Anda di halaman 1dari 39

MANAJEMEN PNS

BERDASARKAN PP
NO 11 TAHUN 2017
Narasumber :
Etprilita Surtiana,S.H.
NIP. 196704261987122001
Jabatan :
Kepala Seksi Fasilitasi Kinerja
Kantor Regional II Badan Kepegawaian Negara
Surabaya
VISI DAN MISI KEPEGAWAIAN NEGARA
DI ERA UU ASN

VISI MISI

Mewujudkan Aparatur Sipil Negara Memindahkan Aparatur Sipil


yang memiliki integritas, Negara dari Comfort Zone ke
profesional, melayani dan sejahtera Competitive Zone
PRINSIP DASAR MERIT SYSTEM DALAM UU ASN
KRITERIA IMPLEMENTASI MERIT SISTEM

a. seluruh Jabatan sudah memiliki standar kompetensi Jabatan;

b. perencanaan kebutuhan pegawai sesuai dengan beban kerja;

c. pelaksanaan seleksi dan promosi dilakukan secara terbuka;

d.memiliki manajemen karir yang terdiri dari perencanaan, pengembangan, pola karir, dan kelompok
rencana suksesi yang diperoleh dari manajemen talenta;

e.memberikan penghargaan dan mengenakan sanksi berdasarkan pada penilaian kinerja yang objektif
dan transparan;

f. menerapkan kode etik dan kode perilaku Pegawai ASN;

g. merencanakan dan memberikan kesempatan pengembangan kompetensi sesuai hasil penilaian


kinerja;

h.memberikan perlindungan kepada Pegawai ASN dari tindakan penyalahgunaan wewenang; dan

i. memiliki sistem informasi berbasis kompetensi yang terintegrasi dan dapat diakses oleh seluruh
Pegawai ASN.
MANAJEMEN PNS
Perencanaan
Kebutuhan
Sistem Informasi Rekruitment

Penghargaan Pangkat Jabatan

Pensiun,
Manajemen
Jaminan Hari Tua PNS Pola Karier
& Perlindungan

Penggajian & Pengembangan


Tunjangan Karier

Disiplin Pegawai Penilaian Kinerja


Kenaikan
Pangkat &
Mutasi
PERENCANAAN KEBUTUHAN PNS

Instansi diwajibkan menyusun kebutuhan jumlah dan jenis jabatan jangka waktu 5 tahun
dan diperinci per tahun disertai dokumen rencana strategis

Dilaksanakan dengan Anjab & ABK yang menghasilkan peta jabatan dan kebutuhan jabatan

Penyusunan kebutuhan harus dilakukan satu tahun sebelumnya atau bulan maret sudah
diajukan kepada Menpan dan Kepala BKN. Pertimbangan Kepala BKN paling lambat
diajukan bulan Juli dan pertimbangan Kementerian Keuangan paling lambat akhir mei.
Penetapan formasi oleh Menpan Mei tahun berjalan

Penerapan prinsip grey open untuk tahun berikutnya


PENGADAAN
Dilakukan secara nasional untuk menjamin kualitas hasil

Panitia Seleksi Nasional Pengadaan Calon PNS


1 PERENCANAAN Ketua Kepala BKN

Diumumkan secara terbuka paling lambat 15 hari kalender sblm tgl


2 PENGUMUMAN
LOWONGAN penerimaan lamaran
• Harus memenuhi persyaratan administrasi
• Pendaftaran dengan online
3 PELAMARAN • Batas usia melamar untuk jabatan tertentu yang ditetapkan oleh Presiden
adalah 40 tahun
SELEKSI DAN • Seleksi administrasi, seleksi kompetensi dasar, dan seleksi kompetensi
4 PENGUMUMAN HASIL
SELEKSI •
bidang dilakukan dengan CAT
Pengumuman hasil seleksi secara terbuka
• Pengangkatan Calon PNS oleh PPK setelah mendapat persetujuan teknis
dari Kepala BKN
PENGANGKATAN DAN • Calon PNS wajib menjalani masa percobaan selama 1 tahun
5 MASA PERCOBAAN
CPNS
• Harus ikut diklat prajabatan 1x, apabila tidak lulus diberhentikan sebagai
CPNS
• Apabila mengundurkan diri dimasa percobaan ybs dikenakan punishment
tidak boleh ikut test CPNS untuk waktu tertentu

6 SUMPAH PNS PNS mengucapkan sumpah berdasarkan agama sesuai kepercayaan masing-
masing
PANGKAT & JABATAN
1. Pangkat merupakan kedudukan yang menunjukan tingkatan Jabatan berdasarkan tingkat kesulitan, tanggung
jawab, dampak, dan persyaratan kualifikasi pekerjaan yang digunakan sebagai dasar penggajian.
2. Nomenklatur jabatan & pangkat JPT Maya & Utama oleh Presiden, JPT Pratama dan Jabatan Administrator oleh
PPK dengan pertimbangan Menpan
3. Pengangkatan dalam jabatan Administrator dilaksanakan dengan pertimbangan Tim Penilai Kinerja
4. Pengangkatan Jabatan Fungsional melalui pengangkatan pertama, pengangkatan perpindahan dari jabatan lain,
pengangkatan penyesuaian (inpassing), dan promosi.
5. Pengangkatan JPT dilakukan secara terbuka dan kompetitif dan dapat diisi dari kalangan non-PNS (JPT utama dan
Madya) kecuali Instansi yang sudah melaksanakan merit sistem.
6. PPK dilarang mengisi jabatan yang lowong dari calon JPT yang lulus dari JPT lain.
7. Presiden dapat mengangkat JPT Utama melalui penugasan dan penunjukan langsung.
8. Penataan jabatan karena reorganisasi melalui uji kompetensi dari pejabat yang ada, apabila tidak ada kompetensi
yang sesuai baru dilaksanakan seleksi terbuka
9. Mutasi antar JPT dapat dilakukan dengan uji kompetensi dari pejabat yang ada dengan syarat 1 klasifikasi jabatan,
memenuhi standart kompetensi & menduduki jabatan min 2 tahun maksimal 5 tahun
10. Pejabat Fungsional dilarang rangkap jabatan dengan jabatan administrasi atau jabatan pimpinan tinggi
11. JPT di lingkungan Instansi Pemerintah tertentu dapat diisi oleh Prajurit TNI dan Anggota Polri.
12. Presiden memiliki kewenangan mutasi JPT secara nasional
13. JPT hanya dapat diduduki maksimal 5 tahun
14. Instansi maksimal 2 tahun sejak ditetapkan PP ini harus sudah menetapkan nama jabatan, kompetensi jabatan dan
persyaratan jabatan
Persyaratan Pengangkatan
Jabatan Administrator
a. berstatus PNS;

b. memiliki kualifikasi dan tingkat pendidikan paling rendah sarjana atau diploma IV;

c. memiliki integritas dan moralitas yang baik;

d.memiliki pengalaman pada Jabatan pengawas paling singkat 3 (tiga) tahun atau JF yang
setingkat dengan Jabatan pengawas sesuai dengan bidang tugas Jabatan yang akan
diduduki;
e.setiap unsur penilaian prestasi kerja paling sedikit bernilai baik dalam 2 (dua) tahun
terakhir;
f. memiliki Kompetensi Teknis, Kompetensi Manajerial, dan Kompetensi Sosial Kultural sesuai
standar kompetensi yang dibuktikan berdasarkan hasil evaluasi oleh tim penilai kinerja PNS di
instansinya; dan

g. sehat jasmani dan rohani.


Persyaratan Pengangkatan Jabatan
Pengawas

1. berstatus PNS;
2. memiliki kualifikasi dan tingkat pendidikan paling
rendah diploma III atau yang setara;
3. memiliki integritas dan moralitas yang baik;
4. memiliki pengalaman dalam Jabatan pelaksana
paling singkat 4 (empat) tahun atau JF yang
setingkat dengan Jabatan pelaksana sesuai dengan
bidang tugas Jabatan yang akan diduduki;
5. setiap unsur penilaian prestasi kerja paling sedikit
bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir;
6. memiliki Kompetensi Teknis, Kompetensi
Manajerial, dan Kompetensi Sosial Kultural sesuai
standar kompetensi yang dibuktikan berdasarkan
hasil evaluasi oleh tim penilai kinerja PNS di
instansinya; dan
7. sehat jasmani dan rohani.
Persyaratan Pengangkatan Jabatan
Pelaksana

1. berstatus PNS;
2. memiliki kualifikasi dan tingkat pendidikan paling
rendah sekolah lanjutan tingkat atas atau yang
setara;
3. telah mengikuti dan lulus pelatihan terkait
dengan bidang tugas dan/atau lulus pendidikan
dan pelatihan terintegrasi;
4. memiliki integritas dan moralitas yang baik;
5. memiliki Kompetensi Teknis, Kompetensi
Manajerial, dan Kompetensi Sosial Kultural
sesuai dengan standar kompetensi yang
ditetapkan; dan
6. sehat jasmani dan rohani.
Pengecualian Persyaratan
Kualifikasi & Pendidikan

1. PNS di daerah
tertinggal

2. PNS di daerah
perbatasan

3. PNS di daerah
terpencil
Jabatan
Fungsional

1. Jenjang Utama
• JF Utama : mensyaratkan kualifikasi profesional tingkat tertinggi
• JF Madya : mensyaratkan kualifikasi profesional tingkat tinggi
• JF Muda : mensyaratkan kualifikasi profesional tingkat lanjutan
• JF Pertama : mensyaratkan kualifikasi profesional tingkat dasar

2. Jenjang Ketrampilan
• JF Penyelia : melaksanakan tugas & fungsi koordinasi dalam JF
Ketrampilan
• JF Mahir : melaksanakan tugas & fungsi utama dalam JF keterampilan.
• JF Terampil : melaksanakan tugas & fungsi yang bersifat lanjutan
dalam JF keterampilan.
• JF Pemula : melaksanakan tugas & fungsi yang bersifat dasar dalam JF
keterampilan.
Batas Usia Jabatan Fungsional

a. 58 (lima puluh delapan) tahun bagi pejabat


administrasi, pejabat fungsional ahli muda, pejabat
fungsional ahli pertama, dan pejabat fungsional
keterampilan;

b. 60 (enam puluh) tahun bagi pejabat pimpinan tinggi


dan pejabat fungsional madya; dan

c. 65 (enam puluh lima) tahun bagi PNS yang memangku


pejabat fungsional ahli utama.

* Kecuali yang ditentukan Undang-Undang tersendiri


Persyaratan JPT dari PNS
No JPT Utama JPT Madya Pratama
1 memiliki kualifikasi pendidikan paling memiliki kualifikasi pendidikan memiliki kualifikasi pendidikan
rendah sarjana atau diploma IV; paling rendah sarjana atau diploma paling rendah sarjana atau
IV; diploma IV;
2 memiliki Kompetensi Teknis, memiliki Kompetensi Teknis, memiliki Kompetensi Teknis,
Kompetensi Manajerial, dan Kompetensi Kompetensi Manajerial, dan Kompetensi Manajerial, dan
Sosial Kultural sesuai standar Kompetensi Sosial Kultural sesuai Kompetensi Sosial Kultural
kompetensi Jabatan yang ditetapkan; standar kompetensi Jabatan yang sesuai standar kompetensi
ditetapkan; Jabatan yang ditetapkan;
3 memiliki pengalaman Jabatan dalam memiliki pengalaman Jabatan dalam
bidang tugas yang terkait dengan bidang tugas yang terkait dengan memiliki pengalaman Jabatan
Jabatan yang akan diduduki secara Jabatan yang akan diduduki secara dalam bidang tugas yang terkait
kumulatif paling singkat selama 10 kumulatif paling singkat selama 7 dengan Jabatan yang akan
(sepuluh) tahun; (tujuh) tahun; diduduki secara kumulatif
paling kurang selama 5 (lima)
tahun;
4 sedang atau pernah menduduki JPT sedang atau pernah menduduki JPT sedang atau pernah menduduki
madya atau JF jenjang ahli utama paling pratama atau JF jenjang ahli utama Jabatan administrator atau JF
singkat 2 (dua) tahun; paling singkat 2 (dua) tahun; jenjang ahli madya paling
singkat 2 (dua) tahun;
5 memiliki rekam jejak Jabatan, integritas, memiliki rekam jejak Jabatan, memiliki rekam jejak Jabatan,
dan moralitas yang baik; integritas, dan moralitas yang baik; integritas, dan moralitas yang
baik;
6 usia paling tinggi 58 (lima puluh usia paling tinggi 58 (lima puluh usia paling tinggi 56 (lima puluh
delapan) tahun; dan delapan) tahun; dan enam) tahun; dan
7 sehat jasmani dan rohani. sehat jasmani dan rohani. sehat jasmani dan rohani.
Persyaratan dari Non PNS
No JPT Utama JPT Madya

1 warga negara Indonesia; warga negara Indonesia;

memiliki kualifikasi pendidikan paling rendah


2 memiliki kualifikasi pendidikan paling rendah pascasarjana;
pascasarjana;

memiliki Kompetensi Teknis, Kompetensi Manajerial, dan memiliki Kompetensi Teknis, Kompetensi Manajerial, dan
3 Kompetensi Sosial Kultural sesuai standar kompetensi Kompetensi Sosial Kultural sesuai standar kompetensi
Jabatan yang ditetapkan; Jabatan yang dibutuhkan;

memiliki pengalaman Jabatan dalam bidang tugas yang memiliki pengalaman Jabatan dalam bidang tugas yang
4 terkait dengan Jabatan yang akan diduduki secara kumulatif terkait dengan Jabatan yang akan diduduki secara
paling singkat 15 (lima belas) tahun; kumulatif paling singkat 10 (sepuluh) tahun;

tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik paling tidak menjadi anggota/pengurus partai politik paling
5
singkat 5 (lima) tahun sebelum pendaftaran; singkat 5 (lima) tahun sebelum pendaftaran;

6 tidak pernah dipidana dengan pidana penjara; tidak pernah dipidana dengan pidana penjara;

memiliki rekam jejak Jabatan, integritas, dan moralitas yang memiliki rekam jejak Jabatan, integritas dan moralitas
7
baik; yang baik;

8 usia paling tinggi 58 (lima puluh delapan) tahun; usia paling tinggi 58 (lima puluh delapan) tahun;

9 sehat jasmani dan rohani; dan sehat jasmani dan rohani; dan

tidak pernah diberhentikan tidak dengan hormat dari


tidak pernah diberhentikan tidak dengan hormat dari PNS,
PNS, prajurit Tentara Nasional Indonesia, anggota
10 prajurit Tentara Nasional Indonesia, anggota Kepolisian
Kepolisian Negara Republik Indonesia atau pegawai
Republik Indonesia atau pegawai swasta.
swasta.
Tahapan Seleksi JPT

1. Seleksi Administrasi & penelusuran rekam jejak jabatan, integritas & moralitas

2. Seleksi kompetensi

3. Wawancara akhir

4. Tes kesehatan dan tes kejiwaan

5. Panitia seleksi JPT dibantu oleh Tim seleksi kompetensi yang independen dan
memiliki keahlian melakukan seleksi kompetensi
MEKANISME SELEKSI JPT PUSAT

9 Laporan
PRESIDEN 6
MENYAMPAIKAN
KEPUTUSAN PRESIDEN 8 3 CALON
KASN JPT TERPILIH

MENDAGRI
MEMASTIKAN 7 PENGAWASAN DAN KEPUTUSAN
MENGIKAT
SISTEM MERIT
2 PENGAWASAN PEMBENTUKAN PPK PUSAT
PANSEL DAN KEPUTUSAN
MENGIKAT
MEMBENTUK MENYAMPAIKAN
1 5 3 CALON JPT
KOORDINASI

PANSEL
PENGAWASAN PELAKSANAAN
4
SELEKSI DAN KEPUTUSAN
MENGIKAT 3 MENYELEKSI JPT SECARA TERBUKA
19
MEKANISME SELEKSI JPT DAERAH

8
7 LAPORAN PRESIDEN
Pembatalan,
Peringatan dan
KASN Teguran

MEMASTIKAN
SISTEM MERIT 6
Gub/Bupati/ MENETAPKAN JPT
2 PENGAWASAN PEMBENTUKAN Walikota
PANSEL DAN KEPUTUSAN
MENGIKAT
5
KOORDINASI 1 MEMBENTUK PyB/sekda MENYAMPAIKAN
3 CALON JPT

PENGAWASAN PELAKSANAAN PANSEL


4
SELEKSI DAN KEPUTUSAN
MENGIKAT 3 MENYELEKSI JPT SECARA TERBUKA
PENGEMBANGAN KARIER, PENGEMBANGAN KOMPETENSI,
POLA KARIER, PROMOSI DAN MUTASI

• Dilakukan dengan menerapkan prinsip sistem merit untuk meningkatkan kompetensi,


kinerja dan profesionalitas PNS.
• Setiap instansi wajib memiliki Sistem Informasi Manajemen Karier yg merupakan
bagian terintegrasi dari Sistem Informasi ASN
• Setiap PNS harus dinilai melalui uji kompetensi
PENGEMBANGAN
PENGEMBANGAN KARIER POLA KARIER PROMOSI DAN MUTASI
KOMPETENSI
• kejelasan dan kepastian • Diklat, seminar, kursus, • Berdasarkan standar • Instansi menyusun
karier kepada PNS penataran, jabatan dan standar perencanaan mutasi
• berdasarkan kualifikasi, sekolah/pelatihan kader kompetensi jabatan • Atas dasar kesesuaian
kompetensi, penilaian dan magang • Pola karier nasional dan antara kompetensi PNS
kinerja, dan kebutuhan • paling kurang 20 jam Instansional. dengan persyaratan
instansi pemerintah pelajaran dalam 1 tahun • Berbentuk horizontal, jabatan, klasifikasi
• Dilakukan melalui mutasi • Prinsip Dasar: PNS vertikal dan diagonal jabatan dan pola karier
dan/atau promosi memiliki hak dan • Prinsip Dasar: untuk • paling cepat 2 tahun dan
kesempatan yang sama menjamin keselarasan paling lama 5 tahun
didasarkan pada potensi PNS dengan • Mutasi antar kota/kab
penilaian kinerja dan penyelenggaraan tugas- dalam provinsi oleh
penilaian kompetensi nya Gubernur dengan
• Diklat Pim (Madya, pertimbangan BKN
pratama, Administrator, • Mutasi kab/kota antar
Pengawas) provinsi oleh Mendagri
• Diklat tingkat nasional dengan pertimbangan
BKN
• Mutasi proc/kab/kota ke
pusat dan antar instansi
pusat oleh BKN
PENILAIAN KINERJA
(1) Penilaian kinerja PNS bertujuan untuk menjamin
objektivitas pembinaan PNS yang didasarkan
sistem prestasi dan sistem karier.

(2) Penilaian kinerja PNS dilakukan berdasarkan


perencanaan kinerja pada tingkat individu dan
tingkat unit atau organisasi, dengan
memperhatikan target, capaian, hasil, dan
manfaat yang dicapai, serta perilaku PNS.

(3) Penilaian kinerja PNS dilakukan secara objektif,


terukur, akuntabel, partisipatif, dan transparan.

(4) Penilaian kinerja PNS dilakukan oleh atasan


langsung dari PNS atau pejabat yang ditentukan
oleh PyB.
Disiplin PNS
• Untuk menjamin
terpeliharanya tata tertib
dalam kelancaran
pelaksanaan tugas, PNS wajib
mematuhi disiplin PNS
• Instansi pemerintah wajib
melaksanakan penegakan
disiplin terhadap PNS serta
melaksanakan berbagai upaya
peningkatan disiplin
• PNS yang melakukan
pelanggaran disiplin dijatuhi
hukuman disiplin
• Hukuman disiplin dijatuhkan
oleh pejabat yang berwenang
menghukum
PENGHARGAAN

Didasarkan atas kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, kedisiplinan, dan


prestasi kerja dalam melaksanakan tugasnya

Penghargaan berupa :
a. Tanda Kehormatan
b. Kenaikan pangkat istimewa
c. kesempatan prioritas untuk pengembangan kompetensi
d. kesempatan menghadiri acara resmi dan/atau acara kenegaraan

• Kenaikan pangkat istimewa diberikan kepada PNS berdasarkan pada


penilaian kinerja dan keahlian yang luar biasa dalam menjalankan tugas
jabatannya
• Kesempatan prioritas untuk pengembangan kompetensi diberikan kepada
PNS yang mempunyai nilai prestasi kerja yang sangat baik, memiliki dedikasi
dan loyalitas yang tinggi pada organisasi
PEMBERHENTIAN

1.Pemberhentian atas Permintaan Sendiri


2.Pemberhentian Karena Mencapai Batas Usia Pensiun
3. Perampingan Organisasi atau Kebijakan Pemerintah
4. tidak Cakap Jasmani dan/atau Rohani
5. Meninggal Dunia, Tewas, atau Hilang
6. Melakukan Tindak Pidana/Penyelewengan
7. Pelanggaran Disiplin
8. Menjadi anggota/pengurus parpol
9. tidak Menjabat Lagi Sebagai Pejabat Negara
10. selesai menjalankan cuti di luar tanggungan negara
11. menggunakan ijazah palsu
PEMBERHENTIAN SEMENTARA

• DIANGKAT MENJADI PEJABAT


1 NEGARA

•DIANGKAT MENJADI
2 KOMISIONER/ANGGOTA LNS

• DITAHAN KARENA MENJADI


3 TERSANGKA TINDAK PIDANA
PERLINDUNGAN

Jaminan kesehatan
diberikan on top
Jaminan kecelakaan kerja dari program
jaminan sosial
Jaminan kematian nasional

Bantuan hukum

dalam perkara yang dihadapi di


pengadilan terkait pelaksanaan
tugasnya
CUTI
• Lamanya hak atas cuti tahunan adalah 12 hari kerja
• Hak atas cuti tahunan yang tidak digunakan dalam tahun yang bersangkutan, dapat digunakan dalam
tahun berikutnya untuk paling lama 18 hari kerja
CUTI TAHUNAN • Hak atas cuti tahunan yang tidak digunakan lebih dari 2 (dua) tahun atau lebih berturut-turut, dapat
digunakan dalam tahun berikutnya untuk paling lama 24 hari kerja
• guru dan dosen yang mendapat liburan disamakan dengan PNS yang telah menggunakan hak cuti
tahunan
• PNS yang telah bekerja sekurang-kurangnya 5 tahun secara terus menerus berhak atas cuti besar paling
CUTI BESAR lama 3 bulan

• PNS yang sakit lebih dari 1 hari sampai dengan 14 hari berhak atas cuti sakit
• Hak atas cuti sakit dapat diberikan paling lama 1 tahun & dapat ditambah untuk paling lama 6 bulan
CUTI SAKIT
• PNS yang mengalami gugur kandungan berhak atas cuti sakit untuk paling lama 1 1/2 (satu setengah)
bulan

• Untuk kelahiran anak pertama sampai dengan kelahiran anak ketiga pada saat menjadi PNS berhak atas
CUTI MELAHIRKAN cuti melahirkan selama 3 bulan

CUTI KARENA • Pegawai Negeri Sipil berhak atas cuti karena alasan penting paling lama 1 bulan
ALASAN PENTING
• Cuti bersama tidak mengurangi hak cuti tahunan;
CUTI BERSAMA • PNS yang karena jabatannya tidak diberikan hak atas cuti bersama, hak cuti tahunannya ditambah sesuai
dengan jumlah cuti bersama yang tidak diberikan

• PNS yang telah bekerja paling kurang 5 (lima) tahun secara terus-menerus karena alasan pribadi dan
CLTN mendesak dapat diberikan cuti di luar tanggungan negara paling lama 3 (tiga) bulan

• Cuti Sakit, Cuti Melahirkan, Cuti Karena Alasan Penting, dan Cuti Bersama berlaku pula untuk Calon
Pegawai Negeri Sipil
• Cuti Pegawai Negeri Sipil yang menjabat sebagai Pejabat Negara, Jaksa Agung dan Pimpinan Lembaga
Pemerintah Non Kementerian yang dijabat oleh bukan Pegawai Negeri diatur dalam peraturan tersendiri.
KETENTUAN PERALIHAN

• Calon PNS dengan masa kerja lebih dari 1 (satu) tahun dan belum mengikuti pelatihan prajabatan
sampai dengan Peraturan Pemerintah ini ditetapkan, wajib mengikuti pelatihan prajabatan
berdasarkan Peraturan Pemerintah ini dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) tahun terhitung
sejak tanggal Peraturan Pemerintah ini diundangkan.
• Pangkat dan golongan ruang PNS yang sudah ada pada saat PP ini mulai berlaku, tetap berlaku
sampai dengan diberlakukannya ketentuan mengenai gaji dan tunjangan berdasarkan PP mengenai
gaji dan tunjangan sebagai pelaksanaan UU ASN
• Pejabat administrator yang belum memenuhi persyaratan kualifikasi dan tingkat pendidikan wajib
memenuhi persyaratan kualifikasi pendidikan dalam jangka waktu paling lama 5 (lima) tahun
terhitung sejak tanggal Peraturan Pemerintah ini diundangkan.
• PNS yang berusia di atas 60 tahun dan sedang menduduki JF ahli madya, yang sebelum PP ini mulai
berlaku BUPnya ditetapkan 65 tahun, BUPnya tetap 65 (enam puluh lima) tahun.
• PNS yang berusia di atas 58 (lima puluh delapan) tahun dan sedang menduduki JF ahli pertama, JF
ahli muda, dan JF penyelia, yang sebelum Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku Batas Usia
Pensiunnya ditetapkan 60 (enam puluh) tahun, Batas Usia Pensiunnya tetap 60 (enam puluh) tahun.
• PNS yang diangkat dalam JF ahli muda, JF ahli pertama, dan JF penyelia setelah PP 21 Tahun 2014
tentang Pemberhentian PNS yang Mencapai BUP bagi Pejabat Fungsional 58 tahun. PNS yang
menduduki JA dan JPT yang telah melaksanakan tugas-tugas JF sebelum Peraturan Pemerintah ini
mulai berlaku dapat diangkat dalam JF melalui penyesuaian yang dilaksanakan 1 (satu) kali secara
nasional untuk paling lama:
a. 2 (dua) tahun untuk masa persiapan; dan
b. 2 (dua) tahun untuk masa pelaksanaan,

terhitung sejak tanggal Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku, dengan mempertimbangkan
kebutuhan instansi, kualifikasi, dan kompetensi serta dilaksanakan sesuai pedoman yang
ditetapkan oleh Menteri.
• PNS yang telah menduduki JPT tetapi belum memenuhi persyaratan Jabatan berdasarkan Peraturan
Pemerintah ini, wajib memenuhi persyaratan Jabatan dalam jangka waktu paling lama 2 (dua)
tahun terhitung sejak tanggal Peraturan Pemerintah ini diundangkan
• Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku, PNS yang sedang menjalani pemberhentian
sementara yang ditahan karena menjadi tersangka atau terdakwa tetap menerima penghasilan PNS
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan sampai dengan selesainya masa
pemberhentian sementara.
• PNS yang sedang menjalankan cuti berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1976
tentang Cuti Pegawai Negeri Sipil sisa masa cutinya berlaku sesuai dengan ketentuan dalam
Peraturan Pemerintah ini.
PP yang dicabut dan
dinyatakan tidak berlaku (Psl 362)
1. PP Nomor 4 Tahun 1966 tentang Pemberhentian/Pemberhentian Sementara Pegawai Negeri
2. PP Nomor 21 Tahun 1975 tentang Sumpah/Janji PNS
3. PP Nomor 24 Tahun 1976 tentang Cuti PNS
4. PP Nomor 15 Tahun 1979 tentang Daftar Urutan Kepangkatan PNS
5. PP Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian PNS
6. PP Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional PNS
7. PP Nomor 29 Tahun 1997 tentang PNS yang Menduduki Jabatan Rangkap
8. PP Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi PNS
9. PP Nomor 98 Tahun 2000 tentang Pengadaan PNS
10. PP Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat PNS
11. PP Nomor 100 Tahun 2000 tentang Pengangkatan PNS dalam Jabatan Struktural
12. PP Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan PNS
13. PP Nomor 15 Tahun 2001 tentang Pengalihan Status Anggota TNI dan Anggota POLRI Menjadi
PNS Untuk Menduduki Jabatan Struktural
14. PP Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian
PNS
15. PP Nomor 21 Tahun 2014 tentang Pemberhentian PNS yang Mencapai BUP bagi Pejabat
Fungsional
No Pasal Nama Perka
1 Pasal 11 Tata Cara Pelaksanaan Penyusunan Kebutuhan PNS

2 Pasal 45 Petunjuk Teknis Pengadaan PNS


3 Pasal 63 Tata Cara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan
Administrator dan Jabatan Pengawas
4 Pasal 93 Tata Cara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji JF
5 Pasal 141 Tata Cara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan
Pejabat Pimpinan Tinggi
6 Pasal 197 Tata Cara Pelaksanaan Mutasi
7 Pasal 260 ayat (5) Sistem Informasi Manajemen Pemberhentian dan Pensiun
8 Pasal 341 Tata Cara Pemberian Cuti
9 Pasal 350 ayat (5) Tata Cara Masa Persiapan Pensiun
10 Kewenangan Atribusi Tata Cara Pemberhentian PNS

11 Kewenangan Atribusi Pengangkatan Dalam Jabatan Administrasi

12 Kewenangan Atribusi Sistem Informasi ASN


Peraturan Menpan
No Nama Aturan
1 Anjab ABK
2 Tata cara penyusunan kebutuhan secara elektronik
3 Susunan & mekanisme Panselnas
4 Pedoman penyusunan kompetensi
5 Tata cara pemberian kuasa pengangkatan Jabatan Administrator
6 Tata cara pemberian kuasa pemberhentian Jabatan Administrator
7 Klasifikasi Jabatan
8 Tata cara pengusulan dan penetapan JF
9 Tata cara pemberian kuasa pengangkatan Jabatan Fungsional
10 Tata cara pemberhentian JF
11 Penyelenggaraan uji kompetensi JF
12 Syarat & tata cara pembentukan organisasi profesi JF
13 Pedoman penyusunan kompetensi teknis, manajerial dan sosial kultur
14 Seleksi pengisian JPT
15 Tata cara pemberhentian JPT
16 Pembentukan dan mekanisme kerja Tim Penilai Kinerja
17 Kelompok Rencana Suksesi
18 PNS dengan penugasan khusus
19 Kriteria & penetapan kelebihan PNS
Perpres/Kepres

1. Kepres jabatan yang bisa diisi non PNS


2. Perpers Sekolah Leader
3. Perpres JPT Utama & Madya
4. Perpres Mutasi JPT Nasional
5. Perpres Tugas Belajar
6. Perpres Pemberian Penghargaan
Perka LAN

1. Peraturan Diklat Prajabatan


2. Peraturan Perencanaan & Pelaksanaan
Evaluasi Pengembangan Kompetensi
NO URAIAN KET

1 Ketentuan mengenai tata cara dan persyaratan Prajurit Pasal 160


Tentara Nasional Indonesia dan Anggota Kepolisian
Negara Republik Indonesia yang akan mengisi jabatan
pimpinan tingi tertentu pada instansi

Oleh

Menteri yang membidangi urusan pemerintahan di


bidang pertahanan dan Kepala Kepolisian Negara
Republik Indonesia
Perka/Kepka BKN yg masih berlaku
(berdasarkan Ps 363 PP 11/2017)
NO. Nama Perka/Kepka TENTANG KET
BKN
1 a. Kepka 26 Th 2004 a. Ketentuan Pelaksanaan PP Masih berlaku sepanjang belum
b. Perka 19 Th 2011 97/2000 tentang Formasi PNS jo. ditetapkannya Perka BKN yg mengatur Tata
PP 54/2003 Cara Pelaksanaan Penyusunan Kebutuhan PNS
b. Pedoman Umum Penyusunana
Kebutuhan PNS

2 Perka 9 Th 2012 Pedoman Pelaksanaan Masih berlaku sepanjang belum


Pengadaan Calon PNS ditetapkannya Perka BKN yang mengatur
Petunjuk Teknis Pengadaan PNS

3 a. Kepka 12 Th 2002 a. Ketentuan Pelaksanaan PP Ketentuan mengenai Kenaikan pangkat Masih


b. Perka 33 Th 2011 99/2000 tentang Kenaikan berlaku, sepanjang belum ditetapkannya PP
c. Perka 25 Th 2013 Pangkat PNS jo. PP 12/2002 yang mengatur mengenai gaji dan tunjangan
b. Kenaikan Pangkat bagi PNS yg sebagai pelaksanaan UU 5 Th 2014
memperoleh STTB/Ijazah
c. Pedoman Pemberian Pertek KP
Reguler PNS untuk menjadi
pembina tk I gol ru IV/b ke bawah
NO. Nama TENTANG KET
Perka/Kepka
BKN
4 Kepka 13 Th a. Ketentuan Pelaksanaan PP 100/2000 Ketentuan mengenai mekanisme
2003 tentang Pengangkatan PNS dlm Jab. pengangkatan dlm jab sturktural Masih
Struktural jo. PP 13/2002 berlaku, sepanjang bukan ketentuan yang
mengatur persyaratan pengangkatan dlm
jabatan dan belum ditetapkannya PP yang
mengatur mengenai Tim Penilai Kinerja
sebagai pelaksanaan UU 5 Th 2014

5 Perka 13 Th a. Petunjuk Teknis Pelaksanaan PP Masih berlaku sepanjang ketentuan yang


2003 9/2003 tentang Wewenang mengatur mengenai Prosedur sebagaimana
Pengangkatan, Pemndahan, dan dimaksud dalam angka IV
Pemberhentian PNS jo. PP 63/2009 Lampiran Perka dimaksud dan belum
ditetapkannya Perka BKN mengenai Tata Cara
Pelaksanaan Mutasi
6 a. Kepka 14 Th a. Petunjuk Teknis Pemberhentian dan Masih berlaku sepanjang belum
2003 Pemberian Pensiun PNS serta Pensiun ditetapkannya Perka BKN tentang Tata Cara
b. Perka 26 Th Janda/Dudanya sebagai Pelaksanaan Pemberhentian PNS dan Perka tentang Tata
2013 PP 9 Th 2003 Cara MPP
b. Pedoman Pemberhentian dan
Pemberian Pensiun PNS yang mencapai
BUP yg akan diberhentiakn dlm
pangkat Pembina Tk I golru IV b ke
bawah
S E M O GA
B E R M A N FA AT