Anda di halaman 1dari 16

HIPOTESA

HIPOTESA SELEKSI KLON


SELEKSI KLON
OLEH: KELOMPOK 3
Nani Suryani (1511E1002)
Dian Pratiwi (1511E1007)
Fajar Fadilah (1511E1009)
Anggi Nopiani (1511E10)
OLEH: KELOMPOK 3
Nani Suryani (1511E1002)
Dian Pratiwi (1511E1007)
Fajar Fadilah (1511E1009)
Anggi Nopiani (1511E1023)
Latar Belakang
Sistem imun adaptif merupakan respon imun
yang bekerja secara spesifik terhadap suatu
antigen tertentu dengan melibatkan sel T dan
sel B.
Sel limfosit B dan T sama-sama dari
sumsum tulang perbedaannya terjadi pada
tempat pematangan. Di mana pematangan sel T
di kelenjar timus sementara sel B tetap di
sumsum tulang.
Sel B akan diperantarai oleh antibodi
spesifik terhadap antigen. Sel T akan
diperantarai sel sendiri dan tidak memproduksi
antibodi melainkan limfokin (zat aktif secara
imunologis), sel T efektor, dan sel supresor.
Pengertian Klon/Kloning

Klon berasal dari kata klόόn (yunani), yang


artinya tunas. Kloning adalah tindakan menggandakan
atau mendapatkan keturunan jasad hidup tanpa
fertilisasi, berasal dari induk yang sama, mempunyai
susunan (jumlah dan gen) yang sama dan kemungkinan
besar mempunyai fenotib yang sama.
Jenis-jenis Kloning

1. Kloning DNA rekombinan


2. Kloning Reproduktif
3. Kloning Terapeutik
Hipotesa Seleksi Klon

Hipotesa Seleksi Klon, merupakan sebuah teori


yang menyatakan bahwa masing-masing dari limfosit
memiliki reseptor yang terikat dengan membran
antibodi spesifik untuk suatu antigen khusus. Poliferasi
sel akan membentuk klon dari produksi sel antibodi.
Proses Klon sel B serta Differensiasi sel menjadi plasma
sel dan memori sel
Konsep Dasar Teori Seleksi Klon

Teori seleksi klon diajukan tahun 1955 oleh Sir


Macfarlane Burnet, ilmuwan dari Australia sebelum
jumlah antibodi cukup, terjadi penundaan waktu untuk
respons imun, jika antigen bereplikasi dengan cepat
maka seseorang dapat menjadi sakit sebelum antibodi
bereaksi terhadap antigen.
Hipotesis Seleksi Klon

1. Setiap limfosit membawa satu macam tipe reseptor yang spesifik


untuknsatu macam antigen

2. Interaksi antara reseptor limfosit dengan molekul asing dapat


mengikat molekul itu dan mengakibatkan limfosit teraktivasi

3. Efektor yang berasal dari limfosit yang teraktivasi membawa


reseptor yang identik dengan induknya

4. Limfosit dengan reseptor yang mengenali self-antigen dengan


kuat akan dieliminasi pada tahap awal perkembangan limfosit
sehingga sel seperti itu tidak ada dalam bentuk sel yang masak
TCR Berkembang Dengan Menyusun Ulang Gen
Penyandinya
Signal Yang Diterima TCR Menentukan
Perkembangan dan Survival Limfosit

 Pada peristiwa ini telah diketahui bahwa pemasakan


dan survival limfosit di regulasi oleh signal yang
diterima melalui reseptor antigen
 Limfosit yang tidak dapat menerima signal kehidupan,
dan limfosit T yang bersifat reaktif terhadap self, akan
mengalami apoptosis
Sel Efektor dan Memori Merupakan
Respon Adanya Antigen
Aktivasi Limfosit Memerlukan
Antigen dan Interaksi Dengan Sel
Lain
 Jaringan limfoid periferal berfungsi sebagai sel fagosit yang
telah mencerna antigen dan menstimulasi terjadinya
interaksi atara APC dengan limfosit yang diprlukan untuk
respon imun adaptif
 Semua respon imun diinisiasi oleh pengenalan antigen asing
dan akhirnya menimbulkan reaksi aktivasi pada limfosit yang
kompeten dengan antigen yang masuk
 Fase aktifasi merupakan kelanjutan dan konsekuensi dari
fase pengenalan
Kesimpulan
 Kloning adalah tindakan menggandakan atau mendapatkan
keturunan jasad hidup tanpa fertilisasi, berasal dari induk yang
sama, mempunyai susunan (jumlah dan gen) yang sama dan
kemungkinan besar mempunyai fenotib yang sama.
 Hipotesa Seleksi Klon, merupakan sebuah teori yang menyatakan
bahwa masing-masing dari limfosit memiliki reseptor yang terikat
dengan membran antibodi spesifik untuk suatu antigen khusus
 Konsep dasar hipotesa seleksi klon:
 Setiap limfosit membawa satu macam tipe reseptor yang spesifik
untuknsatu macam antigen
 Interaksi antara reseptor limfosit dengan molekul asing dapat
mengikat molekul itu dan mengakibatkan limfosit teraktivasi
 Efektor yang berasal dari limfosit yang teraktivasi membawa reseptor
yang identik dengan induknya
 Limfosit dengan reseptor yang mengenali self-antigen dengan kuat
akan dieliminasi pada tahap awal perkembangan limfosit sehingga sel
seperti itu tidak ada dalam bentuk sel yang masak
Ada yang ingin ditanyakan ?