Anda di halaman 1dari 17

TEHNIK COGNITIVE BEHAVIORAL

THERAPY
Dr. Titik Haryati, M.Pd
Email:
• COGNITIVE BEHAVIORAL
THERAPY ( CBT)
• BECK, ALBERT ELLIS
STORY
• TOKOH PSIKOANALISIS
• KOGNISI MEMILIKI DAMPAK YG LUAR BIASA
THD PERASAAN DAN PERILAKU
• KESULITAN EMOSIONAL DAN PERILAKU
KARENA CARA MENGINTERPRETASIKAN DAN
MEMAHAMI
CONTOH
• “A” MELIHAT DIRINYA SBG YG TERBAIK,
MELIHAT KEMAMPUAN KOMPETENSI PUNCAK
• DIRI SENDIRI
• ORANG LAIN SBG YG “BENAR” ATAU “BAIK”
..
SEBAGAI GURU
PEMBIMBING/KONSELOR
COGNITIVE BEHAVIORAL THERAPY
• Pendekatan behavior diawali pada tahun
1950-an dan awal 1960-an sebagai reaksi
menentang perpektif psikoanalisis yang
dominan.
• Pendekatan behavioral terdiri dari tiga trend
utama, yaitu: 1). trend I: kondisioning klasikal
(classical conditioning); 2). trend II:
kondisioning operan (operant conditioning),
dan trend III: terapi kognitif (cognitive
therapy).
KONSEP DASAR
• Manusia adalah makhluk reaktif yang tingkah
lakunya dikontrol/dipengaruhi oleh faktor-faktor
dari luar.
• Manusia memulai kehidupan dengan
memberikan reaksi terhadap lingkungan dan
interaksi menghasilkan pola-pola perilaku yang
kemudian membentuk kepribadian.
• Tingkah laku seseorang ditentukan oleh banyak
dan macam penguatan diterima dalam situasi
hidup.
Lanjutan……..
• Tingkah laku dipelajari ketika individu berinteraksi dengan
lingkungan.
• Manusia bukan hasil dari dorongan tidak sadar melainkan dari
hasil belajar, sehingga dapat diubah dengan memanipulasi dan
mengkreasi kondisi-kondisi pembentukan tingkah laku.
• Manusia cenderung akan mengambil stimulus yang
menyenangkan dan menghindarkan stimulus yang tidak
menyenangkan.
• Kepribadian seseorang merupakan cerminan dari pengalaman.
• Memahami kepribadian manusia adlh mempelajari memahami
proses terbentuk suatu tingkah laku.
Tujuan konseling CBT
• Berorientasi pada pengubahan atau
memodifikasi perilaku konseli untuk:
Menciptakan kondisi-kondisi baru bagi proses
belajar.
Penghapusan hasil belajar yang tidak adaptif.
Memberikan pengalaman belajar yang adaptif
namun belum dipelajari.
Membantu konseli membuang repons-respons
yang lama yang merusak diri atau maladaptif.
Mempelajari respons-respons yang baru yang
lebih sehat dan sesuai (adjustive).
Lanjutan……………..
Konseli belajar perilaku baru dan
mengeliminasi perilaku yang mal-adaptive
Memperkuat serta mempertahankan perilaku
yang diinginkan.
Penetapan tujuan dan tingkah laku serta
upaya pencapaian sasaran dilakukan bersama
antara konseli dan konselor.
MELANGKAH POSITIF…………
DAN TERUS BELAJAR……………
Proses konseling
• Konselor mendorong konseli untuk
mengemukakan keadaan yang benar-benar
dialami di waktu itu.
• Assessment diperlukan untuk mengidentifikasi
metode atau teknik yang akan dipilih sesuai
dengan tingkah laku yang ingin diubah.
• Goal setting, konselor dan konseli menyusun
dan merumuskan tujuan yang ingin dicapai
dalam konseli.
• meningkatkan proses konseling.
Lanjutan……..
• Technique implementation, menentukan dan
melaksanakan teknik konseling yang digunakan
untuk mencapai tingkah laku yang diinginkan
yang menjadi tujuan konseling.
• Evaluation termination, melakukan penilaian
kegiatan konseling yang telah dilaksanakan
sudah mengarah dan mencapai hasil sesuai
dengan tujuan konseling.
• Feedback, memberikan dan menganalisis
umpan balik untuk memperbaiki dan
meningkatkan proses konseling.
Tehnik konseling……
• Latihan asertif, digunakan untuk melatih
konseli yang mengalami kesulitan dalam
menyatakan diri bahwa tindakan yg dilakukan
layak atau benar.
• (Terutama berguna untuk membantu individu
yang tidak mampu mengungkapkan perasaan
tersinggung, kesulitan menyatakan tidak,
mengungkapkan afeksi dan respon positif
lain).
Lanjutan…….
• Desensitisasi sistematis, (memfokuskan bantuan untuk
menenangkan konseli dari ketegangan yang dialami dengan
cara mengajarkan konseli untuk rileks).
• Pengkondisian aversi, (menghilangkan kebiasaan buruk
dengan meningkatkan kepekaan konseli agar mengamati
respon pada stimulus)
Tujuan: terbentuk asosiasi antara tingkah laku yang tidak
dikehendaki dengan stimulus yang tidak menyenangkan.
• Pembentukan tingkah laku model (membentuk tingkah laku
baru pada konseli, dan memperkuat tingkah laku yang sudah
terbentuk)
 MENYAMAKAN PERSEPSI
 BERPIJAK SISI POSITIP
 MERAPATKAN BARISAN
 MENYATUKAN LANGKAH
 MULAI DI SINI DAN
SEKARANG