Anda di halaman 1dari 26

DESAIN EKSPERIMEN

Presented By :
1.Tari Julia Rahmah (16043033)
2.Yuni Maya Sari (16043034)
3.Nanda Rafsanjani (16043037)
4.Ridho Hamdani (16043051)
5.Desni Ramadhani (16043060)
EKSPERIMEN LABORATORIUM

Eksperimen Laboratorium adalah suatu desain eksperimen buatan


dengan melakukan kontrol dan manipulasi untuk mengetahui
tingkat pengaruh kausal variabel bebas terhadap variabel terikat.

a. Kontrol adalah dengan suatu variabel yang dikendalikan sehingga


tidak mempengaruhi variabel X maupun Y

b. Manipulasi adalah membuat tingkat variabel bebas yang berbeda


untuk menilai dampaknya terhadap variabel terikat
Mengontrol Variabel Mengganggu atau Eksogen
yang Mencemari

a. Memadankan Kelompok adalah memilih karakteristik yang


membuat rancu dan dengan sengaja menyebarkannya ke
semuakelompok
b. Randomisasi adalah menempatkan anggota ke dalam kelompok
secara acak. Setiap anggota kelompok memiliki peluang yang
sama. Manfaat Randomisasi adalah dapat mendistribusikan
ketidaksamaan antar kelompok berdasarkan hukum distribusi
normal
Validitas internal dari eksperimen laboratorium

✘ Validitas Internal mengacu pada tingkat keyakinan kita tentang


pengaruh hunungan sebab akibat.
✘ Validitas Eksternal mengacu pada tingkat generalisasi dari hasil
sebuah studi.
eksperimen lapangan

✘ Eksperimen lapangan adalah eksperimen yang dilakukan dalam


lingkungan alami di mana pekerjaan dilakukan seperti biasa,
namun perlakuan tertentu diberikan kepada satu kelompok atau
lebih
✘ Dalam eksperimen lapangan, meskipun tidak mungkin
mengontrol semua variabel pengganggu karena anggota tidak
dapat ditempatkan dalam kelompok secara acak atau
disepadankan, perlakuan dapat tetap dimanipulasi.
TITIK TENGAH ANTARA VALIDITAS INTERNAL DAN
EKSTERNAL

✘ Jika menginginkan vliditas internal yang tinggi, kita harus


menentukan validitas eksternal yang lebih rendah dan sebalinya.
✘ untuk memastikan kedua jenis validitas, peneliti biasanya
pertama-tama mencoba menguji hubungan kausal dalam situasi
lab atau buatan yang dikontrol secara ketat, dan setelah
hubungan ditemukan, mereka mencoba mneguji hubungan kausal
tersebut dalam eksperimen lapangan.
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI VALIDITAS
INTERNAL
Pengaruh Pengaruh Pengaruh
Sejarah Maturasi Pengujian
• Peristiwa • Pengaruh • Adanya
atau maturasi proses
faktor merupak prates
tertentu an dan
yang sebuah pascates
Continue...
Pengaruh Pengaruh Pengaruh
Bias Mortalita Regresi
• Dalam
Seleksi • Mortalit
s •Statistik
Pengaru
situasi as h ini
laborato adalah muncul
rium, pengaru ketika
jenis h yang anggota
Continue...

Pengaruh Instrumentasi

Pengaruh Instrumentasi dapat muncul karena perubahan dalam


instrumentasi pengukuran antara prates dan dan pascates, dan
bukan karena perbedaan dampak perlakuan pada akhirnya.
Mengidentifikasi ancaman terhadap
validitas internal
Pengaruh Sejarah
Pengaruh Maturasi
Pengaruh Pengujian
Pengaruh Bias Seleksi
Pengaruh Moralitas
Pengaruh Regresi Statistik

Pengaruh Instrumentasi
Validitas internal dalam studi kasus

Studi eksperimen yang didesain dengan baik, secar acak


menempatkan anggota pada kelompok eksperimen dan kelompok
kontrol, dan yang berhasil memanipulasi perlakuan menunjukan
kemungkinan hubungan kausal, menjadi hal yang tidak mungkin
untuk mengatakan manakah faktor yang menyebabkan faktor lain.
Tinjauan faktor – faktor yang mempengaruhi
validitas internal dan validitas eksternal

 Validitas internal memunculkan pertanyaan mengenai apakah perlakuan


semata atau sejumlah faktor asing tambahan yang meyebabkan pengaruh.
 Terdapat tujuah faktor yang dapat memengaruhi validitas internal, namun
menjadi hal memungkinkan untuk menguranginya dengan meningkatkan
pemahaman desain eksperimen
 Validitas eksternal meningkatkan persoalan mengenai generalisasi temuan
pada situasi lain
 Penagruh pengujian interaktif dan seleksi dapat membatasi validitas
eksternal. Ancaman ini dapat dihentikan dengan membuat kondisi
eksperimen yang semirip mungkin dengan situasi dimana hasil dari
eksperimen tersebut akan digeneralisasikan
JENIS DESAIN
EKSPERIMEN
desain eksperimen kuasi
eksperimen yang memiliki perlakuan (treatments), pengukuran-
pengukuran dampak (outcome measures), dan unit-unit eksperiment
(experimental units) namun tidak menggunakan penempatan secara
acak
eksperimen ini belum atau tidak memiliki cir-ciri rancangan
eksperimen yang sebenarnya, karena variabel-variabel yang
seharusnya dikontrol atau di manipulasi
tiga desain eksperimen kuasi

desain kelompok
eksperimen prates pascates hanya desain rangkaian
dan pascates dengan kelompok waktu
eksperimen dan
kelompok kontrol
desain eksperimen murni

Desain Eksperimen yang meliputi perlakuan, kelompok kontrol, dan merekam informasi
sebelum dan sesudah kelompok eksperimen diberi perlakuan. Disebut juga Ex Post Facto
Experimental Design dilakukan untuk membuktikan hubungan sebab–akibat. Tidak ada
manipulasi variabel bebas dalam eksperimen lab atau lapangan, namun subyek yang telah
diberi stimulus dan tidak, dipelajari.
desain empat kelompok salom

untuk memperoleh keyakinan yang lebih tinggi dalam validitas internal pada desain
eksperimen, disarankan untuk membuat dua kelompok eksperimen dan dua kelompok
kontrol untuk eksperimen. satu kelompo eksperimen dan sastu kelompok kontrol dapat
diberikan prates dan pascates.
desain empat kolom solomon , juga disebut dengan desain enam studi empat kelompok.
desain ini mengontrol semua ancaman untuk validitas internal, selain pengaruh mortalitas
(yang merupakan masalah bagi semua desain eksperiment) dan pengaruh ujian interaktif.
studi double-blind

blind study dilakukan untuk menghindari bias yang mungkin muncul.


Studi di mana pelaku eksperimen maupun subyek tidak menyadari siapa yang diberi perlakuan
sebenarnya dan siapa yang seakan-akan (placebo).
desain ex post facto

Desain Eksperimen yang meliputi perlakuan, kelompok kontrol, dan merekam informasi
sebelum dan sesudah kelompok eksperimen diberi perlakuan. dilakukan untuk
membuktikan hubungan sebab–akibat. Tidak ada manipulasi variabel bebas dalam
eksperimen lab atau lapangan, namun subyek yang telah diberi stimulus dan tidak,
dipelajari
Simulasi
Simulasi

Simulasi adalah alternatif eksperimen lab dan lapangan yang saat ini dipergunakan dalam
penelitian bisnis. Simulasi yang menggunakan teknik membangun model untuk
menentukan pengaruh perubahan dan simulasi berbasis komputer menjadi populer
dalam penelitian bisnis. Simulasi dibuat sedemikian rupa sehingga situasi yang diciptakan
mirip dengan kondisi sebenarnya.
Hubungan kausal bisa diuji karena manipulasi dan kontrol adalah mungkin dalam simulasi.
Dua jenis simulasi dapat dilakukan:

1. Simulasi Eksperimen : Sifat dan waktu simulasi ditentukan


sepenuhnya oleh peneliti.
2. Simulasi bebas : Rangkaian aktivitas setidaknya setengah diatur
oleh reaksi peserta pada beragam stimulus saat mereka berinteraksi
satu sama lain. Looking Glass, adalah simulasi bebas yang diuciptakan
Lombardo, McCall dan DeVries (1983) untuk mempelajari gaya
kepemimpinan, cukup populer dalam bidang manajemen.
Isu Etis Dalam penelitian Desain Eksperimen
Praktis berikut dianggap tidak etis:
1. Mendesak orang ikut serta dalam eksperimen atau menggunakan
tekanan sosial.
2. Merendahkan subjek
3. Menipu subjek terkait tujuan penelitian
4. Menimbulkan stres fisik/mental kepada subjek
5. Dll
Implikasi Manajerial

Sebelum menggunakan desain eksperimen dalam studi penelitian,


penting untuk mempertimbangkan apakah hal tersebut perlu dan
sampai pada tingkat apa.
Beberapa pertanyaan yang perlu dijawab:
1. Apakah benar-benar diperlukan untuk mengidentifikasi hubungan kausal, atau cukup
jika korelasi yang berlaku antara variasi dalam variabel diketahui?
2. Jika penting untuk mengetahui bahwa hubungan kausal penting, mana yang lebih
diperlukan, validitas internal atau eksternal atau keduanya?
3. Apakah biaya faktor penting dalam studi? Jika ya, bisakah desain eksperimen yang
kurang canggih mencapai tujuan?
“Happiness can only be found if you can free
yourself of all other distractions. Do the
things that make you feel good, you get to
decide whatever this means for you”