Anda di halaman 1dari 3

Argumen yang Mendukung dan yang

Menentang Etika Bisnis


Beberapa asusmsi yang menjadi argumen:

 Sebagian besar industri tidak “kompetitif secara sempurna”


 langkah manapun yang diambil untuk meningkatkan keuntungan, perlu
menguntungkan secara sosial, sekalipun dalam kenyatannya ada beberapa cara untuk
meningkatkan keuntungan yang sebenarnya merugikan masyarakat .
 memproduksi apa pun yang diinginkan oleh seluruh anggota masyarakat, ketika
kenyataanya keinginan sebagian besar masyarakat (yang miskin dan tidak
diuntungkan) tidak perlu dipenuhi karena mereka tidak dapat sepenuhnya
berpartisipasi dalam pasar.
 secara esensial membuat penilaian normative (‘’ manajer seharusnya mengabdikan
diri mereka pada pencarian keuntungan yang terfokus’’) dengan dasa standar moral
yang diasumsikan, namun belum terbukti
Argumen agen loyal mengandalkan beberapa asumsi
yang dapat dipertanyakan

• Argumen itu berusaha memperlihatkan bahwa etika


bukan suatu masalah.
• Argumen agen yang loyal mengasumsikan bahwa tidak
ada batasan kewajiban manajer melayani majikannya,
namun keyatannya batas semacam itu diekspresikan
oleh institusi legal dan sosial dari mana kewajiban
tersebut muncul.
• Argumen agen yang loyal mengasumsikan bahwa jika
manajer setuju untuk mengabdi kepada perusahaan,
maka persetujuan tersebut secara otomatis
membenarkan apapun yang dilakukan manajer demi
perusahaan.
Kasus etika dalam bisnis
Salah satu cara berpendapat bahwa etika
seharusnya diterapkan dalam bisnis dengan
menunjukkan bahwa etika mengatur semua
aktivitas manusia yang disengaja dan karena
bisnis merupakan aktivitas manusia ynag
disengaja, etika hendaknya juga berperan dalam
bisnis.