Anda di halaman 1dari 63

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama Lengkap : dr. Lina R. Mangaweang, SpKJ


Tempat/Tgl.Lahir : Jakarta, 19 September 1962
Status : Menikah + 2 anak laki-laki
Pangkat/Gol : Pembina Tkt.I / IV b
Jabatan : Ka.Subdit Masalah Keswa Anak dan Remaja
Riwayat Pekerjaan : Ka.Subdit Masalah Kelompok Berisiko
Ka.Subdit Fasilitas Pelayanan Kesehatan Jiwa
Instansi : Direktorat P2 Makeswa dan NAPZA
LINA R. MANGAWEANG
Alamat Kantor DIREKTORAT
: Jl. Percetakan
PENCEGAHANNegara II No 29, RT 23/RW 07
DAN PENGENDALIAN
MASALAH KESEHATAN
Kel Johar Baru,JIWA
DKIDAN NAPZA,Kotak Pos 223
Jakarta.
DITJEN PENCEGAHAN
Jakarta & PENGENDALIAN PENYAKIT
13560
KEMENTERIAN KESEHATAN RI
No. Telp.Kantor : 021 – 4247608/Fax
TAHUN 2018 Kantor : 021 – 4245778
HP : 08119989819
UPAYA PELAYANAN KESEHATAN JIWA
DI SEKOLAH

LINA R. MANGAWEANG
DIREKTORAT PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN
MASALAH KESEHATAN JIWA DAN NAPZA,
DITJEN PENCEGAHAN & PENGENDALIAN PENYAKIT
KEMENTERIAN KESEHATAN RI
TAHUN 2018
PENGANTAR
MODUL INTI - 6
• Pengembangan kesehatan jiwa di sekolah tidak
berbeda dengan pelaksanaan pelayanan kesehatan
lainnya yang telah dikembangkan di sekolah melalui
trias UKS pada program UKS.
• Untuk mengembangkan sekolah sehat dilakukan
upaya menanamkan perilaku hidup bersih sehat
sedini mungkin melalui (1) pendidikan kesehatan, (2)
pelayanan kesehatan dan (3) pembinaan lingkungan
sekolah sehat.
TUJUAN
Tujuan Pembelajaran Umum :
Setelah mempelajari materi ini, peserta mampu melakukan
deteksi dini masalah kesehatan jiwa.
Tujuan Pembelajaran Khusus agar:
• Melaksanakan pendididikan kesehatan jiwa di sekolah/
madrasah
• Melaksanakan pelayanan kesehatan jiwa di sekolah/
madrasah
• Mampu melakukan deteksi dini masalah kesehatan jiwa
pada anak dan remaja
PENDIDIDIKAN
KESEHATAN JIWA DI
SEKOLAH/MADRASAH
PENDIDIKAN KESEHATAN JIWA DI
SEKOLAH/MADRASAH

Pendidikan kesehatan jiwa adalah usaha/bantuan yang


diberikan berupa bimbingan, pelatihan keterampilan
sosial, dan tuntunan kepada peserta didik tentang
kesehatan jiwa yang meliputi;
(1) perkembangan fisik dan jiwa sesuai kelompok usia
peserta didik
(2) permasalahan keswa yang sering dihadapi
(3) keterampilan sosial untuk meningkatkan ketahanan
mental agar kepribadian peserta didik dapat tumbuh
dengan baik.
1a. TUJUAN PENDIDIKAN KESEHATAN JIWA
DI SEKOLAH/MADRASAH
BAGI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
• Memahami tentang perkembangan jiwa peserta didik sesuai
kelompok usia mereka dikaitkan dengan perkembangan fisik.
• Memahami permasalahan kesehatan jiwa yang sering
dihadapi peserta didik sesuai kelompok usia dan warga
sekolah lainnya.
• Mampu membimbing peserta didik dalam meningkatkan
kesehatan jiwanya
• Warga sekolah mampu berfikir dan berperilaku positif
terhadap diri sendiri dan orang lain.
• Mewujudkan hubungan kerjasama yang harmonis antara
sesama warga sekolah.
1b. TUJUAN PENDIDIKAN KESEHATAN JIWA
DI SEKOLAH/MADRASAH BAGI PESERTA DIDIK

• Mampu menghadapi tantangan hidup serta memiliki


daya tangkal terhadap pengaruh buruk dari luar
(narkoba, arus dan teknologi informasi).
• Mampu berfikir dan berperilaku positif terhadap diri
sendiri dan orang lain.
• Mewujudkan hubungan kerjasama yang harmonis
antara sesama warga sekolah.
2. PELAKSANAN PENDIDIKAN KESEHATAN JIWA
DI SEKOLAH / MADRASAH

1. Kegiatan Intrakurikuler
Pelaksanaan pembelajaran kesehatan jiwa yang diintegrasikan
dengan semua mata pelajaran pada kurikulum yang berlaku.
Dalam pelaksanaan pendidikan kesehatan jiwa intrakurikuler
disesuaikan dengan usia peserta didik.
2. Kegiatan Ekstrakurikuler
Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan diluar jam
pelajaran sekolah maupun di luar sekolah untuk menerapkan
materi kesehatan jiwa serta meningkatkan perilaku hidup
bersih sehat bagi peserta didik.
2. PELAKSANAN PENDIDIKAN KESEHATAN JIWA
DI SEKOLAH / MADRASAH

3. Kegiatan Sosial di Sekolah


Kegiatan - kegiatan bersifat sosial yang mendukung kesehatan
jiwa peserta didik seperti:
• Kerja bakti yang dapat mempererat rasa persaudaraan dan
kebersamaan
• Aksi sosial (kunjungan dan memberi bantuan ke panti
sosial) dsbnya.
4. Kegiatan Perlombaan
• Pertandingan olah raga
• Perlombaan pada hari-hari besar Nasional yang dirayakan
oleh sekolah dan Madrasah dsbnya.
PELAKSANAN PENDIDIKAN KESEHATAN JIWA
DI SEKOLAH / MADRASAH

1. Kegiatan Intrakurikuler
Untuk Usia 4 - 10 tahun (TK - SD kelas 4)
Materi pendidikan kesehatan jiwa mencakup :
• Perilaku sehat jiwa dalam keluarga (lihat materi
kesehatan jiwa ‘Aku dan Keluargaku’).
• Cara berteman yang baik (lihat materi kesehatan jiwa
“Aku dan Teman-temanku”).
• Cara mengenali dan menghadapi emosi (lihat materi
kesehatan jiwa “Mengenal dan Menghadapi Berbagai
Macam Emosi”).
PELAKSANAN PENDIDIKAN KESEHATAN JIWA
DI SEKOLAH / MADRASAH

1. Kegiatan Intrakurikuler
Untuk usia 11 - 18 tahun (SD Kelas 5 - SMA)
Materi pendidikan kesehatan jiwa mencakup :
• Materi perkembangan fisik dan jiwa sesuai kelompok
usia peserta didik (lihat Pedoman Upaya Kesehatan Jiwa
Anak Usia Sekolah di tingkat Sekolah Dasar/Madrasah
Ibtidaiyah dan Sekolah Lanjutan)
• Permasalahan keswa yang sering dihadapi peserta didik.
• Meningkatkan kecakapan hidup dalam menghadapi
pengaruh negatif dari luar serta membimbing siswa untuk
berperilaku hidup bersih sehat, berteman yang baik (lihat
materi kesehatan jiwa “Keterampilan Sosial”).
PELAKSANAN PENDIDIKAN KESEHATAN JIWA
DI SEKOLAH / MADRASAH

2. Kegiatan Ekstrakurikuler
a. Kegiatan yang melibatkan warga sekolah dan
tenaga kesehatan meliputi :
• Kader kesehatan sekolah (dokter kecil, kader
kesehatan sekolah/KKR, konselor sebaya/peer
conselor, pramuka, PMR, kunjungan ke Puskesmas,
RS Jiwa, Panti sosial dll).
• Kreatifitas peserta didik : Majalah dinding (untuk
menampilkan prestasi, kegiatan dan informasi serta
edukasi kesehatan jiwa di sekolah yang bertujuan
untuk meningkatkan dan memotivasi warga sekolah)
PELAKSANAN PENDIDIKAN KESEHATAN JIWA
DI SEKOLAH / MADRASAH

2. Kegiatan Ekstrakurikuler
b. Pendidikan dan bimbingan kesehatan yang diberikan
kepada tenaga pendidik dan kependidikan, orangtua dan
pengelola UKS.
Materi yang diberikan adalah semua materi yang ada di
pendidikan kesehatan jiwa serta materi pola asuh.
Bimbingan untuk menerapkan perilaku hidup bersih sehat
seperti menghindari kebiasaan merokok dan NAPZA (Narkotika,
Alkohol, Psikotik dan Zat Adiktif lainnya), meningkatkan
kerjasama kelompok, tidak terlibat tawuran, tidak terlibat
perkelahian, adanya hubungan yang harmonis antara peserta
didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan kepala sekolah
melalui materi keterampilan sosial.
PENDEKATAN DAN METODE PENDIDIKAN
KESEHATAN JIWA DI SEKOLAH / MADRASAH

a. Pendekatan
Beberapa pendekatan yang dapat dilakukan dalam rangka
melaksanakan pendidikan kesehatan antara lain adalah melalui :
1) Individual (konseling oleh guru dan teman sebaya).
2) Kelompok di dalam dan di luar jam pelajaran :
• Di dalam kelas mis: melalui proses pembelajaran di kelas
• Di luar kelas mis : melalui kegiatan ekstrakurikuler.
• Lingkungan keluarga mis : makan bersama, melakukan
ibadah bersama dan orang tua membangun komunikasi
berkualitas untuk anak (keluarga inti).
PENDEKATAN DAN METODE PENDIDIKAN
KESEHATAN JIWA DI SEKOLAH / MADRASAH

b. Metode
Dalam proses belajar mengajar guru dan pembina
dapat menggunakan metode misalnya; belajar
kelompok, kerja kelompok, diskusi interaktif, belajar
perorangan, pemberian tugas, karya wisata, bermain
peran, tanya jawab, simulasi dan bimbingan
(konseling).
PENDEKATAN DAN METODE PENDIDIKAN KESWA
DI SEKOLAH / MADRASAH

Agar tujuan pendidikan kesehatan jiwa bagi peserta didik dapat


tercapai secara optimal, maka dalam pelaksanaannya
memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1) Memperhatikan kebutuhan pembangunan nasional.
2) Mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
3) Sesuai dengan situasi dan kondisi setempat.
4) Sesuai dengan tingkat kemampuan dan perbedaan individual
peserta didik.
5) Diupayakan sebanyak-banyaknya melibatkan peran aktif
peserta didik.
6) Selalu mengacu pada tujuan pendidikan kesehatan jiwa.
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM KESEHATAN JIWA
DI SEKOLAH/MADRASAH
Untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan program kesehatan
jiwa di sekolah/madrasah maka perlu dilakukan evaluasi.
• Kurang ( < 50%)
• Cukup (50-75 %)
• Baik ( > 75 %)
• Sangat baik (100 % plus swadana)
PELAYANAN
KESEHATAN JIWA DI
SEKOLAH/MADRASAH
PELAYANAN KESEHATAN JIWA DI
SEKOLAH/MADRASAH
• Pelayanan kesehatan jiwa di sekolah/madrasah adalah upaya
peningkatan (promotif), pencegahan (preventif), tatalaksana
(kuratif) dan pemulihan (rehabilitatif) yang dilakukan terhadap
peserta didik dan lingkungannya.
• Tujuan Pelayanan Kesehatan Jiwa di Sekolah/Madrasah untuk :
a. Memberikan penyuluhan, pelatihan dan bimbingan
kepada warga sekolah
b. Melakukan deteksi dini masalah kesehatan jiwa bagi warga
sekolah.
c. Melakukan intervensi dini terhadap warga sekolah yang
terdeteksi.
d. Merujuk warga sekolah yang tidak bisa ditangani sekolah ke
Puskesmas atau Rumah Sakit.
PELAYANAN KESEHATAN JIWA
DI SEKOLAH/MADRASAH
• Kegiatan meliputi :
a. Peningkatan kesehatan jiwa (promotif)
dilaksanakan melalui kegiatan penyuluhan
kesehatan termasuk penyuluhan masalah emosi,
perilaku dan latihan keterampilan sosial.
PELAYANAN KESEHATAN JIWA
DI SEKOLAH/MADRASAH
b. Pencegahan (preventif) dilaksanakan melalui deteksi dini
atau penapisan awal kepada seluruh peserta didik dengan
cepat dan bersifat massal dengan menggunakan kuesioner
PSC (Pediatric Symptomp Checklist), selanjutnya dilakukan
penilaian pada peserta didik yang terjaring dari hasil
penapisan awal dengan menggunakan SDQ (Strength
Difficulties Questionnaire) yang terdiri dari SDQ Anak (usia 4
– 10 tahun) diisi orang tua/guru dan SDQ Remaja (usia 11 –
18 tahun) diisi oleh remaja. Selanjutnya observasi
menggunakan buku rapor kesehatanku
Deteksi dini kepada tenaga pendidik dan kependidikan dan
orangtua/pengasuh dengan menggunakan SCL-90. Deteksi dini
dilakukan melalui pemeriksaan secara berkala dan pengamatan.
PELAYANAN KESEHATAN JIWA
DI SEKOLAH/MADRASAH
c. Tatalaksana dan pemulihan masalah keswa dilakukan melalui:
1) Intervensi dini berupa psikoedukasi dan konseling (oleh
guru dan teman sebaya).
2) Pembinaan dan konseling kepada keluarga agar ikut
berperan aktif dalam memberikan bimbingan,
meningkatkan kemampuan anak didik serta
meningkatkan kesehatan jiwanya.
3) Bila permasalahan tidak dapat ditangani di sekolah dapat di
rujuk dengan surat rujukan ke Puskesmas atau RS.
Tempat dan kegiatan pelayanan kesehatan jiwa di sekolah/
madrasah dapat dilakukan di sekolah/madrasah dan di
Puskesmas (jika dalam 1-3 bulan dibimbing dan dibina guru tidak
ada pemulihan/perbaikan dak ke RS jika 1-3 bulan tidak pulih).
DETEKSI DINI
MASALAH KESWA
PADA
ANAK & REMAJA
DETEKSI DINI
• Deteksi dini keswa adalah upaya/langkah awal untuk
mengenali atau menandai suatu gejala atau ciri-ciri yang
ada pada anak dalam tahap perkembangannya terkait
adanya risiko atau penyakit untuk mendapatkan
pertolongan medis.
• Semakin cepat diagnosis gangguan jiwa terdeteksi,
semakin cepat pula pengobatan dapat dilakukan
sehingga diharapkan akan memotong perjalanan
penyakit dan mencegah hendaya dan disabilitas.
DETEKSI DINI
• Idealnya proses deteksi dini dapat dilakukan oleh
setiap orang, artinya masyarakat paham akan tanda-
tanda awal masalah kesehatan jiwa sampai ke
gangguan jiwa pada remaja
• Orang tua dan tenaga pendidik memegang peranan
penting dalam deteksi dini, posisi mereka strategis,
karena dengan mengenali adanya tanda dan gejala
masalah kesehatan jiwa dan gangguan jiwa pada
anak dan anak didiknya.
INSTRUMEN DETEKSI DINI
• Instrumen yang digunakan untuk peserta didik usia 4 - 10
tahun dengan menggunakan SDQ Anak. SDQ dan PSC diisi
oleh guru kelas dan orang tua/pengasuh anak didik dengan
penjelasan pengisian kuesioner terlebih dahulu oleh
guru/tenaga kesehatan (pengelola program UKS) yang sudah
memahami pengisian kuesioner SDQ dan PSC.
• Peserta didik usia di atas 11 sd 18 tahun, dapat mengisi
sendiri kuesioner SDQ Remaja dengan penjelasan
sebelumnya.
• Guru dapat mengobservasi prestasi belajar, emosi, perilaku,
konsentrasi dan sikap terhadap teman sebaya melalui
pengamatan buku rapor kesehatan siswa sebagai bagian dari
penilaian.
(1) DETEKSI DINI
MASALAH PRESTASI BELAJAR

Deteksi dini dapat dilakukan pada awal masuk sekolah dan


selanjutnya dilakukan secara berkala minimal 1 kali/6 bulan
a. Seluruh prestasi belajar rendah
• Kesulitan belajar
• Gangguan penyesuaian
• Gangguan fungsi bahasa
• Gangguan keterbatasan kosa kata
• Gangguan penglihatan dan/atau pendengaran
b. Sebagian prestasi belajar rendah
• Kesulitan menulis, berhitung, membaca, prakarya
disebabkan oleh keterampilan motorik kurang
berkembang.
(1) DETEKSI DINI
MASALAH PRESTASI BELAJAR

c. Prestasi belajar tidak stabil.


• Gangguan konsentrasi (gangguan pemusatan perhatian,
dan hiperaktifitas)
• Takut, cemas, tak mau sekolah, sering mengeluh sakit
perut, muntah, sakit kepala, sukar tidur (gangguan
emosional seperti cemas dan depresi)
• Sering sakit (asma, batuk-pilek, TBC dan penyakit kronis
lain)
(2) DETEKSI DINI MASALAH PERILAKU

• Terlalu nakal: usil, sering mengganggu teman, tidak bisa


duduk diam, kekerasan (perundungan, tawuran, seksual)
membolos, berbohong, merokok, Napza, seks pranikah
dan sering bikin ulah di kelas dsbnya
• Terlalu pasif, pendiam, tak suka bergaul, menyendiri, tak
bisa bekerjasama dalam kelompok di sekolah maupun di
rumah dsbnya.
• Murung, sedih, mudah tersinggung, mudah/banyak
menangis dan merasa rendah diri.
BEBERAPA GANGGUAN JIWA
(WHO mh GAP-IG Master Chart)

NO GANGGUAN YANG HARUS GEJALA ANTARA LAIN


DIPERIKSA

1. DEPRESI Rasa sedih, hilang minat, masalah tidur,


lelah, hilangnya hari produktif
2. PSIKOSIS Perilaku aneh, mood tidak serasi bisa ada
waham, halusinasi, tidak merawat diri dll
3. GANGGUAN PERKEMBANGAN Keterlambatan perkembangan dibanding
dengan anak seusianya
4. GANGGUAN PERILAKU Aktivitas berlebihan, perilaku
menggganggu yang berulang, impulsif
5. GANGGUAN PENYALAHGUNAAN Mabuk, gejala fisik dan mental, kesulitan
ALKOHOL melakukan pekerjaan dll

6. MENYAKITI DIRI/BUNUH DIRI Pikiran, rencana atau tindakan menyakiti


diri sendiri atau bunuh diri
Gambar 1. Alur intervensi masalah kesehatan jiwa di sekolaht)

ALUR INTERVENSI MASALAH KESEHATAN JIWA

Bila diduga ada permasalahan pada prestasi belajar dan/atau perilaku

Gunakan instrument screening PSC / SDQ

Hasil screening, bermasalah kesehatan jiwa

Pendidik mengajak bicara dan mendengarkan keluh kesah peserta didik


dengan sabar dan penuh perhatian, libatkan juga orangtua peserta didik
dan teman-teman di kelas untuk membantu

Lakukan screening SCL-90 pada orang tua dan guru

Tentukan pokok permasalahannya, dan coba atasi dengan


fasilitas dan kemampuan di sekolah.

Apabila ada perubahan, tetap lakukan observasi jika tidak ada


perubahan/sulit diatasi, rujuk ke puskesmas atau rumah sakit terdekat
ALUR PENJARINGAN DAN PEMERIKSAAN JIWA/MENTAL

PENGAMATAN
DETEKSI KESWA PSC/SDQ TIDAK ADA MASALAH
RAPOR KESWA

MASALAH PSIKOSOSIAL

DETEKSI KESWA PSC/SDQ

SKOR SKOR
NORMAL
KESULITAN KEKUATAN

Ab KONSELING Ab
BORDERLINE BORDERLINE
NORMAL NORMAL

RUJUKAN RUJUKAN
SKOR SKOR SKOR TEMAN
FASKES FASKES
EMOSI PERILAKU HIPERAKTIF SEBAYA

Ab
KONSELING
NORMAL
INSTRUMEN PEDIATRIC SYMPTOM
CHECKLIST (PSC)
TUGAS PERORANGAN UNTUK MENGISI INSTRUMEN PSC
INSTRUMEN LIHAT DI MODUL

SKORING
PEDIATRIC SYMPTOM CHECKLIST (PSC)
NO PERILAKU ANAK TIDAK PERNAH KADANG-KADANG SERING
1. Sering mengeluh nyeri atau sakit
2. Menyendiri
3. Mudah Lelah, kurang energik
4. Gelisah, sulit untuk duduk tenang
5. Bermasalah dengan guru di sekolah
6. Kurang perhatian pada pelajaran di sekolah
7. Berperilaku selah-olah dikendalikan oleh mesin
8. Terlalu banyak melamun
9. Mudah teralih perhatiannya
10. Takut pada situasi baru
11. Sedih dan murung
12. Mudah marah
13. Cepat putus asa
14. Susah berkonsentrasi
15. Tidak suka berkawan
16. Berkelahi dengan anak lain
17. Membolos di sekolah
18. Penurunan prestasi di sekolah
19. Memandang rendah diri sendiri
20. Ke dokter, tetapi ternyata tidak ditemukan kelainan
21. Gangguan tidur
22. Kecemasan yang berlebihan
NO PERILAKU ANAK TIDAK PERNAH KADANG-KADANG SERING
23. Ingin bersama anda lebih lama
24. Merasa dirinya buruk
25. Mengambil risiko berlebihan yang tidak perlu
26. Ceroboh
27. Kurang gembira
28. Kekanak-kanakan bila dibanding anak sebayanya
29. Tidak mengikuti peraturan
30. Tidak menunjukkan perasaan
31. Tidak memahami perasaan orang lain
32. PEDIATRIC SYMPTOM CHECKLIST (PSC)
Mengganggu orang lain
33. Menyalahkan diri sendiri
34. Mengambil barang yang bukan kepunyaannya
35. Menolak untuk berbagi

PENILAIAN:
- Tidak Pernah : 0
- Kadang-Kadang : 1
- Sering :2

- Anak Usia 4-6 tahun, jumlah nilai < 24 Tidak ditemukan masalah psikososial, jika nilai ≥ 24
terdapat masalah psikososial
- Anak berusia > 6 tahun, jumlah nilai < 28 tidak ditemukan masalah psikososial, jika nilai ≥ 28
terdapat masalah psikososial
INSTRUMEN KEKUATAN DAN KESULITAN PADA ANAK
(STRENGTH AND DIFFICULTIES QUESTIONNAIRE 4 - 10 TH).

TUGAS PERORANGAN UNTUK MENGISI INSTRUMEN PSC


INSTRUMEN LIHAT DI MODUL

SKORING
INSTRUMEN KEKUATAN DAN KESULITAN PADA ANAK
(STRENGTH AND DIFFICULTIES QUESTIONNAIRE 11 - 18 TH)

TUGAS PERORANGAN UNTUK MENGISI INSTRUMEN PSC


INSTRUMEN LIHAT DI MODUL

SKORING
CARA MENGHITUNG SKOR SDQ
1. Kesulitan
• E= gejala emosional; C=conduct problems; H=hiperaktif; P=peer problem;
Pr= prososial
• Jika mengisi tidak benar nilainya = 0, agak benar nilainya = 1 dan benar
nilainya = 2
Cara menghitung skor :
• Skor gejala emosional (E) : skor anak pada pertanyaan nomor
3+8+13+16+24=……
• Skor masalah perilaku (C) : skor anak pada pertanyaan nomor
5+7+12+18+22=…..
• Skor hiperaktif (H) : skor anak pada pertanyaan nomor 2+10+15+21+25=……
• Skor masalah teman sebaya (P) : skor anak pada pertanyaan nomor
6+11+14+19+23=…..
• Skor kekuatan/prososial : skor anak pada pertanyaan nomor
1+4+9+17+20=……
• Skor total kesulitan :
Jumlah semua skor gejala emosional(E) + skor masalah (C) + skor hiperaktif
(H) + skor masalah teman sebaya (P) =….. (tanpa skor prososial)
41
INTERPRETASI DAN KESIMPULAN
PEMERIKSAAN SDQ

1. SKOR KESULITAN
a. Gejala Emosional (E)
b. Masalah Perilaku (C)
c. Hiperaktivitas (H)
d. Masalah Teman Sebaya (P)

• Menghitung Total Skor Kesulitan =


Skor E + C + H + P
PENILAIAN SKOR KESULITAN

Usia < 11 Tahun Usia 11 – 18 Tahun


Jika Skor = Jika Skor =
0 – 13 : Normal 0 – 15 : Normal
14 – 15 : Ambang/Borderline 16 – 19 :
Ambang/Borderline
16 – 40: Abnormal 20 – 40: Abnormal
PENILAIAN SKOR
GEJALA EMOSIONAL (E)
Usia < 11 tahun : Usia 11-18 tahun :

Jika Skor = Jika Skor =


0 – 3 : Normal 0 – 5 : Normal
4 : Ambang/Boderline 6 : Ambang/Boderline
5 –10 : Abnormal 7 – 10 : Abnormal
PENILAIAN SKOR
MASALAH PERILAKU (C)

Usia < 11 Tahun Usia 11 – 18 Tahun


Jika Skor = Jika Skor =
0 – 2 : Normal 0 – 3 : Normal
3 : Ambang/Borderline 4 : Ambang/Borderline
4 – 10: Abnormal 5 – 10: Abnormal
PENILAIAN SKOR
HIPERAKTIVITAS (H)
Usia < 11 tahun : Usia 11-18 tahun :

Jika Skor = Jika Skor =


0 – 5 : Normal 0 – 5 : Normal
6 : Ambang/Boderline 6 : Ambang/Boderline
7 –10 : Abnormal 7 - 10 : Abnormal
PENILAIAN SKOR
MASALAH TEMAN SEBAYA (P)
Usia < 11 tahun : Usia 11-18 tahun :

Jika Skor = Jika Skor =


0 – 2 : Normal 0 – 3 : Normal
3 : Ambang/Boderline 4 - 5 : Ambang/Boderline
4 –10 : Abnormal 6 - 10 : Abnormal
INTERPRETASI DAN KESIMPULAN PEMERIKSAAN SDQ

1. SKOR KEKUATAN
a. Perilaku Propososial (Pro)
• Mampu mempertimbangkan perasaan orang lain.
• Bersedia berbagi dengan anak lain. - Suka Menolong.
• Bersikap baik pada anak yang lebih muda.
• Sering menawarkan diri membantu orang lain.
b. Penilaian Skor Kekuatan :
Usia < 11 tahun : Usia 11-18 tahun :

Jika Skor = Jika Skor =


6 – 10 : Normal 6 – 10 : Normal
5 : Ambang/Boderline 5 : Ambang/Boderline
0–4 : Abnormal 0–4 : Abnormal
KUESIONER SCL-90

Deteksi untuk tenaga pendidik (guru) dan tenaga


kependidikan (pegawai tata usaha, pekerja sekolah
lainnya) dengan menggunakan SCL-90.
TUGAS PERORANGAN UNTUK MENGISI INSTRUMEN
SCL-90 LIHAT DI MODUL

SKORING
INSTRUMEN SCL - 90

NO DAFTAR KELUHAN/MASALAH 0 1 2 3 4
1. Sakit kepala 0 1 2 3 4
2. Merasa gugup dan berdebar-debar 0 1 2 3 4
3. Anda mempunyai pikiran yang tidak menyenangkan, berulang-ulang dan sukar 0 1 2 3 4
dihilangkan
4. Anda merasa mau pingsan atau pusing 0 1 2 3 4
5. Anda kehilangan gairah atau kesenangan seksual 0 1 2 3 4
6. Anda merasa ingin mengkritik orang lain 0 1 2 3 4
7. Anda merasa bahwa orang lain dapat mengkontrol pikiran anda 0 1 2 3 4
8. Perasaan ingin menyalahkan orang lain untuk sebagian besar kesulitan yang anda 0 1 2 3 4
hadapi
9. Anda sulit mengingat sesuatu 0 1 2 3 4
10. Anda merasa kuatir melakukan kelalaian atau hal-hal yang kotor 0 1 2 3 4
11. Perasaan anda mudah terganggu atau tersinggung 0 1 2 3 4
12. Anda mengalami rasa sakit di daerah dada/jantung 0 1 2 3 4
13. Anda merasa lemah atau menjadi lebih lamban 0 1 2 3 4
14. Anda ketakutan bila ditempat terbuka atau di jalan umum 0 1 2 3 4
15. Adanya pikiran untuk mengakhiri hidup 0 1 2 3 4
16. Anda mendengar suara-suara sedangkan orang lain disekitar anda tidak mendengarnya 0 1 2 3 4
17. Gemetar 0 1 2 3 4
18. Anda beranggapan bahwa orang-orang lain sebagian besar tidak dapat dipercaya 0 1 2 3 4
INSTRUMEN SCL - 90

NO DAFTAR KELUHAN/MASALAH 0 1 2 3 4
19. Nasfsu makan anda menurun 0 1 2 3 4
20. Anda mudah menangis 0 1 2 3 4
21. Anda merasa malu atau tidak tenang dengan pria /wanita lawan jenis 0 1 2 3 4
anda
22. Anda mempunyai perasaan bahwa anda sedang dijebak 0 1 2 3 4
23. Anda mendadak merasa takut tanpa alasan 0 1 2 3 4
24. Temperamen anda mudah meledak yang tidak dapat anda kontrol 0 1 2 3 4
25. Merasa takut keluar rumah sendirian 0 1 2 3 4
26. Perasaan menyalahkan diri sendiri 0 1 2 3 4
27. Rasa sakit di daerah pinggang bawah 0 1 2 3 4
28. Anda merasa terhalang untuk menyelesaikan sesuatu 0 1 2 3 4
29. Anda merasa kesepian 0 1 2 3 4
30. Perasaan anda diliputi kesedihan 0 1 2 3 4
31. Anda mempunyai kekuatiran berlebihan terhadap sesuatu 0 1 2 3 4
32. Anda kehilangan minat terhadap sesuatu 0 1 2 3 4
33. Anda mudah ketakutan 0 1 2 3 4
34. Perasaan anda mudah terluka 0 1 2 3 4
35. Anda merasa pikiran-pikiran pribadi anda diketahui orang lain 0 1 2 3 4
36. Anda merasa orang lain tidak memahami anda atau anda meraas 0 1 2 3 4
mereka tidak simpatik
INSTRUMEN SCL - 90
NO DAFTAR KELUHAN/MASALAH 0 1 2 3 4
37. Perasaan bahwa orang lain tidak ramah atau tidak menyukai anda 0 1 2 3 4
38. Anda merasa sangat lambat dalam menyelesaikan sesuatu karena menghindari 0 1 2 3 4
kesalahan
39. Anda merasa debaran jantung anda kuat dan cepat 0 1 2 3 4
40. Rasa mual atau perasaan tidak enak di perut 0 1 2 3 4
41. Perasaan rendah diri terhadap orang-orang lain 0 1 2 3 4
42. Anda merasakan sakit-sakit pada otot 0 1 2 3 4
43. Perasaan bahwa orang lain memperhatikan atau membicarakan anda 0 1 2 3 4
44. Susah tidur 0 1 2 3 4
45. Anda harus memeriksa berulang-ulang apa saja yang anda kerjakan 0 1 2 3 4
46. Sukar membuat keputusan 0 1 2 3 4
47. Anda merasa takut bepergian mengendarai bis, kereta pai atau pesawat terbang 0 1 2 3 4

48. Kesukaran untuk bernafas dengan lega 0 1 2 3 4


49. Rasa panas dan dingin 0 1 2 3 4
50. Keharusan untuk menghindari tempat, benda atau kegiatan tertentu karena hal 0 1 2 3 4
tersebut menakutkan
51. Pikiran anda terasa kosong 0 1 2 3 4
52. Hilang rasa atau kebas atau kesemutan bagian-bagian tertentu tubuh anda 0 1 2 3 4
53. Seperti ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokan 0 1 2 3 4
54. Perasaan bahwa tak ada harapan untuk masa depan 0 1 2 3 4
INSTRUMEN SCL - 90
NO DAFTAR KELUHAN/MASALAH 0 1 2 3 4
55. Anda sukar berkonsentrasi 0 1 2 3 4
56. Merasa lemah pada tubuh bagian tertentu 0 1 2 3 4
57. Merasa tegang atau terpaku/bengong 0 1 2 3 4
58. Kaki dan tangan terasa berat 0 1 2 3 4
59. Pikiran-pikiran tentang kematian atau akan mati 0 1 2 3 4
60. Terlalu banyak makan 0 1 2 3 4
61. Perasaan tidak tenang bila orang memperhatikan atau membicarakan anda 0 1 2 3 4
62. Anda mempunyai pikiran-pikiran yang bukan milik anda sendiri 0 1 2 3 4
63. Adanya dorongan untuk memukul, melukai atau merugikan orang lain 0 1 2 3 4
64. Terbangun pada dini hari 0 1 2 3 4
65. Keharusan untuk mengulang-ulang tidakan yang sama seperti menyentuh, 0 1 2 3 4
menghitung atau mencuci
66. Gelisan atau merasa terganggu waktu tidur 0 1 2 3 4
67. Adanya dorongan untuk merusak atau menghancurkan barang-barang 0 1 2 3 4
68. Pikiran atau keyakinan bahwa irang lain tidak mau bekerjasama 0 1 2 3 4
69. Perasaan malu terhadap diri sendiri diantara orang-orang 0 1 2 3 4
70. Perasaan tidak tenang diantara orang banyak seperti saat berbelanja atau 0 1 2 3 4
menonton film
71. Perasaan bahwa segala sesuatu perlu dicapai dengan perjuangan berat 0 1 2 3 4
INSTRUMEN SCL - 90
NO DAFTAR KELUHAN/MASALAH 0 1 2 3 4
72. Serangan-serangan panik atau teror atau ketakutan hebat 0 1 2 3 4
73. Perasaan tidak nyaman dalam soal makan 0 1 2 3 4
74. Sering terlibat dalam perdebatan /adu argumentasi 0 1 2 3 4
75. Gugup bila ditinggal sendirian 0 1 2 3 4
76. Orang lain kurang menghargai hal yang telah anda capai 0 1 2 3 4
77. Merasa kesepian walaupun tidak sendirian 0 1 2 3 4
78. Perasaan amat gelisah sehingga tidak dapat duduk dengan tenang 0 1 2 3 4
79. Perasaan tidak berguna 0 1 2 3 4
80. Adanya perasaan bahwa sesuatu yang buruk akan menimpa anda 0 1 2 3 4
81. Berteriak atau membuang barang-barang 0 1 2 3 4
82. Merasa takut atau jatuh pingsan ditempat umum 0 1 2 3 4
83. Merasa bahwa orang-orang akan memanfaatkan anda 0 1 2 3 4
84. Pikiran-pikiran tentang seks yang amat mengganggu 0 1 2 3 4
85. Pikiran bahwa anda pantas mendapatkan hukuman karena dosa-dosa anda 0 1 2 3 4
86. Anda mempunyai pikiran-pikiran atau imajinasi tentang sesuatu yang menakutkan 0 1 2 3 4
87. Pikiran bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam tubuh anda 0 1 2 3 4
88. Anda tidak pernah dekat dengan orang lain 0 1 2 3 4
89. Perasaan bersalah 0 1 2 3 4
90. Merasa ada yang tidak beres dengan pikiran anda
SISTIM RUJUKAN DAN RUJUK BALIK

Sistim Rujukan adalah penyelenggaraan pelayanan kesehatan


jiwa yang mengatur pelimpahan tugas dan tanggung jawab
pelayanan kesehatan secara timbal balik baik secara parsial, vertikal
maupun horizontal agar pasien mendapatkan pelayanan keswa
seoptimal mungkin.
Pelayanan rujuk balik adalah pelayanan kesehatan yang diberikan
kepada penderita di Fasilitas Kesehatan atas rekomendasi/rujukan
dari Dokter Spesialis/Sub Spesialis yang merawat.
Petugas membuat keputusan untuk merujuk pasien setelah
mengumpulkan dan menganalisis informasi yang relevan dengan
mengacu pada protokol/prosedur pelayanan
Komponen dalam sistim rujukan : (1) sistim kesehatan, (2) fasilitas
yang merujuk, (3) tatacara rujukan, (4) fasilitas penerima rujukan,
(5) supervisi dan peningkatan kompetensi SDM
SISTIM RUJUKAN BERJENJANG

Pelayanan rujukan pada pasien jiwa terbagi atas rujukan internal


(parsial) dan eksternal (horisontal dan vertikal).
Rujukan partial adalah pengiriman pasien ke pemberi pelayanan
kesehatan lain dalam rangka menegakkan diagnosis atau pemberian
terapi, yang merupakan satu rangkaian perawatan pasien di fasilitas
kesehatan tersebut.
Rujukan horizontal adalah rujukan yang dilakukan antar pelayanan
kesehatan dalam satu tingkatan apabila perujuk tidak dapat
memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan pasien
karena keterbatasan fasilitas, peralatan dan/atau ketenagaan yang
sifatnya sementara atau menetap.
Rujukan vertikal adalah rujukan yang dilakukan antar pelayanan
kesehatan yang berbeda tingkatan, dapat dilakukan dari tingkat
pelayanan yang lebih rendah ke tingkat pelayanan yang lebih tinggi
atau sebaliknya.
SISTIM RUJUKAN BERJENJANG
PENCATATAN DAN PELAPORAN
1. Pencatatan di Puskesmas (kartu rajal, pencatatan harian rutin,
data hasil penjaringan kesehatan anak sekolah meliputi identias,
kesimpulan diagnosis dan tindak lanjut)
2. Pencatatan di Sekolah (data hasil penjaringan kesehatan/
pemeriksaan berkala yang dicatatkan pada formulir
penjaringan/pemeriksaan atau Buku Rapor Kesehatanku)
3. Pelaporan adalah mekanisme yang digunakan oleh petugas
kesehatan dan guru melalui UKS untuk melaporkan kegiatan
pelayanan yang dilakukannya kepada instansi yang lebih tinggi
(dalam hal ini dinas kesehatan kabupaten/kota).
- Pelaporan Puskesmas data hasil penjaringan
diumpanbalikkan ke sekolah, dinkes Kab/Kota
- Isi pelaporan untuk diagnosis 10 ggn jiwa di PKM
- Pelaporan TPUKS sekolah ke TPUKS Kec dan PKM berupa
laporan bulanan dan tahunan
- Dinkes Kab/Kota  Dinkes Prov  kemenkes cq Direkt Kesga
KONSEP DASAR KETSOS

Kesadaran Diri
Mengatasi Empati
Stres

Pengambilan
Pengendalian Emosi 10 Komponen Keputusan

Keterampilan
Sosial (Life Pemecahan
Hubungan
Interpersonal Skills) Masalah

Komunikasi Berpikir
Efektif Berpikir Kritis
Kreatif
61
KETAHANAN MENTAL
DEFINISI
• Adalah kemampuan seseorang untuk
menghadapi beban mental baik yang datang dari
luar maupun dari dalam diri sendiri

KETERAMPILAN SOSIAL
• Perilaku positif dan adaptif yang memungkinkan
individu secara efektif menghadapi kebutuhan
dan tantangan kehidupan sehari-hari  memiliki
Kompetensi Sosial
62
SEMOGA
BERMANFAAT