Anda di halaman 1dari 47

PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA BARAT

PERANTARAAN KERJA
MEKANISME ANTAR KERJA
DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
Dasar Hukum
• Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1981 tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan;
• Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;
• Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja
di Luar Negeri;
• Undang-Undang Nomor 23 Tahun2014 tentang Pemerintahan Daerah;
• Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 1980 tentang Wajib Lapor Lowongan Pekerjaan di
Perusahaan;
• Keputusan Presiden R.I. Nomor 36 tahun 2002 tentang Ratifikasi Konvensi ILO No. 88
mengenai Lembaga Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja;
• Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Nomor 22 Tahun 2014 tentang
Pelaksanaan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri;
• Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 39 Tahun 2016 tentang Penempatan Tenaga
Kerja;
• Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor Kep.230/MEN/2003 tentang
Golongan dan Jabatan Tertentu Yang Dapat Dipungut Biaya Penempatan Tenaga Kerja.
AZAZ PENEMPATAN TENAGA KERJA

1.Terbuka
2.Bebas
3.Obyektif
4.Adil dan setara tanpa diskriminasi

3
11

INDONESIA
SEBAGAI SATU KESATUAN
PASAR KERJA NASIONAL

Penempatan tenaga kerja dilaksanakan dalam


satu kesatuan pasar kerja nasional
(Pasal 2 Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI No. 39 Tahun 2016
tentang Penempatan Tenaga Kerja)
5

INDONESIA SEBAGAI SATU KESATUAN PASAR KERJA NASIONAL yang artinya bahwa pemerataan kesempatan kerja
harus diupayakan diseluruh wilayah
Negara Republik Indonesia sebagai satu kesatuan pasar kerja nasional dengan
memberikan kesempatan yang sama untuk memperoleh pekerjaan bagi seluruh
tenaga kerja sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya serta perlu diupayakan
agar dapat mengisi kebutuhan tenaga kerja di seluruh sektor dan daerah.
PELAKSANA
PENEMPATAN T.K: MEKANISME
PENEMPATAN PENEMPATAN:
LUAR NEGERI  Pemerintah (PES)
SISTEM DAN MEKANISME  BNP2TKI-BP3TKI
 PPTKIS
AKAN

PENEMPATAN TENAGA KERJA Pengendalian


Penggunaan TKA

MEKANISME
PELAKSANA PENEMPATAN:
PENEMPATAN T.K:
PENEMPATAN
 Pemerintah  AKAD
belum kompeten DALAM NEGERI
 Pemberi Kerja  AKL
 LPTKS  AKSUS/RENTAN
PENDIDIKAN  BKK (Disabilitas, Lansia
PELATIHAN  LPPRT Muda, Wanita)
SERTIFIKASI

PENCARI KERJA

Fungsi Antar Kerja: TARGET GROUP SEKTOR FORMAL:


PEJABAT DALAM  Perusahaan
 TENAGA KERJA
 Pelayanan IPK FUNGSIONAL PENGANTAR KERJA UMUM
HUBUNGAN  Instansi Pemerintah
/ PETUGAS ANTAR KERJA KERJA  BUMN?BUMD/Koperasi
 TENAGA KERJA
 Pelayanan PBJ KHUSUS

 Pelayanan
Perantaraan Kerja SEKTOR INFORMAL:
LOWONGAN KERJA DI LUAR
 Pemberdayaan TKS
HUBUNGAN  Pemberdayaan TKM
KERJA  Terapan TTG
 Padat Karya
PEMBERI
KERJA

9
PIHAK YANG TERLIBAT DALAM
PENEMPATAN TENAGA KERJA

1. Pencari kerja;
2. Pemberi kerja;
3. Lembaga Penempatan TK

7
1. PENCARI KERJA

1. Pencari kerja yang akan bekerja di


dalam atau di luar negeri harus
mendaftar di Dinas Ketenagakerjaan
Kabupaten/Kota untuk mendapatkan
kartu tanda bukti pendaftaran pencari
kerja (AK/I);

8
1. PENCARI KERJA (lanjutan)

2. Untuk mendapatkan AK/I pencari kerja


harus mengajukan secara manual atau
online dengan melampirkan:
a. copy KTP yang masih berlaku
b. pas foto berwarna ukuan 3x4
sebanyak 2 lembar
c. copy ijasah terakhir
d. copy sertifikat kompetensi kerja bagi
yang memiliki dan atau
e. Copy surat keterangan pengalaman kerja
9
1. PENCARI KERJA (lanjutan)

3. Pelayanan kepada pencari kerja


dilakukan oleh Pengantar Kerja atau
Petugas Antar Kerja;
4. Pengantar kerja atau Petugas Antar
Kerja harus mengisi data Pencari Kerja
(AK/II) melalui wawancara langsung
untuk mengetahui bakat, minat, dan
kemampuan Pencari Kerja;
10
1. PENCARI KERJA (lanjutan)

5. Pengesahan AK/I oleh Pengantar Kerja;


6. Dalam belum ada Pengantar Kerja
dilakukan oleh pejabat struktural yang
membidangi penempatan;
7. AK/I berlaku selama 2 tahun.
8. Pencari Kerja yang belum mendapatkan
pekerjaan harus melapor ke Dinas
kab/kota setiap 6 bulan.
11
1. PENCARI KERJA (lanjutan)

8. Dalam hal telah mendapatkan


pekerjaan harus melaporkan kepada
Dinas kab/kota paling lambat 1
minggu setelah mendapatkan
pekerjaan;
9. Pelaporan dapat dilakukan secara
manual atau online;
10.Pencari kerja dapat memperoleh AK/I
di luar kabupaten/kota domisili.
12
2. PEMBERI KERJA

1. Pemberi kerja yang membutuhkan


tenaga kerja dapat merekrut sendiri
atau melalui Dinas Kabupaten/Kota,
LPTKS, atau BKK;
2. Pemberi kerja yang membutuhkan
tenaga kerja melalui Dinas
Kabupaten/Kota, LPTKS, atau BKK
harus melalui antar kerja;
13
2. PEMBERI KERJA (lanjutan)

3. Pemberi kerja wajib:


a. lapor ketenagakerjaan dan
b. wajib menyampaikan informasi adanya
lowongan pekerjaan kepada Dinas
Kab/kota setempat;
4. Pengantar kerja mencatat dalam daftar
isian permintaan tenaga kerja (AK/III)
dan menerbitkan bukti lapor lowongan
secara manual atau online system;
14
2. PEMBERI KERJA (lanjutan)

5. Untuk mengisi lowongan, Dinas harus


memenuhi permintaan Pemberi kerja dari
data Pencari Kerja (AK/II);
6. Dalam hal Pencari Kerja memenuhi
persyaratan, Dinas melakukan
pemanggilan kepada Pencari Kerja
menggunaan Kartu AK/IV
7. Dinas memfasilitasi dalam bentuk Kartu
AK/V
15
2. PEMBERI KERJA (lanjutan)

8. Dalam hal Pemberi Kerja melakukan pengerahan


antar provinsi Pemberi Kerja wajib memiliki SPP
AKAD yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal;
9. Pemberi Kerja harus mengajukan permohonan
dengan melampirkan:
a. Daftar isian kegiatan rencana kebutuhan
tenaga kerja (DIK-RKTAD);
b. Rancangan PK yang telah disyahkan Dinas
kabupatn/kota
c. Surat rekomendasi mendatangkan TK AKAD
dari provinsi;

16
3. LEMBAGA PENEMPATAN TK

1. Perizinan Kelembagaan;
a. Skala kab/kota diterbitkan oleh Dinas
kab/kota;
b. Skala provinsi diterbitkan oleh Dinas
provinsi;
c. Skala nasional diterbitkan oleh Dirjen
Binapenta dan PKK;
d. Terdapat penyertaan modal asing
diterbitkan oleh Kepala BKPM atas nama
Menteri.
17
3. LEMBAGA PENEMPATAN TK (lanjutan)

1. Perizinan Kelembagaan;
e. Untuk penempatan di luar negeri
oleh Menteri;
d. Untuk penempatan pekerja rumah
tangga oleh Gubernur atau pejabat
yang ditunjuk.

18
3. LEMBAGA PENEMPATAN TK (lanjutan)

SPP( Surat Persetujuan Penempatan) AKL

Bagi LPTKS yang melaksanakan kegiatan


penempatan tenaga kerja, wajib untuk
mengajukan Surat Persetujuan Penempatan (SPP)

19
3. LEMBAGA PENEMPATAN TK (lanjutan)

Dalam hal LPTKS melakukan penempatan TK


melalui sistem AKL dalam satu kab/kota,
wajib:
a. Wajib melaporkan job order dari pemberi
kerja
b. Melibatkan dinas kab/kota dalam proses
rekrut;
c. Mengesahkan PK pada dinas kab/kota;
d. Melaporkan penempatan tenaga kerja.
20
3. LEMBAGA PENEMPATAN TK (lanjutan)

Dalam hal LPTKS melakukan penempatan TK


melalui sistem AKL antar kab/kota dalam satu
provinsi wajib mengajukan SPP-AKL kepada dinas
provinsi dengan melampirkan:
a. Daftar isian kegiatan rencana kebutuhan
tenaga kerja (DIK-RKTAD);
b. Rancangan PK yang telah disyahkan Dinas
kabupaten/kota tujuan penempatan;
c. Surat rekomendasi mendatangkan TK AKAD
dari kabupaten/kota tujuan penempatan;
d. Copy SIU LPTKS;
e. Bukti job order dari pemberi kerja.
21
3. LEMBAGA PENEMPATAN TK (lanjutan)

Dalam hal LPTKS melakukan penempatan TK melalui


sistem AKAD antar kab/kota dalam satu provinsi wajib
mengajukan SPP-AKAD kepada Dirjen Binapenta dan
PKK Cg. Dit, PTKDN dengan melampirkan:
a. Daftar isian kegiatan rencana kebutuhan tenaga
kerja (DIK-RKTAD);
b. Rancangan PK yang telah disyahkan Dinas
kabupaten/kota tujuan penempatan;
c. Surat rekomendasi mendatangkan TK AKAD dari
provinsi tujuan penempatan;
d. Copy SIU LPTKS;
e. Bukti job order dari pemberi kerja.

22
3. LEMBAGA PENEMPATAN TK (lanjutan)

PPTKIS yang akan merekrut calon TKI wajib


memiliki SIP dari Menteri. Menteri menunjuk
Kepala BNP2TKI untuk menerbitkan SIP.
PPTKIS mengajukan permohonan dengan
melampirkan:
a. Copy perjanjian kerja sama penempatan;
b. Surat permintaan TKI dari pengguna/job
order/demand letter/wakalah;
c. Rancangan perjanjian kerja; dan
d. Rancangan perjanjian penempatan.
23
4. BURSA KERJA KHUSUS

Penempatan tenaga kerja selain


dilakukan oleh pelaksana
penempatan dapat dilakukan oleh
BKK.Pasal 31 ayat (1)

24
BURSA KERJA KHUSUS

PENGERTIAN:
Unit pelayanan pada satuan
pendidikan menengah, satuan
pendidikan tinggi, dan lembaga
pelatihan kerja yang memberikan
fasilitasi penempatan tenaga kerja
kepada alumninya. Pasal 1 angka 17

25
BURSA KERJA KHUSUS

LARANGAN: Pasal 32

BKK dilarang menempatkan


1. tenaga kerja di luar
alumninya; dan/atau
2. tenaga kerja ke luar negeri.

26
PEMBENTUKAN BKK

Dibentuk oleh kepala satuan


pendidikan menengah, satuan
pendidikan tinggi, dan lembaga
pelatihan kerja dengan Keputusan
serta didaftarkan kepada dinas yang
membidangi ketenagakerjaan
kabupaten/kota setempat. Pasal 33 ayat (1) dan (2)

27
PENDAFTARAN

Melampirkan persyaratan: Pasal 33 ayat (3)


1. copy surat izin pendirian atau surat
operasional satuan pendidikan menengah,
satuan pendidikan tinggi, dan lembaga
pelatihan kerja dari instansi yang
berwenang;
2. copy keputusan pembentukan BKK dan
struktur organisasi BKK; dan
3. rencana penempatan tenaga kerja paling
sedikit 1 (satu) tahun ke depan.

28
TANDA DAFTAR

Kepala Dinas Kabupaten/Kota mencatat


pendaftaran BKK dan menerbitkan tanda
daftar. Pasal 33 ayat (4)

29
MASA BERLAKU TANDA DAFTAR

Berlaku selama BKK aktif


menyelenggarakan penempatan
tenaga kerja sesuai ketentuan
peraturan perundang-undangan.
Pasal 33 ayat (5)

30
PERSONIL BKK

Paling sedikit memiliki personil yang


menangani:
1. Informasi Pasar Kerja (IPK);
2. Penyuluhan dan bimbingan jabatan;
dan
3. Perantaraan kerja.
Pasal 34 ayat (1)

31
FASILITAS BKK

• BKK adalah merupakan unit kerja

• Harus mempunyai ruangan pelayanan


yang dapat memuat personil BKK,
pelayanan pemberi kerja dan pencari
kerja

32
BIMBINGAN TEKNIS PERSONIL BKK

Personil BKK wajib mengikuti bimbingan


tenis antar kerja yang dilaksanakan oleh
instansi pemerintah yang bertanggung
jawab di bidang ketenagakerjaan pusat,
dinas provinsi, dinas kabupaten kota,
atau bekerja sama dengan instansi
terkait lainnya. Pasal 34 ayat (2)

33
PAPAN NAMA BKK

1. BKK yang telah memperoleh tanda daftar


harus memasang papan nama
2. Papan nama dimaksud sekurang-
kurangnya berukuran 100 x 60 cm,
mencantumkan nomor tanda daftar
dengan dasar warna putih dan tulisan
berwarna hitam
3. Standar papan nama tercantum dalam
Format 2c. Pasal 35
34
STANDAR PAPAN NAMA BKK

LOGO
SMK/PERGU
RUAN
TINGGI/LPK

BURSA KERJA KHUSUS ………………..


(SESUAI NAMA SMK/PERGURUAN TINGGI/LPK)

NOMOR TANDA DAFTAR : ………………………..


ALAMAT : JL. ……………………………………………………

35
PENDAFTARAN PENCARI KERJA

BKK yang telah mendapat tanda daftar


dari Dinas Kabupaten/Kota dapat
memfasilitasi pelayanan kartu tanda
bukti pendaftaran Pencari Kerja (AK/I)
bagi alumninya. Pasal 36

36
MEKANISME PENEMPATAN BKK

1. Pemberi Kerja yang membutuhkan tenaga


kerja melalui BKK wajib mengajukan
permohonan ke Dinas Kabupaten/Kota
untuk mendapatkan persetujuan
2. Persetujuan dimaksud disampaikan kepada
Dinas Kabupaten/Kota domisili BKK dengan
melampirkan rancangan perjanjian kerja
yang sudah disahkan oleh Dinas
Kabuapten/kota tujuan penempatan tenaga
kerja. Pasal 51
37
5. PAMERAN KESEMPATAN KERJA (JOB Fair)

Pameran Kesempatan Kerja (job fair)


diselenggarakan oleh :
a. Kementerian/instansi pemerintah
b. Dinas provinsi
c. Dinas Kabupaten Kota
d. LPTKS
e. BKK, atau
f. Lembaga berbadan hukum.
Pasal 53

38
6. PEMBIAYAAN

1. Pelaksana penempatan tenaga kerja


(instansi pemerintah) dilarang memungut
biaya penempatan baik langsung maupun
tidak langsung, sebagian atau keseluruhan
kepada TK dan pengguna TK.
2. LPTKS dapat memungut biaya penempatan
TK kepada pengguna TK dan dari tenaga
kerja golongan dan jabatan tertentu.

39
ORIENTASI PRA PEMBERANGKATAN (OPP)

Pelaksana penempatan tenaga kerja (termasuk


BKK) wajib melaksanakan OPP.
1. OPP berisi penjelasan mengenai:
a. perjanjian kerja;
b. kondisi lingkungan kerja, budaya kerja,
dan kebiasaan penduduk/masyarakat di
daerah tujuan penempatan; dan
c. mental, disiplin, dan etos kerja.
3. OPP wajib dilaksanakan secara bersama
dengan Dinas Kabupaten/Kota. Pasal 52
40
7. PEMBINAAN, PELAPORAN DAN
PENGAWASAN
Pembinaan pelayanan penempatan TK dilakukan
oleh:
1. Direktur Jenderal Binapenta dan PKK;
2. Perangkat daerah yang melaksanakan urusan
pemerintahan bidang ketenagakerjaan yang
menjadi kewenangan daerah provinsi;
3. Perangkat daerah yang melaksanakan urusan
pemerintahan bidang ketenagakerjaan yang
menjadi kewenangan daerah kabupaten/kota.

41
8. PELAPORAN

Laporan penempatan TK meliputi:


1. Data pencari kerja yang terdaftar;
2. Data lowongan kerja yang terdaftar;
3. Data pencari kerja yang telah
ditempatkan; dan
4. Penghapusan pendaftaran pencari
kerja dan lowongan kerja.
Pasal 58 ayat (5)

42
PENGAWASAN

Pengawasan dilakukan oleh pengawas


ketenagakerjaan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-
undangan
Pasal 75ayat (1) huruf B

43
SANKSI ADMINISTRATIF

Direktur Jenderal, Dinas Provinsi/Kab/Kota


sesuai kewenangannya menjatuhkan
adminstratif kepada LPTKS, BKK, Job Fair dan
Pemberi Kerja, berupa:
a. Peringatan tertulis;
b. Pemberhentian sementara, sebagian atau
keseluruhan;
c. Pencabutan izin usaha atau pembatalan
tanda daftar.
Pasal 60 ayat (1)

44
SANKSI ADMINISTRATIF

Selain sanksi administratif dapat


diberikan sanksi berupa pencabutan
rekomendasi dan penghentian kegiatan
penyelengaraan job fair (LPTKS, BKK dan
Lembaga Berbadan Hukum) memungut
biaya penempatan kepada pencari kerja.

Pasal 60 ayat (2)

45
COPY PERATURAN

PERATURAN
PENEMPATAN KETENAGAKERJAAN

Dapat diunduh melalui


Website : jdih. kemnker.go.id

46
TERIMAKASIH