Anda di halaman 1dari 11

Perancangan Dosen Pembimbing :

Proses
Sulfonasi Ir. Paryanto. M. S.

I0508112

I0510021

Miftahul Hasanah I0510026

Patriawan Rendra Graha I0510029


1
PENDAHULUAN

Sulfonasi adalah Pembentukan senyawa sulfonat


(SO3H) Sedangkan Sulfonat sendiri adalah garam
atau ester dari asam sulfonic.

Industri yang memakai reaksi Sulfonasi :


•Industri deterjen
•Industri zat warna
•Industri minyak bumi
•Industri kert

2
KEGUNAAN

- Zat pengolah
- Senyawa sulfonat untuk sulfualkilasi

JENIS-JENIS REAKSI

- Sulfonasi Parafin - Sulfonasi Alkohol


- Sulfonasi Olefin - Sulfonasi Aromatik
3
Sulfonasi parafin

• Mekanisme radikal bebas pada suhu tinggi


• Sering digunakan zat pengolah kelompok 2
• Hasil akhir = RCH2SO2 Cl

Sulfonasi olefin BACK

- Zat pengolah yang umumnya digunakan


=H2O+ SO3
- Hasilnya adalah alkil sulfat
- Apabila zat pengolahnya SO2 + H2O, hasilnya
adalah alkil sulfonat 4
Sulfonasi alkohol

• Zat pengolah yang digunakan → kelompok 1, terutama


SO3 + H2O
• Zat yang diolah terutama alkohol rantai panjang
→ selulosa & minyak

Sulfonasi Aromatik

• Sulfonasi pada turunan benzen


• Sulfonasi benzen dengan SO3
→ menghasilkan benzen sulfonat
5
CONTOH INDUSTRI YANG MENGGUNAKAN REAKSI SULFONASI

KLIK UNTUK
PENJELASAN
PROSES

6
KONDISI OPERASI REAKSI

Reksi sulfonasi merupaka reaksi kesetimbangan tetapi


1
lambat, adanya H2O menyebabkan reaksi balik

Usaha untuk memperbesar hasil Memisahkan hasil (produk)


• Menggunakan as. Sulfat berupa sulfonat dari pereaksi
berlebihan H2SO4 berlebihan
• Mengusir salah satu hasil
(biasanya air) • pengenceran dengan air
• Reaksi merupakan rekasi
• menambahkan garam
eksoterm
• Pengadukan (percampuran
• menambahkan CaCo3,
yang baik) Ca(OH)2
• SO3 sebagai pensulfonasi baik
digunakan dalam fase gas
• Katalisator 7
Tinjauan Termodinamika
Reaksi 1
C6H6 + ( C3H6 )4 C6H5-C12H25

Panas Reaksi :
∆Hr = ∑∆Hf PRODUK - ∑∆Hf REAKTAN
=∆Hf C6H5-C12H25 - ( ∆Hf C6H6 + ∆Hf( C3H6 )4)
= (- 224,26 - ( - 165,35 + 82,93 ) ) Kj/mol
= -141,84 Kj/mol ( Eksotermis )
Panas reaksi bernilai negatif sehingga reaksi eksotermis.

∆G° = ∑∆G PRODUK - ∑∆G REAKTAN


= ∆G C6H5-C12H25 - ( ∆G C6H6 + ∆G( C3H6 )4)
= ( 182,46 – ( 137,9 + 129,66)) kj/mol
= -85,1 Kj/mol
Energi bebas Gibbs bernilai negatif maka reaksi tersebut dapat
berlangsung ke kanan(dapat berjalan).
8
Tinjauan Termodinamika

Reaksi 2

C6H5-C12H25 + H2SO4 C12H25-C6H4-SO3H + H2O


Panas Reaksi :
∆Hr= ∑∆Hf PRODUK - ∑∆Hf REAKTAN
=(∆Hf C12H25-C6H4-SO3H + ∆Hf H2O) - ( ∆Hf C6H5-C12H25 +
∆Hf H2SO4)
= (- 600,35 – 241,80 ) - ( - 735,13 - 224,26 ) ) Kj/mol
= 117,24 Kj/mol ( Endotermis )
Panas reaksi bernilai positif sehingga reaksi endotermis.
∆G° = ∑∆G PRODUK - ∑∆G REAKTAN
= ( ∆G C12H25-C6H4-SO3H + ∆ ∆G H2O) - ( ∆G C6H5-C12H25 + ∆G H2SO4)
= ( -262,31 – 228,8 ) – ( -653,47 + 182,46
9 )) kj/mol
= -20,1 Kj/mol
Energi bebas Gibbs bernilai negatif maka reaksi tersebut dapat
berlangsung ke kanan(dapat berjalan).
Tinjauan Kinetika
Reaksi 2 : Reaksi 1 :
C6H6 + ( C3H6 )4 C6H5-C12H25
C6H5-C12H25 + H2SO4
C12H25-C6H4-SO3H + H2O
∆G° = - 85,1 Kj/mol
Nilai Konstanta
Pada suhu 298 K
Kesetimbangan pada Suhu ∆G° = - RT ln K
kamar (25 C°) dengan nilai 85,1 Kj/mol = 8,314 j/mol K x 298 K x ln K
∆G° = 20,1 Kj/mol. K = 8,26 x1014
Pada suhu operasi 319 K
∆G° = -RT ln K 85,1 Kj/mol = 8,314 j/mol K x319 K x ln K
20,1 Kj/mol = 8,314 j/mol K K = 8,6138 x1013
x 298 K x ln K Dengan nilai K > 100 baik dalam suhu
K = 3,337x103
kamar (25 C) maupun suhu operasi (46 C)
maka reaksi berjalan ke arah kanan dan
reaktan habis.

10
TERIMA KASIH ATAS
PERHATIANNYA

11