Anda di halaman 1dari 10

ASSALAMUALAIKUM.

WR. WB

SELAMAT SIANG … SELAMAT BERAKTIFITAS


BELAJAR SEBAGAIMANA BIASA
KELOMPOK 10
STUDI KASUS
 Ir. KH. FUAD SOEMOHARDJO, ST., M.ST
 NY. Hj. RADINATUL MUNAWAROH, S.Pd.I
 Prof. Dr. M. ALI IMRON, S.Pd., M.Pd
Rumusan Masalah

 Apa pengertian study kasus ?


 Apa kelebihan dan kelebihan studi kasus ?
 Bagaimakah karakteristik studi kasus ?
 Apa saja jenis-jenis studi kasus ?
 Apa sajaLangkah-Langkah Pembelajaran Fiqih Dengan
Studi Kasus ?
Pengertian Studi Kasus

 pengertian yang dibuat oleh W.S. Winkel dan Sri


Hastuti (2006), studi kasus dilihat dari sisi bimbingan
pendidikan dan konseling siswa yang mempelajari
keadaan serta perkembangan siswa secara mendalam
juga lengkap. Studi kasus ini dilakukan oleh guru atau
pendidik yang bersangkutan untuk memahami siswa
sebagai individu dengan lebih mendalam guna
membantu perkembangan siswa tersebut
kedepannya.
Kelebihan Studi Kasus
 Analisis intensif yang dilewatkan tidak dlakukan oleh
metode lain.
 Dapat menghasilkan ilmu pengetahuan pada kasus khusus
 Cara yang tepat untuk mengeksplorasi fenomena yang
belum secara detail diteliti
 Informasi yang dihasilkan dalam studi kasus dapat sangat
bermanfaat dalam menghasilkan hipotesis yang diuji lebih
ketat, rinci, dan seteliti mungkin pada penelitian berikutnya
 Studi kasus yang bagus (well designed) merupakan sumber
informasi deskriotif yang baik dan dapat digunakan
sebagai bukti untuk suatu pengembangan teori atau
menyanggah teori.
Kekurangan Studi Kasus
 Studi kasus seringkali dipandang kurang ilmiah atau
pseudo-scientific karena pengukurannya bersifat subjectif
atau tidak bisa dikuantifisir. Dalam hal ini, kritik ini juga
mempertanyakan validitas dari hasil penelitian studi kasus.
 Karena masalah interpretasi subjektif pada pengumpulan
dan analisa data studi kasus, maka mengerjakan pekerjaan
ini relative lebih sulit dari penelitian kuantitatif.
 Masalah generalisasi. Karena skupa penelitian baik issu
maupun jumlah orang yang menjadi target kajian studi
kasus sangat kecil, kemampuan generalisasi dari temuan
pada studi kasus adalah rendah.
Karakteristik

 a. Menempatkan obyek penelitian sebagai kasus


 b. Memandang kasus sebagai fenomena yang
bersifat kontemporer
 c. Dilakukan pada kondisi kehidupan sebenarnya
 d. Menggunakan berbagai sumber data
 E. Menggunakan Teori Sebagai Acuan Penelitian
Jenis-Jenis Studi Kasus

 a. Penelitian studi kasus mendalam


 b. Penelitian studi kasus intrumental
 c. Penelitian studi kasus jamak
Langkah-Langkah Pembelajaran Fiqih Dengan
Studi Kasus
 1. Kegiatan Awal.
 2. Kegiatan Inti
 a. Fase Eksplorasi (Pencarian)
 b. Fase Elaborasi (kerja sama)
 c. Fase Konfirmasi (Penjelasan)
 3. Kegiatan Penutupan.
SEKIAN TERIMAKASIH

WASSALAMUALAIKUM. WR. WB