Anda di halaman 1dari 8

Komunikasi Dalam Keperawatan

II
“KELOMPOK 2”

1 . HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI TERAPEUTIK


DENGAN PROFESIONALISME DALAM
KEPERAWATAN
2 . KARAKTERISTIK PERAWAT YANG
MEMFASILITASI HUBUNGAN TERAPEUTIK

Fasilitator:
Dr. Ariyanti Saleh., S.Kp., M.Si
Hubungan antara komunikasi terapeutik dengan
profesionalisme dalam keperawatan

komunikasi yang direncanakan dan


dilakukan untuk membantu
Komunikasi penyembuhan atau pemulihan
klien. Komunikasi terapeutik
terapeutik merupakan komunikasi profesional
bagi perawat (Damayanti, 2008).
Hubungan profesional dibentuk oleh penerapan pengetahuan,
pemahaman mengenai perilaku dan komunikasi, serta komitmen
pada perilaku etis.

Hubungan Bantuan Perawat-Klien

 Di dalam hubungan ini, perawat memiliki peran sebagai penolong


profesional dan mengenai klien sebgai individu yang memiliki
kebutuhan kesehatan, respon, dan pola hidup yang unik.

Hubungan Perawat-Keluarga

 Beberapa situasi keperawatan, terutama yang berada di lingkungan


komunitas dan rumah, membuat perawat harus memebntuk hubungan
bantuan dengan seluruh keluarga klien
Hubungan Perawat-Tim Pelayanan kesehatan

 Di dalam hubungan kerja, perawat dan tim kesehatan membutuhkan


interaksi sosial dan terapeutik untuk membangun kepercayaan dan
memperkuat hubungan.

Hubungan Perawat- Komunitas

 Banyak perawat membentuk hubungan dengan kelompok komunitas


dengan berpartisipasi dalam lokal, menjadi relawan untuk pelayanan
masyarakat, atau berorganisasi politik
Peran keperawatan yang juga mencirikan
profesionalisme

Keramahan Penggunaaan nama Dapat dipercaya

tanggung jawab Asertif


karakteristik perawat yang memfasilitasi
hubungan terapeutik
Hal mendasar yang memberi ciri-ciri komunikasi terapeutik
menurut Arwani (2003) yaitu:

Empati Kehangatan
Keikhlasan
(Empathy) (warmth)
(genuiness)
Karakteristik seorang perawat yang dapat
memfasilitasi tumbuhnya hubungan yang terapeutik

 Kejujuran (trustworthy).
 Tidak membingungkan dan cukup ekspresif.
 Bersikap positif
 Empati bukan simpati
 Menerima klien apa adanya.
 Sensitif terhadap perasaan klien.
 Tidak mudah terpengaruh oleh masa lalu klien
ataupun diri perawat sendiri.
TERIMA KASIH