Anda di halaman 1dari 20

Hubungan Bahan Pemanis dalam

Makanan dengan Karies


Kelompok 3
Kelompok 3
 Arisa Izzaty
 Annisa Maya Nugraha
 Seri Septiani
 Noryunita Rahmah
 Balqis Afifah
 Sunjaya
 Taupiek Rahman
 Gusti Gina Permata Sari
 Wahyuni A
 Anis Belinda Zayyan
 Gihona Bestinabela
 Dita Permata Sari
 Ariska Endariantari
 Riski Agustin
Sukrosa vs karies
•Jenis pemanis yang paling banyak
digunakan
•jumlah besar dapat menurunkan
kapasitas buffer saliva sehingga mampu
meningkatkan insiden terjadinya karies.
•Pada kehidupan sehari-hari dalam
bentuk gula putih,enak,mudah
diperoleh
 sukrosa yang menaikkan indikasi karies paling
besar. Hal ini disebabkan karena sintesa ekstra
sel sukrosa lebih cepat daripada gula lainnya
seperti glukosa, fruktosa, dan laktosa sehingga
cepat diubah oleh mikroorganisme dalam
rongga mulut menjadi asam
 Memiliki nilai kemanisan 1
Peran Sukrosa dalam
Streptococcus Karies
mutans ,
Lactobacillus Fermentasi
asam
sp sukrosa

Demineralisa Penurunan pH pH plak


si terus menerus turun 1-3
menit

Karies
Glukosa vs Karies
 Glukosa adalah zat putih berkristal, larut
dalam air, tetapi sulit larut dalam alkohol.
Rasanya manis, tetapi tidak semanis gula
pasir. Contohnya gula merah dan buah
anggur
 Memiliki nilai kemanisan 0,74
Peran Glukosa dalam Karies

Glukosa Glukan/dextran

Melekat pada
Bersama dengan
permukaan gigi
Streptococccus
dan membentuk
mutans
plak
Fruktosa vs Karies
 Fruktosa (bahasa Inggris: fructose, levulose, laevulose),
atau gula buah, adalah monosakarida yang ditemukan di
banyak jenis makanan dan merupakan salah satu dari
tiga gula darah penting bersama dengan
glukosa dan galaktosa, yang bisa langsung diserap oleh
tubuh
 Fruktosa ditemukan pada tanaman, terutama pada madu,
pohon buah, bunga, beri dan sayuran
 Nilai kemanisan 1,73
Madu
Mekanisme Penggunaan Fruktosa
dalam Pembentukan Karies

Streptococcus Metabolisme
+ fruktosa
mutans glikolisis

Menghancurkan
As.laktat Energi + as.
zat kapur fosfat
menurunkan pH laktat
dalam email gigi
Maltosa vs Karies
 Maltosa (gula malt)
 Maltosa merupakan suatu disakarida dan
merupakan hasil dari hidrolisis parsial tepung
(amilum).
 Maltosa banyak terdapat kecambah, susu dan pada
serealia, misalnya beras.
 Memiliki nilai kemanisan 0,32
Laktosa vs Karies
 Laktosa (gula susu) terdapat dalam susu dan terdiri
atas satu unit glukosa dan satu unit galaktosa.
 Laktosa adalah gula yang rasanya paling tidak manis
(seperenam manis glukosa) dan lebih sukar larut
daripada disakarida lain.
 Memiliki nilai kemanisan 0,16
 Daya kariogenik rendah – hampir tidak kariogenik
Saran
 Membatasi asupan “free sugar” hingga < 10% dari total
kalori
 Diganti dengan konsumsi gula alkohol
Misalnya : sorbitol, xylitol, manitol, dulcitol, inositol
Tingkat Kariogenik Bahan Pemanis
SUKROSA

GLUKOSA

MALTOSA

FRUKTOSA

LAKTOSA
Daftar Pustaka
 Devina,Yastani. 2008. Skripsi Perbandingan Nilai Viskositas,
pH dan Kapasitas Dasar Saliva Setelah Mengkonsumsi Air
Madu dan Air Pemanis Rendah Kalori. Jakarta:Universitas
Indonesia
 Nyoman, Nurdeviyanti. 2011. Thesis Larutan Garam Dapur
Beriodium Mengahambat Pertumbuhan Streptococcus
mutans secara in vitro. Bali:Universitas Udayana; 4-5
 Soesilo, Diana. Peranan Sorbitol dalam Mempertahankan
kestabilan pH Saliva pada Proses Pencegahan Karies.
2005;38(1):25-28
TERIMA KASIH