Anda di halaman 1dari 7

4.

Melakukan Konseling Kelompok di Kelas

Pada dasarnya peran kepembibingan guru dalam proses belajar dan


pembelajaran merupakan salah satu kompetensi yang terpadu dalam
keseluruhan kompetensi pribadinya. Pribadi guru dalam hal ini
mencakup pandangan hidupnya, filsafat hidupnya, kekuatan
pribadinya, pandangannya tetang pembelajaran, termasuk
pandangan dan keperduliannya tentang masalah bimbingan.

Bimbingan dan konseling merupakan kompetensi penyesuaian


interaksioanal yang harus dimiliki guru untuk menyesuaikan diri
dengan karakterisrik siswa dalam proses belajar dan pembelajaran.
Perilaku dan perlakuan guru terhadap siswa merupakan salah satu
unsur penting yang mempengaruhi keberhasilan proses belajar dan
pembelajaran dan oleh karena itu guru harus dapat menerapkan
fungsi bimbingan di dalamnya.
Bimbingan Belajar

Peran kepembibingan guru Bimbingan Pribadi


dalam proses belajar dan
pembelajaran menurut Satori
dkk (2007) dapat diaplikasikan
pada layanan bimbingan di
sekolah yang dapat
Bimbingan Sosial
digolongkan menjadi empat
macam.

Bimbingan Karier
5. Konferensi Kasus

Konferensi kasus merupakan kegiatan pendukung atau pelengkap


dalam Bimbingan dan Konseling untuk membahas permasalahan
siswa (konseli) dalam suatu pertemuan, yang dihadiri oleh pihak-
pihak yang dapat memberikan keterangan, kemudahan dan
komitmen bagi terentaskannya permasalahan siswa (konseli).

Kepala sekolah atau Koordinator BK/Konselor mengundang para peserta


konferensi kasus, baik atas insiatif guru, wali kelas atau konselor itu sendiri.
Mereka yang diundang adalah orang-orang yang memiliki pengaruh kuat
atas permasalahan dihadapi siswa (konseli) dan mereka yang dipandang
memiliki keahlian tertentu terkait dengan permasalahan yang dihadapi
siswa (konseli), seperti: orang tua, wakil kepala sekolah, guru tertentu yang
memiliki kepentingan dengan masalah siswa (konseli), wali kelas, dan bila
perlu dapat menghadirkan ahli dari luar yang berkepentingan dengan
masalah siswa (konseli), seperti: psikolog, dokter, polisi, dan ahli lain yang
terkait.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan Terdapat beberapa hal yang
perlu diperhatikan dalam menyelenggarakan konferensi kasus, antara
lain:

• Diusahakan sedapat mungkin kegiatan konferensi kasus yang


hendak dilaksanakan mendapat persetujuan dari kasus atau siswa
(konseli) yang bersangkutan
• Siswa (konseli) yang bersangkutan boleh dihadirkan kalau
dipandang perlu, boleh juga tidak, bergantung pada permasalahan
dan kondisinya.
• Diusahakan sedapat mungkin pada saat mendeskripsikan dan
mendikusikan masalah siswa (konseli) tidak menyebut nama siswa
(konseli) yang bersangkutan, tetapi dengan menggunakan kode
yang dipahami bersama.
• Dalam kondisi apa pun, kepentingan siswa (konseli) harus
diletakkan di atas segala kepentingan lainnya.
• Peserta konferensi kasus menyadari akan tugas dan peran
serta batas-batas kewenangan profesionalnya.
• Keputusan yang diambil dalam konferensi kasus berdasarkan
pertimbangan-pertimbangan rasional, dengan tetap tidak
melupakan aspek-aspek emosional, terutama hal-hal yang
berkenaan dengan orang tua siswa (konseli) yang
bersangkutan
• Setiap proses dan hasil konferensi kasus dicatat dan
diadminsitrasikan secara tertib.
6. Dan Pelayanan Lainnya

Peran guru kelas maupun guru mata pelajaran dalam pelaksanaan kegiatan
bimbingan dan konseling sangatlah penting. Keberhasilan penyelenggaraan
bimbingan dan konseling di sekolah akan sulit dicapai tanpa peran serta guru
kelas ataupun guru mata pelajaran di sekolah yang bersangkutan. Sehubungan
dengan hal tersebut Sardiman (2001:142) mengemukakan sembilan peran guru
yang terkait dengan penyelenggaraan kegiatan bimbingan dan konseling di
sekolah, yaitu:

Sebagai informator

Sebagai organisator

Sebagai motivator

Sebagai director
Sebagai inisiator

Sebagai Transmitor

Sebagai fasilitator

Sebagai Evaluator

Sebagai mediator