Anda di halaman 1dari 50

PENANGANAN CEDERA

TANGAN AKUT

Ruby Riana Asparini, dr., SpBP


FK UMM

1
6 Jaringan
1. Kulit
2. Tulang
3. Sendi
4. Pembuluh Darah
5. Tendon
6. Syaraf

2
Konsep Rekonstruksi
1. Eksisi jaringan rusak dan terkontaminasi
2. Perbaikan segera (immediate) seluruh
jaringan yang cedera
3. Secepatnya mengganti jaringan yang
hilang
4. Rencanakan penggantian unit fungsional
5. Rehabilitasi aktif dini
6. Memperkirakan functional outcome
7. Kembali dapat bekerja
3
ANATOMI

4
Anatomi fungsional Tangan
 27 tulang
 30 persendian
 38 otot ( 19 intrinsik, 19 ekstrinsik )
 3 syaraf utama
 Sistim pembuluh darah yg sangat baik
 Struktur penunjang yg sangat kompleks

5
6
7
9
radialbursa
berhubungan
dengan ulnar bursa
sekitar 50-80%

10
11
12
13
14
15
16
17
Cedera tangan umumnya dalam bentuk :
1. Cutting & Slicing
2. Crushing
3. Degloving
4. Burn

18
Pemeriksaan fisik cedera tangan

1. Status vaskularisasi bagian distal dari tempat


cedera
2. Kondisi kulit di sekitar luka
3. Fungsi tendon bagian distal dari luka
4. Fungsi syaraf bagian distal dari luka
5. Cedera tulang
6. Derajat kontaminasi atau kemungkinan infeksi
dari luka.
7. Status mental dan emosi dari pasien.

19
Penilaian Pasien

Diagnosis Luka

Preparasi luka

Kontrol bakteri Pengelolaan jaringan non vital Tes Vitalitas Jaringan

Antibiotik Debridement

Luka telah terpreparasi

Penutupan luka

Primer Sekunder Graft Flap

Luka sembuh
20
Pengelolaan Awal
 Pencucian luka
 Debridement : tes vitalitas jaringan dan
eksisi jaringan non vital.
 Penutupan luka : primer, persekundam,
skin graft dan flap.
 Anestesi : block, infiltratif, intravenous
regional, bius umum

21
block Infiltrasi dorsal

keliru

22
Insisi Kulit

23
24
Conservative Treatment

25
Primary Closure

26
Skin Graft

27
Volar V-Y advancement flap (Atasoy)

28
Lateral V-Y advancement flap (Kutler)

29
Homodigital Step-Ladder advancement
neurovascular flap

30
Side finger flap

31
Palmar flap

32
33
34
35
36
Senin 5 Februari 2007
4. Triody/L/13 th/10682784 411
Dx : Ulcus digiti I sisi dorsal manus D + elbow S e.c
verruca vulgaris
Tx : Heterodigital dorso island flap + lokal
flap

Induksi : 09.00
Selesai : 09.40
Operasi : 09.40
Selesai : 13.30

GUS/RIZ

37
38
39
40
41
42
Replantation

43
44
45
46
 Bedah Mikrovaskuler dilakukan untuk
pembuluh darah diameter < 2,5 mm
 Pemilihan benang 10-0 monofilamen
nylon untuk pembuluh darah 0,8 – 1,5 mm
 9-0 untuk diameter 1,6 – 2,5 mm
 11-0 untuk diameter < 0,7 mm

47
Intrinsic plus Lumbrical
hand position

48
Prinsip penanganan
 Riwayat pasien
 Pemeriksaan fisik
 Eksplorasi pembedahan
Prinsip operasi :
-Anestesi -Posisi proteksi (safe position)
-Torniquet -Elevasi
-Magnification
-Insisi yg tepat
-Penutupan luka
-Dressing
-Imobilsasi
49
Petunjuk umum prioritas penanganan

1. Mengembalikan vaskularisasi yg adekuat


2. Penutup jaringan lunak yang baik
3. Stablisasi dan alignment tulang
4. Mengembalikan fungsi syaraf
5. Mobilisasi persendian
6. Mengembalikan fungsi tendon

50
51