Anda di halaman 1dari 38

Keanekaragaman Hayati

dan
Pengelompokan Makhluk hidup
Apakah keanekaragaman hayati itu ?

UU RI No. 5 Tahun 1994:


Keanekaragaman di antara makhluk hidup dari
semua sumber; termasuk diantaranya: daratan,
lautan, dan ekosistem akuatik lain serta
komplek-komplek ekologi yang merupakan bagian
dari keanekaragamannya, mencakup
keanekaragaman di dalam spesies, antarspesies
dan ekosistem.
Pengertian
keanekaragaman hayati
“Yaitu keberagaman makhluk hidup
berdasarkan perbedaan ciri yang dapat
diketahui melalui observasi”

Keanekaragaman
Hayati

Tingkat
Tingkat Genetik Tingkat spesies Ekosistem
Terjadi karena keanekaragaman
susunan gen

Keanekaragaman Memunculkan variasi


Tingkat Genetik antar individu dalam spesies

Menyebabkan tidak ada individu


yang sama persis
Setiap jenis terbentuk atas
pengaruh kandungan genetik
dengan habitatnya

Keanekaragaman
Tingkat spesies

Menunjukan
adanya
jumlah dan
variasi jenis
organisme
Menggambarkan jenis populasi
organisme dalam suatu wilayah

Keanekaragaman
Ditunjukan dengan adanya Tingkat ekosistem
perbedaan faktor abiotik

Ditunjukan dengan adanya perbedaan


komposisi jenis populasi organisme
Manfaat
keanekaragaman hayati

Sebagai Sarana Pengolahan


sumber pengembangan sampah
plasma nutfah ilmu
pengetahuan, Nilai sosial
Produktivitas pendidikan, dan budaya
ekosistem rekreasi dan
wisata Pengatur
Perlindungan air Iklim
dan tanah
Makhluk hidup yang beranekaragam

Klasifikasi

Takson

Hirarki Takson

Kingdom
Phylum/Divisio
(Filum/Divisi)
Classis (Kelas)
Ordo (Bangsa)
Familia (Suku)
Genus (Marga)
Species (Jenis)
KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP

Pengelompokan makhluk hidup ke


dalam tingkatan tertentu
berdasarkan kesamaan karakter yang Terdiri dari 7 takson
dapat diamati, antara lain:
morfologi, sifat genetik dan tingkah
laku Regnum / Kingdom
• Ilmu yang mempelajarinya disebut Divisio / Phylum
taksonomi Classis
• Di pelopori oleh Carolus Linnaeus
Ordo
Tujuan klasifikasi adalah
Familia
menyederhanakan makhluk hidup Genus
yang beranekaragam Species
Jenjang Takson MH

• Kingdom/Regnum : dunia/kerajaan
• Filum/Divisio : bagian/keluarga besar
• Klassis : kelas
• Ordo : bangsa
• Familia : suku
• Genus : marga
• Species : jenis
Contoh

Kingdom : Hewan Hewan


Phylum : Chordata Chordata
Subphylum : Vertebrata Vertebrata
Kelas : Mamalia Mamalia
Ordo : Carnivora Primata
Famili : Canidae Hominidae
Genus : Canis Homo
Spesies : Canis familiaris Homo sapiens
• Kingdom : Plantae (tumbuhan) Plantae (tumbuhan)
• Divisio : Spermatophyta Spermatophyta
• Kelas : Angiospermae Angiospermae
• Ordo : Leguminoceae Leguminoceae
• Famili : Papilionaceae Mimosaceae
• Genus : Phaseolus Mimosa
• Spesies : Phaseolus vulgaris Mimosa pudica
Proses klasifikasi
• Dasar klasifikasi adalah persamaan dan
perbedaan ciri MH
• Beberapa sistem klasifikasi
Klasim alami berdasarkan morfologi, anatomi dan
fisiologi
Klasim filogeni berdasarkan sejarah evolusi
Klasim buatan berdasarkan persamaan ciri
morfologi yang mudah di lihat.
SISTEM ALAMI

• Berdasarkan banyaknya persamaan ciri morfologi


yang dimiliki
• Penganut : Aristoteles dan Theophratus

• HISTORIS PLANTARUM
• SIFAT • Contoh :
• Mudah diidentifikasi • Herba
• Sistemnya stabil • Semak
• Semua organisme mungkin • Pohon
diklasifikasi
SISTEM BUATAN
• Berdasarkan adanya satu/sedikit persamaan ciri morfologi
alat reproduksi, lingkungan dan daerah sebaran

• Penganut: John Ray

• Sifat: Contoh :
• Kurang teratur Tanaman obat
• Tidak ada tata nama Tanaman pangan
SISTEM FILOGENETIK
• Berdasarkan dekatnya kekerabatan sejarah
evolusi

Penganut : Darwin
• Dasar :
• Morfologi
• Karakteristik kromosom
• Urutan DNA
• Embriologi perkembangan
• Catatan Fosil
Tata Nama Makhluk Hidup

• Sifat Universal
• Menggunakan bahasa latin
• Menggunakan sistem tata nama ganda
(binomial nomenclature)
Binomial Nomenklatur
Menggunakan Bahasa Latin

Terdiri dari dua kata

Kata pertama (nama genera / genus) diawali huruf kapital dan


kata kedua (nama spesifik/ spesies) ditulis huruf kecil

Penulisan nama ilmiah ditandai dengan membuat dua garis


yang terpisah untuk nama genus dan nama spesies, atau
dicetak dengan huruf miring

Contoh: Varanus komodoensis


Manfaat klasifikasi
mempermudah mempelajari MH
mengenal berbagai species MH
mengetahui keanekaragaman hayati
mempermudah cara pelestarian MH
Alternatif Sistem Klasifikasi
A. Sistem Klasifikasi Sederhana
Manfaat ( obat, pangan, hias,….. )
Tempat hidup ( air, darat, lembab,… )
Ukuran ( herba, semak, perdu, pohon, semak )
Alat gerak ( sirip, sayap, kaki )
B. Sistem Dua Kingdom
Plantae bersifat autotrof
Animalia bersifat Heterotrof

C. Sistem Tiga Kingdom


Berkembang setelah adanya mikroskop
Plantae
Animalia
Protista
Mahluk hidup mikroskopis di golongkan dalam
kingdom protista
D. Sistem Empat Kingdom
Plantae
Animalia
Protista
Monera
Monera dipisahkan dari protista karena
sifatnya yang prokariot.
E. Sistem Lima Kingdom
Monera
Protista
Plantae
Animalia
Fungi
Dipelopori oleh R.H. Whittaker. Fungi dipisahkan
dari plantae karena sifatnya yang heterotrof.
F. Sistem Enam Kingdom
Animalia
Plantae
Fungi
Protista
Eubacteria
Archaebacteria
Dipelopori oleh Carl Woese. Monera dibagi 2
kingdom. Archaebacteria lebih mirip MH eukariot.
KINGDOM MONERA
• Terdiri atas Bakteri dan Alga
biru
• Uniseluler prokariotik
• Haploid
• Autotrof/heterotrof
• Parasit, simbiosis
• Seksual dan paraseksual
• Organel tidak lengkap (golgi,
mitokondria, RE)
• Memiliki alat gerak
KINGDOM FUNGI
Eukariotik
Tidak berklorofil sehingga tidak berfotosintesis.
Uniseluler/Multiseluler
Tubuh berbentuk benang/hifa,
Heterotrof  parasit atau saprofit
Nutrisi : menguraikan bahan organik absorpsi,
Reproduksi : aseksual : spora
seksual : konyugasi

Contohnya: Mucor, Saccharomyces, Pleurotus


(jamur tiram), Agaricus, dan lain-lain.
KINGDOM PROTISTA
• Uniseluler eukariotik
(memiliki membran inti)
• Haploid
• Autotrof atau heterotrof
• Aseksual, konyugasi dan
seksual
• Soliter atau koloni
PROTISTA
• PROTISTA MIRIP HEWAN
– PROTOZOA (RHIZOPODA, CILIATA, FLAGELLATA
DAN SPOROZOA)
• PROTISTA MIRIP JAMUR
– JAMUR LENDIR
• PROTISTA MIRIP TUMBUHAN
– CHLOROPHYTA, RHODOPHYTA, CHRYSOPHYTA
DAN PHAEOPHYTA
KINGDOM PLANTAE
• MULTISELULER
• Berdinding sel yang mengandung selulosa
• EUKARIOTIK
• AUTOTROF
• BERKHLOROFIL
• ASEKSUAL DAN SEKSUAL – METAGENESIS
• HIDUP DI DARAT
• BRYOPHYTA, PTERYDOPHYTA DAN
SPERMATOPHYTA
KINGDOM ANIMALIA
Eukariotik, mempunyai membran inti,bersel
banyak, tidak berklorofil sehingga tidak
berfotosintesis, tidak berdinding sel, heterotrof,
nutrisi : makan, Seksual / Aseksual, Darat / Air.

Contoh: 1. Radiata : Porifera, Coelenterata


2. Acoelomata : Cacing hati, Cacing pita, Cacing getar
3. Psedocoelomata : Ascaris (Nemathelminthes)
4. Schizocoelomata : Annelida, Mollusca
Arthropoda : Crustacea, Insecta, Arachnida, Myriapoda
5. Enterocoelomata : Echinodermata, Chordata.
Identifikasi atau Determinasi
Ciri-ciri khas MH menentukan nama MH dengan benar
dan menempatkannya dalam sistem klasifikasi.

Langkah-langkah
mengenali ciri MH
membandingkan/ menyamakan dengan MH yang sudah di
kenal identitasnya.
Dasarnya dapat berupa :
Ingatan, bantuan orang lain, specimen acuan, pustaka,
komputer.
Kunci Dikotom
panjang
.
Hitam
banyak

Pendek
Berambut

Rata Putih

Sedikit

Tidak rata
Kunci Determinasi
1. a Berkeping 2 ……………………………….. 2
b Berkeping tunggal ………………………. 3
2. a Daun menyirip ……..…………….. Tumb X
b Daun menjari ……………………. Tumb Y
3. a Daun Menjari ……………………… Tumb R
b Daun menyirip ……………………………. 4
c. Daun melengkung ……………………… 12
4. dst
Usaha Pelestarian Keanekaragaman Hayati

• MELALUI KONSERVASI
Beberapa bentuk konservasi :
1. Cagar alam yaitu kawasan suaka alam yang
memiliki tumbuhan, hewan, ekosistem yang
khas sehingga perlu dilindungi. Contoh cagar
alam : Cagar Alam Hutan Pinus janthoi di
Aceh, Cagar Alam Lembah Anai di Sumbar
2. Suaka margasatwa yaitu kawasan suaka alam yang
memiliki ciri khas berupa keanekaragaman dan
keunikan jenis satwa (hewan) yang untuk
kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan
terhadap habitatnya.
3. Taman Nasional adalah kawasan pelestarian alam
yang memiliki ekosistem asli yang dikelola dengan
sistem zonasi. Taman ini biasanya dimanfaatkan untuk
tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan,
menunjang budi daya, pariwisata, dan rekreasi alam.
4. Taman Wisata Alam yaitu kawasan
apelestarian alam dengan tujuan untuk
kepentingan pariwisata dan rekreasi alam.
5. Taman baru yaitu kawasan yang didalamnya
terdapat potensi satwa buru yang
diperuntukkan untuk rekreasi berburu. Contoh
: Taman Buru Pulau Pini di Sumut, taman
Buru Semidang Bukit kelabu di bengkulu
5. MELALUI PERATURAN PERUNDANG-
UNDANGAN
Peraturan perundangan ini bertujuan
untuk melindungi beberapa jenis hewan
yang terdapat di Indonesia
6. MELALUI KEPPRES
Misalnya Keppres no 4 tahun 1993 yang
telah menetapkan beberapa tumbuhan
dan hewan asli Indonesia sebagai
tumbuhan dan hewan nasional.
• Tumbuhan dan hewan asli Indonesia itu
yaitu :
1. Rafflesia arnoldii, sebagai bunga langka
2. Melati, sebagai bunga bangsa
3. Elang jawa, sebagai satwa udara
nasional
4. Ikan solera merah, sebagi satwa air
nasional