Anda di halaman 1dari 24

KELOMPOK 9

1. Umi Latifa Kurniayanti ( 13610018 )


2. Akhmad Khumaidi ( 15610029 )
3. Iqbal Taufiqurrochman (15610089 )
1. Definisi Hari Kiamat

Secara Etimologi kiamat terserap dari kosa kata kata bahasa Arab, qama-
yaqumu-qiyaman yang berarti berdiri, berhenti, atau berada ditengah.
Kiamat (al-qiyamah) diartikan sebagai kebangkitan dari kematian.
Sedangkan, menurut Terminologi kiamat adalah hari akhir atau saat
penghabiskan dari hari-hari didunia. Hari tersebut ditandai dengan tiupan
sangkakala (terompet) oleh Malaikat Israfil, kemudian bumi bergoyang
mengeluarkan segala isinya, lalu lenyap dan diganti dengan bumi yang lain
2. Pembagian Kiamat
a. Kiamat Sughra
b. Kiamat Kubra
3. Tanda-tanda Kiamat

Al-Qur’an menamakan tanda-tanda itu dengan asyrath as-


sa’ah, Allah Swt. berfirman :
“Maka tidak ada yang mereka tunggu-tunggu melaikan hari kiamat
(as-sa’ah), yaitu kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba,
karena sesungguhnya telah datang tanda-tanda (asyrath)-nya.”
(QS. Muhammad : 18)
A.Tanda-tanda Kiamat Yang Telah Terjadi
1.Diutus dan wafatnya Rasulullah saw
2.Terbelahnya bulan
3.Terhapusnya Jizyah dan Pajak
B. Tanda yang Masih Berlangsung dan Mungkin Terulang Lagi

1. Penaklukan dan Peperangan


2. Munculnya Dajal-dajal yang mengaku nabi
3. Menyerahkan urusan kepada yang bukan ahlinya.
C. Tanda-tanda Besar
Keluarnya Imam Al-Mahdi
Munculnya Dajjal
Turunnya Nabi Isa AS
Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj
Terbitnya Matahari dari Barat
Perspektif Kiamat Dalam Surah Al-A’raf ayat 187

Definisi Al-A’raf

A’raf adalah jama’ dari urf yang artinya pagar yang tinggi
yang diletakkan antara penduduk surga dan penduduk neraka.
Adapun secara bahasa makna urf yaitu tempat yang tinggi.
“Mereka menanyakan kepadamu tentang Kiamat: ‘Bilakah terjadinya?’ Katakanlah:
‘Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu adalah pada sisi Rabbku; tidak
seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu
amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak
akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba. Mereka bertanya kepadamu
seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: ‘Sesungguhnya
pengetahuan tentang hari Kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia
tidak mengetahui.”
“Mereka menanyakan kepadamu tentang Kiamat: ‘Bilakah terjadinya?’

 Menurut tafsir al-maraghi, Adapun yang bertanya adalah orang-orang


Quraisy.

 Ibnu Katsir menafsirkan ayat tersebut turun berkenaan dengan Orang-orang


Quraisy.
“ Katakanlah kepada mereka, bahwa pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku,
tidak ada seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangan selain Dia.

 Menurut tafsir Al- maraghi


Dengan adanya kata-kata “ada pada sisi Tuhanku”, menunujukkan bahwa bahwa apa yang
menjadi urusan Tuhan semata, takkan diketahui oleh makhluk. Dan tak ada yang menjelaskan
kapan waktu yang telah ditentukan oleh Allah, melainkan Dia sendiri.

 Menurut tafsir Ibnu Katsir


Hanya Allah yang mampu menjelaskan waktunya, atau mengetahui kejelasan masalah kiamat
itu. Dan mengenai waktunya secara tepat, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah semata.
“Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang ada di langit dan di bumi,

 Menurut tafsir Al-maraghi


Baik soal waktu terjadinya kiamat itu sendiri maupun tentang huru-hara yang bakal terjadi di
saat itu di langit dan di bumi, merupakan hal yang amat berat dirasakan oleh penghuni langit dan
bumi, baik para Malaikat, manusia maupun jin.

 Menurut tafsir al-qurtubi


Kata Tsaqulats sendiri artinya adalah berat, dan penyebutan kata berat ini pada ayat di atas
karena setiap yang disembunyikan pengetahuannya pasti akan terasa berat di dalam hati
 Menurut tafsir at-thabari, Ibnu Juraij berkata ketika langit terbelah dan bintang-bintang
berhamburan, matahari digulung, dan gunung-gunung diperjalankan, maka itu seperti yang
difirmankan Allah, Itulah beratnya Hari Kiamat.

 Menurut tafsir Al-maraghi


Hari kiamat itu tidak datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba, yaitu di saat kamu sedang
lalai, tanpa ada perasaan atau tanda-tanda yang memperingatkan kedatangannya
 Menurut tafsir Ibnu Katsir
Kiamat itu akan datang secara tiba-tiba dan mendatangi manusia ketika mereka dalam
keadaan lengah
Maksud hadisnya:
bahwa kiamat itu tiba-tiba datang kepada umat manusia hingga mereka terkejut, ketika mereka
sedang asyik-asyiknya mengurusi keperluan hidup sehari-hari. Oleh sebab itu, wajib bagi kaum
mu’minin untuk merasa khawatir tentang datangnya hari itu. Dan agar rasa khawatir itu
membawa mereka untuk tetap takut kepada Allah dalam amal segala perbuatan mereka, dengan
selalu berpegang teguh pada kebenaran dalam melaksanakan segala pekerjaan dari senantiasa
melakukannya dengan baik, menghindari kejahatan dan kemaksiatan, serta jangan menyisihkan
waktu untuk memperdebatkan soal hari kiamat itu, jangan banyak biacara yang tidak-tidak
mengenainya, apalagi menetapkan waktunya
“ Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. “

 Menurut tafsir al-maraghi


Bisa juga berarti, mereka bertanya kepadamu, seolah kamu ulet sekali dengan mereka, seakan
antara kamu dengan mereka terdapat hubungan yang mesra, dan seakan kamu teman mereka.

 Menurut tafsir Ibnu katsir


Orang-orang kafir menanyakan hari kiamat kepada Nabi Muhammad saw, dan mereka
mengira bahwa Nabi Muhammad mengetahui segalanya, padahal Allah swt menyembunyikan
ilmunya atas makhluknya.
Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Kiamat itu adalah di sisi Allah

 Menurut tafsir Al-maraghi


Pertanyaan ulangan ini, yang disampaikan sebagai jawaban atas ulangan pertanyaan,
merupakan ketegasan yang sangat dan pertanyaan agar mereka putus asa, jangn lagi mencari
tahu kapan datangnya hari kiamat itu, dan sebagai pernyataan bahwa orang yang
menanyakannya adalah benar-benar salah.

tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui


 Menurut tafsir al-maraghi
Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui banhwa pengetahuan tentang kiamat itu khusus untuk Allah
saja. Kebanyakan mereka tidak tahu apa hikmah dirahasiakannya hari kiamat, tidak tahu sopan santun
bertanya dan seterusnya, yang semestinya patut diketahui dalam hal ini
Hari Kiamat menurut IPTEK

Menurut Achmad Baiquni, dalam bukunya Alquran Ilmu Pengatahuan dan Teknologi,
mengemukakan bahwa ada beberapa sekenario tentang terjadinya kiamat menurut sains,
diantaranya yaitu:

a. Skenario pertama menggambarkan habisnya bahan bakar temonuklir yaitu hidrogen dalam
matahari. Kalau reaksi nuklir makin berkurang, matahari akan menjadi dingin dan bumi
akan membeku. Tak ada tanaman yang akan tumbuh dan kehidupan di bumi akan berakhir.
Waktu yang dibutuhkan matahari untuk menghabiskan bahan bakarnya berkisar sekitar lima
milyar tahun
b. Skenario kedua menggambarkan habisnya hidrogen dibumi. Jika hidrigen tersebut habis,
maka semua makhluk hidup akan mati membeku seperti pada skenario pertama.
Barangkali selama milyaran tahun juga.

c. Skenario ketiga menggambarkan mengembangnya matahari. Sebagaimana di diketahui,


matahari merupakan salah satu bintang dalam galaksi kita yang letaknya paling dekat
dengan bumi. Evolusi matahari akan mengikuti bintang-bntang lainnya yaitu bila ia telah
“Padam” ia akan menyusut menjadi kecil sampai pada suatu saat ketika energy gravitasinya
berubah menjadi panas dan mengubahnya menjadi bintang raksasa merah. Pada kondisi
demikian sistem tata surya sebagian (termasuk bumi kita) akan tertelan oleh matahari.
semua makhluk hidup akan mati terbakar.
Teori Big Crunch

Peristiwa Big Bang yang telah dikemukakan oleh Georges Lemaitre, George Gamow pada
tahun 1930-an dan Stephen Hawking pada tahun 1980-an tersebut telah menjelaskan kejadian
awal alam semesta. Teori tersebut menjelaskan bahwa alam semesta awalnya tersusun dari
sebuah titik yang sangat rapat, padat dan panas yang disebut titik singularitas, yaitu sebuah
titik yang tidak terdefinisikan. Dari titik inilah suatu ledakan kosmis mahadahsyat yang disebut
sebagai Big Bang. Semuanya terkendali dalam jaring-jaring gravitasi yang sudah terbentuk
sejak awal, sebelum ledakan kosmis tersebut. Selanjutnya, alam semesta mengembang dan
berangsur dingin.
Ternyata Allah swt telah menjelaskan kejadian tersebut di dalam QS. al-Anbiya ayat 30,
dan Apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya
dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. dan dari air Kami
jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka Mengapakah mereka tiada juga beriman?
Al-Qur’an menyajikan informasi yang sangat akurat bahwa pada awalnya langit dan bumi
memang berpadu dalam satu titik singularis sebagai asal segala yang ada di jagat raya.
Berdasarkan pengamatan para ahli, alam semesta mengembang dengan laju yang sangat
mengherankan dan menakjubkan setelah proses pembentukannya. Beberapa ahli astronomi
percaya bahwa perluasan atau pengembangan alam semesta akan terus berlanjut, sedangkan
beberapa ahli lainnya meyakini pada suatu saat alam semesta akan mulai mengerut
Sebagaimana terdapat didalam QS. al-Dzariyat ayat 47: “dan langit itu Kami bangun dengan
kekuasaan (Kami) dan Sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa”.
Stephen hawking dalam bukunya mengatakan bahwa penemuan bukti mengembangnya alam
semesta merupakan salah satu revolusi terbesar dalam ilmu pengetahuan abad ke-20. Suatu saat nanti
akan terjadi Big Crunch yaitu tabrakan seluruh isi alam semesta yang terdiri atas kumpulan galaksi,
bintang dan planet. Hal ini adalah kebalikan dari awal pembentukannya. Alam semesta perlahan menuju
titik keseimbangan barunya, dan akhirnya kehilangan tenaga sehingga tersedot kembali oleh gaya
gravitasi awal pembentukan.