Anda di halaman 1dari 30

JOURNAL READING

A Randomized Controlled Trial of Zinc Supplementation


as Adjuvant Therapy for Dengue Viral Infection in
Thai Children
DOKTER PEMBIMBING :
dr. Fenty Karuniawati, Sp.A, M.Si.Med

DISUSUN OLEH :
Riantika Nur Utami
3010407303

KEPANITERAAN ILMU KESEHATAN ANAK RSUD RA KARTINI JEPARA


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG
IDENTITAS JURNAL
Judul
A Randomized Controlled Trial of Zinc
Supplementation as Adjuvant Therapy
for Dengue Viral Infection in Thai
Children

Penulis
Sanguansak Rerksuppaphol,
Lakkana Rerksuppaphol

Penerbit
International Journal of Preventive
Medicine | Published by Wolters Kluwer
– Medknow 2018
Kekurangan zinc  negara berkembang ↑ risiko penyakit menular.
Kadar zinc serum yang rendah telah dilaporkan pada anak-anak dengan
infeksi virus Dengue (DVI).

Tujuan penelitian : menilai efek suplementasi zinc terhadap DVI

• RCT50 anak (DD/DHF) di rawat di RS Universitas Srinakharinwirot


dievaluasi (januari 2016-april 2017).
• Bis-glycinate zinc & placebo  oral tiga 3x1 selama 5 hari/ demam turun
• Hasil utama : mengevaluasi fase penyembuhan DVI;
• Hasil sekunder : menilai lama rawat inap, adanya DVI berat dan
defisiensi zinc.
• Waktu rata-rata defervesensi
Kel. suplementasi 29,2 ± 24,0 jam vs Kel. plasebo 38,1 ± 31,5 jam (P= 0,270)
• Rata-rata lama rawat inap di rumah sakit
Kel. suplementasi 62,5 ± 23,8 jam vs Kel. plasebo 84,7 ± 34,0 jam
• perbedaan rata-rata rawat inap di rumah sakit antara kelompok 22,2 jam
(interval kepercayaan 95% [CI]: 5,5-38,5 jam; P = 0,010 ).
• Prevalensi defisiensi zinc  46%.
• Peningkatan rata-rata zinc
• Kel. Suplementasi 26,4 μg / dL (95% CI: 13,6-39,1 μg / dL)
• Kel. Plasebo 14,4 μg / dL (95% CI: 7,4–21,3 μg / dL)
• Tanda DVI berat pada kedua kelompok (-)
• Suplementasi zinc ditoleransi dengan baik.

Mengatasi defisiensi zinc terhadap anak-anak Thailand dapat mengurangi durasi DF


dan lama rawat inap, di samping keuntungan lain yang dimiliki yaitu kadar zinc serum
normal terhadap kesehatan anak secara keseluruhan.
PENDAHULUAN
Infeksi virus dengue (DVI)  epidemi di AsiaTenggara Fase toksik
(Indonesia, Myanmar, Sri Lanka, Thailand, dan Timor
Leste) ; > 70% populasi berisiko dengue fever

kadar zinc serum cenderung menurun terutama


pada anak-anak dengan diare, infeksi bakteri
ganda, DSS, dan ensefalopati hepatik.

•Zinc  komponen lebih dari 300 enzim yang terlibat dalam katalisis, regulasi
redoks, pensinyalan, dan pengembangan neuron;
•Zinc sangat penting untuk sistem kekebalan tubuh, dan kekurangan zinc
memiliki  meningkatkan risiko beberapa penyakit menular
Januari 2016 – April 2017

35%

terhadap anak-anak yang dirawat di unit pediatrik Rumah


Sakit Universitas MSMC Srinakharinwirot University dengan
diagnosis DF berdasarkan klasifikasi WHO yang dimodifikasi
Con’t..

Metode Penelitian Sampling

RCT Sebanyak 53 anak-anak


(Percobaan acak, dengan DF atau DHF dipilih
untuk berpartisipasi
double blind, (50 anak yang terpilih secara
terkontrol plasebo) acak untuk penelitian)
Kriteria Inklusi

(1) mual (4) tes


(2) (3) sakit
dan tourniquet
Ruam dan nyeri
muntah positif
Kriteria Inklusi
(7)adanya tanda-
tanda peringatan
(nyeri atau nyeri perut,
muntah persisten,
(6) positif untuk semua akumulasi cairan klinis,
(5) leukopenia (jumlah tes serologi Dengue perdarahan mukosa,
sel darah putih ≤5000 / (Antigen Dengue IgG / lesu atau gelisah,
mm3) IgM / protein pembesaran hati> 2
nonstruktural 1 [NS1]) cm, dan peningkatan
hematokrit bersamaan
dengan penurunan
jumlah trombosit yang
cepat)
Kriteria eksklusi

Anak-anak mengonsumsi Mempunyai


di bawah 1 vitamin atau penyakit
tahun mineral sistemik kronis
HASIL PENELITIAN
53 anak-anak dengan DF 50 anak-anak terlibat dalam
atau DHF penelitian
• 15 (30%) anak-anak dengan DBD,
• 35 (70%) dengan DF,
• tidak ada yang mengalami DSS
• Sebanyak 31 (62%) peserta adalah laki-laki;
• usia rata-rata adalah 6,3 tahun (kisaran: 1,1–13,8 tahun)
• Tidak ada efek samping utama yang diamati selama penelitian.
• 2 anak  mual ringan (dari masing-masing kelompok), dan
• 1 anak  BAB cair ringan (kel. Perlakuan)
• Tidak ada tanda-tanda perdarahan yang parah dan kebocoran
plasma seperti efusi pleura, asites, atau syok hipovolemik yang di
amati.
suplementasi zinc selama rawat inap
secara signifikan memperpendek masa
01 perawatan di rumah sakit pada anak-anak
Thailand dengan DF/ DHF

pengobatan ditoleransi dengan baik

02 uji klinis acak pertama  suplementasi zinc


terhadap anak-anak dengan DF/DHF
penyakit dengue, peran defisiensi zinc
dalam patogenesis masih kontroversial???
Yuliana et al. Widago Laoprasopwattana et al.

•kadar zinc berbeda


secara signifikan pada
keparahan klinis
penyakit dengue
anak-anak dengan DF, fase toksik DVI 
DHF, atau DSS serupa pada kadar zinc plasma
•kadar zinc serum  kelompok zinc (40-60 μg / dL) atau
faktor risiko untuk rendah dan tinggi, ditandai dengan
pengembangan infeksi sedangkan jumlah penurunan kadar zinc
dengue parah pada limfosit berbeda (<40 μg / dL)
anak-anak secara signifikan
(TIDAK TERBUKTI)
ZINC TERHADAP INFEKSI DENGUE???
1) Zinc adalah mikronutrien 2) defisiensi zinc mencegah
penting untuk perkembang pertumbuhan limfosit T, aktivasi,
an normal dan fungsi sel- produksi sitokin Th1, dan limfosit
sel sistem imun B membantu.

1 2 3 4 5

3) pada penyakit menular, potensi


manfaat dari suplementasi zinc suplementasi zinc profilaksis
selama fase akut  untuk mem yang saat ini masih
pertahankan dan mengoptimalkan kontroversial.
respon imun
KETERBATASAN PENELITIAN

1) ukuran populasi terbatas dan


tidak ada kasus parah 2) pengobatan dan pemulangan ter-
dengan DSS dimasukkan dalam gantung pada dokter yang merawat
penelitian ini

Akhirnya, zinc dalam asupan makanan tidak dinilai selama masa


tindak lanjut. Ini mungkin menjelaskan peningkatan kadar zinc
pada kelompok plasebo.
KESIMPULAN
• suplementasi zinc terhadap penyakit dengue  mempersingkat rawat
inap di rumah sakit.
• Kadar zinc serum yang awalnya normal dan suplementasi zinc selama
fase akut penyakit  ↑ meningkatkan hasil klinis terhadap durasi
demam.
• mengatasi kekurangan zinc di antara anak-anak Thailand dapat
mengurangi DF dan durasi rawat inap,
• keuntungan lain  kadar serum zinc normal terhadap kesehatan anak
secara keseluruhan.
No Kriteria
1 Jumlah kata dalam judul < 12 kata (+) (12 kata)
2 Deskripsi judul Menggambarkan isi utama
penelitian
3 Daftar penulis sesuai dengan jurnal (+)
4 Korespodensi penulis (+)
5 Tempat dan waktu penelitian dalam judul (+)
No Kriteria

1 Abstrak 1 paragraf (+)

2 Mencakup IMRC (+)

3 Secara keseluruhan informatif (+)

4 Tanpa singkatan selain yang baku (+)

5 Kurang dari 250 kata (-) 283 kata


No Kriteria
1 Terdiri dari 2 bagian atau 2 paragraf (-)
2 Paragraf pertama mengemukakan alasan dilakukan penelitian (-)
3 Paragraf kedua menyatakan hipotesis atau tujuan penelitian (-)
4 Didukung oleh pustaka yang relevan (+)
5 Kurang dari 1 halaman (+)
No Kriteria
1 Jenis dan rancangan penelitaian (+)
2 Waktu dan tempat penelitian (+)
3 Populasi sumber (+)
4 Teknik sampling (+)
5 Kriteria inklusi (+)
6 Kriteria eksklusi (+)
7 Perkiraan dan perhitungan besar sampel (-)
8 Perincian cara pemilihan (+)
9 Blind (+)
10 Uji Statistik (+)
11 Program komputer (+)
12 Persetujuan subyektif (+)
No Kriteria
1 Jumlah suyek (+)
2 Tabel karakteristik subyek (+)
3 Tabel hasil penelitian (+)
4 Komentar dan pendapat penulis tentang hasil (+)
5 Tabel analisis data dengan uji (+)
No Kriteria

1 Pembahasan dan kesimpulan terpisah (+)


2 Pembahasan dan kesimpulan dipaparkan dengan jelas (+)
3 Pembahasan mengacu pada penelitian sebelumnya (+)
4 Pembahsan sesuai dengan landasan teori (+)
5 Keterbatasan penelitian (+)
6 Simpulan utama (+)
7 Simpulan berdasarkan penelitian (+)
8 Saran penelitian (+)
9 Penulisan daftar pustaka sesuai aturan (+)
POPULATION
50 anak (DD/DHF) di rawat di RS Universitas Srinakharinwirot

INTERVENTION
Suplementasi zinc

COMPARATION
placebo

OUTCOME
Suplementasi zinc ↓ durasi DF dan lama rawat inap,
keuntungan lain  kadar zinc serum normal
Pertanyaan Jawaban
•Apakah alokasi pasien pada penelitian ini dilakukan • Ya
secara acak?
•Apakah pengamatan pasien dilakukan secara cukup • Ya
panjang dan lengkap? • Ya
•Apakah semua pasien dalam kelompok yang diacak,
dianalisis? • Ya
•Apakah pasien dan dokter tetap blind dalam
melakukan terapi, selain dari terapi yang diuji? • Ya
•Apakah kelompok terapi sama, dan merupakan
bagian dari terapi eksperimental?
• Ya
•Apakah kelompok terapi dan kontrol sama?
Pertanyaan Jawaban
• Apakah terapi tersebut mungkin dapat Ya
diterapkan pada pasien kita?
• Apakah pasien memiliki potensi yang
menguntungan atau merugikan bila Menguntungkan
terapi tsb diterapkan?