Anda di halaman 1dari 61

RAGAM

GEJALA SOSIAL
DALAM
M A S YA R A K AT

SOSIOLOGI X IIS
RAGAM GEJALA
SOSIAL

SOSIALISASI DAN
HETEROGENITAS NILAI DAN PENYIMPANGAN PENGENDALIAN
PEMBENTUKAN
SOSIAL NORMA SOSIAL SOSIAL SOSIAL
KEPRIBADIAN
HETEROGENITAS SOSIAL
Struktur social : keseluruhan jalinan antara unsur-unsur social yang pokok, yaitu kaidah-kaidah
social, lembaga-lembaga social, kelompok-kelompok social dan lapisan-lapisan social. Struktur
social sebagai penggerak dari masyarakat.

Dalam konteks
masyarakat Indonesia, Horizontal (diferensiasi sosial)
struktur social dapat
dilihat secara:
Vertikal (stratifikasi sosial)
(Nasikun)
DIFERENSIASI SOSIAL
Ras
Klasifikasi
atau Suku bangsa
penggolongan
terhadap
perbedaan- Klan
perbedaan
yang biasanya
sama atau
Agama
sejenis,
mendatar Jenis kelamin
atau sejajar.
umur
STRATIFIKASI SOSIAL
Pengelompokan Ekonomi Kekayaan
masyarakat ke
dalam lapisan- Sosial Kehormatan
lapisan tertentu
secara bertingkat Politik Kekuasaan dan wewenang
karena ada sesuatu
yang dihargai Ilmu pengetahuan

Terjadi 1. Terjadi secara otomatis/dengan sendirinya


karena… 2. Terjadi secara sengaja
L A N J U TA N …

Bentuk stratifikasi :

Fungsi stratifikasi:
 Alat solidaritas
 Alat untuk penditribusian hak dan kewajiaban
 Mendorong masyarakat supaya bergerak sesuai fungsinya
 Penempatan individu atau seseorang pada strata (lapisan) tertentu
 Memecahkan berbagai macam permasalahan yang ada dalam masyarakat
 Penentu lambang-lambang (simbol status) atau kedudukan, seperti tingkah laku, cara berpakaian dan
bentuk rumah
L A N J U TA N …

Konsekuensi dari adanya stratifikasi dalam masyarakat:

 Bahasa dan gaya Bahasa


 Makanan
 Gelar
 Hobi dan kegemaran
 Pakaian
 Perabot dan rumah
Muncul karena adanya pandangan yang beragam dari

Multidimensi
anggota-anggota masyarakat terhadap seseorang yang
menyandang identitas tertentu.

Identitas Faktornya..
- Cara pandang
- Ketidakpuasan
- Ragam budaya

Identitas berhubungan dengan status dan peran


individu dalam masyarakat
Heterogenitas Kehidupan Masyarakat
Profesi dan pekerjaan.
Kebutan manusia yang makin kompleks sehingga memerlukan
profesionalitas

Jenis kelamin.
Paham demokrasi memberi ruang bekerja bagi seluruh jenis kelamin
Masyarakat multicultural merupakan bentuk dari masyarakat modern.
Masyarakat yang menghormati hak dan kewajiban serta kehormatan

HETEROGENITAS SOSIAL
pihak lain, kritis dalam menerima perubahan baru. Mereka peka

Penghargaan terhadap
terhadap permaslahan yang ada di lingkungannya. Masyarakat modern
selalu berorientasi pada masa depan dan membuat perencanaan
untuk segala tindakannya. Mereka sangat memanfaatkan iptek.

Masyarakat multicultural
dituntut untuk hidup
penuh toleransi,
saling pengertian antarbudya
dan antarbangsa
NILAI SOSIAL

Konsepsi abstrak dalam diri manusia mengenai hal yang dianggap baik dan buruk
L A N J U TA N …

CIRI-CIRI NILAI F U N G S I N I L A I ( D r s . S u p r ap t o )

• Konstruksi masyarakat sebagai hasil interaksi • Harga social dari suatu kelompok
• Disebarkan antara sesama warga masyarakat
• Mengarahkan masyarakat dalam berpikir
• Terbentuk melalui proses belajar
dan bertindak
• Usaha pemenuhan kebutuhan dan kepuasan
• Penentu dalam memenuhi peranan-
• Berpengaruh pada pengembangan diri seseorang
peranan social
• Memiliki pengaruh berbeda antarwarga
masyarakat • Alat solidaritas
• Cenderung berkaitan dan membentuk system nilai • Alat pengawas/ kontrol
L A N J U TA N …

Nilai kebudayaan
(C. Kluckhonhn) Nilai social berdasarkan kegunaanya
(Prof. Dr. Notonegoro)
Nilai hakikat hidup manusia

Nilai hakikat karya manusia Nilai


kerohanian
a. Nilai
Nilai hakikat manusia dalam ruang dan
waktu
Nilai Nilai kebenaran
material vital b. Nilai
keindahan
Nilai hakikat hubungan manusia dengan
alam c. Nilai kebaikan
d. Nilai religious
Nilai hakikat hubungan manusia dengan
sesama
L A N J U TA N …

Nilai social berdasakan sumbernya: Nilai social berdasarkan tipe ikatannya:


1. Nilai ekstrinsik : bersumber dari kebudayaan 1. Nilai puncak: kebenaran yang mutlak
masyarakat. Cont. keadilan dianggap hal yang 2. Nilai terbuka : dapat diperdebatkan
berharga guna memastikan pembagian hak yang
sama.
2. Nilai intrinsik: melekan pada harkat Nilai social berdasarkan orientasi / sasaran:
kemanusiaan. Cont. penyandang disabilitas 1. Nilai egosentris
diberikan hak yang sama ruang untuk berkarya,
2. Nilai dengan orientasi pada orang lain
karena mereka memiliki hak untuk hidup

Nilai social berdasarkan fakta:


1. Nilai etika : tingkah laku
2. Nilai estetika : keindahan
3. Nilai intelektualitas : ilmu pengetahuan
4. Nilai agama : kaidah agama
5. Nilai social : pergaulan hidup
L A N J U TA N …

Nilai berdasarkan cirinya


Prof. Dr. Notonegoro • Ideologi 1. inteltual
• Gagasan 2. Kepribadian
Immaterial 3. Tingkah laku
• Religi 4. Martabat
Nilai mendarah
daging:
Nilai dominan : Dijalankan tanpa
Banyaknya, lamanya, proses
tinggi rendahnya, berpikir/pertimbangan,
prestise tidak sadar, • Kegunaan Digunakan
Material
tersosialisasi sejak • Kenikmatan dan dinikamti

kecil
Aturan yang mengikat warga kelompok dalam
masyarakat. Norma disertai dengan sanksi. Umumnya
norma yang berlaku disetiap masyarakat berbeda-
beda.

Fungsi norma: pedoman/ patokan perilaku, wujud konkrit dari nilai, standar/ skala kategori tingkah laku
L A N J U TA N …

Berdasarkan pola hubungan:


1. Mengatur pribadi manusia
2. Hubungan antar pribadi

• Perda
Formal • Perpu Tingkatan norma berdasarkan daya ikatnya
• UUD

Usage Folkways Mores Custom Hukum

• Adat istiadat
Nonformal
• Pantangan
• Aturan
keluarga
L A N J U TA N …

Norma Norma Norma Norma Norma


agama kesusilaan kebiasaan kesopanan hukum
Tujuan Umat manusia; penyempurnaan manusia; mencegah Ketertiban masyarakat; mencegah
manusia berbuat jahat adanya korban kejahatan
Isi Ditujukan untuk sikap batin Ditujukan untuk sikap lahir
Asal usul Tuhan Diri sendiri Kekuasaan luar yang memaksa
Pemberi Tuhan Diri sendiri Masyarakat secara tak resmi Masyarakat
sanksi secara resmi
Daya kerja Membebani, kewajiban Membebani
kewajiban dan
memberi hak
NILAI

NORMA

Nilai sebagai sumber norma. Dari penjelasan singkat di atas sudah menjadi jelas bahwa nilai merupakan
sumber norma. Suatu masyarakat atau setiap orang menjalankan suatu norma demi mewujudkan nilai yang
dicita-citakannya. Dalam prosesnya, pelanggaran terhadap norma mendatangkan sanksi tertentu. Itulah
sebabnya, untuk mencegah terjadinya pelanggaran, setiap masyarakat memiliki sistem atau mekanisme
kontrolnya sendiri, yang sering disebut kontrol sosial.
PERBEDAAN NILAI & NORMA

Nilai Sosial Norma Sosial


a. Berada lebih dulu daripada norma a. Berada setelah adanya nilai, norma
b. Bersifat implisit (samar-samar) dibuat untuk melaksanakan nilai
c. Belum memiliki sanksi b. Bersifat eksplisit (nyata, jelas dan
d. Belum tertulis tegas)
e. Berfungsi sebagai pedoman perilaku c. Telah dilengkapi dengan saksi
warga masyarakat d. Bisa tertulis juga tidak tertulis
e. Berfungsi untuk mengatur dan
membatasi perilaku warga
masyarakat
TUGAS KELOMPOK

Buatlah sebuah kelompok yang terdiri dari 3 orang anggota!


Temukan jenis-jenis nilai dan norma yang berlaku di masyarakat! Tuliskan dalam buku tulis anda
masing-masing minimal 20 jenis nilai dan norma.
Analisislah dari nilai dan norma tersebut mana yang mulai mengalami perubahan. Berikan
penjelasan!
SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN
KEPRIBADIAN
Keputusan yang di nilai baik akan menjadi kebiasaan yang diikuti oleh individu-individu lain.
Kebiasaan tersebut kemudian ditegakkan menjadi bagian dari kebudayaan masyarkat tersebut.
L A N J U TA N …

Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan atau norma
dari satu generasi ke generasi lainya dalam sebuah kelompok atau masyarakat.
PROSES SOSIALISASI DAN
PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN
Kepribadian merupakan kumpulan kebiasaan, sifat, sikap dan ide-ide dari seorang individu yang
berpola dan berkaitan secara eksternal dengan peran dan status dan secara internal dengan
motivasi dan tujuan pribadi.

Produk dari interaksi social

Produk gabungan dari kecenderungan perilaku seseorang dan situasi perilaku yang
dihadapi seseorang (John Milton Yinger)
L A N J U TA N …

Tiga tahap perkembangan diri manusia menurut George Herbert Mead dalam buku Mind, Self dan
Society :
1. Play Stage: bermain peran.
2. Game Stage: menyadari objek, mengidentikkan dirinya.
3. Generalized other: titik kulminasi dalam belajar, belajar peran yang lebih mendalam dalam
masyarakat.
L A N J U TA N …

Charles Harton Cooley menyatakan diri seseorang sebagai produk social yang
berkembang melalui interaksi dengan orang lain sebagai looking-glass self
(pembentukan cermin diri).
1. Seseorang membayangkan bagaimana perilaku atau tindakannya tampak bagi
orang lain.
2. Seseorang membayangkan bagaimana orang lain menilai perilaku atau
tindakan itu.
3. Seseorang membangun konsepsi diri berdasarakan asumsi penilaian orang lain
terhadap dirinya.
FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN

Warisan
Lingkungan Fisik
Biologis

Pengalaman
Kebudayaan
Kelompok

Pengalaman
Unik
AGEN SOSIALISASI
Empat agen sosialisasi yang utama menurut Fuller dan Jocobs :
Keluarga
Kelompok sebaya/ sepermainan (peer group)
Sekolah
Media massa
BENTUK SOSIALISASI
Donald Light, Suzanne Keller dan Craig Callhoun mengemukakan, setelah individu mendapatkan
primary socialization maka selanjutnya akan mendapatkan secondary socialization.

Sosialisasi pertama, belajar


menjadi anggota
masyarakat

Proses memperkenalkan
individu ke luar keluarganya
Desosialisasi resosialisasi
TIPE SOSIALISASI
Informal:
terdapat di
masyarakat
Formal:
terjadi pada
lembaga-
lembaga yang
berwenang
POLA SOSIALISASI
Getrude jaeger membagi sosialisasi dalam dua pola:
Sosialisasi represif menekankan pada Sosialisasi partisipatoris merupakan pola
penggunaan hukuman terhadap kesalahan. dengan pemberian imbalan ketika anak
Penekanan terletak pada orangtua, berperilaku baik. Penekanan terletak pada
komunikasi bersifat satu arah dan keinginan interaksi dan komunikasi yang bersifat lisan,
orangtua (significant other). pusat sosialisasi adalah anak dan keperluan
anak (generalized other).
TUGAS INDIVIDU
Refleksikan sifat-sifat yang ada pada diri anda! Kemudian kelompokan
menjadi sifat yang baik dan sifat yang buruk.
1. Renungakan sifat-sifat yang ada pada diri anda, sifat tersebut
muncul atau ada dalam diri anda dipengaruhi oleh factor apa saja?
Jelaskan bagaimana factor tersebut mempengaruhi diri anda!
(factor pembentuk kepribadian)
2. Aksi apa yang akan anda lakukan untuk memperbaiki sifat buruk
anda?
3. Aksi apa yang akan anda lakukan untuk mengembangkan sifat baik
anda?
PENYIMPANGAN SOSIAL
Konformitas adalah proses
menyesuaikan diri dengan masyarakat
dengan cara menaati norma dan nilai
yang dianut masyarakat.

Meskipun masyarkat telah berusaha agar


setiap anggota berperilaku sesuai harapan
masyarakat, namun dalam setiap masyarakat
kita selalu dijumpai adanya anggota yang
melakukan perilaku menyimpang (deviant
behavior) atau nonkonformis.
KORNBLUM
• PENYIMPANGAN (DEVIANCE) PERILAKU MENYIMPANG
• PENYIMPANG (DEVIANT) MERUPAKAN TINDAKAN YANG
• INSTITUSI MENYIMPANG (DEVIANT DIANGGAP TERCELA DAN DI
INSTITUTION)
LUAR BATAS TOLERANSI
SEBAGIAN BESAR MASYARAKAT.
Ukuran menyimpang bukan
terletak baik buruk
Howard Saul Becker
Penyimpangan >>> kualitas tidakan yang dilakukan perbuatan, melainkan nilai
Penyimpangan >>> konsekuensi dari adanya aturan dan norma yang berlaku
dan sanksi dalam masyarakat tersebut.
James W. Van Der Zanden
KECENDERUNGANNYA

Tercela tidaknya
suatu perbuatan
tidak melekat pada
deviance deviance
perbuatan itu
sendiri, melainkan
bergantung pada
definisi social.

Bersumber pada :
- Kelompok yang berkuasa
- Masyarakat luas

deviance deviance
TEORI PERILAKU MENYIMPANG

MIKROSOSIOLOGI MAKROSOSIOLOGI
(INTERAKSI SOSIAL) (STRUKTUR SOSIAL)
 Teori Defferential Association Teori Adaptasi (Robert K. Merton)
(Edwin H. Sutherland) Teori Fungsi (Emile Durkheim)
Teori Labelling (Edwin M. Lemert) Teori Konflik (Karl Marx)
Teori David Berry
TEORI DIFFERENTIAL ASSOCIATIOM
(EDWIN H. SUTHERLAND)
• Penyimpangan bersumber pada pergaulan yang berbeda (differential association). Proses alih
budaya.
• Melalui proses belajar ini, seseorang mempelajari suatu sub kebudayaan menyimpang
• Contoh :
TEORI LABELLING
(EDWIN M. LAMERT)
Seseorang menjadi penyimpang karena proses labelling (pemberian
julukan, cap, etiket, merek) yang diberikan masyarakat kepadanya.

Alurnya…

Secondary
deviation

deviation
Labelling

life style
Primary

Deviant

Deviant
career
TEORI ADAPTASI
(ROBERT K. MERTON)
Perilaku menyimpang merupakan pencerminan tidak adanya kaitan antara aspirasi yang diterapkan
kebudayaan dan cara yang dibenarkan struktur social untuk mencapai tujuan tersebut
L A N J U TA N …

Tipologi adaptasi individu


Tujuan Cara2 yang
Cara adaptasi Contoh
budaya melembaga
Konformitas + + Seorang pelajar, tekun belajar agar
mendapat nilai yang bagus
Inovasi + - Seorang ayah yang mencuri motor
untuk memenuhi kebutuhan
keluarganya.
Ritualisme - + Karyawan yang baik tetapi tidak
kompetitif
Retrisme - - Gelandangan, pemabuk, pecandu
narkoba
Pemberontakan ± ± Revolusi industry Inggris
TEORI FUNGSI
(EMILE DURKHEIM)
• Keseragaman dalam kesadaran moral semua anggota masyarakat tidak dimungkinkan
• Tiap individu berbedasatu dengan lainnya (keturunan, lingkungan, sosial)
• Orang yang berwatak jahat akan selalu ada
• Kejahatan perlu bagi masyarakat. Karena dengan adanya kejahatan maka moralitas dan hukum
dapat berkembang secara normal
TEORI KONFLIK
(KARL MARX)
• Kejahatan erat kaitanya dengan kapitalisme
• Perilaku menyimpang didefinisikan oleh kelompok untuk melindungi kepentingan mereka
sendiri
• Hukum dianggap sebagai cerminan nilai dan kepentingan pihak yang berkuasa, sehingga
kecenderungan yang banyak dihukum adalah orang miskin
TEORI DAVID BERRY

• Penyimpangan tidak semata-mata disebabkan oleh ketidakpatuhan terhadap nilai dan norma
yang berlaku di masyarakat
• Penyimpangan dapat terjadi karena individu memiliki standar nilai dan norma yang berbeda
dengan orang lain.
HUBUNGAN PERILAKU MENYIMPANG DAN
SOSIALISASI

a. Penyimpangan sebagai akibat dari proses sosialisasi yang tidak


sempurna
• Karena ketidaksanggupan menyerap norma-norma kebudayaan ke dalam kepribadiannya. Ini terjadi karena seseorang
menjalani proses sosialisasi yang tidak sempurna dimana agen-agen sosialisasi tidak mampu menjalankan peran dan
fungsinya dengan baik. Contohnya keluarga broken home akan mempengaruhi pola asuh anak

b. Penyimpangan karena hasil proses sosialisasi subkebudayaan


menyimpang
• Subkebudayaan adalah suatu kebudayaan khusus yang normanya bertentangan dengan norma-norma budaya yang
dominan. Unsur budaya menyimpang bertentangan dengan tata tertib masyarakat. Contoh kelompok menyimpang
diantaranya kelompok penjudi, pemakai narkoba, geng penjahat, dan lain-lain.
SIFAT-SIFAT PERILAKU MENYIMPANG
• Penyimpangan positif, • Penyimpangan negatif,
Penyimpangan positif merupakan Penyimpangan negatif merupakan tindakan
penyimpangan yang terarah pada nilai-nilai yang dipandang rendah, melanggar nilai-nilai
sosial yang didambakan, meskipun cara yang sosial, dicela dan pelakunya tidak dapat
dilakukan menyimpang dari norma yang ditolerir masyarakat.
berlaku.
MACAM2 PERILAKU MENYIMPANG
Penyimpangan seksual yaitu perilaku seksual yang tidak
wajar, seperti :
Kumpul Kebo : hidup seperti suami istri tanpa menikah
Perzinahan : hubungan seksual diluar nikah
Sodomi : hubungan seksual melalui anus
Pedophilia : memuaskan seksual dengan anak kecil
Transvertitisme : memuaskan seksual dengan cara mengenakan
pakaian lawan jenisnya
Sadisme : memuaskan seksual dengan menyakiti lawan jenisnya
Homoseks : hubungan seksual antara sesama pria
Lesbianisme : hubungang seksula antara sesama wanita
Necrophilia : Hubungan seksual dilakukan dengan mayat
Bestialitas : memuaskan seksual dengan binatang
Exhibioni : memuaskan seksusal dengan memamerkan kemaluan
L A N J U TA N …

Tindakan kejahatan / kriminal yaitu tindakan yang bertentangan dengan


norma hukum, norma sosial, dan norma agama yang berlaku di masyarakat. Seperti :
pembunuhan, pencurian, perampokan, penganiayaan. Menurut Light Keller dan
Calhoun ada 4 tipe kejahatan, yaitu :
Kejahatan tanpa korban (crime without victim). Contoh : berjudi, penyalahgunaan
narkoba, mabuk, hubungan seks yang tidak sah yang dilakukan secara sukarela oleh
orang dewasa.
Kejahatan terorganisir (organized crime). Contoh : komplotan korupsi, perjudian
gelap, penadah barang curian, rentenir, penjualan bayi keluar negeri, dan jaringan
narkoba internasional.
Kejahatan kerah putih (white collar crime). Contoh : penghindar pajak, penggelapan
uang perusahaan, korupsi.
Kejahatan korparat (corporate crime). Contoh : perusahaan membuang air limbah
industri secara sembanrangan.
L A N J U TA N …

Pemakaian dan pengedaran obat terlarang.


Menurut Dr. Graham Baliane ada beberapa faktor yang
menyebabkan orang terjerumus ke narkoba, yaitu :
ingin membuktikan keberanian dalam melakukan tindakan
berbahaya
ingin menunjukkan tindakan menentang orang tua
otoriter
ingin melepaskan diri dari kesepian dan memperoleh
pengalaman emosional
ingin mencari arti hidup yang semu
ingin mengisi kekosongan dan kebosanan
ingin menghilangkan kegelisahan
solidaritas di antara lawan
rasa ingin tahu dan iseng
L A N J U TA N …

Perilaku menyimpang gaya hidup. Sikap arogansi antara lain kesombongan


terhadap sesuastu yang dimilikinya, seperti : kekayaan, kekuasaan, dan kepandaian. Dan juga sikap
ekstrensik yaitu perbuatan yang menyimpang dan biasanya dianggap aneh, seperti : lelaki memakai
anting, atau benda wanita, seniman berambut panjang, dll.
PENGENDALIAN SOSIAL

Pengendalian sosial (social control) adalah cara dan proses


pengawasan yang direncanakan atau tidak direncanakan
yang bertujuan untuk mengajak, mendidik, atau bahkan
memaksa warga masyarakat agar mematuhi norma dan nilai
yang berlaku.
CIRI2 PENGENDALIAN SOSIAL

Secara spesifik pengendalian sosial memiliki ciri-ciri sbb :


a. Pengendalian sosial sebagai suatu cara, metode atau teknik tertentu untuk mentertibkan.
b. Dipergunakan untuk mewujudkan keselarasan antara stabilitas dengan perubahan-perubahan
yang terus terjadi di suatu masyarakat.
c. Dilakukan oleh kelompok terhadap kelompok lain, atau oleh suatu kelompok terhadap
individu.
d. Dilakukan secara timbal balik meskipun tidak disadari oleh kedua belah pihak.
FUNGSI PENGENDALIAN SOSIAL

Fungsi pengendalian sosial adalah sebagai berikut.


a. Mempertebal keyakinan masyarakat terhadap norma Sosial
b. Memberikan imbalan kepada warga yang menaati norma
c. Mengembangkan rasa malu
d. Mengembangkan rasa takut
e. Menciptakan sistem hukum
a. Pengendalian sosial menurut Macam-macam Teknik
tujuannya Pengendalian Sosial
b. Pengendalian sosial menurut
pelaksanaannya
c. Pengendalian sosial menurut
jumlah yang terlihat
d. Pengendalian Sosial menurut
Sifatnya
1)Tujuan kreatif atau konstruktif
Membawa perubahan yang bermanfaat dan
membangun. Cont. program KB a. Pengendalian sosial
2)Tujuan regulatif menurut tujuannya
Dilandaskan pada kebiasaan atau adat
istiadat. Cont. pemerintah kabupaten
mencanangkan wajib jam belajar dari jam
18.00 sampai jam 21.00 bagi pelajar.
3)Tujuan eksploratif
Pengendalian sosial tersebut dimotivasikan
oleh kepentingan diri, baik secara
langsung maupun tidak. Cont. penerapan
tata tertib di sekolah merupakan salah
satu
1)Cara kompulsi (compultion) b. Pengendalian sosial
Dilakukan dengan menciptakan suatu situasi yang dapat menurut pelaksanaannya
mengubah sikap atau perilaku yang negatif.
2)Cara pervasi (pervation)
Menyampaikan norma/nilai secara berulang-ulang dan
terus menerus.
3)Cara persuasif/tanpa kekerasan
Pengendalian sosial cara persuasif lebih menekankan
pada usaha untuk mengajak atau membimbing
berupa anjuran agar berperilaku sesuai norma yang
ada.
4)Cara coercive atau cara
kekerasan/paksaan
Pengendalian cara coercive dilakukan dengan kekerasan
jika cara persuasif tidak berhasil.
c. Pengendalian sosial
menurut jumlah yang
1) Pengawasan dari individu terhadap terlihat
individu lainnya.
2) Pengawasan dari individu terhadap
kelompok.
3) Pengawasan dari kelompok terhadap
kelompok.
4) Pengawasan dari kelompok terhadap
individu.
1) Pengendalian sosial preventif d. Pengendalian Sosial
Pengendalian sosial preventif yaitu usaha yang dilakukan
menurut Sifatnya
sebelum terjadi pelanggaran, atau bertujuan
mencegah terjadinya pelanggaran lalu lintas.
2) Pengendalian sosial represif
Pengendalian sosial represif yaitu usaha yang dilakukan
setelah pelanggaran terjadi, ditujukan untuk
memulihkan keadaan kepada situasi seperti sebelum
terjadinya pelanggaran.
3) Pengendalian sosial gabungan antara preventif dan represif
Pengendalian social gabungan yaitu usaha yang dilakukan
untuk mencegah dan juga memulihkan setelah
terjadinya penyimpangan.
PENGENDALIAN SOSIAL
a. Teguran

BENTUK-BENTUK
b. Fraundulens (meminta bantuan pihak lain)
c. Intimidasi (tekanan, ancaman, menakut-nakuti)
d. Ostrasisme atau pengucilan
e. Kekerasan fisik
f. Hukuman/sanksi
g. Gosip atau desas-desus
JENIS-JENIS
LEMBAGA
PENGENDALIAN
SOSIAL
Buatlah sebuah kelompok yang beranggotakan
TUGAS
2 orang. KELOMPOK
1. Carilah kasus nyata dari empat macam
perilaku menyimpang, masing-masing dua
kasus nyata!
2. Analisislah masing-masing kasus penyebab
terjadinya!
3. Tentukan bagaimana cara pengendalian
social yang tepat masing-masing kasus
tersebut!
Gunakan HP dan koran sebagai media
pendukung pencarian informasi (satu
kelompok satu HP).