Anda di halaman 1dari 25

PANDUAN

GERAKAN LITERASI SEKOLAH

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama


Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
2016
Tujuan

Paham konsep dan tujuan Gerakan Literasi Sekolah (GLS)

Paham prinsip-prinsip pelaksanaan GLS

Paham kegiatan-kegiatan dalam 3 tahapan pelaksanaan GLS

Paham pelaksanaan monitoring dan evaluasi GLS


SKENARIO PEMBELAJARAN

1. Perkenalan
2. Membuka pelajaran
3. Tujuan penyampaian materi
4. Membaca puisi
5. Penjelasan tugas kelompok
6. Kerja kelompok
7. Presentasi
8. Diskusi
9. Penguatan – Review materi ( perbandingan materi dan hasil diskusi)
10. Tanya jawab
11. RKTL Hak Cipta © 2014 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
90
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertamamenit
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar
12. Penutup
MEMBACA PUISI
KUPU-KUPU DALAM BUKU
Oleh: Taufik Ismail

ketika duduk di setasiun bis, di gerbong kereta api,


di ruang tunggu praktek dokter anak, di balai desa,
kulihat orang-orang di sekitarku duduk membaca buku,
dan aku bertanya di negeri mana gerangan aku sekarang,

Ketika berjalan sepanjang gang antara rak-rak panjang,


di perpustakaan yang mengandung ratusan ribu buku
dan cahaya lampunya terang benderang,
kulihat anak-anak muda dan anak-anak tua
sibuk membaca dan menuliskan catatan,
dan aku bertanya di negeri mana gerangan aku sekarang,
Ketika bertandang di sebuah toko,
warna-warni produk yang dipajang terbentang,
orang-orang memborong itu barang
dan mereka berdiri beraturan di depan tempat pembayaran,
dan aku bertanya di toko buku negeri mana gerangan aku sekarang,

Ketika singgah di sebuah rumah,


kulihat ada anak kecil bertanya pada mamanya,
dan mamanya tak bisa menjawab keinginan-tahu puterinya,
kemudian katanya,
“tunggu, tunggu, mama buka ensiklopedia dulu,
yang tahu tentang kupu-kupu,”
dan aku bertanya di rumah negeri mana gerangan aku sekarang,
Agaknya inilah yang kita rindukan bersama,
di setasiun bis dan ruang tunggu kereta-api negeri ini buku dibaca,
di perpustakaan perguruan, kota dan desa buku dibaca,
di tempat penjualan buku laris dibeli,
dan ensiklopedia yang terpajang di ruang tamu
tidak berselimut debu
karena memang dibaca.
BRAINSTORMING

• Bagaimana makna puisi diatas?


LEMBAR KERJA MATERI LITERASI
PETUNJUK
• Jawablah pertanyaan di bawah ini, setiap
kelompok 1 pertanyaan sesuai urutan
• Waktu yang disediakan 10 menit.
• Presentasikan, kelompok lain mengomentari
jawaban kelompok yang presentasi.
PERTANYAAN UNTUK DIDISKUSIKAN
1. Apa yang bapak/ibu ketahui dengan gerakan
literasi sekolah (GLS) ? Apakah literasi dalam
konteks GLS?
2. Apakah komponen literasi sekolah? Jelaskan!
3. Bagaimana prinsip literasi sekolah? Jelaskan!
4. Menurut anda, bagaimana cara yang paling
mudah untuk membentuk budaya literasi di
sekolah binaan anda ?
5. Adakah GLS di sekolah binaan anda ? Apa
bentuknya ? Bagaimana kaitannya dengan 3
tahap pelaksanaan literasi sekolah?
GLS ?
GERAKAN LITERASI SEKOLAH (GLS)

Sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh dan


berkelanjutan untuk menjadikan sekolah sebagai
organisasi pembelajaran yang warganya literat
sepanjang hayat melalui pelibatan publik.

TUJUAN GLS
Menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui
pembudayaan ekosistem literasi sekolah agar mereka menjadi
pembelajar sepanjang hayat.
LITERASI

Literasi dalam konteks GLS merupakan


kemampuan mengakses, memahami,
dan menggunakan informasi secara
cerdas .
KOMPONEN LITERASI
• kemampuan untuk menyimak, memahami
Literasi Dini bahasa lisan, dan berkomunikasi melalui gambar
(Early dan tutur yang dibentuk oleh pengalaman
Literacy) berinteraksi dengan lingkungan sosial di
rumah.

• kemampuan untuk mendengarkan, berbicara,


membaca, menulis, dan menghitung (counting)
Literasi Dasar berkaitan dengan kemampuan analisis untuk
(Basic memperhitungkan (calculating), mempersepsikan
Literacy) informasi (perceiving), mengomunikasikan, serta
menggambarkan informasi (drawing) berdasarkan
pemahaman dan pengambilan kesimpulan pribadi.
•Kemampuan memahami cara membedakan bacaan fiksi dan
Literasi nonfiksi, memanfaatkan koleksi referensi dan periodikal,
Perpustakaan memahami Dewey Decimal System, menggunakan katalog
dan indeks, hingga memiliki pengetahuan dalam memahami
(Library informasi ketika sedang menyelesaikan sebuah tulisan,
Literacy) penelitian, pekerjaan, atau mengatasi masalah
KOMPONEN LITERASI
Literasi • kemampuan mengetahui berbagai bentuk media
Media yang berbeda seperti media cetak, media
elektronik (media radio, media televisi), media
(Media digital (media internet), dan memahami tujuan
Literacy) penggunaannya

• kemampuan memahami kelengkapan yang


Literasi mengikuti teknologi seperti peranti keras
(hardware), peranti lunak (software), serta etika
Teknologi dan etiket dalam memanfaatkan teknologi.
(Technology • kemampuan memahami teknologi untuk
Literacy) mencetak, mempresentasikan, dan mengakses
internet.

Literasi
Visual • pemahaman tingkat lanjut antara literasi media
dan literasi teknologi dengan memanfaatkan materi
(Visual visual dan audio-visual secara kritis dan
Literacy) bermartabat.
Prinsip-prinsip Literasi Sekolah

Sesuai dengan tahapan perkembangan peserta didik


berdasarkan karakteristiknya
Dilaksanakan secara berimbang; menggunakan berbagai ragam
teks dan memperhatikan kebutuhan peserta didik
Berlangsung secara terintegrasi dan holistik di semua area
kurikulum
Kegiatan literasi dilakukan secara berkelanjutan

Melibatkan kegiatan kecakapan berkomunikasi lisan

Mempertimbangkan keberagaman
Strategi Membangun Budaya Literasi

mengondisikan mengupayakan
lingkungan fisik ramah lingkungan sosial dan
literasi afektif

mengupayakan sekolah
sebagai lingkungan
akademik yang literat
Tiga Tahap Pelaksanaan
Literasi Sekolah
Meningkatkan kemampuan literasi di
semua mata pelajaran: menggunakan
buku pengayaan dan strategi
Meningkatkan membaca di semua mata pelajaran
kemampuan (ada tagihan akademik)
literasi melalui
kegiatan
menanggapi buku III
pengayaan (ada Pembelajaran
tagihan
Penumbuhan minat nonakademik)
baca melalui kegiatan
15 menit membaca II
(Permendikbud Pengembangan
23/2015)
I
Pembiasaan
Penumbuhan minat
baca melalui kegiatan
Membaca 15 menit
(Permendikbud 23/2015)

I
PEMBIASAAN

Kegiatan membaca
Menata sarana dan
lingkungan kaya literasi
Menciptakan lingkungan
kaya teks
Memilih buku bacaan
Pelibatan publik
TAHAP II

PEMBIASAAN
tujuan

prinsip

jenis kegiatan

indikator
TAHAP III

PENGEMBANGAN
tujuan

prinsip

jenis kegiatan

indikator
Hasrat untuk Mengubah Diri
Ketika aku masih muda serta bebas berpikir dengan khayalanku,
aku bermimpi untuk mengubah dunia

Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku,


Kudapati bahwa dunia tidak kunjung berubah,
maka cita-cita itupun kupersempit
dan kuputuskan untuk hanya mengubah negeriku.
Namun tampaknya itu pun tiada hasilnya.

Ketika usia senja mulai kujelang,


lewat upaya terakhir yang penuh keputusasaan,
kuputuskan untuk mengubah murid-muridku dan keluargaku,
orang-orang yang paling dekat denganku.
Namun alangkah terkejutnya aku,mereka pun tak kunjung berubah
Kini, sementara berbaring di tempat tidur menjelang kematianku,
baru kusadari
Andaikan yang pertama-tama kuubah adalah diriku sendiri,
maka lewat memberi contoh membaca setiap hari sebagai
panutan, mengembangkan literasi sebagai pijakan, dan menjadi
contoh budi pekerti sebagai teladan
mungkin murid-murid dan keluargaku bisa kuubah,

Berkat inspirasi dan dorongan mereka,


kemudian aku menjadi mampu memperbaiki negeriku
dan siapa tahu, bahkan aku juga bisa mengubah dunia.

cf. An Anglican Bishop (1100 A.D), as writen in the crypts of Westminter Abby
(Quoted & published by House of Ideas, 1997)
TERIMA KASIH