Anda di halaman 1dari 15

Pembimbing:

dr. Mega Prayoga , Sp.M


Oleh :
Karel Respati (2011730144)

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT MATA


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANJAR
FAKULTAS KEDOKTERAN & KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
PENDAHULUAN

Studi mikrobial adalah standar emas menentukan penyebab


infeksi keratitis apakah fungi atau bakteri
Identifikasi dari studi mikrobial hanya dapat dihasilkan pada 40-
60 % kasus
Ulkus kornea seringkali diterapi secara empiris
Pengobatan empiris dibuat berdasarkan asumsi bahwa
kebanyakan keratitis bakteri akan berespon terhadap antibiotik
spektrum luas.
Keberhasilan terapi empiris bergantung dari klinisi untuk
mengenaI penyebab melalui riwayat medis, tanda dan gejala
Penelitian ini hasil survey berbasis fotografi pada spesialis
kornea di Proctor Foundation and Aravind Eye Care system,
untuk mengevaluasi kemampuan klinisi untuk membedakan
antara penyebab bakteri dan jamur pada foto ulkus kornea
METODE

Penelitian Kolaborasi dari aravind eye care dengan


tambahan darthmouth-Hitchcock Medical Center 2006-2010

Fotografi kornea -> Kamera Nikon D series digital single lens reflex

Ulkus kornea bakteri Dokumentasi dari kultur bakteri

Ulkus kornea jamur Dokumentasi dari pulasan KOH

40 foto dengan
40 foto dengan
pulasan KOH
kultur bakteri
jamur

90% power untuk mendeteksi keakuratan 57.5 %


METODE
7 fellowship trained cornea
8 fellowship trained cornea
specialist Aravind Eye care
specialist F.I Proctor Foundation
system

Informasi :
1. Setengah keratitis fungal dan setengah keratitis baterial.

• Klinisi akan menentukan penyebab penyebab bakteri atau jamur,


dan 3 alasan nya
• Klinisi mendokumentasikan kemungkinan hasil pewarnaan gram,
genus, spesies, sangkaan infeksi bakteri
HASIL
HASIL

• Tanda-tanda klinis yang paling umum digunakan oleh


dokter untuk membedakan ulkus adalah infiltrasi
penampilan perbatasan, kabut stroma di sekitarnya, dan
adanya (atau tidak adanya) hypopyon.
• Tanda-tanda klinis yang paling sering dicatat adalah lokasi
sentral infiltrasi, tidak adanya plakat, batas yang
digambarkan dengan baik, dan moderat kabut stroma di
sekitarnya.
• Batas yang tidak teratur / berbulu sangat terkait dengan
keratitis jamur (P = 0,002)
DISKUSI
• Spesialis dapat membedakan bakteri dan fungal sekitar 70%,
walaupun kategorisasi spesifik menunjukkan akurasi yang lebih
rendah

• Tanda-tanda klinis tertentu dianggap lebih umum dengan organisme


tertentu.
• Sebagai contoh, laporan telah menyarankan bahwa edema kornea
difus dapat terjadi dengan ulkus P. aeruginosa, sedangkan edema
yang terlokalisir lebih bersifat sugestif terhadap S. pneumoniae, dan
bahwa lesi satelit dan batas irreguler mungkin berhubungan dengan
jamur berfilamen
• Tanda-tanda klinis tertentu ditemukan di sebagian besar foto,
seperti lokasi pusat infiltrasi, tetapi tidak ditemukan untuk
membantu dalam membedakan organisme bakteri dan jamur.
• Hubungan statistik yang paling kuat adalah antara perbatasan tidak
teratur / berbulu dari infiltrasi dan keratitis jamur. Kehadiran infiltrate
karangan bunga tidak umum dicatat tetapi, saat ini, dikaitkan
dengan keratitis bakteri.
KESIMPULAN
Studi ini menunjukkan pentingnya mendapatkan uji
mikrobiologis saat ditemukan. Walaupun para ahli secara
statistik dapat mengenali ulkus bakteri dengan ulkus
fungal, Keakuratannya hanya 60% hingga 70%, dan lebih
kurang akurat dalam mengidentifikasi hasil pewarnaan
gram, genus dan spesies.
Karena pengobatan keratitis fungal dan bakterial berbeda
dan organisme individu mungkin paling baik diobati
dengan terapi yang disesuaikan, evaluasi mikrobiologis
yang tepat harus sangat dipertimbangkan selama
pertemuan klinis awal.
REFERENSI