjaan mereka Ergon Nomos
(Kerja) (Hukum)

ILO (International Labour Organization)


Ergonomi
• Ilmu terapan biologi manusia dan hubungannya
dengan ilmu teknik bagi pekerja dan lingkungan
kerjanya, agar mendapatkan kepuasan kerja yang
maksimal selain meningkatkan produktivitasnya.
PERKEMBANGAN ERGONOMI

Dan Mac Leod, 1999


Ergonomi telah menjadi bagian dari perkembangan budaya
manusia sejak 4000 tahun yang lalu dimulai saat manusia
merancang benda-benda sederhana

Hawthorne Works of Wertern Electric (1924-1930)


Melakukan suatu percobaan tentang ergonomic yang
selanjutnya dikenal dengan “Hawthorne Effects” (Efek
Hawthorne).

Perang Dunia 2
Terdapat bukti nyata bahwa penggunaan peralatan
yang sesuai dapat meningkatkan kemauan manusia
untuk bekerja lebih efektif. Hal tersebut banyak
dilakukan pada perusahaan-perusahaan senjata perang.
KONSEP ERGONOMI
Tujuan ergonomi ada dua hal, yaitu peningkatan
efektifitas dan efisiensi kerja serta peningkatan
Ergonomi memfokuskan diri pada
nilai-nilai kemanusiaan, seperti peningkatan
keselamatan kerja, pengurangan rasa lelah dan manusia dan interaksinya dengan
sebagainya. produk, peralatan, fasilitas, prosedur
dan lingkungan dimana sehari-hari
manusia hidup dan bekerja.
Tujuan Fokus

Pendekatan
Pendekatan ergonomi adalah aplikasi informasi
mengenai keterbatasan-keterbatasan manusia,
kemampuan, karakteristik tingkah laku dan
motivasi untuk merancang prosedur dan
lingkungan tempat aktivitas manusia tersebut (Mc Coinick 1993) yang dikutip dalam Sucipto (2014)
sehari-hari.
TUJUAN ERGONOMI

1 2 3

Meningkatkan kesejahteraan Meningkatkan kesejahteraan Menciptakan keseimbangan


fisik dan mental melalui sosial melalui peningkatan rasional antara berbagai aspek
upaya pencegahan cedera dan kualitas kontak sosial, yaitu aspek teknis, ekonomis,
penyakit akibat kerja, mengelola dan mengkoordinir antropologis dan budaya dari
menurunkan beban kerja fisik kerja secara tepat guna dan setiap sistem kerja yang dilaku
dan mental, mengupayakan meningkatkan jaminan sosial kan sehingga tercipta kualitas
promosi dan kepuasan kerja. baik selama kurun waktu usia kerja dan hidup yang tinggi.
produktif maupun setelah tidak
produktif.
MANFAAT ERGONOMI
Angka kesakitan
Kecelakaan
akibat kerja
kerja menurun
menurun

Biaya
Stress akibat
pengobatan
kerja berkurang
berkurang

Produktivitas Alur kerja


membaik membaik

Rasa aman
Kepuasan kerja
bebas dari
meningkat
cedera
RUANG LINGKUP ERGONOMI
Fisik (Aktivitas Anatomi tubuh (otot
Teknik Pengalaman psikis
fisik,Postur kerja) dan sendi)

Kognitif (Mental,
Fisiologi (Suhu,
Sosiologi Desain ingatan, persepsi,
Oksigen up take)
reaksi)

Ergonomi Organisasi Ergonomi


(Komunikasi, Lingkungan
Rancangan kerja, (Pencahayaan,
Waktu kerja) Getaran, Kebisingan)
PRINSIP ERGONOMI
Bekerja dalam posisi atau postur normal Minimalisasikan titik beban

Mengurangi beban berlebihan Mencakup jarak ruang


Prinsip

Prinsip
Menempatkan peralatan agar selalu berada
dalam jangkauan. Menciptakan lingkungan kerja yang nyaman

Bekerja sesuai dengan ketinggian dimensi Melakukan gerakan, olah raga, dan
tubuh peregangan saat bekerja
Membuat agar display dan contoh mudah
Mengurangi gerakan berulang dan berlebihan dimengerti

Minimalisasi gerakan statis Mengurangi stres.


METODE ERGONOMI
• Wawancara dengan pekerja, inspeksi tempat kerja penilaian fisik pekerja, uji
pencahayaan, ergonomik checklist dan pengukuran lingkungan kerja lainnya
Diagnosis

• Pemecahan masalah ergonomi akan tergantung data dasar pada saat diagnosis.
Treatment

• Evaluasi yang subyektif atau obyektif, subyektif misalnya dengan menanyakan


kenyamanan, bagian badan yang sakit, nyeri bahu dan siku, keletihan , sakit kepala dan
lain-lain. Secara obyektif misalnya dengan parameter produk yang ditolak, absensi sakit,
Follow-Up angka kecelakaan dan lain-lain (Nurmianto, 2003).
UPAYA PENANGGULANGAN
1) Lingkungan harus bersih dari zat-zat kimia. Pencahayaan dan ventilasi harus memadai dan tidak ada
gangguan bising,
2) Jam kerja sehari diberikan waktu istirahat sejenak dan istirahat yang cukup
3) Kesehatan pekerja harus tetap dimonitor,
4) Tempo kegiatan tidak harus terus menerus,
5) Waktu perjalanan dari dan ke tempat kerja harus sesingkat mungkin,kalau memungkinkan
6) Secara aktif mengidentifikasi sejumlah pekerja dalam peningkatan semangat kerja,
7) Fasilitas rekreasi dan istirahat harus disediakan di tempat kerja,
8) Waktu untuk liburan harus diberikan pada semua pekerja,
9) Kelompok pekerja yang rentan harus lebih diawasi misalnya;
• Pekerja remaja dan usia tua
• Wanita hamil dan menyusui
• Pekerja shift
10) Para pekerja yang mempunyai kebiasaan pada alkohol dan zat stimulan atau zat addiktif lainnya
perlu diawasi
ERGONOMI FISIK
Ergonomi fisik membahas mengenai antropometri, lingkungan fisik di tempat kerja, dan biomekanik.
 Antropometri secara luas akan digunakan sebagai pertimbangan-pertimbangan ergonomis dalam memerlukan interak
si manusia: Perancangan areal kerja (work station, interior mobil, dan lain- lain), Perancangan peralatan kerja seperti
mesin, equipment, perkakas (tools), Perancangan produk-produk konsumtif seperti pakaian, kursi/meja komputer dll,
dan Perancangan lingkungan kerja fisik.
 Pertimbangan desain antropometri dan faktor manusia: setiap manusia mempunyai bentuk yang berbeda–beda (tinggi
-pendek, kurus-gemuk, tua-muda, normal-cacat) bila alat yang tidak sesuai dengan bentuk tubuk dapat menyebabkan
terjadinya sikap paksa/salah operasional.
• Pedoman yang mengatur ketinggian landasan kerja pada posisi duduk, kerja Posisi Berdiri, Posisi Duduk, Tinjauan
Umum Tentang Mengangkat Beban dan Metode mengangkat beban.

Yang intinya adalah mengatur bagaimana agar tetap

nyaman lelah nyeri pusing OPTIMAL


ERGONOMI KOGNITIF
Secara spesifik membahas tentang hubungan display dan kontrol. Topik-topik yang relevan dalam
ergonomi kognitif antara lain ; beban kerja, pengambilan keputusan, dan stres kerja.

Beban Kerja
Beban kerja harus dianalisa agar sesuai dengan kemampuan dari pekerja itu sendiri.
Analisis Beban Kerja ini banyak digunakan diantaranya dapat digunakan dalam penentuan kebutuhan
pekerja (man power planning), analisis ergonomi, analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3),
hingga ke perencanaan penggajian, dan sebagainya.

Pengambilan keputusan
Merupakan suatu hasil atau keluaran dari proses mental atau kognitif yang membawa pada pemilihan
suatu jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang tersedia.
Dihubungkan dengan ergonomi kognitif, pekerja akan berpikir terlebih dahulu untuk melakukan suatu
pekerjaan.
Dalam mengambil suatu keputusan untuk menerima pekerjaan atau beban kerja, pekerja akan
menimbang untung dan ruginya, begitu juga dengan perusahaan.
ERGONOMI ORGANISASI

Dalam ergonomi ini bisa dilihat mengenai komunikasi di dalam lingkungan pekerjaan,
perancangan waktu kerja, organisasi diperusahaan yang membuat pekerja merasa
nyaman dalam bekerja.
ERGONOMI LINGKUNGAN
Ergonomi lingkungan : berkaitan dengan pencahayaan, udara ruangan, kebisingan, dan getaran.
Pencahayaan
• Kadar cahaya
• Distribusi Cahaya
• Sinar yang Menyilaukan
• Jangan ada sumber cahaya pada bidang visual dari operator.
• Sumber sinar yang tidak tersaring jangan dipakai di ruang kerja
• Penyaringan harus sedemikian rupa sehingga rata-rata terangnya tidak melebihi 0.3 Sb (umum) dan 0.2
Sb (ruang kerja)
Udara ruangan
• Suhu
• Debu
• Desain ruang kerja
CONTOH KASUS ERGONOMI
Terdapat beberapa kasus dalam pelaksanaan ilmu ergonomi. Kasus-kasus tersebut antara lain:
a) Dalam pengukuran performansi atlet, pengukuran jangkauan ruang yang dibutuhkan saat kerja. Contohnya: jangkauan dari gerakan tangan dan kaki
efektif pada saat bekerja, yang dilakukan dengan berdiri atu duduk.
b) Pengukuran variabilitas kerja. Contohnya: analisis kinematika dan kemampuan jari-jari tangan dari seseorang juru ketik atau operator komputer.
c) Antropometri dan Aplikasinya dalam Perancangan Fasilitas Kerja Anthropometri secara luas akan digunakan sebagai pertimbangan-pertimbangan er
gonomis dalam memerlukan interaksi manusia.
d) Kasus bekerja sambil duduk: Seorang pekerja yang setiap hari menggunakan komputer dalam bekerja dengan posisi yang tidak nyaman, maka sering
kali ia merasakan keluhan bahwa tubuhnya sering mengalami rasa sakit/nyeri, terutama pada bagian bahu, pergelangan tangan, dan pinggang.
e) Kasus manual material handling: Kuli panggul di pasar sering sekali mengalami penyakit herniadan juga low back pain akibat mengangkut beban di
luar recommended weighting limit (RWL).
f) Kasus information ergonomic atau kognitive ergonomic: Operator reaktor sulit untuk membedakan beraneka macam informasi yang disampaikan ole
h display terutama pada saat situasi darurat/emergency. Hal ini disebabkan karena informasi tersebut sulit dimengerti oleh operator tersebut. Kejadian
yang serupa sering juga dialami oleh pilot, dimana harus menghadapi banyak display pada waktu yang bersamaan.
CONTOH KASUS ERGONOMI
Kondisi berikut menunjukkan beberapa tanda-tanda suatu sistem kerja yang tidak ergonomik:
 Hasil kerja (kualitas dan kuantitas) yang tidak memuaskan
 Sering terjadi kecelakaan kerja atau kejadian yang hampir berupa kecelakaan
 Pekerja sering melakukan kesalahan (human error)
 Pekerja mengeluhkan adanya nyeri atau sakit pada leher, bahu, punggung, atau pinggang
 Alat kerja atau mesin yang tidak sesuai dengan karakteristik fisik pekerja
 Pekerja terlalu cepat lelah dan butuh istirahat yang panjang
 Postur kerja yang buruk, misalnya sering membungkuk, menjangkau, atau jongkok
 Lingkungan kerja yang tidak teratur, bising, pengap, atau redup
 Pekerja mengeluhkan beban kerja (fisik dan mental) yang berlebihan
 Komitmen kerja yang rendah
 Rendahnya partisipasi pekerja dalam sistem sumbang saran atau hilangnya sikap kepedulian terhadap pekerjaan
bahkan keapatisan
MASALAH YANG TERJADI PADA KASUS TIDAK
ERGONOMI
Masalah terbesar yang dihadapi para pekerja setelah melakukan pekerjaannya adalah kelelahan

Kelelahan kerja akan menurunkan kinerja dan menambah tingkat kesalahan kerja

kecelakaan kerja dalam industri

Sebab-sebab kelelahan yang utama adalah pekerjaan yang monoton, beban dan lama kerja terlalu berat,
lingkungan pekerjaan, sakit dan gizi yang buruk, dan kurangnya waktu istirahat (Nurmianto, 2003).

Dalam hal ini kita harus waspada dan harus kita bedakan jenis kelelahannya, beberapa ahli membedakan/membaginya
sebagai berikut :

a. Kelelahan fisik

b. Kelelahan yang patologis

c. Psikologis dan emotional fatique


KESIMPULAN
KESIMPULAN
• Ergonomik itu sendiri secara garis besar adalah “Studi tentang manusia untuk menciptakan system kerja yang lebih sehat, aman dan nyaman”.
• Konsep ergonomi berdasarkan kesadaran, keterbatasan kemampuan, dan kapabilitas manusia, sehingga mencegah cidera, meningkatkan produk
tivitas, efisiensi dan kenyamanan dibutuhkan penyerasian antara lingkungan kerja, pekerjaan dan manusia yang terlibat dengan pekerjaan tsb.
• Tujuan dari penerapan ergonomi adalah: (1) ↑ kesejahteraan fisik dan mental; (2) ↑ kesejahteraan social dan; (3) Menciptakan keseimbangan
rasional antara berbagai aspek dalam bekerja sehingga dapat ↑ efisiensi, efektivitas dan produktivitas kerja, serta dapat menciptakan sistem
serta lingkungan yang cocok, aman, nyaman dan sehat
• Manfaat penerapan ergonomi di tempat kerja diharapkan dapat: (1) ↓ angka kesakitan akibat kerja; (2) ↓ kecelakaan kerja; (3) biaya
pengobatan dan kompensasi ↓; (4) stress akibat kerja ↓; (5) produktivitas ↑; (6) alur kerja bertambah baik; (7) rasa aman karena bebas dari
gangguan cedera; serta (8) kepuasan kerja ↑.
• Pada umumnya ergonomi belum diterapkan secara merata pada sektor kegiatan ekonomi. Gagasannya telah lama disebarluaskan sebagai unsur
hygiene perusahaan dan kesehatan kerja, tetapi sampai saat ini kegiatan-kegiatan baru sampai pada taraf pengenalan, khususnya pada pihak
yang bersangkutan, sedangkan penerapannya baru pada tingkat perintisan.
Thank you
Insert the title of your subtitle Here