Anda di halaman 1dari 18

ABSES SUBMANDIBULA

DISUSUN OLEH :
SHANAZ QISTHINA G99172014
M. ARIF RAKHMAN HAKIM G99172105
DANNISA NURMIYA G99172056

PEMBIMBING :
drg. Eva Sutyowati Permatasari, Sp.BM, MARS
Pendahuluan
Abses leher ialah kumpulan nanah yang terbentuk dalam ruang antara
fasia leher dalam, akibat dari kerusakan jaringan yang merupakan
penjalaran infeksi dari berbagai sumber.

Abses submandibula adalah salah satu abses leher dalam yang sering
ditemukan. Abses ini terdapat di suatu ruang potensial pada leher yang
terdiri dari ruang sublingual dan submaksila yang dipisahkan oleh otot
milohioid.
Definisi
Sumber infeksi
Abses submandibular adalah berasal dari proses
peradangan yang disertai
pembentukan pus pada infeksi dari gigi,
daerah submandibula. dasar mulut, faring,
Merupakan salah satu infeksi
dari leher dalam kelenjar limfe
submandibula.
Epidemiologi
• Jarang dijumpai, hal ini disebabkan penggunaan antibiotik yang luas dan
kesehatan mulut yang meningkat

• Rana dkk dalam penelitiannya menyatakan abses submandibula


merupakan abses leher dalam yang paling sering terjadi (60%)

•Penelitian Paolo Rizzo ditemukan bahwa penderita abses


submandibula berusia antara 12 sampai 96 tahun dengan rata-rata
usia sekitar 57 tahun

•Angka kejadian abses submandibula lebih banyak ditemukan


pada laki-laki (51,9%) dibanding perempuan (48,1%)
ANATOMI
LEHER
RUANG
SUBMANDIBULA
Etiologi

AEROB
Stafilokokus
Streptococcus sp
Haemofilus influenza ANAEROB
Streptococcus Pneumonia Bacteroides,
Moraxtella catarrhalis Prevotella
Klebsiell sp Fusobacterium
Neisseria sp.
Patofisiologi
Penyebaran timbul dari
Ke ruang leher dalam
rongga mulut, wajah atau
melalui sistem limfatik
infeksi leher superfisial

Infeksi yang menyebar melalui


celah antar ruang leher dalam Abses
Submandibula
Limfadenopati Supurasi Abses fokal

Trauma tembus Infeksi leher dalam

8
• Pasien biasanya akan mengeluhkan demam, air liur yang
banyak, trismus akibat keterlibatan musculus pterygoid,
disfagia dan sesak nafas akibat sumbatan jalan nafas oleh
Anamnesis lidah yang terangkat ke atas dan terdorong ke belakang.

• Didapatkan adanya pembengkakan di daerah


submandibula fluktuatif, dan nyeri tekan. Pada insisi
didapatkan material yang bernanah atau purulent
Diagnosis Pmx. Fisik (merupakan tanda khas).

• Laboratorium
Pmx. • Radiologis
Penunjang
GAMBARAN KLINIS
GAMBARAN RADIOLOGIS
• Antibiotik kombinasi adalah pilihan
terbaik mengingat kuman penyebabnya
Antibiotik adalah campuran dari berbagai kuman
(kombinasi ceftriaxone dengan
metronidazole)

• Insisi dibuat pada tempat yang paling


Evakuasi berfluktuasi atau setinggi os hioid,
tergantung letak dan luas abses.
TATALAKSANA

Airway • Mengingat adanya kemungkinan


sumbatan jalan nafas, maka tindakan
management trakeostomi perlu dipertimbangkan.

• Pasien dirawat inap 1-2 hari hingga


Rawat inap gejala dan tanda infeksi reda.
Insisi
Abses
submandibula
Komplikasi
Komplikasi vascular :
Obstruksi jalan nafas akibat Aspirasi yang dapat terjadi trombosis vena jugularis
tertekannya trakea pada intubasi endotracheal interna, erosi, dan ruptur
arteri carotid

Defisit neurologis :
disfungsi saraf
kranial/otonom di leher →
Emboli septik pada paru-
disfoni akibat terkenanya n. Syok sepsis
paru, otak
vagus atau sindrom horners
akibat pengaruh saraf
simpatis.
Necrotizing cervical fasciitis
Osteomyelitis akibat
yaitu nekrosis pada jaringan
penyebaran lansung pada Sindrom grisel akibat
penyambung akibat
tulang belakang, mandibula, subluksasi servikal
penyebaran infeksi melalui
atau tengkorak
fascia
Prognosis
• Pada fase awal dimana abses masih kecil maka tindakan insisi da
n pemberian antibiotika yang tepat dan adekuat menghasilkan pe
nyembuhan yang sempurna.
• Apabila telah terjadi mediastinitis, angka mortalitas mencapai 40-
50% walaupun dengan pemberian antibiotik.
• Ruptur arteri karotis mempunyai angka mortalitas 20-40% sedang
kan trombosis vena jugularis mempunyai angka mortalitas 60%
Pencegahan
Menjaga kebersihan rongga Pemeriksaan rutin ke dokter
mulut gigi

Apabila telah terjadi abses


submandibular, tidur dalam
Penanganan infeksi gigi
posisi tendelenburg dapat
dengan tepat
mencegah infeksi ke arah
mediastinum
TERIMA KASIH