Anda di halaman 1dari 47

Absorpsi Gas-Cair

suatu unit operasi yang digunakan di


industri kimia untuk memisahkan gas
dengan pencucian (scrubbing)
menggunakan suatu cairan/pelarut.

Prinsip dasar absorpsi gas :


kelarutan gas dan
laju perpindahan massa

Ikatan antara gas dan cairan :


secara fisika ( terlarut) atau
secara kimia (terjadi reaksi)

Stripping/desorpsi
operasi untuk mentransfer senyawa
volatile dari cairan ke fasa gas
Absorpsi secara Fisika
Contoh:
CO2 - air Acetylene – asam asetat
CO - air NH3 - aseton
H2S - air Etana - carbon disulfide
NH3 - air N2 - methyl acetate
NO2 - air NO - ethanol

Kinerja absorpsi fisika ditentukan oleh kelarutan/solubility


gas dalam cairan.
Kelarutan ini sangat rendah, sehingga dibutuhkan
pelarut/cairan yang sangat besar untuk pemisahan.
Pelarut yang sudah jenuh oleh solut dapat diregenerasi
dengan pemanasan atau dengan stripping untuk mengusir
solut
Aplikasi Absorpsi:
Pemurnian gas (penyisihan pollutan dari gas
cerobong /exhaust gases) ,
Pengambilan produk / product recovery
Penyisihan NH3 dari oven gas dengan air

penyisihan CO2, H2S dari gas alam menggunakan


larutan garam basa dalam air

Penyisihan benzene, toluene dari gas alam


menggunakan minyak hydrocarbon
Jenis Absorber dan Aplikasinya

Jenis Absorber Aplikasi


Packed columns air pollution control..
water soluble ethylene gas is hydrolyzed
to ethylene gylcol. paper, food,
petrochemical, pharmaceutical,
aerospace industries.
Plate towers applications having large heat effects
(easily cleaned) since cooling coils easily installed, liquid
can be withdrawn easily
Spray columns Absorption of SO2 from coal-fired boiler
exhaust gases.
stirred tank lime slurry carbonation, paper stock
(slow liquid-phase chlorication, regular oil hydrogenation,
chemical reaction, or fermentation broth aeration,penicilin
close control of the production, citric acid production,and
process is needed) aeration of activated sludge
-Kelarutan (solubility): jumlah maksimum gas terlarut
dalam suatu solven pada kondisi spesifik (T,P)

-Hubungan keseimbangan dalam larutan encer


(Hk Henry)

PA : tekanan parsial A dalam gas


CA : konsentrasi molar A dalam cairan (mol A/volume)
xA : fraksi mol A dalam cairan
H : konstanta Henry (tekanan/ konsentrasi molar )
m : konstanta (tekanan/fraksi mol),
K : konstanta keseimbangan uap-cair
Konstanta Henry untuk beberapa gas
(m×10-4 atm/mole fraction)
Contoh:

Hitung fraksi mol Oksigen di dalam air pada


UdaraC, jika air berkeseimbangan dengan
30 udara
o

(atmosfer)
O2a
m= 4,75 ×104 atm/fraksi mol
air
Jawab:
PA = m xA
PA = 0,21 atm (% mol O2 dalam udara = 21%,
tekanan udara = 1 atm )

xA = PA / m = 0,21 atm/(4,75 ×104 atm/fraksi mol)


= 4,42.10-6 (mol O2 /mol air total)
Kurva Keseimbangan dan Garis Operasi
Absorber
Kurva Keseimbangan dan Garis Operasi
Stripper
Jumlah Tahap Keseimbangan
Contoh Soal (Kolom berpelat)

Absorpsi aseton dari campuran aseton-udara dilakukan


dengan pelarut minyak. Gas masuk mengandung 30% mol
aseton, sedangkan minyak (pelarut) bebas aseton. 97%
dari aseton dalam udara akan terabsorp, koncentrasi
minyak keluar ( di dasar kolom) 10% mol aseton.
Hubungan keseimbangan : ye = 1.9xe.
Plot garis operasi dan tentukan jumlah tahap ideal.
Basis : (Vn+1) =100 gmol/j
Dengan yAn+1 = 0,3
 Mol aseton dalam gas umpan
= (0,3)(100 gmol/j) = 30 gmol/j

 molUdara dalam gas umpan =


70 mol/j
L0 V1
yA1
xA0 = 0 Aseton dalam gas keluar = 0,03 X
30 gmol/j = 0,9 gmol/j
VA1 = udara masuk + sisa aseton
dlm gas kel
= (70 +0,9) gmol/j = 70,9 gmol/j
Ln
xAn = 0,1
Vn+1
yAn+1 = 0,3
Aseton terabsorp = 29,1 gmol/j
Konsentrasi aseton dalam larutan keluar (xAn) = 0,1
•Laju alir larutan keluar (Ln) = (1/0,1)(29,1) gmol/j = 291 gmol/j
•Laju alir larutan masuk (L0) = 291 – 29,1 = 261,9 gmol/j

•Data Keseimbangan : ye = 1.9xe.

• xA yA
yA ( fr mol aseton dlm udara)
0.3
0 0 0.25
0,01 0,019 0.2
0,02 0,038 0.15
0,05 0,095 0.1
0,07 0,133 0.05
0,10 0,190 0
0 0.02 0.04 0.06 0.08 0.1 0.12 0.14 0.16
0,12 0,228
xA (fr mol aseton dalam minyak)
0,15 0,285
Garis operasi: =0

0.3
yA ( fr mol aseton dlm udara)

0.25 6

0.2
5
0.15

0.1 4

3
0.05
2
1
0
0 0.02 0.04 0.06 0.08 0.1 0.12 0.14 0.16
xA (fr mol aseton dalam minyak)
Penentuan (L/V)min

gr singgung

a
a gr keseimbangan
gr keseimbangan

(L/V)min = tga
Contoh Soal
Suatu menara absorber (Pelat) di desain untuk mengabsorpsi
SO2 dari udara menggunakan air pada tekanan 1atm,
temperatur 30oC.
Gas masuk mengandung 30% mol SO2 dan meninggalkan
absorber mengandung 3% SO2 dengan laju alir (inert)150
kg/m2.jam. Jika laju alir air = 1,5 X Lmin, hitung kebutuhan
pelarut (Ls operasi dalam kg/m2.j) dan jumlah tahap
keseimbangan ideal yang diperlukan
Data keseimbangan terlampir
Penyelesaian:
Laju alir molar udara inert
= Vs = Vn+1 /BM udara = 150/29
= 5,18 kgmol/m2.jam

Plot kurva keseimbangan (XA dan YA)


Buat garis operasi minimum
y A1 = xA 0 = 0
0,03 (dari XAo,YA1 memotong kurva
keseimbangan pada YAn+1 )

YAn+1 = yAn+1 /(1- yAn+1)


= 0,3/0,7 = 0,4285
x A n=?
Vn+1 = 150 YA1 = yA1 /(1- yA1)
kg/m2.jam
y A n+1 = 0,3 = 0,03/0,97 = 0,0309
Mole ratio of 0.45
SO2 in vapor
0.4
YA

YA (mol SO2/mol udara)


0.35
0.3
0.25
0.2
0.15
0.1
0.05 a
0
0 0 0 0 0 0.01 0.01 0.01 0.01
XA (mol SO2/mol air)

Slope (a) = (Ls/Vs)min = (0,4285-0,0309)/0,0074 = 53,729


Lsmin = 53,729 X 5,18 kgmol air/m2.jam = 278,316 kgmol air/m2.jam
Ls = 1,5 Lsmin = 1,5 X 278,316 kgmol air/m2.jam = 417,474 kgmol air/m2.j
 Ls/Vs = 417,474/5,18 = 80,59  utk menentukan slope gr operasi
Desorpsi / Stripping
Pengambilan solut dari fasa cair oleh pelarut fasa gas
Xn+1
Yn
Yt

Yb

Y0 Xb Xt
X1
Contoh Soal:
Suatu minyak yang mengandung benzene didesorpsi
dengan pelarut steam pada sieve plate column yang
beroperasi pada tekanan atmosfer untuk mengambil
benzene terlarut. Kondisi keseimbangan pada temperatur
operasi mengikuti Hk Henry : ketika minyak mengandung 10
mol% C6H6, tekanan partial C6H6 diatas minyak 5.07 kPa.
Minyak masuk menara mengandung 8% mol benzene,
75% nya akan terdesorpsi. Steam keluar menara
mengandung 3 mol% C6H6.
a) Hitung jumlah tahap keseimbangan teoretis yang
dibutuhkan.
b) Hitung mole steam yang dibutuhkan per 100 mol
campuran benzene – minyak.
Basis : minyak (+ Benzen) masuk ke
kolom = 100 mol/jam

Benzen dalam minyak masuk


= 8 mol/jam
Minyak (inert) masuk = 92 mol/jam

75% benzen terdesorpsi oleh steam


= 0,75 X 8 mol/j = 6 mol/jam

Benzen sisa dalam minyak = 2 mol/j


Konsentrasi benzen dalam minyak
keluar = 2/(92+2) = 0,02127

=0
y A (fr m o l b e n z e n d a la m s te a m )

gr keseimbangan

0.04
0.04
gr operasi
0.03
3
0.03
0.02
0.02 2

0.01
0.01 1

0
0 0.01 0.02 0.03 0.04 0.05 0.06 0.07 0.08
0
xA (fr mol benzen dalam minyak)
Keunggulan dan Kekurangan Plate columns dibandingkan dengan
packed towers:

Keunggulan
plate columns dapat menangani laju alir gas tinggi, dan pada laju alir
gas rendah tidak terjadi flooding.
Kemungkinan terjadi channelling < a packed tower.
packed bed towers sulit dibersihkan

Kekurangan
plate columns biasanya lebih mahal daripada packed bed towers

 Keunggulan plate column menjadi kurang berati untuk operasi ukuran


kecil, biasanya dipilih packed column
Perhitungan untuk packed tower dan spray tower
didasarkan pada laju absorpsi (teori 2 film)
Penentuan tinggi kolom berpacking
Biasanya diperlukan koefisien overall’ fasa gas ‘(Kya)
Cairan mempunyai afinitas (daya ikat) yang kuat terhadap solut
(tahanan perpindahan massa terutama pada fasa gas)

Neraca massa solut:


hT = HGNG = HOGNOG

NG = number of gas-phase transfer units


NOG = number ofoverall gas-phase transfer units.
Jika HG dan HOG tidak konstan, maka diambil harga rata-rata antara puncak
dan dasar menara:

hT = HG,avNG = HOG,avNOG
Desain Menara absorpsi berpacking (Packed
Absorption Column)
1. calculate value of absica in the Generalized Sherwood flooding and
pressure drop correlation graph

L = mass flow rate of liquid


G = mass flow rate of gas
ρg = gas density
ρL = liquid density

2. calculate flooding pressure drop

Fp = packing factor (dimensionless)


Sherwood Flooding-Pressure Drop Corelation
3. use graph to find ordinate at the flooding pressure drop, ΔP

G’ = mass flux of gas per cross sectionalarea of column (lb/ft2-s)


F = Packing factor
Φ = specific gravity of the scrubbing liquid
μL = liquid viscosity (lb/ft-s)
g = gravitational acceleration
ρg = gas density
ρL = liquid density

4. find gas flow rate, G’

5. Calculate actual gas flow rate per unit area as a fraction of the gas
flow rate at flooding
Goperating = G’ f

Goperating = actual flow rate per unit area (lb/ft3-s)


f = coefficient (0.75)
6. Calculate packed bed diameter on the actual gas flow rate per unit
area in the system

• Flooding: the liquid stops flowing altogether and collects in the


top of the column due to very high gas flow•
Loading: the liquid flow is reduced due to the increased gas flow;
liquid is held in the void space between packing
Contoh Soal:

Gas CO2-udara dengan komposisi 10% mol CO2, 10% mol


O2 ,80% mol N2, temperatur 176oF, laju alir 70.000 lb/h, akan
diabsorpsi dengan larutan NaOH 8% (w/w) dengan laju alir
195.000 lb/h pada absorber menara isian (packed column).
Tekanan uap air pada 176oF= 16 in H2O. Tekanan pada
puncak menara = 0,1 psig, DP = 0,38 in H2O/ft packing.
Persen absorpsi = 70%,
sg lart soda = 1,06, mlart soda = 0,9 cP, packing berbahan plastik

Hitung: Diameter menara absorber


Penyelesaian
V1 NaOH 8% (w/w) BM av = ∑mi.xi
L0=195.000 lb/h

P=0,1 psig, = 44(0,1)+ 28(0,8)+ 32(0,1) = 30 lb/lbmol

Mol CO2 dalam gas masuk


DP = 0,38 in H2O/ft packing. = (70.000 lb/h)(0,1)/ 30 (lb/lbmol)
Persen absorpsi = 70%, = 233,3 lbmol/h

Absorpsi 70%
CO2 terabsorp = (0,7)(233,3 lbmol/h)
Ln = 163,31 lbmol/h
yCO2 , = yAn+1=0,10
yO2 ,0,10 Gas inert (N2 +O2) dlm umpan:
yN2 0,80 = 0,9(70.000/30 lbmol/h)
P=16 in H2O = 2.100 lbmol/h
T=176oF, Fraksi mol NaOH dalam lart masuk
Vn+1 =70.000 lb/h, = mol NaOH/(mol NaOH + mol air)
Gas keluar dr absorber (V1 ) = gas inert + CO2 yg tdk terabsorp
= 2100 + 233 (0,3) = 2170 lbmol/h

Uap air yg terkandung dalam gas keluar = 0,807 (2.170)


= 1751,2 lbmol/h
Komposisi gas pada puncak menara:
Komponen Lbmol/h Fraksi mol
CO2 233(0,3) = 70 0,018

Uap air 1751,2 0,447

N2 2100(8/9) = 1866,66 0,476

O2 2100(1/9) = 233,33 0,060


Total 3921,19 1,001

BM av gas di puncak menara = 0,018(44)+0,447(18)+0,476(28)+0,06(32)


= 24,09 lb/lbmol
Density gas pada puncak menara:
P.BM = 14,8(24,09) = 0,052 lb/ft3
RT 10,73(460+176)

Laju alir gas di puncak menara = 3921,19 lbmol/h(24,09) lb/lbmol


= 94.461,5 lb/h

= 0,058

Cairan keluar pada dasar menara = Ln = Vn+1+L0- L1


= 195.000+70.000-94.461,5 =170.538 lb/h

Tekanan pada puncak absorber (asumsi tinggi 30 ft)


=14,8 psia+(0,38 inH2OX30)(14,7 psia/406,69) = 15,21 psia

Densitas gas pada dasar menara = (15,21)(30) = 0,067 lb/ft3


(10,73)(460+176)

= 0,078
Pilih packing pall ring plastik ukuran 1,5 in
Laju alir vol gas = ḿ/r =( 70.000 lb/h)/(0,067 lh/ft3) (1 h/60min) = 17.413 ft3/min
FP = 40 (tabel FP)
DP = 0,38 in H2O/ft packing

= 0,05

=0,39 lb/ft2s
Laju alir gas rata-rata = (70.000+94.462)/2 = 82.231 lb/h

D = 0,0188(m /G’ )0,5= 0,0188(82,231 /0,39)0,5= 8,6 ft  9 ft = 108 in

Ukuran packing =1,5 in << 1/10 D  OK