Anda di halaman 1dari 17

SISTEM INFORMASI FUNGSIONAL PRODUKSI

KELOMPOK 2

JOSUA PRANATA (16510030)


HOTMIAN PARHUSIP (16510025)
NATALIA VERONIKA NAPITUPULU (16510034)
MELATI KRISMONITA SIMATUPANG (16510079)
MEI DIANA SIAHAAN (16510065)
HENNY MARETTA (16510123)
HELTY EKLEISA M SITANGGANG (16510310)
SUSILAWATI Br BANGUN (16510292)
ONA SILVA OKTAVIA SIHALOHO (16510024)
JULIANA SIANTURI (16510337)
Pengertian Produksi

• Proses mengubah input menjadi output


• produksi meliputi semua kegiatan untuk
menciptakan/menambah nilai/guna suatu
barang/jas
Sistem produksi merupakan keseluruhan unsur kohensif yang secara
dinamis berkaitan satu sama lain untuk mencapai tujuan produksi karena
itu setiap sistem produksi mengandung tiga komponen yang berbeda:
•Input

•Proses

•Ouput
Konsep dasar peramalan pada produksi
Peramalan merupakan proses kegiatan untuk
menentukan jumlah rencana produksi untuk tahun
mendatang yang tepat terhadap waktu dan jumlah
produknya sehingga dapat memberikan informasi
untuk penetuan kebutuhan pengadaan bahan baku
dan produk jadi serta menghindari kelebihan dan
kekurangan bahan baku dan produk jadi sesuai
dengan jumlah pesanan yang terkirim dengan tepat
waktu.
1. Pengambilan keputusan atas peristiwa
yang pasti

2. Pengambilan keputusan yang


mengandung resiko

3. Pengambilan keputusan atas


peristiwa yang tidak pasti

4. Pengambilan keputusan atas peristiwa


yang timbul karena pertentangan dengan
keadaan lain
Bidang produksi mempunyai 5 tanggung jawab keputusan

1 Proses

2 Kapasitas

3 Persediaan

4 Tenaga kerja

5 Mutu atau kualitas


Syarat syarat Pengawasan Produksi

Pengawasan tidak dapat dikerjakan dengan perfect


sandainya manajemen tidak mengenal standar,
laporan dan tujuan yang hendak dicapai. Olehkarena
itu maka garis besarnya, pengawasan memerlukan:
1. Standar atau tujuan yang hendak dicapai
2. Laporan-laporan pelaksanaan yang sedang
berjalan untuk bahan bandingan dengan standar
yang telah ditatapkan
3. Tindakan segera dan pada saat itu juga seandainya
ternyata bahwa deviasi pelaksanaan manajemen
terlalu jauh menyimpang dari tujuan yang telah
ditetapka lebih dulu.
Pengawasan produksi merupakan satu usaha
yang kontiniu agar supaya hasil produksi yang
dikehendaki dapat diproduksi dengan cara
yang paling baik dan paling murah sehingga
kuantitas dan kualitas barang-barang yang
dihasilkannya sesuai dengan yang dikehendaki
dan dalam waktu yang dikehendaki pula.
PERILAKU PRODUKSI DALAM JANGKA PANJANG

Jangka panjang suatu proses produksi


adalah jangka waktu dimana semua input
atau faktor produksi yang dipergunakan
untuk proses produksi bersifat variabel.
Contoh kasus pada PT. NIPPON
INDOSARI CORPINDO

Perancangan Produk
SARI ROTI telah merancang produknya sebagai
produk sehat dan praktis sehingga bisa
dinikmati kapanpun dimana pun. Ini
diekspresikan oleh sari roti melalui slogan
iklannya “SARI ROTI, Empuk Bergizi Sehat Berish
dimana perusahaan ini merancang roti yang
mereka produksi agar tetap empuk ketika
sampai pada konsumen
Kualitas
Produk
Perusahaan selalu menjaga kualitas dari produk
yang dihasilkan dengan cara menjaga kualitas
bahan baku yang digunakan untuk
memproduksi roti.
Proses Produksi dan Kapasitas Produksi

. Perusahaan memproduksi roti setiap


hari selama 24 jam dalam sehari dan 7
hari dalam seminggu, ini dilakukan
untuk memastikan bahwa tidak akan
terjadi kekosongan produk dipasaran
apabila permintaan melebihi target.
Produksi roti dalam sehari yang
dapat dihasilkan rata – rata 2 juta
potong roti per hari. Kapasitas
yang besar dihasilkan dari
penggunaan mesin yang maksimal
sehingga dapat menghasilkan
volume produksi yang besar.
KESIMPULAN

•Produksi merupakan setiap proses atau prosedur


yang digunakan untuk menciptakan barang/jasa yang
mempunyai kegunaan/nilai. Sistem produksi yang
baik juga tergantung pada bagaimana konsep
peramalan,perencanaan,pengawasan,serta
pengambilan keputusan.
•Berguna untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk
mencapai kemakmuran dimana kemakmuran tersebut dapat
tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang
mencukupi.
SARAN
Setelah mengetahui kegiatan produksi dalam
suatu perusahaan, maka penulis menyarankan
dan mengajak para pembaca agar dalam
menjalankan suatu produksi terlebih dahulu
harus tahu penentuan standart terhadap suatu
produksi, sehingga barang yang diproduksi bisa
diawasi dalam kegiatannya.