Anda di halaman 1dari 36

FERTILISASI IN VITRO

NANDA TRISNA MUTHMAINNAH


4163341039
Fertilisasi
Adalah proses peleburan antara 2 sel
gamet (oosit dan spermatozoa) untuk
membentuk sel tunggal yang disebut
zigot

Fertilisasi ada 2
 Fertilisasi invitro
 Fertilisasi In vivo
Proses Fertilisasi
(Hinsch et al, 1994)
• Kontak dan pengenalan antara
spermatozoa dan ovum
• Regulasi masuknya spermatozoa ke
ovum
• Fusi materi genetik spermatozoa –
ovum
• aktivasi metabolisme zigot untuk
mengawali perkembangan
Deskripsi Proses Fertilisasi
(Parrish & First, 1993)
 Menempelnya spermatozoa ke Zona Pelucida
 Binding Zona Pellucida
 Reaksi Akrosom dan Penetrasi ke Zona Pelucida
 Fusi Membran plasma oosit dan spermatozoa
 Aktivasi oosit untuk meiosis II
 Reaksi Kortikal granul untuk memblok
polispermia
 Reaksi Zona ( hardening Zona
 Swelling kepala spermatozoa
 Dekondensasi kromatin spermatozoa - oosit
 Singami dari 2 pronuklei
Proses Fertilisasi
Tahapan Fertilisasi In Vitro
 Koleksi oosit dari ovary
 In Vitro Maturation (IVM)

 Kapasitasi Spermatozoa

 In Vitro Fertilisation (IVF)

 In Vitro Culture (IVC)


Koleksi oosit dari ovary

Ada dua cara :


1. Donor hidup dengan ovum pick up
2. Rumah Potong Hewan
Metode : 1. Aspirasi
2. Slicing
3. Pengambilan tiap folikel
Ovaries collected from abattoir
In Vitro Maturasi

 Pematangan oosit secara in vitro


Medium :
1. Medium Kultur
2. Serum (Fetal Bovine Serum)
3. Antibiotik
4. Hormon ( FSH+ LH) atau
(PMSG + hCG)
- Inkubasi dalam incubator 5% CO2 selama 24 jam
a b
Polar Bodi

Oosit Setelah Maturasi In Vitro


Selama 24 Jam
100
GV
90
80
GVBD
70 Mt-I
60 Mt-II

(% )
50
40
30
20
10
0
0 3 6 9 12 15 18 21 24

Waktu Inkubasi (jam)

a b

c d
a. Oosit tahap GV c. Oosit tahap M I
b. Oosit tahap GVBD d. Oosit tahap M II
Proses IVM

Medium pencuci Medium IVM Medium IVM Medium IVM Medium IVM
oosit
= Parafin Oil

Ekspansi kumulus

Evaluasi IVM

Transformasi inti oosit

Proses IVF

BO heparin BO heparin BO heparin BO heparin

Evaluasi penetrasi sperma : -Oosit terpenetrasi


-Polispermia
Definisi kapasitasi
• Serangkaian proses yang melibatkan
modifikasi dari fungsi biokimia dan
biofisika yang membuat ejakulat mampu
memfertilisasi oosit (Baldi et al., 2000).
KAPASITASI
• Proses spermatozoa menjadi fertil
• Terjadi didalam saluran kelamin betina (in
vivo)
• Terpisah dengan seminal plasma (secara
in vitro dilakukan pencucian)
• Spermatozoa setelah kapasitasi
memungkinkan untuk memfertilisasi sel
telur
Perubahan selama kapasitasi
• modifikasi Ca intraseluler dan ion ion lain
• perubahan distribusi dan komposisi : lipid
dan fosfolipid  fluiditas, merubah
struktur dan komposisi membran
perubahan rasio kolesterol dan
fosfolipid permiabilitas membran
terhadap Ca 2+, HCO3-, K+
REAKSI AKROSOM
• Fusi 2 membran antara plasma membran
spermatozoa dengan membran akrosom
bagian luar
• Keluarnya akrosin  Memungkinkan
spermatozoa melakukan penetrasi pada
zona
• Tampak segmen bagian equator untuk fusi
dengan sel telur.
• Proses pelepasan bahan-bahan pelapis
membran spermatozoa secara bertahap,
terutama pada bagian akrosom reseptor
spermatozoa dpt berinteraksi dgn
reseptor oosit (ZP)
Kapasitasi spermatozoa

 Medium kapasitasi ( BO Cafein )


 Sentrifugasi 1500 Rpm ( 1 kali atau 2 kali)
 Buang supernatannya
In Vitro Fertilisasi
Oosit setelah metafase II ( mature)
dipertemukan dengan spermatozoa
setelah dikapasitasi pada medium
fertilisasi (BO Heparin) diinkubasi dalam
inkubator CO2 5% selama 4 – 8 jam.
Keterangan
a : Oosit terpenetrasi
b : Sekelompok sel spermatozoa
Keterangan
a : Oosit terpenetrasi
b : Sel – sel kumulus terdestruksi oleh spermatozoa
c : Sekelompok sel spermatozoa
In Vitro Culture
 Setelah proses fertilisasi, oosit
dimasukkan ke medium kultur.
 Medium : 1. Medium kultur

 2. Serum (FBS)
 3. Antibiotik
Inkubasi dalam inkubator C0 2 selama
24 jam kemudian amati
pembelahannya.
Embrio Tahap 2 sel
Embrio Tahap 4 sel
Embrio Tahap Morulla