Anda di halaman 1dari 41

ADVANCE MANAGERIAL FINANCE

Manajemen Keuangan Lanjutan


Drs. Rudy L. Sjaiful, SE, MM, Ak, MOS, CA, CBA, CPMA, CTA,
CPAI, A-CPA, CPA, ACPA, PIA

Sesi 12
Struktur Modal 2

1
Rencana Perkuliahan
SESI GARIS BESAR MATERI KULIAH
Perkenalan, Cost of Capital 1
Pengertian dan Arti Penting Biaya Modal
1
Menentukan komponen biaya modal Pinjaman Jangka Panjang dan Saham
Preferen
Cost of Capital 2
2 Menentukan komponen biaya modal Saham Biasa, Laba Ditahan, dan Rata-
rata Tertimbang
Capital Budgeting 1
3 Pengertian dan Arti Penting, Jenis Usulan Investasi, Kriteria Yang Ideal Dalam
Penganggaran Modal
Capital Budgeting 2
4
Konsep Cash Flow, Metode-metode Penilaian Investasi (PP, NPV, IRR, PI)
Capital Budgeting 3
5
Konflik NPV dan IRR, Penilaian investasi yang tidak sama umurnya.
Capital Budgeting 4
6
Penjatahan Modal, Penganggaran Modal dalam kondisi inflasi
7 Review dan Quiz Materi 1 s.d. 7
UJIAN TENGAH SEMESTER

2 Struktur Modal 2
Rencana Perkuliahan
SESI GARIS BESAR MATERI KULIAH
The Valuation of Long Term Securities 1
8 Konsep Nilai Dalam Manajemen Keuangan
Menentukan Nilai Surat Berharga (Obligasi)
The Valuation of Long Term Securities 2
9
Menentukan Nilai Surat Berharga (Saham Preferen, Saham Biasa)
Capital Structure 1
10
Pendekatan Teoritis Atas Struktur Modal
Capital Structure 2
11
Pendekatan-pendekatan Konsep Penilaian Struktur Modal
Capital Structure 3
12
Keputusan Struktur Modal Dalam Praktek
Dividen Policy
13
Konsep, Teori, Bentuk Kebijakan Dividen
14 Review dan Quiz Materi 8 s.d. 13
UJIAN AKHIR SEMESTER

3 Struktur Modal 2
Tujuan Sesi Ini

Mahasiswa
Memahami:
Pendekatan-pendekatan Konsep
Penilaian Struktur Modal
1. Pendekatan NI
2. Pendekatan NOI
3. Pendekatan Tradisional
4. Pendekatan MM

Struktur Modal 2
4
Simbol-simbol Yg Sering Digunakan

O = laba bersih operasi


E = laba untuk pemegang saham biasa = O - I
S = nilai pasar saham beredar = EAT/ Ke
I = bunga hutang
D = nilai pasar hutang
V = Nilai total perusahaan = D + S
VU = Nilai perusahaan tanpa utang
VL = Nilai perusahaan dengan
menggunakan utang
B = nilai pasar obligasi yang beredar

Struktur Modal 2
5
Simbol-simbol Yg Sering Digunakan

EBIT = NOI
EAT = NI
Kd = biaya hutang
Ki = return dari obligasi = I/B
Ke = biaya modal sendiri = E/S
KeL = biaya modal sendiri dengan berhutang
KeU = biaya modal sendiri tanpa berhutang
Ko = kapitalisasi biaya modal perusahaan secara
keseluruhan = O/V
Ka = biaya modal rata-rata tertimbang = NOI/V
T = tarif pajak perusahaan

Struktur Modal 2
6
Pendekatan Laba Bersih
Net Income Approach
1. Pendekaan NI, NOI dan Tradisonal pada awalnya
dikembangkan oleh David Durand pada tahun 1952.
2. Pendekatan NI mengasumsikan bahwa:
a) Investor mengkapitalisasi atau menilai laba
perusahaan dengan tingkat kapitalisasi (Ke) yang
konstan.
b) Perusahaan dapat meningkatkan jumlah hutangnya
dengan tingkat biaya hutang (Kd) yang konstan pula.
c) Karena Ke dan Kd Konstan maka semakin besar
jumlah hutang perusahaan maka biaya modal rata-
rata (Ka) akan semakin kecil, karena biaya hutang
lebih rendah dibandingkan dengan modal sendiri.
d) Karena Ka semakin kecil sebagai akibat penggunaan
hutang yang semakin besar, maka nilai perusahaan
akan meningkat.
Struktur Modal 2
7
Contoh Soal Pendekatan Laba Bersih
Net Income Approach

Perusahaan Abadi
mempunyai hutang Rp 10
juta dengan bunga 15%,
laba bersih atau net
operating income (NOI)
sebesar Rp 20 juta, tidak
ada pertumbuhan yang
diharapkan. Berapa nilai
perusahaan jika dengan
hutang Rp 30 juta?
Struktur Modal 2
8
Contoh Soal Pendekatan Laba Bersih
Net Income Approach
Hutang Rp 10 Juta Hutang Rp 30 Juta
EBIT = NOI 20.000.000 20.000.000
Bunga 15% 1.500.000 4.500.000
EBT 18.500.000 15.500.000
Pajak (0%) 0 0
Laba Tersedia bagi PS (EAT) 18.500.000 15.500.000
Biaya Ekuitas (Ke) 0,20 0,20
Nilai Pasar Saham (S) =EAT : Ke 92.500.000 77.500.000
Nilai Pasar Utang (D) 10.000.000 30.000.000
Total Nilai Perusahaan (V) = S + D 102.500.000 107.500.000
Jumlah Saham Beredar 425.000 333.108
Harga Per Lembar Saham = S:saham 217.65 232,66
Biaya Modal RT (Ka) = NOI:V 0,1951 0,186

Struktur Modal 2
9
Pendekatan Laba Operasi Bersih
Net Operating Income Approach
1. Pertama kali dikemukakan oleh
David Durand pada tahun 1952.
2. Menggunakan Asumsi bahwa
investor memiliki reaksi berbeda
terhadap penggunaan hutang
perusahaan.
3. Biaya modal rata-rata tertimbang
bersifat konstan berapapun
tingkat hutang yang digunakan
perusahaan.
4. Penggunaan hutang yang
semakin besar oleh pemilik
modal sendiri dilihat sebagai
peningkatan resiko perusahaan.
Struktur Modal 2
10
Contoh Pendekatan Laba Operasi Bersih

Suatu perusahaan mempunyai hutang


sebesar Rp 8.000.000,00 dengan
tingkat bunga sebesar 15%. Laba
operasi bersih Rp 8.000.000,00
dengan tingkat kapitalisasi total
sebesar 20% dan saham yang beredar
sejumlah 10.000 lembar. Hitung nilai
perusahaan :

Struktur Modal 2
11
Contoh Pendekatan Laba Operasi Bersih

1. Langkah 1 , lengkapi tabel berdasarkan data soal:


Keterangan Nilai
Laba Operasi Bersih (O) Rp 8.000.000,00
Bunga Hutang 15 % (I) Rp 1.200.000,00
Laba Pemegang Saham Biasa (E) = O-I
Tingkat Kapitalisasi (K₀) 20%
Nilai Total Perusahaan (V)
Nilai Pasar Hutang (B) Rp 8.000.000,00
Nilai Pasar Saham (S)
Jumlah Saham Beredar 10.000

Struktur Modal 2
12
Contoh Pendekatan Laba Operasi Bersih

2. Langkah 2 , cari laba untuk pemegang saham biasa (E):


E= O-I = Rp 8.000.000 – (15% X Rp 8.000.000,00) = Rp
6.800.000,00

3. Langkah 3 , cari nilai perusahaan:


K₀ = O/V atau V= O/K₀ = Rp 8.000.000,00/20% = Rp
40.000.000,00

4. Langkah 4 , hitung tingkat return modal sendiri yang disyaratkan:


Ke = E/S = Rp 6.800.000,00/ Rp 32.000.000,00 = 21,25%

5. Langkah 5 , hitung harga per lembar saham:


Harga saham per lembar = Harga Pasar/ Jumlah saham beredar =
Rp 32.000.000,00/ 10.000 = Rp 3.200,00
Struktur Modal 2
13
Contoh Pendekatan Laba Operasi Bersih

Keterangan Nilai
Laba Operasi Bersih (O) Rp 8.000.000,00
Bunga Hutang 15 % (I) Rp 1.200.000,00
Laba Pemegang Saham Biasa (E) = O-I Rp 6.800.000,00
Tingkat Kapitalisasi Total (K₀) 20%
Nilai Total Perusahaan (V) = O/Ko Rp 40.000.000,00
Nilai Pasar Hutang (B) Rp 8.000.000,00
Nilai Pasar Saham (S) = V - B Rp 32.000.000,00
Jumlah Saham Beredar 10.000
Harga Per Lembar Saham (P) = S/Jumlah Saham Rp 3.200,00
Beredar
Tingkat Return Modal Sendiri yg disyaratkan (Ke) = E/S 21,25%

Struktur Modal 2
14
Contoh Pendekatan Laba Operasi Bersih

Misalkan perusahaan mengganti sebagian


modal sahamnya dengan modal hutang
sebesar Rp 16.000.000, sehingga
diperlukan saham sebanyak Rp
16.000.000/Rp 3.200 = 5.000 lembar
saham untuk mendapatkan hutang
tersebut. Dengan demikian jumlah saham
beredar sekarang berkurang menjadi
5.000 lembar (10.000 – 5.000), sehingga
nilai perusahaan menjadi:
Struktur Modal 2
15
Contoh Pendekatan Laba Operasi Bersih
1. Langkah 1 , lengkapi tabel berdasarkan data soal:
Keterangan Nilai
Laba Operasi Bersih (O) Rp 8.000.000,00
Bunga Hutang 15 % (I₁) Rp 1.200.000,00
Bunga Hutang Tambahan 15 % (I₂) Rp 2.400.000,00
Laba Pemegang Saham Biasa (E) = O-I
Tingkat Kapitalisasi (K₀) 20%
Nilai Total Perusahaan (V)
Nilai Pasar Hutang (B) Rp 8.000.000,00
Nilai Pasar Hutang Tambahan (B) Rp 16.000.000,00
Tk Return Modal Sendiri Yg Dhrp (Ke) = E/S
Nilai Pasar Saham (S)
Jumlah Saham Beredar 10.000
Harga Saham Per lembar Rp 3.200.000

Struktur Modal 2
16
Contoh Pendekatan Laba Operasi Bersih

2. Langkah 2 , cari laba untuk pemegang saham biasa (E):


E= O-I = Rp 8.000.000 – (15% X (Rp 8.000.000,00 + Rp
16.000.000,00) = Rp 4.400..000,00

3. Langkah 3 , cari nilai perusahaan:


K₀ = O/V atau V= O/K₀ = Rp 8.000.000,00/20% = Rp 40.000.000,00

4. Langkah 4 , hitung tingkat return modal sendiri yang disyaratkan:


Ke = E/S = Rp 4.400.000,00/ Rp 16.000.000,00 = 27,5%

5. Langkah 5 , hitung harga per lembar saham:


Harga saham per lembar = Harga Pasar/ Jumlah saham beredar =
Rp 16.000.000,00/ 5.000 = Rp 3.200,00

Struktur Modal 2
17
Contoh Pendekatan Laba Operasi Bersih

Keterangan Nilai
Laba Operasi Bersih (O) Rp 8.000.000,00
Bunga Hutang 15 % (I₁) Rp 1.200.000,00
Bunga Hutang Tambahan 15 % (I₂) Rp 2.400.000,00
Laba Pemegang Saham Biasa (E) = O-I Rp 4.400.000,00
Tingkat Kapitalisasi (K₀) 20%
Nilai Total Perusahaan (V) = O/Ko Rp 40.000.000,00
Nilai Pasar Hutang (B) Rp 8.000.000,00
Nilai Pasar Hutang Tambahan (B) Rp 16.000.000,00
Nilai Pasar Saham (S) = V – Total B Rp 16.000.000,00
Tk Return Modal Sendiri Yg Dhrp (Ke) = E/S 27,5%
Jumlah Saham Beredar 5.000
Harga Saham Per lembar = S/Jumlah Saham Brdr Rp 3.200,00

Struktur Modal 2
18
Kesimpulan
1. Peningkatan leverage ternyata
mempengaruhi tingkat
keuntungan (return) yang
disyaratkan.
2. Tingkat return yang
disyaratkan meningkat secara
linier dengan leverage
keuangan yang diukur dengan
perimbangan antara hutang
(B) dengan Saham (S).
3. Nilai total perusahaan (V) dan
harga saham per lembar tidak
berubah walaupun leverage
keuangannya berubah.
Struktur Modal 2
19
Pendekatan Tradisional
Traditional Approach

1. Pada pendekatan
tradisonal diasumsikan
terjadi perubahan
struktur modal yang
optimal dan
peningkatan nilai
perusahaan melalui
financial leverage
(hutang dibagi modal
sendiri atau B/S).
Struktur Modal 2
20
Contoh Pendekatan Tradisional (1)
1. Perusahaan ABC pada awal berdirinya
menggunakan modal hutang obligasi
sebesar Rp 45.000.000,00 dengan
bunga 5% dan mendapat laba bersih
sebesar Rp 15.000.000,00. Keuntungan
yang disyaratkan oleh pemilik sebesar
11% per tahun. Jumlah saham yang
beredar 12.750 lembar dengan nilai Rp
9.090 per lembar. Dari data tersebut
maka nilai perusahaan akan nampak
sebagai berikut:
Struktur Modal 2
21
Jawaban Pendekatan Tradisonal (1)
1. Langkah 1 , lengkapi tabel berdasarkan data soal:
Keterangan Nilai
Laba Operasi Bersih (O) Rp 15.000.000,00
Bunga Hutang 5 % (I) Rp 2.250.000,00
Laba Pemegang Saham Biasa (E) = O-I
Keuntungan yg disyaratkan (Ke) 0,11
Nilai Pasar Hutang (B) Rp 45.000.000,00
Nilai Pasar Saham (S)=E/Ke
Nilai Total Perusahaan (V)
Tk Kapitalisasi (Ko) = O/V
Jumlah Saham Beredar 12.750
Harga Saham Per lembar = S/Jml Saham
Beredar

Struktur Modal 2
22
Jawaban Pendekatan Tradisional (1)
2. Langkah 2 , cari laba untuk pemegang saham biasa (E):
E= O-I = Rp 15.000.000 – (5% X Rp 45.000.000,00) = Rp
12.750..000,00
3. Cari nilai pasar saham
(S) = E/Ke = 12.750.000/0,11 = Rp 115.909.090

4. Langkah 4 , cari nilai perusahaan:


K₀ = O/V atau V= O/K₀ , Jika data belum ada gunakan rumus B+ S
= Rp 45.000.000 + 115.909.090 = Rp 160.909.090,00
5. Langkah 5 , hitung tingkat kapitalisasi keseluruhan
(Ko) = O/V = Rp 15.000.000/Rp 160.909.090 = 9,3%
6. Langkah 6 , hitung harga per lembar saham:
Harga saham per lembar = Harga Pasar/ Jumlah saham beredar =
Rp 115.909.090/ 12.750 = Rp 9.090,00

Struktur Modal 2
23
Jawaban Pendekatan Tradisonal (1)
7. Langkah 7 , lengkapi tabel berdasarkan perhitungan:
Keterangan Nilai
Laba Operasi Bersih (O) Rp 15.000.000,00
Bunga Hutang 5 % (I) Rp 2.250.000,00
Laba Pemegang Saham Biasa (E) = O-I Rp 12.750.000,00
Keuntungan yg disyaratkan (Ke) 0,11
Nilai Pasar Hutang (B) Rp 45.000.000,00
Nilai Pasar Saham (S)=E/Ke Rp 115.909.090,00
Nilai Total Perusahaan (V) = B + S Rp 160.909.090,00
Tk Kapitalisasi (Ko) = O/V 9,3%
Jumlah Saham Beredar 12.750
Harga Saham Per lembar = S/Jml Saham Rp 9.090,00
Beredar

Struktur Modal 2
24
Contoh Pendekatan Tradisional (2)

2. Misalnya perusahaan mengganti sebagian


modal hutang dan obligasi dengan saham.
Karena nilai obligasi sebesar Rp
45.000.000,00 dengan harga saham per
lembar Rp 9.090 maka diperlukan sebanyak
Rp 45.000.000/9.090 = 4.950 lembar saham.
Sekarang seluruh modal perusahaan adalah
modal sendiri sehingga tingkat keuntungan
yang diharapkan investor menjadi 10 %.
Hitung nilai perusahaan dan biaya modalnya.

Struktur Modal 2
25
Jawaban Pendekatan Tradisonal (2)
1. Langkah 1 , lengkapi tabel berdasarkan data soal:
Keterangan Nilai
Laba Operasi Bersih (O) Rp 15.000.000,00
Bunga Hutang 15 % (I) 0,00
Laba Pemegang Saham Biasa (E) = O-I
Keuntungan yg disyaratkan (Ke) 0,10
Nilai Pasar Hutang (B) 0,00
Nilai Pasar Saham (S)=E/Ke
Nilai Total Perusahaan (V)
Tk Kapitalisasi (Ko) = O/V
Jumlah Saham Beredar 12.750
Harga Saham Per lembar = S/Jml Saham
Beredar

Struktur Modal 2
26
Jawaban Pendekatan Tradisional (2)

2. Langkah 2 , cari laba untuk pemegang saham biasa (E):


E= O-I = Rp 15.000.000 – (15% X Rp 0,00) = Rp 15.000..000,00
3. Cari nilai pasar saham
(S) = E/Ke = 15.000.000/0,10 = Rp 150.000.000,00
4. Langkah 4 , cari nilai perusahaan:
K₀ = O/V atau V= O/K₀ , Jika data belum ada gunakan rumus B + S
= Rp 0 + Rp 150.000.000,00 = Rp 150.000.000,00
5. Langkah 5 , hitung tingkat kapitalisasi keseluruhan
(Ko) = O/V = Rp 15.000.000/Rp 150.000.000,00 = 10%
6. Langkah 6 , hitung harga per lembar saham:
Harga saham per lembar = Harga Pasar/ Jumlah saham beredar =
Rp 150.000.000/ 12.750+ 4.950= Rp 8.474,58

Struktur Modal 2
27
Jawaban Pendekatan Tradisonal (2)

7. Langkah 7 , lengkapi tabel berdasarkan perhitungan:


Keterangan Nilai
Laba Operasi Bersih (O) Rp 15.000.000,00
Bunga Hutang 15 % (I) Rp 0,00
Laba Pemegang Saham Biasa (E) = O-I Rp 15.000.000,00
Keuntungan yg disyaratkan (Ke) 0,10
Nilai Pasar Hutang (B) Rp 0,00
Nilai Pasar Saham (S)=E/Ke Rp 150.000.000,00
Nilai Total Perusahaan (V) = B + S Rp 150.000.000,00
Tk Kapitalisasi (Ko) = O/V 10%
Jumlah Saham Beredar 17.700
Harga Saham Per lembar = S/Jml Saham Rp 8.474,58
Beredar

Struktur Modal 2
28
Pendekatan Modigliani dan Miller
MM Approach
1. Asumsi yang digunakan MM:
• Pasar modal adalah sempurna, dan
investor bertindak rasional.
• Nilai yang diharapkan dari distribusi
probabilitas semua investor sama.
• Perusahaan mempunyai risiko usaha
Franco Modigliani (business risk) yang sama.
• Tidak ada pajak.
2. Pendapat MM di atas didukung oleh adanya
proses arbitrase, yaitu proses mendapatkan
dua aktiva yang pada dasarnya sama dan
membelinya dengan harga termurah serta
menjualnya lagi dengan harga tertinggi.
Merton H. Miller

Struktur Modal 2
29
Pendekatan Modigliani dan Miller
MM Approach
1. Ada dua perusahaan yang serupa yaitu
perusahaan A yang modal seluruhnya
merupakan modal sendiri, dengan keuntungan
yang disyaratkan sebesar 15%.
2. Perusahaan kedua adalah perusahaan B yang
sebagian modalnya berupa obligasi sebesar
Rp 240.000.000 dengan bunga 12% dan
keuntungan yang disyaratkan pemegang
saham sebesar 16%. Laba Bersih Operasi
kedua perusahaan Rp 80.000.000,00.
3. Maka penilaian kedua perusahaan sebagai
berikut:.
Struktur Modal 2
30
Jawaban Pendekatan MM (1)

1. Langkah 1 , lengkapi tabel berdasarkan data soal:


Keterangan Perusahaan A Perusahaan B
Laba Operasi Bersih (O) Rp 80.000.000,00 Rp 80.000.000,00
Bunga Hutang 12 % (I) 0,00 28.800.000,00
Laba Pemegang Saham Biasa (E)
= O-I
Keuntungan yg disyaratkan (Ke) 0,15 0,16
Nilai Pasar Hutang (B) 0,00 Rp 240.000.000,00
Nilai Pasar Saham (S)=E/Ke
Nilai Total Perusahaan (V)
Tk Kapitalisasi (Ko) = O/V

Struktur Modal 2
31
Jawaban Pendekatan MM (1)

2. Langkah 2 , cari laba untuk pemegang saham biasa (E):


E₁= O-I = Rp 80.000.000 – 0 = Rp 80.000..000,00
E₂= O-I = Rp 80.000.000 – (12% X Rp 240.000.000,00) = Rp
51.200..000,00
3. Cari nilai pasar saham
(S)₁ = E/Ke = 80.000.000/0,15 = Rp 533.333.333,00
(S) ₂ = E/Ke = 51.200.000/0,16 = Rp 320.000.000,00
4. Langkah 4 , cari nilai perusahaan:
K₀ = O/V atau V= O/K₀ , Jika data belum ada gunakan rumus B + S
= Rp 0 + Rp 533.333.333,00 = Rp 533.333.333,00
5. Langkah 5 , hitung tingkat kapitalisasi keseluruhan (Ko) = O/V
= Rp 80.000.000/Rp 533.333.333,00 = 15%

Struktur Modal 2
32
Jawaban Pendekatan MM (1)
6. Langkah 6 , lengkapi tabel berdasarkan perhitungan:
Keterangan Perusahaan A Perusahaan B
Laba Operasi Bersih (O) Rp Rp
80.000.000,00 80.000.000,00
Bunga Hutang 12 % (I) 0,00 28.800.000,00
Laba Pemegang Saham Biasa (E) Rp Rp
= O-I 80.000.000,00 51.200.000,00
Keuntungan yg disyaratkan (Ke) 0,15 0,16
Nilai Pasar Hutang (B) 0,00 Rp
240.000.000,00
Nilai Pasar Saham (S)=E/Ke 533.333.333,00 Rp
320.000.000,00
Nilai Total Perusahaan (V) 533.333.333,00 Rp
560.000.000,00
Tk Kapitalisasi (Ko) = O/V 15% 14,3%

Struktur Modal 2
33
Argumen Utama Yang Menentang Proses
Arbitrase Modigliani dan Miller

1. Adanya biaya
kebangkrutan
2. Adanya biaya agensi
3. Hutang dan insentif bagi
efisiensi manajemen
4. Batasan-batasan
institusional
5. Biaya-biaya transaksi
6. Pengaruh pajak terhadap
perusahaan.

Struktur Modal 2
34
Pengaruh Pajak Terhadap Perusahaan

Perusahaan A dan B memiliki laba operasi bersih


(net operating income masing-masing sebesar
Rp 16.000.000. Perusahaan B memiliki hutang
sebesar Rp 40.000.000 dengan bunga sebesar
12%. Perusahaan A tidak memiliki hutang. Jika
diketahui tarif pajak 40%. Hitung total laba yang
tersedia bagi pemegang saham.

Struktur Modal 2
35
Jawaban Pendekatan MM (2)
1. Langkah 1 , lengkapi tabel berdasarkan data soal:

Keterangan Perusahaan A Perusahaan B


Laba Operasi Bersih (O) Rp Rp
16.000.000,00 16.000.000,00
Bunga Hutang 12 % (I) 0,00 4.800.000,00
Keuntungan Sebelum Pajak (EBT)
Pajak 40%
Laba Tersedia U Pemegang
Saham (E)
Total laba Yang Tersedia

Struktur Modal 2
36
Jawaban Pendekatan MM (2)

2. Langkah 2 , Hitung Keuntungan Sebelum Pajak(EBT):


EBT₁= O-I = Rp 16.000.000 – 0 = Rp 16.000.000,00
EBT₂= O-I = Rp 16.000.000 – (12% X Rp 40.000.000,00) = Rp
11.200.000,00
3. Hitung pajak
Pajak₁ = 16.000.000 X 40% = Rp 6.400.000,00
Pajak₂ = 11.200.000 X 40% = Rp 4.480.000,00
4. Langkah 4 , cari laba yang tersedia bagi pemegang saham:
E₁ = 16.000.000 – 6.400.000 = Rp 9.600.000,00
E₂ = 11.200.000– 4.480.000 = Rp 6.720.000,00
5. Langkah 5 , hitung tiotal laba yang tersedia
Total Laba₁ = 9.600.000 + 0 = Rp 9.600.000,00
Total Laba₂ = 6.720.000 + 4.800.000 = Rp 11.520.000,00

Struktur Modal 2
37
Jawaban Pendekatan MM (1)

7. Langkah 7 , lengkapi tabel berdasarkan perhitungan:


Keterangan Perusahaan A Perusahaan B
Laba Operasi Bersih (O) Rp 16.000.000,00 Rp 16.000.000,00
Bunga Hutang 12 % (I) 0,00 4.800.000,00
Keuntungan Sebelum Pajak (EBT) Rp 16.000.000,00 Rp 11.200.000,00
Pajak 40% Rp 6.400.000,00 Rp 4.480.000,00
Laba Tersedia U Pemegang Saham Rp 9.600.000,00 Rp 6.720.000,00
(E)
Total laba Yang Tersedia Rp 9.600.000,00 Rp 11.520.000,00

Struktur Modal 2
38
Struktur Modal 2
39
40
Struktur Modal 2
PR
PT Bidara diperkirakan akan mendapatkan laba
operasi bersih (net operating income) Rp
75.000.000,00. Perusahaan mempunyai aktiva
sebesar Rp 750.000.000,00 dengan dua
alternatif struktur modal sebagai berikut:
Hutang Rp 300.000.000,00 dengan bunga 11%
dan keuntungan yang disyaratkan sebesar 16%.
Hutang Rp 450.000.000,00 dengan bunga 12%
dan keuntungan yang disyaratkan 17%.
Dari data di atas hitunglah nilai pasar
perusahaan dan biaya modalnya serta tentukan
struktur modal yang mana yang optimal.
Struktur Modal 2
41