Anda di halaman 1dari 27

MINI PROJECT

INTERVENSI PENANGANAN GIZI BURUK PADA PASIEN ANAK


DENGAN TUBERCULOSIS PARU

Dr. Putu Ayu Puspitasari


Puskesmas Kelurahan Cipayung

1
Latar Belakang

 Masalah gizi buruk masih jadi pekerjaan rumah besar


yang dihadapi oleh Indonesia (Christina, 2012). Perilaku
dalam kaitannya dengan masalah kekurangan gizi pada anak
balita dapat dilihat dari adanya kebiasaan yang salah dari ibu
terhadap gizi anak balitanya.

2
Latar Belakang
 Tujuan Penulisan
Mini project ini bertujuan untuk mengetahui dan memberikan
intervensi kepada pasien dengan kondisi gizi buruk di daerah
Cipayung.
 Manfaat Penulisan
Laporan Mini project ini diharapkan bermanfaat dalam
memberikan informasi dan pengetahuan mengenai gizi buruk dan
tuberculosis paru bagi pasien, masyarakat, ataupun tenaga
kesehatan secara khusus. Terutama bagi tenaga kesehatan di
puskesmas, diharapkan dapat memberikan pencerahan dalam
menangani kasus permasalahan gizi pada anak dengan penyakit
tuberculosis.
3
Pengertian Gizi Buruk
 Keadaan kurang gizi tingkat berat (tubuh yang tampak
sangat kurus) yang disebabkan oleh rendahnya
konsumsi energi dan protein dari makanan sehari-hari
dalam waktu yang cukup lama yang ditandai dengan
berat badan yang tidak sesuai standar usianya.
PENYEBAB MASALAH GIZI
STATUS GIZI

ASUPAN INFEKSI Penyebab


GIZI PENYAKIT LANGSUNG

Ketersediaan Perilaku/asuhan Pelayanan


Penyebab
Pangan tingkat Ibu dan Anak kesehatan TAK
Rumah Tangga LANGSUNG

KEMISKINAN, PENDIDIKAN RENDAH, Masalah


KETERSEDIANAN PANGAN, KESEMPATAN KERJA UTAMA

Masalah
KRISIS POLITIK DAN EKONOMI DASAR 5
Intervensi Kegiatan
Nama Anak An. F
Tempat Tanggal Lahir Jakarta, 25 Februari 2018
Umur 7 bulan
Jenis kelamin Laki - laki
Berat badan 5.4 kg
Tinggi badan 64 cm
Nama Orang Tua Bpk. S / Ny. NA
Pekerjaan Orang tua Wiraswasta / Ibu Rumah Tangga
Pendidikan Orang Tua SMP / SMP
Alamat Jln. TPU Cipayung RT: 08 RW: 04
Kelurahan Cipayung, Kec.Cipayung -
Jakarta Timur
Tanggal Ditemukan 25 September 2018
Status Gizi Gizi Buruk
6
Intervensi Kegiatan
Os lahir dengan operasi caesar di Jakarta ditolong oleh dokter dengan BB : 2.75 kg
panjang badan : 46 cm dan lingkar kepala: 34 cm. Riwayat imunisasi belum lengkap
(DPT-HB-Hib3, Polio 4 dan IPV). Kondisi fisik Os sejak lahir lengkap dan tidak nampak
tanda-tanda klinis seperti udem atau baggy pants.

Sesaat setelah lahir, Os tidak diberi ASI. Os baru diberi ASI saat umur 2 hari karena
ASI baru keluar. Setiap Os menyusu tidak pernah lama, yaitu sekitar 5 menit tapi
sering. Os mendapatkan ASI Eksklusif, namun dari data yang didapat pada KMS, pada
usia 3 bulan menuju 4 bulan berat badan Os hanya naik 100 gr dari 5 kg ke 5.1 kg
(dengan KBM 600 gr). Lalu pada usia 6 bulan berat badan Os hanya mencapai 5.3 kg.
Os sering mengalami batuk pilek.

Os merupakan anak ke-2 dari 2 bersaudara, Os mempunyai seorang kaka yang


masih duduk di bangku PAUD. Os tinggal bersama orang tua, kakek, nenek dan
beberapa keluarga yang lain dalam satu rumah. Di sekitar lingkungan rumah Os
terdapat kandang bebek, kandang burung, aquarium bekas dan kumpulan barang-
barang bekas. Kondisi ventilasi dan pencahayaan di rumah Os cukup. Nenek Os
diketahui memiliki riwayat batuk-batuk lama namun tidak mau berobat. Pada saat
kehamilan kondisi Ibu Os normal dan tidak ada penyakit atau nilai lab tidak normal.

7
Intervensi Kegiatan
• Pola makan Os 3 kali sehari dan selingan 1 kali sehari, dalam sekali makan Os
menghabiskan 1/3 mangkok bubur bayi yang dibeli disekitar rumah Os, dan diberikan
selingan biscuit 2-3 keping sehari dan ASI, namun setiap Os menyusu tidak lama yaitu
sekitar 5 menit setiap menyusu. Os pernah diberikan susu formula namun Os menolak
dan tidak suka/ tidak mau memakai botol susu (dot).
• Pada tanggal 21 november, pasien berobat ke RS untuk dilakukan
pemeriksaan apakah OS menderita penyakit penyerta lainnya atau tidak,
dikarenakan jika tidak ada penyakit peserta pasien akan di berikan
perawatan khusus di Puskesmas Kecamatan Cipayung untuk dilakukan
pemasangan selang nutrisi. Kemudian setelah ke RS, pasien dianjurkan
untuk pemeriksaan darah dan foto rontgen.
• Setelah dilakukan pemeriksaan, pada tanggal 26 november pasien datang
dan hasilnya positif menderita TB paru. Lalu pasien diberikan pengobatan
OAT selama 6 bulan lamanya. Satu keluarga pasien kemudian juga
dianjurkan untuk dilakukan skrining. Dalam 1 rumah terdapat 3 keluarga
yaitu keluarga OS, kakek dan nenek OS, serta Paman dan bibi OS. Keluarga
OS lalu diperiksa ke Puskesmas Kelurahan Cipayung.

8
Intervensi Kegiatan
Pada kakak OS dilakukan pemeriksaan Mantoux
test karena masih berusia 5 tahun, sedangkan yang
lainnya dilakukan pemeriksaan dahak. Hasilnya
adakah terdapat undurasi sebesar 19mm pada
lengan kakak OS yang mengartikan bahwa kakak
OS juga menderita TB paru dan segera dilakukan
pengobatan TB selama 6 bulan di puskesmas.

Untuk keluarganya hasilnya baru


kakek dan bapak OS saja yang
memberikan dahak dan keluar
hasilnya yaitu negatif, Sisanya
kesulitan untuk mengeluarkan
dahak.

9
Dokumentasi

Tidak terdapat Baggy Pants


atau oedem
10
11
Terdapat banyak tumpukan barang bekas dan kandang burung
12
ANALISA DAN EVALUASI TINDAK LANJUT KEGIATAN
TANGGAL : 25 / 09/2018
BB (KG) :5,4 kg Status gizi, BB/U : gizi buruk
PB (CM) : 66.5 cm TB/U : normal
BB/TB : sangat kurus
Rencana tindak lanjut - Merencanakan merujuk balita untuk periksa ke puskesmas secepatnya.
- Tetap diberikan ASI dan ada makanan tambahan berupa F100, biskuit
MP-ASI
- informasi tentang Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) sesuai
usia balita.
- Informasi tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat

Tindak lanjut - ASI sesering mungkin


- Sudah diberikan makan dengan porsi kecil tapi sering secara bertahap
- Sudah diberi konseling tentang kebersihan

Evaluasi - Menyusui lebih sering dan memberikan F 100 walaupun tidak


dihabiskan
- Os hanya menghabiskan 3-4 sdt bubur setiap kali makan.
Makanan berupa biscuit MP-ASI sudah diberikan namun Os
kurang suka
- Kebersihan masih sangat kurang yaitu teras rumah dan halaman
rumah Os terdapat hewan peliharaan unggas dan tidak terawat,
banyak kotoran hewan, begitu juga dengan area sekitar belakang
rumah Os. Halaman depan rumah Os banyak tumpukan barang-
barang tidak terpakai dan terlihat sangat kotor.
13
14
TANGGAL : 1 / 10 / 2018
KONDISI KASUS SAAT INI
BB (KG) :5,5 kg Status gizi, BB/U : gizi buruk
PB (CM) : 66.5 cm TB/U : normal
BB/TB : sangat kurus
Rencana tindak lanjut - Merencanakan kunjungan rumah kembali pada tanggal 9 Oktober 2018
- Tetap diberikan ASI dan ada makanan tambahan berupa F100, biskuit MP-ASI
- Informasi tentang Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) sesuai usia balita.

Tindak lanjut - ASI sesering mungkin dan F100 diberikan sehari 8x dengan penambahan bubur
- Sudah diberikan makan dengan porsi kecil tapi sering secara bertahap

Evaluasi - Menyusui lebih sering dan memberikan F 100 walaupun tidak dihabiskan (sehari
3x dengan setiap pemberian hanya dihabiskan kurang dari 50 ml). Os
mengalami kesulitan menghisap jika menggunakan dot.
- Ada peningkatan frekuensi dan jumlah pemberian makan yaitu sudah diberikan
makan minimal 3x/ hari dengan menghabiskan 1/3 mangkok bubur setiap kali
makan.
- Makanan berupa biscuit MP-ASI sudah diberikan namun Os kurang suka dan
sulit mencerna/ tersedak
- Kebersihan masih sangat kurang yaitu teras rumah dan halaman rumah Os
terdapat hewan peliharaan unggas dan tidak terawat, banyak kotoran hewan,
begitu juga dengan area sekitar belakang rumah Os. Unggas yang berada di
rumah Os merupakan milik kakek Os sehingga orang tua Os tidak berani untuk
menyingkirkan unggas tersebut.
- Terdapat aktifitas pemotongan ayam dibelakang rumah Os karena nenek Os
merupakan pedagang ayam.

15
TANGGAL 9 / 10 / 2018
KONDISI SAAT INI
BB (KG) :5,6 kg Status gizi, BB/U : gizi buruk
PB (CM) : 66.5 cm TB/U : normal
BB/TB : sangat kurus
Rencana tindak lanjut - Merencanakan kunjungan rumah kembali pada tanggal 17 Oktober 2018
- Tetap diberikan ASI dan ada makanan tambahan berupa F100, biskuit MP-ASI.
Pemberian F100 dengan menggunakan beberapa alternative dot dan sendok
- Informasi tentang Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) sesuai usia balita.

Tindak lanjut - ASI sesering mungkin dan F100 diberikan sehari 8x dengan penambahan bubur
- Sudah diberikan makan dengan porsi kecil tapi sering secara bertahap. Pemberian
biscuit MP-ASI dengan dilumatkan menggunakan larutan F100
- Sudah diberi konseling tentang kebersihan

Evaluasi - Menyusui lebih sering dan memberikan F 100 walaupun tidak dihabiskan (sehari
3x dengan setiap pemberian hanya dihabiskan 60-70 ml). Kesulitan menghisap
sudah cukup teratasi dengan menggunakan sendok secara bertahap dan sering.
- Frekuensi dan jumlah pemberian makan yaitu sudah diberikan makan minimal
3x/ hari dengan menghabiskan 1/3 mangkok bubur setiap kali makan.
- Makanan berupa biscuit MP-ASI sudah diberikan dengan cara dilumatkan
dengan F100 namun Os hanya menghabiskan 2-3 keping/ hari

16
TANGGAL 17 / 10 / 2018
KONDISI SAAT INI
BB (KG) :5,7 kg Status gizi, BB/U : gizi buruk
PB (CM) : 66.5 cm TB/U : normal
BB/TB : sangat kurus
Rencana tindak lanjut - Merencanakan kunjungan rumah kembali pada tanggal 5 November 2018
- Tetap diberikan ASI dan ada makanan tambahan berupa F100, biskuit MP-ASI.
Pemberian F100 dengan menggunakan beberapa alternative dot dan sendok
- Informasi tentang Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) sesuai usia balita.
- Informasi tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat

Tindak lanjut - ASI sesering mungkin dan F100 diberikan sehari 8x dengan penambahan bubur
- Sudah diberikan makan dengan porsi kecil tapi sering secara bertahap.
Pemberian biscuit MP-ASI dengan dilumatkan menggunakan larutan F100
- Sudah diberi konseling tentang kebersihan

Evaluasi - Menyusui lebih sering dan memberikan F 100 sehari 5x dan Os sudah mampu
menghabiskan setiap 100 ml . Kesulitan menghisap sudah cukup teratasi
dengan menggunakan sendok secara bertahap dan sering.
- Frekuensi dan jumlah pemberian makan yaitu sudah diberikan makan minimal
3x/ hari dengan menghabiskan 1/3 mangkok bubur setiap kali makan.
- Makanan berupa biscuit MP-ASI sudah diberikan dengan cara dilumatkan
dengan F100 namun Os hanya menghabiskan 2-3 keping/ hari

17
TANGGAL 5 / 11 / 2018
KONDISI SAAT INI
BB (KG) :5,7 kg Status gizi, BB/U : gizi buruk
PB (CM) : 66.5 cm TB/U : normal
BB/TB : sangat kurus
Rencana tindak lanjut - Merencanakan kunjungan rumah kembali pada tanggal 19 November 2018
- Tetap diberikan ASI dan ada makanan tambahan berupa F100, biskuit MP-ASI.
Pemberian F100 dengan menggunakan beberapa alternative dot dan sendok
- Informasi tentang Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) sesuai usia balita.
- Informasi tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat

Tindak lanjut - ASI sesering mungkin dan F100 diberikan sehari 8x dengan penambahan bubur
- Sudah diberikan makan dengan porsi kecil tapi sering secara bertahap. Pemberian
biscuit MP-ASI dengan dilumatkan menggunakan larutan F100
- Sudah diberi konseling tentang kebersihan

Evaluasi - Menyusui lebih sering dan memberikan F 100 sehari 5x dan Os sudah mampu
menghabiskan setiap 100 ml . Kesulitan menghisap sudah cukup teratasi dengan
menggunakan sendok secara bertahap dan sering.
- Frekuensi dan jumlah pemberian makan yaitu sudah diberikan makan minimal 3x/
hari dengan menghabiskan 1/3 sampai ½ mangkok bubur setiap kali makan.
- Makanan berupa biscuit MP-ASI sudah diberikan dengan cara dilumatkan dengan
F100 namun Os hanya menghabiskan 2-3 keping/ hari

18
TANGGAL 19 / 11 /2018
KONDISI SAAT INI
BB (KG) :5,5 kg Status gizi, BB/U : gizi buruk
PB (CM) : 66.5 cm TB/U : normal
BB/TB : sangat kurus
Rencana tindak lanjut - Merencanakan merujuk Os ke rumah sakit untuk diperiksakan lebih lanjut apakah
ada penyakit penyerta atau tidak
- Tetap diberikan ASI dan ada makanan tambahan berupa F100, biskuit MP-ASI.
Pemberian F100 dengan menggunakan beberapa alternative dot dan sendok
- Informasi tentang Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) sesuai usia balita.
- Informasi tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat

Tindak lanjut - ASI sesering mungkin dan F100 diberikan sehari 8x dengan penambahan bubur
- Sudah diberikan makan dengan porsi kecil tapi sering secara bertahap. Pemberian
biscuit MP-ASI dengan dilumatkan menggunakan larutan F100
- Sudah diberi konseling tentang kebersihan

Evaluasi - Menyusui lebih sering dan memberikan F 100 sehari 5x dan Os hanya
menghabiskan kurang dari 100 ml . Os mengalami batuk, pilek dan demam.
- Frekuensi dan jumlah pemberian makan yaitu sudah diberikan makan minimal
3x/ hari dengan menghabiskan 1/3 mangkok bubur setiap kali makan (nafsu
makan Os berkurang).
- Diketahui nenek Os sering mengalami batuk-batuk, dan Ayah Os jg merupakan
seorang perokok. Ayah Os sulit untuk diberikan informasi (ayah Os menolak
untuk diberikan konseling)

19
TANGGAL 27 / 11 / 2018
KONDISI SAAT INI
BB (KG) :5,5 kg Status gizi, BB/U : gizi buruk
PB (CM) : 66.5 cm TB/U : normal
BB/TB : sangat kurus
Rencana tindak lanjut - Pada tanggal 21 pasien ke rs untuk dilakukan pemeriksaan ke dokter spesialis
anak lalu dilakukan pemeriksaan rontgen dan darah, kemudian hasil keluar
tanggal 26 november lalu pasien terdiagnosis positif TB paru
- Langsung diberikan terapi OAT dari rs.
- Merencanakan merujuk semua anggota keluarga Os yang tinggal serumah untuk
diperiksakan apakah ada yg terkena TB paru
- Tetap diberikan ASI dan ada makanan tambahan berupa F100, biskuit MP-ASI.
Pemberian F100 dengan menggunakan sendok
- Informasi tentang Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) sesuai usia balita.
- Informasi tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat

Tindak lanjut - ASI sesering mungkin dan F100 diberikan sehari 8x dengan penambahan bubur
- Sudah diberikan makan dengan porsi kecil tapi sering secara bertahap. Pemberian
biscuit MP-ASI dengan dilumatkan menggunakan larutan F100
- Sudah diberi konseling tentang kebersihan

Evaluasi - Hampir semua keluarga Os mau untuk memeriksakan dirinya namun ayah Os
tidak hadir saat akan dirujuk.
- Menyusui lebih sering dan memberikan F 100 sehari 4-5x dan Os hanya
menghabiskan hampir 100 ml .
- Frekuensi dan jumlah pemberian makan yaitu sudah diberikan makan minimal
3x/ hari dengan menghabiskan 1/3 mangkok bubur setiap kali makan.
- Keluarga Os bersikap positif namun belum melakukan suatu tindakan untuk
membersihkan rumahnya. 20
TANGGAL 21 /12/2018
KONDISI KASUS SAAT INI
BB (KG) :6,2 kg Status gizi, BB/U : gizi buruk
PB (CM) : 66.5 cm TB/U : normal
BB/TB : sangat kurus
Rencana tindak lanjut - Tetap diberikan ASI dan ada makanan tambahan berupa F100, biskuit MP-ASI.
Pemberian F100 dengan menggunakan beberapa alternative dot dan sendok
- Informasi tentang Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) sesuai usia balita.
- Informasi tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat

Tindak lanjut - ASI sesering mungkin dan F100 diberikan sehari 8x dengan penambahan bubur
- Sudah diberikan makan dengan porsi kecil tapi sering secara bertahap. Pemberian
biscuit MP-ASI dengan dilumatkan menggunakan larutan F100
- Sudah diberi konseling tentang kebersihan

Evaluasi - Kakak pasien positif TB karena pada saat pemeriksaan mantoux undurasi
sekitar 19 mm, kemudian diberikan pengobatan OAT dari puskesmas kelurahan
cipayung.
- Untuk hasil dahak pada bapak os dan kakek os adalah negatif, tp pada anggota
keluarga yang lain belom dilakukan pemeriksaan karena dahak tidak bisa keluar
- Frekuensi dan jumlah pemberian makan yaitu sudah diberikan makan minimal
3x/ hari dengan menghabiskan 1/3 mangkok bubur setiap kali makan.
- Sudah ada peningkatan BB dari OS

21
22
TANGGAL 31 / 12 / 2018
KONDISI SAAT INI
BB (KG) :5,7 kg Status gizi, BB/U : gizi buruk
PB (CM) : 66.5 cm TB/U : normal
BB/TB : sangat kurus
Rencana tindak lanjut - Tetap diberikan ASI dan ada makanan tambahan berupa F100, biskuit MP-ASI.
Pemberian F100 dengan menggunakan beberapa alternative dot dan sendok
- Informasi tentang Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) sesuai usia balita.
- Informasi tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat

Tindak lanjut - ASI sesering mungkin dan F100 diberikan sehari 8x dengan penambahan bubur
- Sudah diberikan makan dengan porsi kecil tapi sering secara bertahap.
Pemberian biscuit MP-ASI dengan dilumatkan menggunakan larutan F100
- Sudah diberi konseling tentang kebersihan
- Edukasi mengenai keluarga pasien yang dahaknya belom bisa dikeluarkan
dengan memberi obat GG untuk pengencer dahak.

Evaluasi - Os kembali sulit mengunyah makanan karena itu bb nya jadi turun kembali,
saat makan hanya sedikit.
23
24
Kesimpulan
 Gizi buruk yang terjadi pada os merupakan kondisi yang
disebabkan oleh kondisi dan penyakit utamanya yaitu
Tuberculosis Paru. Penanganan yang dilakukan terhadap
kondisi OS harus secara komprehensif karena sifatnya
berkaitan harus diobati sampai tuntas. Penanganan os secara
bertahap dan perlahan tidak hanya menanggulangi masalah
gizinya tetapi juga secara menyeluruh sampai pengobatan
OAT OS tuntas serta dicari penyebab keluarga yang terjangkit
TB paru juga seperti OS

25
Saran
 Perlunya pendokumentasian yang lengkap dan penanganan
yang komprehensif dan berkala terhadap os dimulai dari
pententuan target dan penyusunan rencana intervensi
penanggulangan kondisi os sehingga os dapat mencapai target
yang diinginkan. Serta edukasi mengenai pemukiman yang
sehat untuk ditinggali os dan harus diberi tahu kepada pihak
keluarga os guna menciptakan situasi dan kondisi yang aman
dan sehat

26
TERIMA KASIH

27