Anda di halaman 1dari 15

NIFAS

Alfisanatin 0130840007
Herlina Yos Abago 0130840281
Jumiati Mangngalla 0130840126
Ruhbaniyah 0130840211
Siwi Indah Sari 0130840228
Tirza Lerian Bembe 0130840234

Kelompok 21
Definisi

NIFAS atau PUERPERIUM

Adalah masa sesudah persalinan yang diperlukan


untuk pulihnya kembali alat kandungan, yang lama
nya 6 minggu.
Perubahan yang terjadi pascalahir

Involusi Rahim

 Involusi terjadi karena masing-masing sel menjadi lebih kecil sehingga


sitoplasma yang berlebihan dibuang.
 Involusi disebabkan oleh proses autolisis.
 Sesudah plasenta lahir, berat rahim 1000 gr, 7 hari kemudian 500 gr,
2 minggu pascasalin 375 gr, & pada akhir masa nifas 50 gr.

Involusi Tempat Plasenta


 Setelah persalinan, tempat plasenta merupakan tempat dengan
permukaan kasar, tidak rata & berukuran kira-kira sebesar telapak
tangan.
 Penyembuhan luka bekas plasenta khas.
 Luka bekas plasenta tidak meninggalkan parut karena luka ini
sembuh sendiri dengan cara yaitu dilepaskan dari dasarnya dengan
pertumbuhan endometrium baru di bawah permukaan luka.
lanjutan
Perubahan Pembuluh Darah Rahim
Dalam kehamilan, uterus mempunyai banyak pembuluh-
pembuluh darah yang besar, tetapi karena setelah
persalinan tidak diperlukan lagi peredaran darah yang
banyak, arteri harus mengecil lagi dalam nifas

Perubahan Pada Cervix & Vagina


Pada cervix, terbentuk sel-sel otot baru.
Setelah involusi selesai, ostium eksternum tidak serupa keadaannya
dengan sebelum hamil, pada umumnya ostium eksternum lebih besar
& tetap ada retak-retak & robekan-robekan pada pinggirnya terutama
pada pinggir sampingnya.
Vagina yg sangat diregang sewaktu persalinan, lambat laun mencapai
ukuran-ukurannya yang normal. Pada minggu ke-3 pascasalin, rugae
mulai tampak kembali.
lanjutan

Dinding Perut & Peritoneum

Setelah persalinan dinding perut longgar karena direnggang


begitu lama, tetapi biasanya pulih kembali dalam 6 minggu.

Saluran Kemih

 Dinding saluran kemih memperlihatkan edema & hiperemia.


 Terkadang edema trigonum menimbulkan obstruksi uretra sehingga
terjadi retensio urine.
 Kandung kemih dalam nifas kurang sensitif & kapasitasnya bertambah
sehingga kandung kemih penuh atau masih tertinggal sisa urin sesudah
kencing. Sisa urin ini & trauma pada dinding kandung kemih sewaktu
persalinan memudahkan terjadinya infeksi.
lanjutan
Laktasi

 Mekanisme terjadinya laktasi cukup kompleks.


 Progesteron & estogen yang dihasilkan plasenta
merangsang pertumbuhan kelenjar-kelenjar susu,
progesteron merangsang pertumbuhan saluran kelenjar.
Kedua hormon ini menahan LTH (prolaktin). Setelah
plasenta lahir, LTH dengan bebas dapat merangsang
laktasi.
 Lobus posterior hipofisis mengeluarkan oksitosin yang
merangsang pengeluaran air susu. Pengeluaran air
susu adalah refleks yang ditimbulkan oleh rangsang
penghisapan punting susu untuk menghasilkan oksitosin
yang menyebabkan payudara mengeluarkan air susu.
Lochia

 Adalah sekret luka yang berasal dari luka dalam rahim, terutama
luka pada bekas implantasi plasenta.
 Sifat lochia berubah seperti sekret luka, berubah menurut tingkat
penyembuhan luka.
 Pada 2 hari pertama, lochia berupa darah & disebut lochia rubra.
 Setelah 3-4 hari, lochia merupakan darah encer yang disebut lochia
serosa. Pada hari ke 10 menjadi cairan putih atau kekuning-
kuningan yang disebut lochia alba.
 Warna ini disebabkan karena banyaknya leukosit yang terdapat di
dalamnya.
 Jika lochia tetap berwarna merah setelah 2 minggu, terdapat
kemungkinan tertinggalnya sisa plasenta atau karena involusi yang
kurang sempurna yang sering didapatkan pada uterus retrofleksi.
Klinis Nifas

 Suhu badan dalam nifas hendaknya normal.


 Tiap kenaikan suhu diatas 38°C harus dianggap
sebagai tanda infeksi, kecuali jika nyata disebab
kan oleh hal lain.
 Nadi yg cepat terdapat pada ibunyang gelisah,
banyak kehilangan darah atau mengalami
persalinan yang sulit.
 His pengiring terutama dirasakan oleh multipara,
karena rahimnya berkontraksi & berelaksasi
sehingga menimbulkan perasaan nyeri.
His pengiring ini terutama terasa pada saat menyusui.
Perawatan dalam Nifas

Pengawasan kala IV yang sebenarnya merupakan jam pertama dari


nifas diuraikan secara singkat sebagai berikut :

 Pengawasan Plasenta :
Agar tidak ada bagian-bagian plasenta yang tertinggal.
Jika plasenta ternyata tidak lengkap, cavum uteri harus
diekslorasi dari sisa plasenta yang dikeluarkan.

 Pengawasan tingginya fundus uteri :


Jika kontraksi rahim kurang baik, dilakukan masase dan diberi
10 U oksitosin dan 0,2 mg ergometrin im.
Jika perlu, dilanjutkan dengan pemberian ergometrin iv & infus
oksitosin, yaitu pemberian infus glukosa 5% 500 cc yang telah di
campur dengan 5-20 U oksitosin.
lanjutan

 Pengawasan perdarahan dari vagina :

Jika pasien masih berdarah juga, sedangkan kontraksi rahim baik


harus dilakukan pemeriksaan spekulum, karena perdarahan
dengan uterus yang keras biasanya disebabkan oleh luka-luka
jalan lahir, terutama robekan serviks. Luka yang berdarah
kemudian dijahit.

 Pengawasan konsistensi rahim :

Jika kontraksi uterus baik, masih perlu dilakukan pengawasan


yang teliti sampai 1 jam pascasalin (kala IV), tetapi jika kontraksi
rahim kurang baik, mungkin harus diawasi beberapa jam sampai
yakin bahwa bahaya perdarahan telah berlalu.
Setelah kala III selesai perineum dijahit, biasanya penderita
dibersihkan dan diberi T verband dengan maksud supaya fundus
uteri tidak naik, sehingga jika terdapat perdarahan akan tampak
keluar dari vagina.
lanjutan

 Pengawasan Keadaan Umum :

Setelah semuanya selesai, Ibu harus mendapatkan istirahat


yang cukup karena istirahat ini memulihkan kembali kekuatan
fisik & mental Ibu, juga mempecepat penyembuhan.

Pemakaian gurita, diperlukan pada kondisi :


• Penderita yang dinding perutnya sangat longgar.
• Penderita yang tekanan intraabdominalnya sangat
menurun setelah persalinan, misalnya pada hidramnion
atau kehamilan kembar.
• Penderita dengan penyakit jantung
Perawatan dalam Nifas
Ambulasi Dini

 Adalah kebijaksanaan untuk selekas mungkin membimbing


penderita turun dari tempat tidurnya dan membimbingnya selekas
mungkin berjalan.
 Keuntungan ambulasi dini ialah sebagai berikut :
Penderita merasa lebih sehat & lebih kuat dengan ambulasi dini.
Fungsi faal usus & kandung kemih lebih baik.
Memungkinkan kita mengajar Ibu memelihara anaknya, memandikan,
mengganti pakaian, memberi makanan, dll selama Ibu masih di RS.
Lebih sesuai dengan keadaan Indonesia (sosial ekonomi).

Diet
Diet harus sangat mendapat perhatian dalam nifas, karena
makanannya yang baik mempercepat penyembuhan Ibu, lagi
pula makanan Ibu sangat memengaruhi susunan ASI
Perawatan dalam Nifas

Suhu
Suhu harus diawasi, terutama dalam minggu pertama masa nifas karena
kenaikan suhu adalah tanda pertama infeksi

Miksi
Tiap penderita dapat miksi 6 jam pascasalin. Jika dlam 8 jam
pasacasalin belum da[at misi, atau miksi belum melebihi 100 dilakukan
katerisasi. Akan tetapi, jika ternyaata kandung kemih penuh, tidak
perlu menunggu sampai 8 jam untuk katerisasi

Defekasi
Jika penderita belum juga defeksi hingga hari ketiga diberi
klisma air sabun atau gliserin
Perawatan dalam Nifas

Puting Susu

 Puting susu harus diperhatikan kebersihannya & ragade (luka pecah)


harus segera diobati karena kerusakan puting susu merupakan pintu
masuk kuman & dapat menimbulkan mastitis.
 Sebaiknya puting susu dibersihkan dengan air yang telah dimasak
tiap kali, sebelum dan sesudah menyusui bayi.
 Ragade diobati dnegan salep penisilin, lanolin, dll

Datangnya haid kembali

 Haid datang lebih cepat pada Ibu yang tidak menyusui anaknya
daripada Ibu yang menyusui.
 Pada Ibu yang tidak menyusui, biasanya haid datang 8 minggu setelah
persalinan.
 Pada Ibu yang menyusui haid seringkali tidak datang selama menyusui,
tetapi kebanyakan mengalami haid kembali pada bulan ke -4.
Perawatan dalam Nifas
Tindak lanjut

 6 minggu setelah persalinan, Ibu hendaknya memeriksakan diri


kembali.
 Keadaan umum, TD, Urin, Keadaan dinding perut & payudara
diperiksa, kemudian dilakukan pemerisan dalam yang teliti.
 Jika ada, kelainan segera diobati.

Keluarga berencana (Program Pascasalin)

Masa pascasalin merupakan saat yang paling baik untuk


menawarkan kontrasepsi, karena pada saat ini motivasi paling tinggi.
Pil Kombinasi dapat memengaruhi sekresi air susu.
Biasanya ditawarkan IUD, kontrasepsi suntik, kontarsepsi implan,
atau sterilisasi