Anda di halaman 1dari 14

EPISTATIS DAN HIPOSTATIS

WINORA PASARIBU
4163341059
PENDIDIKAN BIOLOGI EKS B 2016
EPISTATIS DAN HIPOSTATIS
Peristiwa dengan dua faktor yang bukan pasangan alel
nya dapat memengaruhi bagian yang sama dari suatu
organisme yang menutupi disebut epistatis sedangkan
sifat yang tertutup disebut hipostatis. Namun , pengar
uh faktor yang satu menutupi ekspresi faktor lainnya.
Gen dominan menutupi gen dominan lain yang bukan
alelnya.
Peristiwa ini dibedakan atas 3 yaitu :
1. Epistasi dominan

2. Epistasi resesip

3. Epistasi dominan dan resesip


1. EPISTASI DOMINAN

 Apabila pasangan gen dominan yang menyebabk


an epistasis terhadap gen lain yang tidak sealel

Kuncinya : A epistasis terhadap B dan b


CONTOH EPISTASI DOMINAN
Warna umbi lapis dari bawang (Allium sp.)
 P : AAbb >< aaBB
merah kuning
 F1 : AaBb
merah
 F2 : 9 A-B- = umbi lapis merah
3 A-b- = umbi lapis merah
3 aaB- = umbi lapis kuning
1 aabb = umbi lapis putih
A = gen untuk umbi merah
B = gen untuk umbi kuning
Gen A epistasis terhadap B. Genotip aabb menghasilkan umbi lapis pu
tih
Dapat dilihat dari persilangan ini, setiap kemunculan gen P dominan
maka fenotipe yang dihasilkan adalah langsung labu putih, warna kuning hany
a akan hadir apabila gen dominan K bertemun dengan gen resesif p, sedangka
n labu hijau disebabkan interaksi sesama gen resesif.
2. EPISTASI RESESIF

Apabila pasangan gen resesif yang


menyebabkan epistasis terhadap gen
lain yang tidak sealel

Kuncinya : aa epistasis terhadap B dan b


CONTOH
Warna kulit atau rambu pada tikus.
 P : CCaa >< ccAA
hitam putih
 F1 : CcAa
kelabu
 F2 : 9 C-A- = tikus kelabu
3 C-aa = tikus hitam
3 ccA- = tikus putih
1 ccaa = tikus putih
A = gen untuk kelabu
a = gen untuk hitam
C= gen untuk keluarnya warna
c =gen yang menyebabkan warna tidak keluar (putih)
Jadi pada contoh ini, maka cc epistasis terhadap A maupun a. Gen A seharusn
ya kelabu, tetapi cc mengalahkan baik gen A maupun a, sehingga warna tidak
keluar.
3. EPISTASIS DOMINAN RESESIF
 Terdapat dua gen epistasis, gen dominan dari pasangan
gen I epistasis terhadap pasangan gen II yang bukan al
elnya dan gen resesif dari pasangan gen II juga epistasi
s terhadap pasangan gen I

Kuncinya :
A epistasis terhadap B dan b
Bb epistasis terhadap A dan a
CONTOH :
Pada ayam negeri. Ayam Leghorn adalah putih mempunyai genotip IICC. Aya
m White Silkle putih pula, mempunyai genotip iicc.
 P : IICC >< iicc
putih putih
 F1 : IiCc
putih
 F2 : 9 I-C- = ayam putih
3 I-cc = ayam putih
3 iiC- = ayam berwarna
1 iicc = ayam putih
C = gen yang menghasilkan warna
c = gen yang tidak menghasilkan warna
I = gen yang menghalang- halangi keluarnya warna ( gen inhibitor)
i = gen yang tidak menghalang halangi keluarnya warna.
Dalam hal ini terdapat pasangan gen I yang menghalangi pigmentasi
dan alelnya i yang tidak menghalangi. Selain itu, gen C menimbulkan
pigmentasi dan alelnya c yang tidak. Gen I dominan terhadap C dan c,
sedangkan c dominan terhadap I dan i.
KOMPLEMENTER

Gen yang saling berinteraksi dan salin


g melengkapi sehingga memunculkan
fenotipe baru. Kedua sifat yang diturun
kan harus bersifat dominan, maka sifat
tersebut akan muncul. Jika salah satu
gen tidak muncul, sifat yang dimaksud
juga tidak muncul atau tidak sempurna
.
CONTOH PERSILANGAN
Diketahui C (gen penumbuh bahan mentah pigm
en), c (gen tidak mampu menumbuhkan bahan m
entah pigmen), R (gen penumbuh enzim pigment
asi kulit), dan r (gen tidak mampu menumbuhka
n enzim pigmentasi kulit). Jika disilangkan indu
k berwarna (CCRR) dengan tidak berwarna (ccrr
), maka akan dihasilkan keturunan 100% berwar
na. Tentukan rasio fenotif F2!
JAWABAN

 P1 : CCRR (berwarna) >< ccrr (tak berwarna)

 Gamet: CR cr

 F1 : CcRr (berwarna)
 artinya: C dan R mempengaruhi warna

 P2 : CcRr (berwarna) >< CcRr (tak berwarna)

 Gamet: CR, Cr, cR, cr CR, Cr, cR, cr


CR Cr cR cr

CCRR CCRr CcRR CcRr


CR
(berwarna) (berwarna) (berwarna) (berwarna)

CCRr CCrr (tak CcRr Ccrr (tak


Cr
(berwarna) berwarna) (berwarna) berwarna)

CcRR CcRr ccRR (tak


cR ccRr (berwarna)
(berwarna) (berwarna) berwarna)

CcRr Ccrr (tak ccRr (tak ccrr (tak


cr
(berwarna) berwarna) berwarna) berwarna)

Rasio F2: berwarna :


tak berwarna = 9 : 7
DAFTAR PUSTAKA
Apandi, Muchidin. 1992. Dasar Dasar Genetika. Erlangga:Jakarta.
Suryo. 2013. Genetika. Gadjahmada University Press:
Yogyakarta.
Arumingtyas, Sri Laras. 2016. Prinsip Dasar Pemahaman
Ilmu Genetika. UB Press : Malang.
Mas’ud, Abdu, dkk. 2013. Studi Peristiwa Epistasis Resesif Pada Persilangan D
roshophilla melanogaster Strain Sepia Dan Strain Vestigial. Jurnal BioEduk
asi . Vol. 1. no. 2.
ISSN : 2301-4678
Daryono, Budi Setiadi, ddk. 2009. Pewarisan sifat Ketahanan Tanaman
Melon (Cucumis melo L ) Terhadap Powdery Mildew
( Podosphaera santhii ). Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia.
Vol. 15. No. 1
Oktarisna, Frizal Amy, dkk. 2013. Pola Pewarisan Sifat Warna Polong Pada Ha
sil Persilangan Tanaman Buncis ( Phaseolus vulgaris ) Varietas Introduksi
Dengan Varietas Lokal. Jurnal Produksi Tanaman. Vol. 1. No. 2 ISSN : 233
8-3976