Anda di halaman 1dari 40

SKKNI SMK FARMASI KOMUNITAS

No. Kode Unit Judul Unit


1. FAR.FK01.007.01 Menyiapkan dan meracik sediaan farmasi
2. FAR.FK01.008.01 Menulis etiket dan menempelkannya pada
kemasan sediaan farmasi
3. FAR.FK01.009.01 Menulis Copy Resep
4. FAR.FK01.012.01 Membuat sediaan obat guna keperluan/
persediaan di apotek
5. FAR.RS01.008.01 Menyiapkan keperluan sediaan non steril
di RS sederhana
6. FAR.FK01.001.01 Mencatat kebutuhan sediaan farmasi dan
perbekalan kesehatan
7. FAR.FK01.002.01 Memesan sediaan farmasi dan perbekalan
kesehatan
8. FAR.FK01.003.01 Menerima Sediaan Farmasi dan Perbekalan
Kesehatan
9. FAR.FK.01.004.01 Menyimpan Sediaan Farmasi Dan
Perbekalan Kesehatan
10. FAR.FK01.005.01 Melakukan administrasi dokumen-
dokumen sediaan farmasi dan perbekalan
kesehatan
No. Kode Unit Judul Unit
11. FAR.FK01.006.01 Menghitung/kalkulasi biaya obat dan
perbekalan kesehatan
12. FAR.FK01.011.01 Memberikan pelayanan obat bebas, bebas
terbatas dan perbekalan kesehatan
13. FAR.FK02.002.01 Melakukan Pengadaan Sediaan Farmasi dan
Perbekalan Kesehatan
14. FAR.RS01.001.01 Melakukan pencatatan dan dokumentasi
perencanaan pengadaan sediaan farmasi
dan perbekalan kesehatan
15. FAR.RS01.004.01 Melakukan penerimaan sediaan farmasi dan
perbekalan kesehatan
16. FAR.RS01.005.01 Melakukan penyimpanan sediaan farmasi
dan perbekalan kesehatan
17. FAR.RS01.006.01 Mendistribusikan sediaan farmasi dan
perbekalan kesehatan dari gudang Rumah
Sakit
18. FAR.RS02.003.01 Melakukan penerimaan sediaan farmasi dan
perbekalan kesehatan
19. FAR.RS02.005.01 Melakukan distribusi sediaan farmasi dan
perbekalan kesehatan
20. FAR.FK01.013.01 Berkomunikasi dengan orang lain
Pengaturan Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek menurur
Permenkes no 73/ th 2016 bertujuan untuk:
a. meningkatkan mutu Pelayanan Kefarmasian
b. menjamin kepastian hukum bagi tenaga kefarmasian; dan
c. melindungi pasien dan masyarakat dari penggunaan Obat yang
tidak rasional dalam rangka keselamatan pasien (patient safety).

Pengelolaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis


Pakai meliputi:
a. perencanaan;
b. pengadaan;
c. penerimaan;
d. penyimpanan;
e. pemusnahan;
f. pengendalian; dan
g. pencatatan dan pelaporan
a. Perencanaan
Tujuan perencanaan adalah agar proses pengadaan perbekalan
farmasi/obat yang ada di apotek menjadi lebih efektif dan efisien dan
sesuai dengan anggaran yang tersedia.
Beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam menyusun
perencanan pengadaan perbekalan farmasi adalah :
1. Pemilihan pemasok. Hal-hal yang harus diperhatikan adalah :
a) Legalitas pemasok (Pedagang Besar Farmasi/PBF)
b) Service, meliputi ketepatan waktu, ketepatan barang yang dikirim,
ada tidaknya diskon atau bonus, layanan obat kadaluarsa, dan
tenggang rasa penagihan.
c) Kualitas obat, perbekalan farmasi lain dan pelayanan yang
diberikan.
d) Ketersediaan obat yang dibutuhkan.
e) Harga sama.
2. Ketersediaan barang/ perbekalan farmasi.
a)Sisa stok.
b)Rata-rata pemakaian obat dalam satu periode pemesanan.
c)Frekuensi pemakaian.
d)Waktu tunggu pemesanan.
Ada 4 metode perencanaan dalam pengadaan (pembelian) barang di
apotek yaitu:
a. Epidemiologi → perencanaan didasarkan pada penyebaran penyakit,
wabah, atau penyakit yang paling banyak diderita di daaerah itu. Bisa
juga kita mencari informasi di puskesmas tentang 10 besar penyakit
yang paling sering diderita warga sekitar.
b. Konsumsi → direncanakan berdasar pengeluaran barang periode
sebelumnya, jadi kita harus memantau obat apa yang paling banyak
keluar di periode sebelumnya dalam menentukan obat apa yang
akan kita beli di periode sekarang ini. Sehingga kita perlu melakukan
pngelompokan barang menjadi 2 yaitu fast moving dan slow moving.
c. Kombinasi epidemiologi dan konsumsi → direncanakan berdasarkan
apa saja yang banyak keluar dan epidemologi saat itu. Misal lagi
musim hujan banyak yang terserang flu, jadi kita menyediakan obat
flu dalam jumlah besar.
d. JIT (Just In Time) → Jika sedang butuh, baru memesan atau
membeli. Metode ini dipilih terutama untuk obat yang jarang laku,
hargnya mahal, dan keluarnya sedikit.
2. Pengadaan
Pengadaan barang dapat melalui 2 cara yaitu
a. Pembelian & konsinyasi.
Pembelian barang di apotek sebaiknya disesuaikan dengan
kebutuhan pelayanan setempat.
Prosedur pembelian meliputi tahap-tahap sebagai berikut :
1. Persiapan
Pengumpulan data obat dan perbekalan farmasi yang akan dipesan
berdasarkan buku defecta (buku barang habis) baik dari bagian
penerimaan resep, obat bebas maupun dari gudang.
2. Pemesanan
Pemesanan dilakukan dengan menggunakan Surat Pemesanan (SP)
untuk setiap supplier. Surat pemesanan di Apotek ada empat macam
yaitu surat pesanan prekursor, surat pesanan narkotika, surat
pesanan psikotropika, dan surat pesanan untuk obat selain narkotika
dan psikotropika.
BUKU DEFECTA
No Tanggal Nama Barang Stok akhir
1
2
3

Fast & Slow Moving


Periode NO Nama Barang Keterangan jumlah
tanggal Slow Moving Fast Moving
Buku Perencanaan pembelian
NO Nama barang Kebutuhan / Jumlah yang PBF
minggu dipesan

Cara pemesanan obat


1. Melalui salesman yang datang ke
potek
2. Melalui telephon ke PBF
3. Datang langsung ke PBF
C. Penerimaan
Penerimaan merupakan kegiatan untuk menjamin kesesuaian jenis
spesifikasi, jumlah, mutu, waktu penyerahan dan harga yang tertera
dalam surat pesanan dengan kondisi fisik yang diterima.
Barang dilakukan retur / pengembalian barang apabila :
1. Barang yang datang tidak sesuai pesanan
2. Barang yang datang mengalami kerusakan
3. Jumlah barang yang datang tidak sama dengan yang di pesan
4. Tanggal Expired mendekati daluarsa
Buku penerimaan barang
No Nama PBF No Tgl JML Tgl No ED Paraf
Barang faktur Faktur Barang terima Batch
Penempatan / peletakan perbekalan
1. Golongan Obat
2. Bentuk sediaan
3. Farmakologi
4. Suhu penyimpanan
5. Alfabetis
6. FIFO/FEFO/LIFO
Tujuan penyimpanan di gudang-gudang yang berbeda adalah :
1. Mempermudah pencarian barang di gudang
2. Mempermudah menghitung jumlah persediaan
3. Mempermudah pengawasan barang
4. Mencegah kehilangan barang
5. Mengantisipasi keadaan yang berfluktuasi dan menghindari
kekosongan barang, karena apabila dilakukan penyimpanan pada
gudang-gudang yang berbeda maka pengawasan akan
ketersediaan barang akan lebih mudah dilakukan sehingga tidak
terjadi penumpukan barang digudang yang akhirnya akan
menghemat biaya pemesanan barang tersebut.
6. Menjaga agar kualitas barang tetap dalam keadaan siap pakai
7. Mempercepat pendistribusian
KONTROL KADALUARSA DAN PERSEDIAAN (Stock opname)

Stock opname adalah proses berkala untuk menghitung fisik obat


dan persediaan yang sebenarnya dengan tujuan mengetahui
kesesuaian catatan dalam pembukuan dan kartu stok.

Fungsi Stock opname, dengan melakukan Stock opname kita dapat:


1. Mengetahui kesesuaian antara hasil pencatatan dalam
pembukuan dan persediaan yang ada.
2. Untuk mengetahui obat / perbekalan farmasi yang rusak
3. Mengetahui adanya obat yang sudah kadaluarsa
Pelaksanaan SO
1. Dilakukan setiap tahun atau periode tertentu misal triwulan / 6
bulan sekali
2. Dilakukan perhitungan semua jenis obat yang tersedia saat itu
3. Hasil perhitungan dicocokan dengan catatan pada pembukuan
4. Cek hasilnya, apakah ada selisih.

Pemusnahan perbekalan farmasi


1. Pemusnahan dilakukan pada perbekalan farmasi yang rusak
2. Dilakukan dengan cara yang tidak mencemari lingkungan
3. Dibuat berita acara pemusnahan perbekalan farmasi
APOTEK /SATELIT/IFRS FORM 21
TUK PUSKESAD FS01.006.01
Jl.Dr.Abdulrahman Saleh No.18, Senen, JakPus 10410

FORM KONTROL KADALUARSA DAN PERSEDIAAN


BENTUK
NO TANGGAL NAMA BARANG KEKUATAN EXP.DATE JUMLAH KET
SEDIAAN

Jakarta, ……………………………………..
Tdd Petugas
………………………………………………..
APOTEK /SATELIT/IFRS FORM 22 FK01.001
TUK PUSKESAD RS01.006
Jl.Dr.AbdulrahmanSaleh no 18 Jak
FORM REKAP BARANG YANG SUDAH KADALUARSA
BENTUK
NO TANGGAL NAMA BARANG KEKUATAN EXP.DATE JUMLAH KET
SEDIAAN

Jakarta, ……………………………………..
Tdd Petugas

………………………………………………..
PELAYANAN OBAT NON RESEP

Adalah pelayanan yang diberikan tenaga kefarmasian kepada pasien


yang akan melakukan pengobatan sendiri (swamedikasi).

Swamedikasi hanya dilakukan untuk penyakit ringan seperti: demam,


nyeri, pusing, batuk, maag, cacingan, diare, penyakit kulit, dsb.

Perbekalan farmasi yang aman untuk swamediksi:


1. Obat bebas
2. Obat bebas terbatas
3. Obat tradisional
4. Alat kesehatan
Pemilihan obat swamedikasi harus memenuhi kriteria:
1. Tidak kontraindikasi untuk ibu hamil
2. Aman untuk bayi dan balita
3. Tidak memerlukan cara khusus ataupun alat khusus yang harus
dilakukan oleh tenaga kesehatan
4. Tidak memperparah penyakit yang sudah diderita pasien
sebelumnya, Misal: Hipertensi, diabetes, dll
5. Efek samping seminimal mungkin
PELAYANAN RESEP
SKRINING RESEP
Skrining Resep atau biasa dikenal dengan Pengkajian Resep merupakan
kegiatan apoteker dalam mengkaji sebuah resep yang meliputi
pengkajian administrasi, farmasetik
Tujuannya tentunya untuk menjamin keamanan (safety) dan
kemanjuran (efficacy) dari obat dalam resep ketika digunakan pasien
serta memaksimalkan tujuan terapi.
Kajian administratif meliputi:
1. informasi pasien (nama pasien, umur, jenis kelamin, berat badan,
alamat)
2. informasi dokter penulis resep (nama dokter, nomor Surat Izin
Praktik (SIP), alamat, nomor telepon dan paraf
3. tanggal penulisan resep
Kajian kesesuaian farmasetik meliputi:
1. bentuk dan kekuatan sediaan
2. stabilitas
3. kompatibilitas (ketercampuran obat)
Pertimbangan klinis meliputi:
1. ketepatan indikasi dan dosis obat
2. aturan, cara dan lama penggunaan obat
3. duplikasi dan/atau polifarmasi
4. reaksi obat yang tidak diinginkan (alergi, efek samping obat,
manifestasi klinis lain)
5. kontra indikasi
6. interaksi
PERHITUNGAN OBAT RESEP DOKTER

Perhitungan obat meliputi perhitungan jumlah obat dan perhitungan


harga obat.
Perhitungan dapat dilakukan dengan sistem komputer atau dengan
cara manual.
Biaya yang sering ada pada perhitungan resep:
• Embalase : Biaya pengemasan obat (Puyer/kapsul)
• Tuslah: biaya jasa pelayanan Farmasi / setiap pengambilan obat
(Uang R/)
Contoh:
Dr. OZ
Daftar harga:
DU. 0312/P.01/ X/2016
Amoxsan syr Rp 42.000 / botol
Jl Merbabu no 29 Samarinda
Sanmol syr Rp 14.000 / botol
Samarinda, 19 Maret 2018
Epexol tab Rp 1100 / tab
Dexamethason Rp 400 / tab
R/ Amoxsan syr I
CTM Rp 300 / tab
s. t dd cth ½ -------------ℐ
Sagestam Rp 16.000/ 10 g
R/ Sanmol mg 100
Inerson Rp 90.000/ 10 g
s t dd cth ½ --------------ℐ
Embalase puyer Rp 5000 /10 bks
R/ Epexol 10 mg
Embalase pot Rp 3000 / Pot
Dexamethason ½ tab
Tuslah Rp 1000 / R/
CTM 1 mg
m f pulv dtd no X
s t dd 1 --------------ℐ
Hitung Biaya resep!!!!
R/ Sagestam 5 g
Inerson 10 g
M f cream
sue --------------ℐ
Pro: Simon 2 tahun
Jl Merapi no 2 Samarinda
COPY RESEP
Salinan resep adalah salinan yang dibuat apoteker, selain memuat
semua keterangan yang terdapat dalam resep asli harus memuat pula:
nama dan alamat apotek, nama dan SIA, tanda tangan atau paraf APA,
det/ detur untuk obat yang sudah diserahkan atau ne detur untuk obat
yang belum diserahkan, nomor resep, dan tanggal pembuatan
Iter berarti resep boleh diulang. Iter yang ditulis pada kiri atas maka
seluruh sediaan dalam resep boleh diulang, namun penulisan iter yang
terletak di sebelah kiri salah satu sediaan maka yang diulang hanya
sediaan yang ada disamping tulisan iter tersebut.
Salinan resep dibuat apabila:
1. Obat dibeli sebagian
2. Ada obat yang tidak tersedia di apotek
3. Ada penandaan iter pada resep
Bagian-bagian salinan resep:
1. Nama dan alamat apotek
2. Nama dan APA dan nomor SIA
3. Nama, umur, pasien
4. Nama dokter penulis resep
5. Tanggal penulisan resep
6. Tanggal dan nomor urut pembuatan
7. Tanda R/
8. Tanda “det” atau “deteur” untuk obat yang sudah diserahkan “ne
det” atau “ne deteur” untuk obat yang belum diserahkan
9. Tuliskan p.c.c (pro copy conform) menandakan bahwa salinan resep
telah ditulis sesuai dengan aslinya.
Contoh:
Dr. Stranger
DU: 0927/P/90
Jl Sungai Kunjang no 5
Samarinda
Samarinda 21 Agust 2018

R/ Rifampicin 450 mg no XXX


iter 3x S o m cap 1
---------------℘
R/ Isoniazid no XXX
iter 3x s 1 d d 1
---------------℘
R/ Scabisid tube 1
sue
---------------℘
Pro: Maleo 23 th
Jl Labu siam no 4

Jika : Rifampicin diminta 2 bulan, isoniazid 1 bulan, dan scabisid tidak ada bagaimana
copy resepnya???
NOTA / KWITANSI RESEP

kwitansi adalah sebuah kertas yang digunakan sebagai bukti dari


penerimaan sejumlah uang yang ditanda tangani oleh penerimanya
dan diserahkan kepada yang membayar dan dapat digunakan sebagai
alat bukti dari transaksi tersebut.
Kwitansi berfungsi sebagai surat bukti yang telah menyatakan telah
terjadinya transaksi dan penyerahaan sejumlah uang dari pemberi
kepada penerima dan ditandatangani oleh penerima sejumlah uang
yang ditulis pada surat kwitansi tersebut.
Khusus untuk kwitansi resep biasanya diblakang kwitansi ditulis copy
resep obat yang diambil
Dokumentasi/ pengarsipan

1. REKAP PENCATATAN RESEP


Berfungsi untuk memudahkan pencarian dan administrasi resep

REKAP PENCATATAN RESEP


N JUMLAH TOTAL NAMA NAMA
TGL NAMA OBAT HARGA ALAMAT
O OBAT HARGA DOKTER PASIEN

Jakarta,
………………………

…………………………
Rekap Penerimaan OTC

FORM 12 FK01.005.01/1
REKAP OTC
HARGA
NO TANGGAL NAMA BARANG JUMLAH/SATUAN TOTAL HARGA
SATUAN

Jakarta, .........

.....................................