Anda di halaman 1dari 65

MANAJEMEN ASN

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL


BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL
2018
Kompetensi PNS sebagai pelayan masyarakat yang
professional dengan kemampuan : KOMPETENSI
 Menunjukan sikap perilaku dan disiplin PNS;
 Mengaktualisasikan Nilai-Nilai Dasar PNS
YANG
dalam pelaksanaan tugas jabatannya; DIBANGUN
 Mengaktualisasikan Kedudukan dan Peran PNS
dalam Kerangka NKRI;
 Menunjukan penguasaan kompetensi teknis
yang dibutuhkan sesuai bidang tugas.

DASAR PENGEMBANGAN
KOMPETENSI
FUNGSI ASN :
 Pelaksana Kebijakan Publik
 Pelayan Publik
 Perekat dan Pemersatu Bangsa
Hasil Belajar
Setelah mengikuti mata Pelatihan ini, peserta
diharapkan mampu memahami kedudukan,
peran, hak dan kewajiban, kode etik ASN, konsep
sistem merit dalam pengelolaan ASN, dan
pengelolaan ASN.

Indikator Keberhasilan
Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta dapat :
 Menjelaskan kedudukan, peran, hak dan kewajiban,
serta kode etik ASN;
 Menjelaskan konsep sistem merit dalam pengelolaan
ASN;
 Menjelaskan mekanisme pengelolaan ASN.
DARI PENGALAMAN
CONCRETE MENJADI
EXPERIENCE
(Penanaman
KEBIASAAN/HABITS
Belief)

ACTIVE Pendekatan REFLECTIVE


EXPERIMENTATION experiential learning OBSERVATION
(Aktualisasi Belief) sebagai bekal (Pendalaman Belief)
melakukan habituasi

ABSTRACT
Aplikasi
CONCEPTUALIZATION
(Penguatan Belief) Aktualisasi
Menghasilkan
Penguatan
Mendalami
Pendalaman
Mengalami
Membaca Penanaman
Pencarian

INTEGRITAS PROFESIONAL INOVATIF PEDULI


Evaluasi Akhir

Orientasi
PNS PROFESIONAL
Peserta YANG
Agenda IV : BERKARAKTER
Habituasi SEBAGAI PELAYAN
MASYARAKAT
Agenda I :
Sikap Perilaku

Agenda III :
Kedudukan & Peran PNS
dalam NKRI
Agenda II :
NND PNS
Penguatan Kompetensi
Teknis Bidang Tugas
Materi Pokok (12 JP)
Kedudukan, Peran, Hak dan Kewajiban,
serta Kode Etik ASN

Konsep Sistem Merit Dalam Pengelolaan


ASN

Mekanisme Pengelolaan ASN


Kegiatan Belajar 1

Kedudukan, Peran, Hak dan


Kewajiban, serta Kode Etik ASN
Bagaimanakah ASN yang Baik itu?
KOMPREHENSIF MANAJEMEN ASN
Azas, Prinsip,
Klasifikasi, jenjang, kelas Gaji, Tunjangan & Nilai Dasar,
& kompetensi Jabatan hak lainnya Kode Etik
Ps. 17-19, 68 Ps. 79-81, 91-92,
101, 106-107
Ps. 2-5

Ps. 58-63, 95-97


Penempatan &
Ps. 56-57, 94 Rekrutmen & Masa Percobaan
Perencanaan Seleksi Ps. 64-67, 68,
98-99, 108-118

Ps. 68-69
Pengembangan
Ps. 87-90, 1 05
Pemberhentian Ps. 75- Penilaian dan Diklat
78, 100 Pengelolaan Ps. 70, 102
Batas Usia Pensiun
Kinerja Ps. 73
Pensiun Dini
1 Mutasi
Pemberhentian tidak atas Ps. 7
permintaan sendiri Pola Karier Reward and
Punishment Ps. 82-86,
Promosi 103-104
Ps. 72
VISI
Mewujudkan
Aparatur Sipil Negara
yang memiliki
integritas, profesional,
melayani dan
sejahtera
MISI

Memindahkan
Aparatur Sipil
Negara dari
Comfort Zone ke
Competitive Zone
ASN
Profesi bagi Pegawai Negeri Sipil
(PNS) dan Pegawai Pemerintah
dengan Perjanjian Kerja (PPPK)
yang bekerja pada instansi pemerintah.

PNS PPPK
Pegawai ASN yg diangkat Pegawai ASN yg diangkat sbg
sbg Pegawai tetap pegawai dgn Perjanjian Kerja
oleh Pejabat Pembina oleh Pejabat Pembina Kepegawaian
Kepegawaian dan memiliki sesuai dgn kebutuhan Instansi
Pemerintah dan ketentuan UU ASN.
NIP scr nasional
KELOMPOK 1 : Kedudukan ASN
KELOMPOK 2 : Peran dan Fungsi ASN
KELOMPOK 3 : Hak dan Kewajiban ASN
KELOMPOK 4 : Kode Etik dan Kode
Perilaku ASN
Kedudukan ASN (Pasal 8 dan 9)
Aparatur Negara

Menjalankan kebijakan pimpinan

Bebas intervensi golongan dan parpol


(netralitas)

Keberadaan :  Pusat
 Daerah
 Luar Negeri
perencana, pelaksana dan
pengawas penyelenggaraan
tugas umum pemerintahan dan
pembangunan nasional (Pasal
12)

 Pelaksana kebijakan publik


 Pelayan publik
 Perekat dan pemersatu
bangsa
Hak ASN
PNS (Pasal 21) :
 gaji, tunjangan, dan P3K (Pasal 22) :
fasilitas  Gaji dan tunjangan
 cuti  cuti
 jaminan pensiun dan  perlindungan:
jaminan hari tua; o Jaminan hari tua
 perlindungan: o jaminan kesehatan
o jaminan kesehatan o jaminan kecelakaan
o jaminan kecelakaan kerja
kerja o jaminan kematian
o jaminan kematian o bantuan hukum
o bantuan hukum.  pengembangan
 pengembangan kompetensi
kompetensi
Kewajiban ASN
 Setia dan taat pada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan
pemerintah yang sah;
 Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa;
 Melaksanakan kebijakan yang dirumuskan pejabat pemerintah yang
berwenang;
 Menaati ketentuan peraturan perundang-undangan;
 Melaksanakan tugas kedinasan dengan penuh pengabdian, kejujuran,
kesadaran, dan tanggung jawab;
 Menunjukkan integritas dan keteladanan dalam sikap, perilaku, ucapan dan
tindakan kepada setiap orang, baik di dalam maupun di luar kedinasan;
 Menyimpan rahasia jabatan dan hanya dapat mengemukakan rahasia
jabatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
 Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik
Indonesia
ASN sebagai Kode Etik
Profesi Kode Perilaku
UU ASN No. 5 Th. 2014
menjaga martabat dan
kehormatan ASN

 Melaksanakan tugas dgn jujur, bertanggung jawab, integritas tinggi


 Melaksanakan tugas dgn cermat dan disiplin
 Melayani dgn sikap hormat, sopan, tanpa tekanan
 Melaksanakan tugas sesuai peraturan perundang-undangan
 Melaksanakan tugas sesuai perintah atasan atau pejabat berwenang
selama tidak bertentangan dgn peraturan perundang-undangan
dan etika pemerintahan
 Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara
Fungsi Kode Etik
&
Kode Perilaku ASN
Sebagai pedoman, panduan birokrasi publik/aparatur sipil
negara dalam menjalankan tugas dan kewenangan agar
tindakannya dinilai baik.

Sebagai standar penilaian sifat, perilaku, dan tindakan


birokrasi publik/aparatur sipil negara dalam menjalankan
tugas dan kewenangannya Etika birokrasi penting sebagai
panduan norma bagi aparat birokrasi dalam menjalankan
tugas pelayanan.
Diskusikan dalam
kelompok masing-
masing tokoh yang
dapat menjadi
panutan ASN
1. Bacalah cerita
tentang Bung
Hatta
2. Bagaimana
pendapat Anda
tentang cerita
tersebut?
Kegiatan Belajar 2
Konsep Sistem Merit Dalam
Pengelolaan ASN
Apakah yang
dimaksud dengan
Sistem Merit?
Sistem
Merit

Kebijakan dan Manajemen ASN yang berdasarkan


pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja
secara adil dan wajar dengan tanpa membedakan
latar belakang politik, warna kulit, agama, asal
usul, jenis kelamin, status pernikahan, umur,
ataupun kondisi kecacatan
KELOMPOK 1 : Kasus 1
KELOMPOK 2 : Kasus 2
KELOMPOK 3 : Kasus 3
KELOMPOK 4 : Kasus 4

Diskusikan dalam kelompok


bagaimana sistem merit pada
kasus-kasus tersebut!
Pengembangan Sistem Merit
 Keadilan dan kewajaran
 Obyektif
FUNGSI
 Berbasis kinerja

 Mendukung akuntabilitas
dalam pelayanan publik
MANFAAT  Menjamin keadilan dan
keterbukaan
Pada seluruh tahapan dan
proses Pengelolaan ASN (Pasal
55 dan Pasal 93), terutama
PENGGUNAAN pada proses/tahapan :
pengadaan, pengembangan
karir, promosi dan penilaian
kinerja
Tuliskan
komponen
di BKKBN
yang
menjamin
sistem
Merit
Kelembagaan dan Jaminan Sistem
Merit dalam Pengelolaan ASN

Menjamin Sistem Merit dalam Pengelolaan ASN

KASN (Pasal 27-42) Menpan & RB (Pasal 25)


fungsi mengawasi mengawal pelaksanaan sistem
pelaksanaan norma dasar, merit, yang menyangkut
kode etik dan kode perilaku kebijakan, dengan
ASN, serta penerapan Sistem kewenangan hanya
Merit dalam kebijakan dan memberikan rekomendasi
Manajemen ASN pada kepada presiden tidak
Instansi Pemerintah (Pasal memutuskan
30).
Kegiatan Belajar 3

Mekanisme Pengelolaan ASN


KELOMPOK 1 : Manajemen PNS
KELOMPOK 2 : Manajemen PPPK
KELOMPOK 3 : Pengelolaan JPT
KELOMPOK 4 : Organisasi
KELOMPOK 5 : Sistem Informasi ASN
KELOMPOK 6 : Penyelesaian Sengketa
Penyusunan &
Penetapan
Kebutuhan Pengadaan
Perlindungan

Pangkat &
Jaminan Pensiun dan Jabatan
Hari Tua
Pengembangan
Karier
Pemberhentian MANAJEMEN
PNS Pola Karier
Disiplin
Promosi

Penghargaan
Mutasi

Penggajian & Penilaian


Tunjangan Kinerja
PERENCANAAN
KEBUTUHAN PNS
Instansi diwajibkan menyusun kebutuhan jumlah dan jenis jabatan jangka
waktu 5 tahun dan diperinci per tahun disertai dokumen rencana
strategis

Dilaksanakan dengan Anjab & ABK yang menghasilkan peta jabatan


dan kebutuhan jabatan

Penyusunan kebutuhan harus dilakukan satu tahun sebelumnya atau bulan


maret sudah diajukan kepada Menpan dan Kepala BKN. Pertimbangan Kepala
BKN paling lambat diajukan bulan Juli dan pertimbangan Kementerian Keuangan
paling lambat akhir mei. Penetapan formasi oleh Menpan Mei tahun berjalan

Penerapan prinsip grey open untuk tahun berikutnya


PENGADAAN
PNS
 berdasarkan penetapan
kebutuhan yang ditetapkan oleh
Menteri
 dilakukan melalui tahapan
perencanaan, pengumuman
lowongan, pelamaran, seleksi,
pengumuman hasil seleksi, masa
percobaan, dan pengangkatan
menjadi PNS.
JABATAN PNS
Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT)
Utama

Madya

Pratama

Jabatan Fungsional
Jabatan Administrasi Keahlian Keterampilan

Administrator  Utama  Penyelia


Pengawas  Madya  Mahir
 Muda  Terampil
Pelaksana  Pertama  Pemula
PENGEMBANGAN
KARIER

berdasarkan kualifikasi,
kompetensi, penilaian kinerja,
dan kebutuhan Instansi
Pemerintah.
mempertimbangkan integritas
dan moralitas
 Kompetensi Teknis PENGEMBANGAN
 Kompetensi Manajerial
 Kompetensi KOMPETENSI
Sosiokultural

 Melalui pendidikan dan pelatihan, seminar,


kursus, dan penataran
 dievaluasi oleh Pejabat yang Berwenang dan
digunakan sebagai salah satu dasar dalam
pengangkatan jabatan dan pengembangan
karier
 kesempatan untuk melakukan praktik kerja di
instansi lain di pusat dan daerah dalam waktu
paling lama 1 (satu) tahun
 pertukaran antara PNS dengan pegawai swasta
dalam waktu paling lama 1 (satu) tahun
 menjamin keselarasan potensi PNS dengan
kebutuhan penyelenggaraan tugas
pemerintahan dan pembangunan
POLA  terintegrasi secara nasional
 setiap Instansi Pemerintah menyusun pola
KARIER karier PNS secara khusus sesuai dengan
kebutuhan berdasarkan pola karier
nasional.
Promosi
Promosi PNS dilakukan berdasarkan
perbandingan objektif antara kompetensi,
kualifikasi, dan persyaratan yang dibutuhkan oleh
jabatan, penilaian atas prestasi kerja,
kepemimpinan, kerja sama, kreativitas, dan
pertimbangan dari tim penilai kinerja PNS pada
Instansi Pemerintah, tanpa membedakan gender,
suku, agama, ras, dan golongan.
Setiap PNS yang memenuhi syarat mempunyai
hak yang sama untuk dipromosikan ke jenjang
jabatan yang lebih tinggi.
Promosi Pejabat Administrasi dan Pejabat
Fungsional PNS dilakukan oleh Pejabat Pembina
Mutasi
 Setiap PNS dapat dimutasi tugas dan/atau lokasi
dalam 1 (satu) Instansi Pusat, antar-Instansi
Pusat, 1 (satu) Instansi Daerah, antar-Instansi
Daerah, antar-Instansi Pusat dan Instansi
Daerah, dan ke perwakilan Negara Kesatuan
Republik Indonesia di luar negeri.
 Mutasi PNS dilakukan
. dengan memperhatikan
prinsip larangan konflik kepentingan
 Pembiayaan sebagai dampak dilakukannya mutasi
PNS dibebankan pada APBN untuk Instansi Pusat
dan APBD untuk Instansi Daerah
PENILAIAN KINERJA
Bertujuan untuk menjamin objektivitas pembinaan
PNS yang didasarkan sistem prestasi dan sistem
karier

Berdasarkan perencanaan kinerja pada tingkat individu


dan tingkat unit atau organisasi, dengan memperhatikan
target, capaian, hasil, dan manfaat yang dicapai, serta
perilaku PNS.

Dilakukan secara objektif, terukur, akuntabel,


partisipatif, dan transparan.

Penilaian kinerja PNS dilakukan oleh atasan


langsung dari PNS atau pejabat yang ditentukan
oleh PyB.
o Gaji dibayarkan sesuai dengan
beban kerja, tanggungjawab, dan
resiko pekerjaan.
o Sumber pembiayaan: APBN (PNS
Pusat), APBD (PNS pemerintah
daerah
o Tunjangan meliputi tunjangan
kinerja dan tunjangan kemahalan.
o Tunjangan kinerja dibayarkan sesuai
pencapaian kinerja.
o Tunjangan kemahalan dibayarkan
sesuai dengan tingkat kemahalan
berdasarkan indeks harga yang
berlaku di daerah masing-masing
Diberikan pada PNS yang
menunjukkan kesetiaan, pengabdian,
kecakapan, kejujuran, kedisiplinan,
dan prestasi kerja dalam
melaksanakan tugasnya

 tanda kehormatan
 kenaikan pangkat istimewa
kesempatan prioritas untuk
pengembangan kompetensi
 kesempatan menghadiri acara
resmi dan/atau acara kenegaraan.
 Untuk menjamin terpeliharanya
tata tertib dalam kelancaran
pelaksanaan tugas, PNS wajib
mematuhi disiplin PNS
 Instansi pemerintah wajib
melaksanakan penegakan
disiplin terhadap PNS serta
melaksanakan berbagai upaya
peningkatan disiplin
 PNS yang melakukan pelanggaran
disiplin dijatuhi hukuman disiplin
 Hukuman disiplin dijatuhkan oleh
pejabat yang berwenang
menghukum
Pemberhentian 1. meninggal dunia
dengan Hormat 2. atas permintaan
sendiri;
3. mencapai batas usia
pensiun;
4. perampingan
organisasi atau
kebijakan pemerintah
5. tidak cakap jasmani
dan/atau rohani
Pemberhentian 1. diangkat menjadi
sementara pejabat negara
2. diangkat menjadi
komisioner atau
anggota lembaga
nonstruktural
3. ditahan karena
menjadi tersangka
tindak pidana
1. melakukan penyelewengan terhadap Pancasila dan UUD 1945;
2. dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan
yang telah memiliki kekuatan hukum tetap karena
melakukan tindak pidana kejahatan jabatan atau tindak pidana
kejahatan yang ada hubungannya dengan jabatan dan/atau pidana
umum;
3. menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik;
4. dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah
memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak
pidana dengan pidana penjara paling singkat 2 (dua)
tahun dan pidana yang dilakukan dengan berencana.
Batas usia pensiun : Jaminan pensiun diberikan jika:
1. 58 (lima puluh delapan) 1. meninggal dunia;
tahun bagi Pejabat 2. atas permintaan sendiri
Administrasi; dengan usia dan masa kerja
2. 60 (enam puluh) tahun tertentu;
bagi Pejabat Pimpinan 3. mencapai batas usia pensiun;
Tinggi; 4. perampingan organisasi atau
3. sesuai dengan ketentuan kebijakan pemerintah yang
peraturan perundang- mengakibatkan pensiun dini;
undangan bagi Pejabat 5. tidak cakap jasmani dan/atau
Fungsional. rohani sehingga tidak dapat
menjalankan tugas dan
kewajiban.
jaminan kesehatan

jaminan kecelakaan kerja

jaminan kematian

bantuan hukum
Penetapan
Kebutuhan

Pengadaan
Pemutusan Hubungan
Perjanjian Kerja

Penilaian Kinerja
Disiplin
MANAJEMEN
PPPK
Penggajian & Tunjangan

Pemberian
Penghargaan
Pengembangan
Kompetensi
MEKANISME SELEKSI JPT PUSAT

9 Laporan
PRESIDEN 6
MENYAMPAIKAN
KEPUTUSAN PRESIDEN 8 3 CALON
KASN JPT TERPILIH

MENDAGRI
MEMASTIKAN 7 PENGAWASAN DAN KEPUTUSAN
MENGIKAT
SISTEM MERIT
2 PENGAWASAN PEMBENTUKAN PPK PUSAT
PANSEL DAN KEPUTUSAN
MENGIKAT
MEMBENTUK MENYAMPAIKAN
1 5 3 CALON JPT
KOORDINASI

PANSEL
PENGAWASAN PELAKSANAAN
4
SELEKSI DAN KEPUTUSAN
MENGIKAT 3 MENYELEKSI JPT SECARA TERBUKA
56
8
7 LAPORAN PRESIDEN
Pembatalan,
Peringatan dan
KASN Teguran

MEMASTIKAN
SISTEM MERIT 6
Gub/Bupati/ MENETAPKAN JPT
2 PENGAWASAN PEMBENTUKAN Walikota
PANSEL DAN KEPUTUSAN
MENGIKAT
5
KOORDINASI 1 MEMBENTUK PyB/sekda MENYAMPAIKAN
3 CALON JPT

PENGAWASAN PELAKSANAAN PANSEL


4
SELEKSI DAN KEPUTUSAN
MENGIKAT 3 MENYELEKSI JPT SECARA TERBUKA
ORGANISASI
KORPRI
1. Menjaga kode etik profesi dan standar
profesi ASN
2. Mewujudkan jiwa korps ASN sebagai
pemersatu bangsa

FUNGSI KORPRI
1. Pembinaan dan pengembangan profesi ASN
2. Memberikan perlindungan hukum dan advokasi kepada
anggota
3. Memberikan rekomendasi kepada majelis kode etik saat
ada pelanggaran kode etik
4. Menyelenggarakan usaha untuk peningkatan
kesejahteraan anggota
SISTEM INFORMASI ASN
Menjamin efisiensi, efektivitas dan akurasi
pengambilan keputusan dalam manajemen ASN
 Data Riwayat Hidup
 Riwayat Pendidikan
 Riwayat jabatan dan kepangkatan
 Riwayat penghargaan, tanda jasa atau
tanda kehormatan
 Riwayat pengalaman organisasi
 Riwayat gaji
 Riwayat pendidikan dan latihan
 Daftar penilaian prestasi kerja
 Surat keputusan dan kompetensi
PENYELESAIAN
SENGKETA

DISELESAIKAN MELALUI
UPAYA ADMINISTRATIF

KASN
PROSES
ISU KEGIATAN TAHAPAN OUTPUT
AKTUALISASI
Bersumber dari Deskripsi
uraian tugas Proses
dan Mata Implementasi
Pelatihan Kegiatan/Taha
Agenda 3 pan sebagai
aktualisasi
nilai-nilai
komitmen
mutu
S E M O GA
B E R M A N FA AT