Anda di halaman 1dari 10

Teknopreneurship dan

Era Digital

Technopreneurship
• Entrepreneur dan teknopreneur pada dasarnya memiliki
esensi yang sama meskipun terdapat sedikit perbedaan
antara keduanya
• Teknopreneur adalah mereka yang mendasarkan
ke"entrepreneuran"nya berdasarkan keahlian berbasis
teknologi sebagai unsur utama pengembangan
produknya. Inovasi dan kreativitas sangat mendominasi
dalam hal ini
• Teknopreneur tidak sekedar menjual barang komoditas
namun mereka menjual produk inovatif yang mampu
menjadi substitusi maupun komplemen dalam
kemajuan peradaban manusia.
Contoh : GOOGLE
• Mesin pencari situs internet yakni Google, didirikan oleh Page dan Brian
dari sebuah proyek penelitian di tingkat doktoral di Universitas Standford
pada pertengahan 90-an.
• Tahun 1998, Page dan Brian berhasil meyakinkan seorang investor untuk
menanamkan modal sebesar USD 100 ribu. Tersedianya modal kepercayaan
investor tersebut memungkinkan keduanya untuk mampu menarik modal
kawan-kawan dan keluarga hingga meraih modal USD 1 juta.
• Gaya manajemen yang unik, yaitu main-main, santai tapi serius, mewarnai
kantor pusat Googleplex yang didesain meriah, dengan aneka camilan pada
tempat strategis, sarana bilyar atau berenang, hingga beberapa karyawan
yang hilir mudik dengan skateboard.
• Hingga tahun 2006, lulusan terbaik universitas mapan di AS mematok
Google sebagai pilihan teratas untuk meniti karir. (Sumber: David A Vise
dan Mark Malseed, Kisah Sukses Google, 2006)
ASPEK SPIRIT TEKNOPRENEURSHIP

Terdapat atribut atau aspek yang dijadikan acuan dalam spirit


teknopreneurship, yaitu :
1. Lebih suka risiko yang moderat
2. Menyenangi pekerjaan yang berkaitan dengan proses mantal dengan
tujuan utama pencapaian prestasi pribadi
3. Locus of control internal
4. Kemampuan kreatif dan inovasi
5. Cenderung berpikir panjang, memiliki potensi untuk melakukan visi
yang jauh ke depan
6. Kemandirian
WATAK, SPIRIT, DAN CIRI TEKNOPRENEUR
Mengutip Arman Hakim Nasution, Berikut beberapa atribut yang meiekat pada watak seorang teknopreneur:
• Berwatak maju
• Bergairah dan mampu menggunakan daya penggerak dirinya
• Berpandangan positif dan kreatif
• Selalu mengutamakan memberi daripada meminta
• Pandai bergaul
• Memelihara kepercayaan yang diberikan kepadanya
• Berkepribadian yang menyenangkan
• Selalau ingin meyakinkan diri sebelum bertindak
• Menolak cara berpikir, bersikap, dan berbuat negatif, serta mengutamakan benih kebiasaan cara berpikir, bersikap mental, dan berbuat positif
• Sangat menghargai waktu
• Memelihara seni berbicara dan kesopanan
• Tidak ragu atau khawatir akan saingan yang datang dari bawah maupun atas
• Bersedia melakukan pekerjaan rendahan (pengorbanan)
• Tidak akan pernah mementingkan diri sendiri, rakus, atau serakah Jujur dan setia kawan
• Menghormati hukum dan aturan Tidak berlebihan dalam hal apa pun
• Selalu mengejar martabat dan kehormatan diri
• Menahan diri untuk membeli, tetapi meningkatkan kegiatan penjualan
BISNIS DI ERA DIGITAL
Dari Peranti Lunak Hingga Batik Siap Pakai
• Batik fraktal ditemukan oleh tiga anak muda yang berdomisili di Bandung
dengan latar belakang pendidikan yang berbeda, yaitu Nancy Margried
(lulusan komunikasi Unpad), Muhammad Lukman (arsitek ITB), dan Yun
Hariadi (alumnus matematika ITB). Ketiganya disatukan oleh minat yang
sama, yakni seni dan teknologi.
• Batik fraktal lahir dari serangkaian penelitian yang dilakukan sepanjang
tahun 2006. Selama berbulan-bulan mereka meneliti ratusan motif batik
tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.
• Mendirikan Piksel Indonesia, di mana Nancy menjadi CEO. Melalui bendera
Piksel Indonesia ini mereka memproduksi Software batik fraktal dengan
merek dagang "jBatik".
• Dengan peranti lunak Batik, Piksel Indonesia ingin seni batik bisa lebih
membumi dan lebih mudah diproduksi secara massal (mass product).
Yang Muda Yang Berjaya di Digital
Pada usia berapa sebaiknya kita memulai bisnis?
• Kolonel Harland David Sanders, pendiri Kentucky Fried Chicken (KFC)
yang baru memulai usahanya pada usia 66 tahun
• Mark Zuckerberg (pendiri Facebook), Steve Jobs (pendiri Apple), dan Bill
Gates (pendiri Microsoft) adalah pebisnis-pebisnis tangguh yang
membangun usaha di usia muda, di bawah 25 tahun
The young digital entrepreneur

• Murni Hardayani (Pemilik RaZha),


• Inggrid Chan (Pemilik Fashionette-Room),
• Nandra Janniata (Pemilik Katering Bebitang),
• Dedy Irawan (Pemilik JP Production) dan
• Budianto Goenawarman (Direktur PT Finroll).