Anda di halaman 1dari 19

DIRECT & INDIRECT RETAINER

Oleh
Kelompok 6

Drg. Debby Saputera, Sp.Pros


Kelompok 6
• Gusti Rifda Aqiila I1D113229
• Andi Lukman I1D113230
• Dini Permata Sari I1D113231
• Amina Khairima I1D113232
• Siti Rachmatiara D.D I1D113233
Pemilihan Retainer Direct
Pemilihan ini didasarkan pada:
1. Posisi undercut gigi, restorasi, oklusi, klasifikasi
lengkungan edentulous, jenis gigi
2. Sifat tulang dan dukungan jaringan lunak. Apakah
ada yang tidak menguntungkan:
• undercut tulang
• perlekatan frenulum
• kedalaman vestibular
• Estetika
Pemilihan Retainer Direct
Kennedy Cl III & IV (Tooth Borne)

Pilihan Clasp: cast circumferetial


• jika tidak dapat menggunakan cast circumferential di
sebelah ruang edentulous, maka menggunakan dua
embrasure clasp
• jika abutment yang sangat miring digunakan
(tergantung pada lokasi undercut):
o Cast clasp circumferential dengan retensi lingual
o Ring clasp dengan dukungan penyangga
o Jalur rotasi removable gigi tiruan sebagian
Kennedy Cl I & II (Tooth & Tissue Borne)
Untuk abutment posterior, atau gigi memerlukan pelepasan stress:
• Pemilihan Clasp: RPI (mesial rest, distal proximal plate dan I-bar)
• Jika tidak dapat menggunakan I-bar di vestibulum, dikarenakan:
o frenum
o vestibulum yang dangkal
o jaringan lunak dalam di undercut
kemudian menggunakan RPA retainer (mesial rest, proksimal distal
plate dan kawat clasp yang ditempa)

• Jika tidak dapat menggunakan sisa mesial maka dikarenakan adanya:


- rotasi
- Kontak sentris yang berat pada mesial
- Restorasi amalgam yang besar pada mesial
kemudian gunakan Kombinasi Clasp (distal rest, retensi ww bukal,
lingual bracing)
• untuk abutment ruang modifikasi yang
berdekatan (gunakan retainer tooth borne)

• # Retainer langsung -, minimal 2 abutment


posterior untuk kelas. I & II, semua abutment
untuk kelas III, IV untuk maksimal 4 secara
normal.

• jika menghilangkan sebuah retainer langsung


untuk estetika, rencanakan retensi yang berlebih
serta bagian lainnya (penutupan jaringan lunak,
guiding plane yang lebih panjang, dll)
III. Retainer Indirect
• Definisi : Suatu bagian dari gigi tiruan
sebagian lepasan untuk mencegah
perpindahan rotasi (rotational displacement)
pada gigi tiruan di sekitar rest pada gigi
abutment. Retainer tidak langsung biasanya
mengambil bentukan rest, pada sisi yang
berlawanan dari sebuah garis fulcrum.
• Pergerakan vertical pada basis perluasan distal dapat
terjadi dalam dua arah. Pergerakan basis perluasan distal
terhadap jaringan ridge akan menyeimbangkan
kemungkinan terjadinya perpindahan pada jaringan
tersebut, kesesuaian dan muatan dari basis gigi tiruan yang
digunakan. Pergerakan dari basis perluasan distal menjauh
dari jaringan ridge akan terjadi melalui perpindahan
seluruh gigi tiruan (ditahan oleh retainer langsung), atau
suatu pergerakan rotasi pada axis. Axis ini melewati
sepanjang rest pada gigi abutment paling posterior dan ini
disebut dengan garis fulcrum. Kebanyakan tooth borne
pada gigi tiruan sebagian tidak menunjukkan terjadinya
pergerakkan rotasi, , oleh karena adanya dukungan gigi
yang luas. Namun, gigi tiruan kelas III atau kelas IV yang
mempunyai abutment yang dapat bergerak bisa
menunjukkan terjadinya pergerarakan rotasi.
• Garis fulkrum/titik tumpu pada kelas I gigi tiruan sebagian
melewati daerah rest dari abutment paling posterior pada
kedua sisi lengkungan (A dan B). Pada kelas II gigi tiruan
sebagian, garis titik tumpu selalu diagonal, melewati
daerah rest oklusal abutment di sisi perpanjangan distal
(distal extension) dan oklusal rest abutment paling distal
di sisi lain (C). Jika area modifikasi berada pada sisi
tersebut, abutment tambahan yang terletak di antara dua
prinsip abutment dapat digunakan untuk mendukung
retainer indirek jika itu cukup jauh dari garis titik tumpu
(D). Dalam kelas IV gigi tiruan sebagian, garis titik tumpu
melewati dua abutment berdekatan dengan ruang
edentulus tunggal (E dan F). Dalam gigi dan jaringan yang
mendukung kelas III gigi tiruan sebagian , garis titim
tumpu ditentukan dengan mempertimbangkan abutment
terlemah tidak ada dan akhir basis sebagai perpanjangan
distal (G dan H).
• Garis fulkrum dari arah rotasi gigi tiruan sebagian
dicegah dengan indirect retainer yang diletakkan
berlawanan terhadap dudukan rest (rest seats)
pada bagian sisi yang berlawanan dari garis
fulkrum di distal extension base (perpanjangan
garis dibagian distal). Indirect retainer sebaiknya
diletakkan sejauh mungkin dari distal extension
base agar memperoleh bagian pengungkit yang
lebih baik dibandingkan mengungkit di distal
extension base.
• Namun, lokasi yang paling efektif untuk indirect
retainer seringnya dibagian gigi insisif, walaupun
kemungkinan tidak cukup kuat untuk menahan indirect
retainer tersebut. Disamping itu, gigi insisif biasanya
memiliki inklinasi yang tinggi(curam) dibagian lingual
(steep lingual inclines) yang mana tidak dapat menahan
rest dengan baik. Dalam beberapa kasus, gigi kaninus
terdekat atau permukaan oklusal bagian mesial dari
gigi premolar pertama dapat menjadi lokasi terbaik,
meskipun kenyataannya indirect retainer tersebut
dipindahkan tidak jauh dari garis fulkrum.
Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas dari sebuah
retainer indirek termasuk :
1. Seat yang tepat dari gigi tiruan. Kecuali prinsip rest oklusal
diadakan di seat gigi tiruan oleh aksi retainer indirek, rotasi
garis titik tumpu/fulkrum tidak akan terjadi dan, oleh
karena itu, sebuah retainer indirek tidak dapat bertindak
untuk mencegah terangkatnya perpanjangan distal basis
menjauh dari jaringan
2. Jarak dari garis fulkrum
3. Rigiditas dari konektor mendukung retainer indirek. Semua
konektor harus rigid jika retainer indirek berfungsi
sebagaimana dimaksud.
4. Efektivitas permukaan gigi yang mendukung. Retainer
indirek harus ditempatkan di rest seat yang pasti, yang
mana selip atau pergerakan gigi tidak akan terjadi. Inklinasi
gigi dan gigi yang lemah tidak boleh digunakan untuk
mendukung retainer indirek.
Selain mencegah gerakan perpanjangan distal basis
menjauh dari jaringan, sebuah retainer indirek dapat
memiliki fungsi tambahan sebagai berikut:
1. Hal ini cenderung untuk mengurangi putaran pengungkit
(torquing leverage) pada prinsip abutment. Hal ini penting
ketika gigi terisolasi digunakan sebagai penyangga (situasi
yang harus dihindari sebisa mungkin). Biasanya, kontak
proksimal dengan gigi yang berdekatan mencegah seperti
miringnya sebuah abutment sebagai pengangkat basis
menjauh dari jaringan.
2. Kontak dari konektok minor retainer indirek dengan
bantuan permukaan gigi vertikal dalam stabilisasi
terhadap gerakan horisontal dari gigi tiruan. Seperti
permukaan gigi, ketika dibuat sejajar dengan jalur
penempatan, juga dapat bertindak sebagai pesawat
pembimbing (guiding planes) tambahan
…next
3. Gigi anterior dengan retainer indirect yang
didukung terhadap gerakan lingual.
4. Retainer indirek berperan sebagai auxiliary
rests terletak untuk mendukung sebagian dari
konektor utama. Misalnya, bar lingual dapat
mendukung kestabilannya di dalam jaringan
jika retainer indirek sebagai auxiliary rest.
• Retainer indirect dapat dipilih salah satu dari
beberapa bentuk. Semua efektif sebanding
dengan dukungannya dan jarak dari garis
fulkrum di mana retainer indirect
ditempatkan.
1. Auxiliary cingulum rests. Kaninus adalah gigi anterior
yang paling mudah digunakan untuk persiapan
dudukan rest karena cingulum kaninus biasanya lebih
menonjol daripada gigi insisivus lateral atau sental.
2. Auxiliary occlusal rest. Biasanya ditempatkan pada
oklusal mesial dari gigi geraham pertama ketika
struktur cingulum yang tidak memadai pada gigi
kaninus atau terdapat akses buruk pada permukaan
lingual gigi anterior.
3. Continuous bar retainers and lingual plates. Secara
teknis, Continuous bar retainers dan pelat lingual
bukan retainer indirect karena bersandar pada lingual
siap condong gigi anterior. Retainer indirect
sesungguhnya terminal terletak di kedua ujung dalam
bentuk auxiliary occlusal rest atau caninus rest.

Anda mungkin juga menyukai