Anda di halaman 1dari 43

PENGUKURAN DEMOGRAFI

Disusun oleh:
WANJAT KASTOLANI
PERUBAHAN PENDUDUK
Bentuk Rumus Perubahan Jumlah Penduduk :

(Pt – Po) = (B –D) + (I – E)

Rumus ini dinamakan rumus


Pt = Po + (B- D) + (I – E) persamaan kesimbangan
penduduk

(Pt – Po) = Perubahan Jumlah Penduduk


Po = jumlah penduduk pada awal periode
Pt = Jumlah Penduduk Pada Akhir Periode
(B –D) = Pertumbuhan Alamiah
( I – E) = Migrasi Netto
ANGKA PERTAMBAHAN PENDUDUK
Angka pertambahan penduduk adalah angka yang menunjukan
kecepatan pertambahan perduduk untuk interval waktu tertentu.
1. Angka Pertumbuhan Linear
Angka Pertumbuhan Penduduk akan bertambah secara linear bila
besar pertambahan penduduk untuk setiap interval waktu selalu
sama.
2. Angka Pertumbuhan Geometrik
Angka pertumbuhan penduduk akan bertambah secara geometrik
bila angka pertumbuhannya tetap dan perhitungannya dilakukan
secara bertahap, misalnya tahun demi tahun.
3. Angka Pertumbuhan Ekponensial
Pada Pertumbuhan Eksponensial, angka pertumbuhan setiap tahun
besarnya tetap.
1. Angka Pertumbuhan Linear

b = Besar pertumbuhan penduduk


rata-rata selama satu tahun
Pn = Jumlah Penduduk pada tahun
akhir
Po = Jumlah Penduduk pada tahun
awal
n = Jumlah tahun antara tahun awal
dan tahun akhir
r = Angka pertumbuhan penduduk

Data yang diperlukan untuk menghitung angka pertumbuhan ini :


-Jumlah penduduk pada awal periode
-Jumlah penduduk pada akhir periode
-Tanggal tepat ketika kedua perhitungan penduduk dilakukan
2. Angka Pertumbuhan Geometrik

r = Angka pertumbuhan penduduk


Pn = Jumlah Penduduk pada tahun
akhir
Po = Jumlah Penduduk pada tahun
awal
n = Jumlah tahun antara tahun awal
dan tahun akhir

Data yang diperlukan untuk menghitung angka pertumbuhan ini :


-Jumlah penduduk pada awal periode
-Jumlah penduduk pada akhir periode
-Tanggal tepat ketika kedua jumlah penduduk tersebut dihitung
3. Angka Pertumbuhan Eksponensial

r = Angka pertumbuhan penduduk


Pn = Jumlah Penduduk pada tahun
akhir
Po = Jumlah Penduduk pada tahun
awal
n = Jumlah tahun antara tahun awal
dan tahun akhir
Log e = 0,4342945

Pertumbuhan penduduk eksponensial terjadi setiap saat atau terjadi terus


menerus sifatnya kontinyu
WAKTU LIPAT DUA
Waktu lipat dua adalah waktu yang diperlukan
agar jumlah suatu penduduk menjadi dua kali
lebih besar. Pengukuran parameter ini terutama
sangat diperlukan oleh negara-negara yang
sedang berkembang, Oleh karena negara-
negara ini pada umumnya mempunyai
pertumbuhan penduduk yang sangat besar,
tanpa diimbangi oleh pertumbuhan ekonomi
yang memadai.
T = Waktu Lipat dua
In 2 = 0,693
r = Angka pertumbuhan penduduk

Sesuai dengan rumusnya data yang diperlukan untuk


perhitungan waktu lipat dua hanyalah angka pertumbuhan
penduduk tahunan.
Prosedur pada rumus ini sangat sederhana yaitu tinggal
memasukan angka pertumbuhan penduduk ke dalam rumus.
WAKTU LIPAT TIGA DAN SETERUSNYA
Rumus umum untuk menghitung waktu lipat,
misal lipat n dapat diturunkan dengan cara
sebagai berikut.

T = Waktu Lipat Lima


In 5 = 1,60944
r = Angka pertumbuhan penduduk
TABEL KEHIDUPAN
Tabel Kehidupan pada dasarnya adalah gabungan
dari angka mortalitas suatu penduduk menurut
komposisi umur pada suatu waktu tertentu.

Interval
umur
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

0-1 0,02593 100,000 2.593 97.815 6.989.030 69,89


1-2 0,00170 97,407 165 97.324 6.891.215 70,75

109-110 0,54519 1 1 1 1 1,29


Arti Anotasi yang digunakan pada Tabel Kehidupan
= Proporsi jumlah penduduk yang masih hidup pada awal periode
x, tetapi telah akan meninggal sebelum mencapai akhir periode
x+n
= Jumlah orang yang masih hidup pada umur tepat x, dari 100.000
bayi yang dilahirkan

= Jumlah Orang yang meninggal antara umur x dengan x + n dari


sejumlah bayi yang dilahirkan menurut radiks

= Jumlah “person years” yang akan hidup pada interval umur x


dengan x + n, dari 100.000 kelahiran dari kohor.

= Jumlah penduduk stationer yang berusia x tahun atau lebih

= Harapan hidup rata-rata setelah usia x tahun


Cara Menghitung
Contoh : Angka Kematian khusus menurut umur 5 tahun adalah = 0,03332
Hitung nilai = Cara Reed – Merrell
Cara Menghitung
Tabel Kehidupan Wanita indonesia Tahun 1961
Umur

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

0 0,12631 100.000
1 0,08999 ?
5 0,01689 ?
10 0,01930 ?

Hitung besar I1, I5 dan I10


Cara Menghitung
Umur

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

0 0,12631 100.000 ?
1 0,08999 87.639 ?
5 0,01689 79.506 ?
10 0,01930 78.169

Hitung besar d0, 4d1, dan 5d10


Cara Menghitung
Untuk kelompok umur dibawah 5 tahun Reed -Merrell

Untuk kelompok umur diatas 5- 85 tahun

Untuk kelompok umur 85 tahun keatas Greville


Cara Menghitung masih dengan data yang sama
Umur

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

0 0,12631 100.000 12.631 ?


1 0,08999 87.639 7.863 ?
5 0,01689 79.506 1.337 ?
10 0,01930 78.169
Cara Menghitung

Rumus Untuk 85 tahun ke atas

Rumus Untuk dibawah 85 tahun


Contoh perhitungan Tx dengan data yang berbeda
Umur Umur
0 92.165 45 298.739
1 328.089 50 279.418
5 394.188 55 253.629
10 387.157 60 217.536
15 378.994 65 171.817
20 368.918 70 121.912
25 356.618 75 74.536
30 343.122 80 34.732
35 329.336 85 + 7.604
40 314.885
Cara Menghitung
Umur

0 100.000 4.753.404
1 87.369 4.661.239
5 79.506 4.333.151
10 78.163 3.938.963

Dapat dihitung :
KEGUNAAN TABEL KEHIDUPAN
• Berguna untuk melakukan analisis mortalitas
seuatu penduduk karena dalam penyusunan
tabel ini jumlah kelahiran dibuat tetap,
sedangkan migrasi tidak ada.
• Bermanfaat untuk melakukan proyeksi dan
estimasi jumlah penduduk dengan metode
komponen.
Penduduk Stationer
Adalah penduduk yang pada setiap saat
berjumlah tetap. Yang tetap sesungguhnya
bukan hanya jumlah penduduk secara
keseluruhan, tetapi juga jumlah penduduk untuk
setiap kelompok umur.
Agar penduduk dinamakan penduduk stationer,
harus memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
• Jumlah secara keseluruhan tetap
• Jumlah menurut komposisi umur tetap
• Jumlah kelahiran sama besar dengan jumlah
kematian dan migrasi = 0
• Angka Kematian menurut umur besarnya
tetap
• Angka Kelahiran menurut umur besarnya juga
tetap.
TEORI PERANGKAP PENDUDUK
DARI MALTHUS
Pada tahun 1978 Reverend Thomas Malthus mengemukakan
teorinya tentang hubungan antara pertumbuhan penduduk dan
pembangunan ekonomi.Dalam tulisannya yang berjudul Essay on
The Principle of Population ia melukiskan konsep hasil yang
menurun (concept of diminishing returns).

Malthus menjelaskan kecenderungan umum penduduk suatu


Negara untuk tumbuh menurut deret ukur yaitu menjadi dua-
kali lipat setiap 30-40 tahun.Sementara itu pada saat yang
sama, karena hasil yang menurun dari faktor produksi
tanah,persediaan pangan hanya tumbuh menurut deret hitung.
Transisi Demografi
(Demographic Transition)

Sesuai dengan namanya yaitu “TRANSISI” yang berarti “PERUBAHAN”, teori ini
ngejelasin tentang perubahan yang terjadi pada struktur penduduk.
Proses terjadinya perubahan itu dikategorikan dalam 4 tahapan :

Tahap 1 adalah masa dimana angka kelahiran dan kematian,


keduanya ada pada tingkat yang tinggi. Pada saat itu belum ada
program pengaturan kelahiran sehingga jumlah bayi yang lahir
tidak terkendali.

Tahap 2 yakni masuk lah pada tahap dimana angka kematian


mulai turun. Yang lebih dulu dapat ditanggulangi adalah angka
kematian. Karena mulai berkembangnya ilmu pengobatan
Tahap 3 merupakan tahapan dimana angka kelahiran mulai
turun.

Tahap 4 tahap akhir ditandai dengan rendahnya kedua


indikator tersebut. Angka kelahiran rendah, artinya jumlah bayi
yang dilahirkan oleh setiap perempuan lebih sedikit dan juga
angka kematian lebih rendah.
SOURCE: (for burials in 1693 and 1694): E.A. Wrigley, Population and History(New York:
McGraw Hill, 1969).
SOURCE: (for burials in 1693 and 1694): E.A. Wrigley, Population and History(New York: McGraw Hill, 1969).
Transisi Demografi Indonesia Tahun 1950-2050

Sumber : World Population Prospect, Economic and Social Affairs, UN


PROSES MIGRASI DAN KARAKTERISTIK
PARA MIGRAN

Migrasi adalah perpindahan penduduk


dari suatu daerah tertentu ke daerah
lainnya,Migrasi ini banyak dipengaruhi oleh
banyak faktor dan kompleks.Banyak
penelitian awal tentang migrasi cenderung
di fokuskan kepada faktor-faktor social,
budaya, dan psikologis saja, tetapi tidak
memperhatikan arti penting dari variable-
variabel ekonomi.
Teori Migrasi Todaro
Model migrasi dari Todaro mempunyai 4 karakteristik
utama yaitu :
1. Migrasi terutama sekali dirangsang oleh pertimbangan-
pertimbangan yang rasional.
2. Keputusan untuk bermigrasi lebih tergantung pada
perbedaan upah riil “yang diharapkan” dari pada “yang
terjadi” antara perdesaan dan perkotaan.
3. Kemungkinan untuk memperoleh pekerjaan di
perkotaan berhubungan terbalik dengan tingkat
pengangguran di perkotaan.
4. Tingkat migrasi yang melebihi tingkat pertumbuhan
kesempatan kerja di perkotaan sangat mungkin terjadi.
Kerangka Skematis untuk analisis keputusan bermigrasi
Penghasilan Psikis
(Kenikmatan
Faktor hidup di kota)
Komplementer Hubungan
Pendapatan di Desa - Kota
Kebijakan Pedesaan
Pemerintah
Sistem sosial Pendidikan,
Jarak Media. dsb
Pengiriman Penghasilan
Pendidikan uang desa
dari migrasi
kota

Upah di perkotaan Arus Informasi

Penghasilan dari Penghasilan di


bekerja sendiri Perkotaan
Nilai Migrasi
Kemungkinan Nilai Migrasi yang
Mendapatkan Pekarjaan
yang
diharapkan
dihayati

Biaya Oportunitas

Biaya Hidup Keputusan


Biaya Migrasi untuk
Biaya Transport bermigrasi

Biaya Psikis
Sumber : Pembangunan ekonomi di dunia ke Tiga, Michael P. Todaro
POPULASI PENDUDUK DUNIA
Peningkatan Jumlah Penduduk Di negara kurang Berkembang
Pernikahan anak didefinisikan sebagai pernikahan sebelum usia 18, terjadi
hampir di beberapa negara di dunia, praktek tradisional sangat berbahaya
tidak hanya melanggar hak-hak asasi perempuan dan anak perempuan, tetapi
juga mengancam kesehatan dan kesejahteraan. Hampir setengah dari semua
perempuan usia 20 sampai 24 di Asia dan Afrika Barat menikah pada usia 18,
menempatkan mereka pada risiko yang lebih tinggi terhadap kecacatan dan
kematian ibu, dan membatasi akses mereka terhadap pendidikan dan
pekerjaan.

Sources: PRB estimates based on ICF International, Demographic


and Health Surveys; and UNICEF, Multiple Indicator Cluster Survey
Di seluruh dunia, banyak perempuan usia 15 sampai 19 hamil dan
melahirkan. terutama banyak terjadi di daerah pedesaan, di mana anak
perempuan menikah muda dan ditekan untuk mulai memiliki anak
segera. Di Zimbabwe,Senegal, dan Kolombia, lebih dari satu dari lima
remaja dari daerah pedesaan Pernah Melahirkan.

Source: ICF International, Demographic and Health Surveys.


Tingkat Kesuburan Remaja Seluruh Dunia
Penyakit menular merupakan faktor yang
mengakibatkan meningkatnya
Jumlah Kematian, Khususnya di negara berkembang

Sources: World Health Organization, Global Status Report on Noncommunicable Diseases 2010 (2011); and Irina A. Nikolic, Anderson E.
Stanciole, and Mikhail Zaydman, “Chronic Emergency: Why NCDs Matter,” Health Nutrition and Population Discussion Paper (2011).
Sources: World Health Organization, Global Status Report on Noncommunicable Diseases 2010 (2011); and World Health
Organization,Noncommunicable Diseases Country Profiles 2011 (2011).
Sources: World Health Organization, Global Status Report on Noncommunicable Diseases 2010 (2011); and World Health
Organization,Noncommunicable Diseases Country Profiles 2011 (2011).