Anda di halaman 1dari 12

ARDS

(Acut Respiratory
Distress Syndrome)
Pengertian

 Acute Respiratory Distress Syndrome ( Sindrom Distress


Pernafasan Akut ) adalah perkembangan yang immatur
pada sistem pernafasan atau tidak adekuatnya jumlah
surfaktan dalam paru. RDS dikatakan sebagai Hyaline
Membrane Disease (HMD) (Suriadi, 2001).
Etiologi
Etiologi RDS dihubungkan dengan usia kehamilan, berat badan
bayi yang lahir kurang dari 2500 gram. Sering terjadi pada bayi
dengan lahir kurang dari 1000 gram.
Etiologi yang lain dari ARDS adalah:
 1. Kelainan paru: pneumonia
 2. Kelainan jantung: penyakit jantung bawaan, disfungsi
miocardium
 3. Kelainan susunan syaraf pusat akibat: Asfiksia,
perdarahan otak
 4. Kelainan metabolik: hipoglikemia, asidosis metabolik
 5. Kelainan bedah: pneumotoraks, fistel trakheoesofageal,
hernia diafragmatika
 6. Kelainan lain: sindrom Aspirasi mekonium, penyakit
membran hialin
Patofisiologi
Pada bayi dengan RDS,terjadi karena adanya
ketidakmampuan paru untuk mengembang dan alveoli
terbuka. RDS pada bayi yang premature terjadi kegagal
pernapasan karena imaturenya dinding dada, parenchym
paru, dan imaturnya endothelium kapiler yang menyebabkan
kolaps paru pada akhir ekspirasi.

Disebabakan oleh menurunnya jumlah surfaktan atau


perubahan kualitatif surfaktan dapat menyebabkan
ketidakmampuan alveoli untuk ekspansi. Terjadi perubahan
intra-extrathoracic dan menurunnya pertukaran udara.
Secara alamiah perbaikan mulai terjadi setelah 24-48 jam.
Komplikasi
 a. Pneumothorax
 b. Pneumomediastinum
 c. Pulmonary intersititial dysplasia
 d. Bronchopulmonary dysplasia ( BPD)
 e. Paten ductus arteriosus (PDA)
 f. Hipotensi
 g. Menurunnya pengeluaran urine
 h. Asidosis
 i. Hipotermi
 j. Hipernatermi
 k. Hipokalemi
 l. Disseminated intravascular (DIC)
 m. Kejang
 n. Intraventicular hemorrhage
 o. Retinopathy pada premature
 p. Infeksi sekunder
Manifestasi Klinis
Tanda biasanya tampak dalam beberapa menit kelahiran,
biasanya tidak dapat dikenali selama beberapa jam sampai
pernapasan menjadi cepat, dangkal bertambah sampai
60/menit.
1. Tachypnea
2. Retraksi dada ( suprasternal, substernal, intercostal)
3. Pernapasan terlihat parados
4. Cuping hidung
5. Apnea
6. Murmur
7. Sianosis
Pemeriksaan Diagnostik

 a. Foto rontgen
 b. Analisa gas darah
 c. Immature lecithin
Penatalaksanaan Terapeutik

Terapi yang diberikan ialah pengobatan pertukaran oksigen dan


karbodioksida paru yang tidak adekuat; asidosis metabolic dan
insufisiensi sirkulasi.
 1. Pemberian oksigen
 2. Pertahankan nutrisis adekuat
 3. Pertahankan suhu lingkungan netral
 4. Diit 60 kcal/kg/hari (sesuaikan dengan protocol
yang ada) dengan asam amino yang mencukupi
untuk mencegah katabolisme protein dan
ketoasidosis endogenous
 5. Pertahankan PO2 dalam batas normal
 6. Menjaga suhu tubuh.
Asuhan Keperawatan

PENGKAJIAN
 1. Identitas pasien dan penanggung jawab
 2. Riwayat kesehatan
 3. Identifikasi factor resiko
 4. Kaji system pernapasan, tanda dan gejala
RDS
 5. Kaji system kardiovaskuler
 6. Kaji intergumen
DIAGNOSA

 1. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan immature


paru dan dinding dada atau kurangnya jumlah cairan
surfaktan
 2. Tidak efektif bersihan jalan nafas berhubungan dengan
obstruksi atau pemasangan intubasi trakea yang kurang
tepat adanya secret pada jalan napas
 3. Tidak efektif pola napas berhubungan dengan
ketidakseimbangan napas bayi dan ventilator; tidak
berfungsinya ventilator, dan posisi bantuan ventilator
yang kurang tepat
 4. Resiko injuri berhubungan dengan ketidakseimbangan
asam-basa; o2 dan co2 dan barotrauma (perlukaan
dinding mukosa ) dari alat bantu nafas
 5. Resiko perubahan peran orang tua berhubungan dengan
hospitalisasi sekunder dari situasi krisis pada bayi
 6. Resiko kurangnya nutrisi dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan ketidakmampuan menelan,
motilitas gastrik menurun, dan kurangnya penyerapan
EVALUASI

 1. Pasien dapat mempertahankan jalan nafas dengan bunyi


nafas yang jernih dan ronchi (-)
 2. Pasien bebas dari dispneu
 3. Mengeluarkan sekret tanpa kesulitan
 4. Memperlihatkan tingkah laku mempertahankan jalan
nafas
 5. Pasien dapat memperlihatkan ventilasi dan oksigenasi
yang adekuat
 6. Bebas dari gejala distress pernafasan
 7. Pasien dapat menunjukkan keadaan volume cairan
normal dengan tanda tekanan darah, berat badan, urine
output pada batas normal.
 8. Pasien dapat mengungkapkan perasaan cemasnya secara
verbal