Anda di halaman 1dari 12

ENDOMETRIOSIS AFTER MENOPAUSE

RITA LIA DAHLIA


PEMBIMBING : dr. , Sp.OG

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ABDURRAB
ILMU OBSTETRY DAN GYNEKOLOGI
RSUD BANGKINANG
2019
HISTORY
• Teori endometriosis : Daniel Christianus (1690)  kasus pertama
dilaporkan 250 th (1942) kemudian pd wanita 78 th

• Kemper et al (1960) : 136 wanita dg endometriosis post


menopause

• Punnonen et al (1980) : 11 wanita dg endometriosis ovariun post


menopause
PREVALENSI
• Sulit menilai prevalensi endometriosis pd masa subur 
prevalensi sebenarnya endometriosis post-menopause tidak
diketahui

• Bbrp literatur : prevalensi 25%

• Henrikkens : 3,7%  Ranney : 4,8%

• Hass et al : 1074/42.079 (2,55%) dg endometriosis post menopause


(usia 55-95 th)
PATOFISIOLOGI
• Tidak ada teori penjelasn pasti u/ endometriosis post-menopause
 hny 15,3% memiliki riw. Endometriosis sebelumnya  teori
metaplasia coelomic

• post-menapause : sumber estrogen t.u perifer (adiposa + integumen)  konversi


androgen + estrogen utama : estron (E1)

• E1 dikonversi  estradiol (E2) melalui 17-b HSD  bertentangan dg jar.


Endometrium normal  17-b HSD kurang dlm jar. Endometriotik  E2 (estrogen
aktif) tidak dimetabolisme

• Peningkatan E2 lokal  mencetus produksi PG E2, stimulator enzim aromatase +


ekspresi protein  kolesterol masuk kedalam mitokondria
HRT & ENDOMETRIOSIS POST-MENOPAUSE
• Fedele et al (1999) : tibolone >> aman pd wanita dg salping-oofrorektomi
bilateral (BSO) & endometriosis rektovaginal residual

• Matorras et al :

• 4 kasus rekurensi pd kel. Terapi hormon (HT) & nol pd kel. Non-HT

• BSO tanpa histerektomi/ implan peritoneal >3 cm : FR rekurensi


endometriosis pd kel. HT

• Studi lain : HT relatif aman walau dlm jumlah kecil


HRT & ENDOMETRIOSIS POST-MENOPAUSE
• Case report (2003): wanita dg histerektomi dg terapi estrogen +
testoteron  lesi endometriotik + kista endometriotik ovarium

• European Menopause and Andropause Society : terapi


hormon dpt mengaktifkan lesi residu + risiko transformasi
endometrisis malignan pd post menopause
TAMOXINE & ENDOMETRIOSIS POST-MENOPAUSE

• Tamoxine (TMX) : efek antiesterogenik pd Ca mamae  efek


estrogenik pd jar. Endometrium

• Fx TMX tidak jelas : apakah menginduksi/mengembangkan


endometriosis

• Terapi TMX pd wanita Ca mamae post menopause meningkatkan


risiko endometriosis
HISTOPATOLOGI & GAMBARAN KLINIS
ENDOMETRIOSIS PASCAMENOPAUSE
• Toki et al (1996) histopatologi : lesi endometriotik ttp aktif scr
bilogis + aktivitas proliferatif + respon hormon

• Gejala : nyeri panggul/massa  tergatung lokasi lesi


TERAPI PILIHAN
BEDAH

• Terapi utama endometriosis post-menopause t.u risiko


keganasan

• Risiko terapi :

• Komorbiditas ps pasien usia lanjut

• Risiko operasi tinggi e.c riw. Operasi sebelumnya


TERAPI PILIHAN
INHIBITOR AROMATASE

• Takayama et al (1998) : keberhasilan terapi anastrazole & letrozole pd


endometriosis berulang :

• E2 berkurang hingga 50%

• nyeri (-) dlm 2 bulan

• Ukuran massa sgt berkurang pd 6 bln terapi

• Aromatase RNA tidak terdeteksi

• Risiko AI: osteoporosis & fraktur


TRANSFORMASI GANAS & KEGANASAN
• FR malignansi : usia  wanita post menopause berpotensi
transformasi malignansi

• 2002 :

• 25 kasus Ca ovarium timbul dr endometriosis

• 21 kasus Ca ekstaovarian timbul dr endometriosis