Anda di halaman 1dari 44

KULIAH-2

PERANCANGAN
PERSIMPANGAN
SEBIDANG

1
PENGERTIAN
• DIFINISI
adalah simpul dalam jaringan transportasi dimana dua atau
lebih ruas jalan bertemu

• JENIS PERSIMPANGAN JALAN


Ada dua jenis/macam persimpangan jalan dilihat dari
perencanaannya yaitu :
a. Pertemuan/persimpangan Jalan Sebidang
b. Pertemuan/persimpangan jalan tidak sebidang
(Underpass, Overpass, Flyover, Simpang susun)
PERSIMPANGAN SEBIDANG

3
• Pertemuan/persimpangan jalan sebidang
Pertemuan/persimpangan sebidang adalah pertemuan
dua ruas jalan atau lebih secara sebidang /tidak saling
bersusun.

• Pertemuan ini direncanakan sedemikian dengan tujuan:


– untuk mengalirkan atau melewatkan lalu lintas
dengan lancar
– mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan/
pelanggaran sebagai akibat dari titik konflik yang
ditimbulkan dari adanya pergerakan antara
kendaraan bermotor, pejalan kaki, pesepeda dan
fasilitas-fasilitas lain
– memberikan kemudahan, kenyamanan dan
ketenangan terhadap pemakai jalan yang melalui
persimpangan.
• Pertemuan jalan sebidang ini pada dasarnya
ada 3 macam, yaitu:
- Bercabang 3
- Bercabang 4
- Bercabang banyak
• JENIS PERSIMPANGAN
KONFLIK PD PERSIMPANGAN
• Tipe konflik di persimpangan:
1. Konflik primer , yaitu konflik yang terjadi antara arus lalu lintas yang
saling memotong.
2. Konflik Sekunder, yaitu konflik yang terjadi antara arus lalu lintas kanan
dengan arus lalu lintas arah lainnya dan/atau lalu lintas belok kiri dengan
pejalan kaki.
• Pada dasarnya jumlah titik konflik yang terjadi
dipersimpangan tergantung beberapa faktor, antara lain:
1. Jumlah kaki persimpangan yang ada
2. Jumlah lajur pada setiap kaki persimpangan
3. Jumlah arah pergerakan yang ada
4. Sistem pengaturan yang ada
Titik konflik di persimpangan:
PERMASALAHAN
• Permasalahan pada persimpangan adalah:
1) Pergerakan Kendaraan, dan
2) Konflik lalu lintas
• Pergerakan Lalu Lintas
• Belok Kiri (R Simpang)
• Belok Kanan (R Jejak Roda = Vehicle Path)
• Konflik Antar Pergerakan Lalu Lintas
• Gerakan belok Kiri • Lebar Lajur
• Gerakan Lurus • Jumlah Lajur
• Alat pengendali
• Belok Kanan (prioritas, bundaran,
APILL dan Simpang
Susun
9
FAKTOR YANG DIPERTIMBANGKAN
• PERGERAKAN KENDARAAN
?M
1. R belok Kiri -
>R ?
2. Jrk pandang

10
DAMPAK
• POSITIP
– Memenuhi standar geometri dan cukup
kapasitas
– Nyaman, aman dan lancar
• NEGATIF
– Lingkungan dan sosial
– Polusi
– Kecelakaan
• Dampak Perancangan kurang baik

12
DAMPAK

• Delay Jalan macet • kecelakaan

13
• USA MACET • INDONESIA MACET

14
PENGENDALIAN
PERSIMPANGAN
• Tahapan pengendalian persimpangan

16
PENGENDALIAN SISTEM PRIORITAS
• FASILITAS SIMPANG
– JALAN TANPA LAMPU
– BUNDARAN (JALINAN)
• JALAN UTAMA ADALAH PRIORITAS DAN JALAN
MINOR ADALAH MENUNGGU
• PENGENDALIAN PERGERAKAN MENGGUNAKAN
MARKA DAN RAMBU
• CIRI-CIRI
– JALAN UTAMA (MAYOR) - KLAS JALAN DAN ARUS LALIN
– JALAN SIMPANG (MINOR)
– MENGGUNAKAN RAMBU PRIORITAS STOP
– MENGGUNAKAN MARKA PRIORITAS

17
• Simpang prioritas 4 kaki
JL.MINOR

JL. MAYOR

JL.MINOR

18
• Konsep prioritas simpang 3
JL. MAYOR

JL.MINOR

19
• Contoh prioritas pada simpang-3

20
CONTOH SIMPANG PRIORITAS

21
SISTEM PRIORITAS BUNDARAN
• KONSEP BUNDARAN
– BUNDARAN DALAM
– BUNDARAN LUAR
– SPLITTER ISLAND (PULAU PEMBAGI)
– PENGENDALIAN DENGAN SISTEM PRIORITAS PADA
PERSIMPANGAN PRIORITAS
– ARUS LALU LINTAS YANG BERGERAK DALAM BUNDARAN
ADALAH YANG DIBERI PRIORITAS (Jl.MAYOR)
– ARUS LALU LINTAS DARI MASING PENDEKAT ADALAH YANG
MEMBERI PRIORITAS (JL. MINOR)
• STANDAR MANUAL KAPASITAS JALAN INDONESIA
(MKJI)
– DIAMETER BUNDARAN DALAM MIN 18 METER
– LEBAR LAJUR 2.75 - 4 M
– RADIUS MIN 12 METER.
22
• BUNDARAN

23
• TIPE

24
• DI INGGRIS

25
PENGENDALIAN SISTEM APILL
• FASILITAS SIMPANG
– PERSIMPANGAN
– BUNDARAN (JALINAN)
• PENGENDALIAN GERAKAN ARUS LALU LINTAS ATAS DASAR
WAKTU HIJAU DAN PHASE (TIME SHARING)
• CIRI-CIRI
– PENDEKAT : PEMBAGIAN LAJUR, GARIS HENTI (STOP
LINE), ZEBRA CROSS , PETUNJUK ARAH GERAKAN
DENGAN MARKA JALAN.
– ALAT APILL : CONTROLLER, TIANG STANDAR, TIANG
OVERHEAD, LAMPU UTAMA, LAMPU SEKUNDER, LAMPU
BLK KIRI JALAN TERUS (LTOR)
– RAMBU : RPPJ, SIMPANG, APILL, LARANGAN PARKIR,
LARANGAN BERHENTI, PEJALAN KAKI

26
• Sistem Pengendalian dengan APILL

27
• Contoh Persimpangan dengan APILL

28
SIMPANG SUSUN
• SIMPANG SUSUN 1 TINGKAT

• SIMPANG SUSUN BERLAPIS (MULTI TINGKAT)

30
• BUNDARAN DAN OVERPASS

31
• KONSEP PENGATURAN

32
• KONSEP PENGATURAN

33
CONTOH INTERCHANGE
• INTERCHANGE DI JAKARTA

34
PERLENGKAPAN
PERSIMPANGAN
• Rambu Peringatan pendukung simpang

36
• RAMBU PETUNJUK (GUIDE SIGNS)
• RAMBU PERINTAH DAN LARANGAN(REGULATION SIGNS)
MARKA
MARKA MELINTANG
MARKA SERONG DAN LAMBANG
CONTOH DESAIN APILL
• Fisilitas pendukung; rambu dan marka

43
TERIMA
KASIH
44