Anda di halaman 1dari 27

Clinical Science Session

INVERSIO UTERI
PRESEPTOR :
dr. Adriswan, Sp.OG

Afifah Ikhwan 1210313014

BAGIAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS
RSUD PADANG PANJANG
LATAR BELAKANG
Setiap tahun, 529.000 wanita
di dunia meninggal akibat
komplikasi yang timbul dari
kehamilan dan persalinan 
diperkirakan angka kematian
maternal 400 per 100.000
kelahiran hidup.
 WHO  150.000 wanita
meninggal dunia setiap tahun
karena perdarahan postpartum
PERDARAHAN POST PARTUM (POST PARTUM
HEMORRHAGE/PPH)
Definisi Klasifikasi
• Perdarahan pasca • Primer:  24 jam post
persalinan dengan partum
estimasi kehilangan darah • Atonia Uteri  80%
≥ 500 mL pada persalinan • Sisa Jaringan Plasenta
pervaginam • Laserasi Jalan Lahir
• Sebuah estimasi • Inversio Uteri
kehilangan darah ≥1,000 • Sekunder:  24 jam tapi
mL pada persalinan per  6 minggu post partum
abdominal • Infeksi
• Von-Willebrand (Kelainan
• Kala III Hemostasis)
DEFINISI
Inversio uteri adalah suatu keadaan dimana uterus terbalik dengan fundus uteri
masuk sebagian atau seluruhnya ke dalam kavum uteri, vagina atau keluar dari
vulva.
EPIDEMIOLOGI
India kejadiannya
1dari 8.573
Canada 1 Inggris 1 dari 27.992 persalinan
dari 3737 persalinan
persalinan

Amerika 1 dari
23.127 persalinan

Indonesia 1 dari
2.ooo persalinan
ETIOLOGI
• diakibatkan oleh perlengketan mioma
uteri submukosa yang terlahir, polip
Inversio non- endometrium dan sarkoma uteri 
fundus uteri ke arah bawah
obstetri • kontraksi miometrium yang terus
menerus mencoba mengeluarkan
mioma seperti benda asing.

• terjadi secara spontan, tetapi lebih sering


disebabkan oleh pertolongan persalinan
Inversio uteri yang kurang baik
purperalis
FAKTOR PREDISPOSISI
Abnormalitas uterus Kondisi fungsional uterus

• Tali pusat pendek • Relaksasi miometrium /


• Anomali kongenital (uterus Atonia uteri
bikornus) • Gangguan mekanisme
• Kelemahan dinding uterus kontraksi uterus
• Implantasi plasenta pada
fundus uteri (75% dari
inversio spontan)
• Riwayat inversio uteri
sebelumnya
KLASIFIKASI INVERSIO UTERI
Klasifikasi berdasarkan beratnya:
1. Inversio lokal : Jika fundus uteri menonjol sedikit ke
dalam kavum uteri.
2. Inversio parsial: Penonjolan fundus uteri terbatas
hanya pada kavum uteri
3. Inversioinkomplit : Penonjolan sampai ke kanalis
servikalis
4. Inversio komplit : Tonjolan telah mencapai ostium
uteri eksternum
5. Inversio total: Tonjolan telah mencapai vagina
atau/prolaps keluar vagina
Inversio Uteri Lokal Inversio Uteri Parsial

Inversio Uteri
Inkompleta
Inversio Uteri Inversio Total
Kompleta
PATOFISIOLOGI
-Keluhan
-Etiologi
DIAGNOSIS -Faktor
Predisposisi

Anamnesa

USG Gejala klinis

Pemeriksaan Pemeriksaan
Dalam Fisik
PEMERIKSAAN PENUNJANG

MRI

USG
DIAGNOSA BANDING
• Mioma Uteri Submukosum
• Atonia Uteri
• Sisa Plasenta
• Robekan Jalan Lahir
3 -fundus uteri ditemukan -Perdarahan Mioma Uteri
dalam bentuk dan pada
tempat biasa
- Konsistensi mioma lebih
keras daripada korpus uteri
GEJALA KLINIS

• Rasa nyeri yang hebat


• Perdarahan
• Syok
• Pemeriksaan luar pada palpasi abdomen: fundus
uteri teraba lekukan pada fundus seperti kawah
(inversion uteri inkomplit) atau fundus uteri sama
sekali tidak teraba (inversion uteri komplit)
• Pemeriksaan dalam: penampakan seperti tumor
berwarna merah keabuan yang kadang-kadang
plasenta masih melakat.
PENATALAKSANAAN
• Prinsip penanganan pada pasien yang
datang dengan inversio uteri melibatkan
dua kompenen penting yaitu:
– Menangani syok akibat pendarahan yang
banyak
– Mereposisi semula uterus ke tempatnya.
• Resusitasi cairan Syok hipovolemik: Ringer
laktat (IV)
• Transfusi darah  bila perdarahan >2000 ml /
tanda tanda syok
• Reposisi Manual
- Memberikan muscle relaksan sehingga otot
rahim menjadi lemas. Relaksan akan
membuatkan otot rahim lemas
- Reposisi manual
Reposisi Manual Cara Johnson
•Seluruh telapak tangan di masukkan ke
dalam vagina untuk mendorong inversio
uteri untuk masuk kembali.
•Setelah berhasil lakukan pijitan bimanual
antara tangan intra uterine dan tangan
lainnya di fundus uteri yang telah di
reposisi.
•Masukkan bolus uterotonik (oksitosin
atau methergin) sehingga timbul
kontraksi yang dapat mempertahankan
fundus uteri di tempatnya.
• Bila perlu dapat dipertahankan dengan
memasang tampon uterovaginal 
dipertahankan 24 jam atau lebih dan
selanjutnya di tarik sedikit sehingga tidak
menimbulkan inversio kembali.
•Sementara menarik tampon, dapat
dimasukkan uterotonik secara drip
KOREKSI HIDROSTATIK
• Pasien dalam posisi trendelenburg
dengan kepala lebih rendah sekitar
50cm dari perineum.
• Siapkan sistem bilas yang sudah
desinfeksi,berupa selang 2 m
berujung penyemprot berlubang
lebar. Selang disambung dengan
tabung berisi air hangat 2-5 L( NaCl
atau RL ) dan dipasang setinggi 2
m.
• Identifikasi forniks posterior.
• Pasang ujung selang douche pada
forniks posterior sampai menutup
labia sekitar ujung selang dengan
tangan.
• Guyur air dengan leluasa agar
menekan uterus ke posisi semula
BENTUK-BENTUK REPOSISI INVERSIO UTERI LAINNYA:
1. TRANSABDOMINAL
1. Transabdominal
• Teknik Haultain
• Teknik Huntington
2. Transvaginal
 Teknik Kustner
 Teknik Spinelli
 Subtotal vaginal
histerektomi Teknik Operasi
Abdominal Huntington
Histerektomi
• Tidak mungkin di lakukan reposisi
• Jaringan nekrosis akibat iskemik jaringan
• Terdapat infeksi yang cukup
membahayakan jiwa
KOMPLIKASI
Gangguan miksi dan stress
inkotenesi Inkarserasi Usus

• Apabila seluruh uterus  Ini dapat terjadi karena


tertarik ke awah ini
menyebabkan fascia dinding ruang yang kosong
depan vagina mengendor antara cavum dauglasi
dan vesika urinaria akan terisi usus halusa tau
terdorong ke belakang
• Selain itu uretra juga turut sigmoid masuk ke
ke bawah bersama dengan dalam karena dinding
penurunan cavum uteri. uterus sudah menonjol
keluar.
PENCEGAHAN
– Dalam memimpin persalinan harus dijaga kemungkinan
timbulnya inversiouteri, terutama pada wanita dengan
predisposisinya.
– Jangan dilakukan tarikan pada tali pusat dan penekanan
secara Crede sebelum ada kontraksi
– Penatalaksaan aktif kala III dapat menurunkan insiden
inversio uteri.
– Tarikan pada tali pusat dilakukan bila benar-benar
plasenta sudah lepas.
KESIMPULAN
• Inversio uteri adalah salah satu dari kejadian
pendarahan post partum
• Etiologi Inversio uteri disebabkan oleh faktor
non-obstetri dan purperalis
• Penatalaksanaan untuk kasus inversio uteri
yaitu dengan cara menangani syok akibat
pendarahan yang banyak dan mereposisi
semula uterus ke tempatnya.