Anda di halaman 1dari 8

HIPERSENSITIVITAS TIPE 3

Check This Out


Apa?

Hipersensitivitas tipe III merupakan


hipersensitivitas kompleks imun

Disebabkan adanya pengendapan kompleks


antigen-antibodi yang kecil dan terlarut
dalam jaringan. Hal ini ditandai dengan
timbulnya inflamasi atau peradangan
Bagaimana ?

Ikatan antibodi dengan antigen membentuk kompleks


imun

Kompleks imun akan mengendap pada jaringan


tertentu seperti endotel, kulit, ginjal dan persendian

Faktor humoral seperti komplemen dan enzim fagosit


dan faktor seluler akan berkumpul di daerah
pengendapan

Berlangsung kerusakan jaringan oleh faktor humoral


dan selular.
Kompleks imun yang terdeposit pada jaringan akan menginisiasi reaksi inflamasi akut. Selama fase ini, sekitar 10 hari
sesudah antigen masuk, dapat terjadi manifestasi klinis seperti demam, urtikaria, nyeri sendi (atralgia), pembesaran
nodus limfa, dan proteinuria. Kerusakan yang terjadi cukup mirip pada organ apapun yang terlibat. Lesi inflamasi diberi
nama sebagai vaskulitis jika terjadi pada pembuluh darah, glomerulonefritis jika terjadi pada glomerulus ginjal, artritis jika
terjadi pada sendi, dan sebagainya.

Antibodi yang mengikat komplemen (seperti IgG dan IgM) dan antibodi yang mengikat reseptor Fc leukosit (beberapa
subkelas IgG) menginduksi lesi patologis. Karena adanya penggunaan komplemen, dapat terjadi penurunan level serum
C3 yang biasanya digunakan untuk memonitor aktivitas penyakit.

Jika penyakit berasal dari eksprosur terhadap antigen tunggal yang besar, lesi cenderung untuk pecah, sebagai akibat
katabolisme kompleks imun. Bentuk serum sickness yang kronis terjadi akibat eksposur antigen berulang atau
berkepanjangan. Hal ini dapat terjadi pada penyakit seperti SLE yang berkaitan dengan respon antibodi persisten terhadap
autoantigen.
Pada beberapa penyakit, meski terdapat perubahan morfologis dan terdapat temuan deposisi kompleks imun, tetapi
antigennya tetap tidak diketahui dengan pasti seperti pada glomerulonefritis dan poliarteritis nodosa.
Sementara itu, reaksi antrus merupakan nekrosis jaringan dengan area terlokalisasi yang terjadi dari vaskulitis kompleks
imun aktif yang biasanya terjadi pada kulit. Secara eksprimen, reaksi dapat dihasilkan dengan injeksi intrakutan suatu
antigen pada hewan yang sudah terimunisasi dan memiliki antibodi bersirkulasi yang melawan antigen tersebut. Ketika
antigen berdifusi ke dinding vaskular, akan terjadi ikatan yang ditunjukan oleh antibodi, selanjutnya kompleks imun besar
terbentuk secara lokal. Kompleks ini mengendap pada dinding pembuluh darah dan menyebabkan nekrosis fibrinoid
maupun trombosis yang dapat memperburuk cedera berupa iskemik.
Let’s Check This Out
Let’s Check This Out
TERIMA KASIH