Anda di halaman 1dari 26

TUGAS SEJARAH DAN

PERKEMBANGAN ARSITEKUR I
( ARSITEKTUR BIZANTIUM, NEO KLASIK DAN EKLETIK )
DOSEN : ANDRE A. AMABI, ST., MT
ANGGOTA KELOMPOK :
1. SOVIA CLARITA SO’O WEA (1706090001)
2. SERGIUS N. DALLA UKO (1706090004)
3. YOHANES A. LUWU (1706090007)
4. CINTIA F. D. LUDJI PAU (17060900010)
5. GERALD FIKTOR RAME (17060900013)
6. NADIA CINTIA LEO (17060900016)
7. MARIANUS R. LAKO PAJO (17060900019)
8. MARIA S. KRISTIN NAHONG (17060900022)
1. ARSITEKTUR BIZANTIUM
LETAK GEOGRAFIS
BIZANTIUM
Bizantium terletak di Eropa
Timur dekat dengan negara - negara Asia
Timur yang berbatasan dengan laut hitam
dan laut mediterania. Yang saat ini lebih
di kenal dengan Instanbul yaitu ibukota
negara Turki. Wilayahnya meliputi
Yunani, Semenajung Balkan sebelah Peta Bizantium
(Sumber : http://id.m.wikipedia.org)
selatan, Asia barat hingga Lembah
Eufrat-Tigris, Mesir dan sebagian Italia.
PERIODE ARSITEKTUR BIZANTIUM
a). Periode Bizantium awal ( Abad 6 – 9)
Pada abad ini, bentuk basilika yang memanjang masih dipakai , walaupun tidak cocok
dengan kebiasaan setempat yang mempersembahakan misa di tengah – tengah ruang
utama Gereja.

Potongan interior Gereja St. Peter di


Roma Perspektif Gereja St. Peter di Roma
(bentuk awal-Basilika) (bentuk awal-Basilika)
(Sumber:https://www.pinterest.com, (Sumber:http://www.romeacrosseurope.
akses 8Juli 2016) com, akses 8 Juli 2016)
b). Periode Bizantium Pertengahan c). Periode Bizantium Akhir
Antara akhir abad ke 9 Hampir sama dengan
sampai pertengahan abad ke 13 periode pertengahan, sedangkan
tidak lagi mempergunakan 1 tipe pengembangannya ditekankan
dasar bangunan gereja. Di masa pada unsur vertical baik bagian
ini digunakan 4 gaya terpusat luar maupun dalamnya. Gereja
yang berbeda masing-masing periode pertengahan biasanya
terdiri dari inti kubah yang mempunyai satu kubah bola, pada
dibentuk menjadi beraneka ragam periode akhir mempunyai 5 kubah
kombinasi antara lain segi-8 dan bola, yaitu kubah besar ditengah
bujur sangkar. dan kubah yang lebih kecil pada
masing-masing sudutnya.
Contoh Bangunan Bergaya Arsitektur Bizantium
1. Hagia Sophia (Istanbul, Turki)

Model Konstruksi Hagia Sophia


Denah Hagia Sophia (Sumber:https://www.studyblue.com,
(Sumber:http://www.v-aline.com, akses 8
Juli 2016) akses 8 Juli 2016)
2. Hagia Irene (Istanbul, Turki) 3. Masjid Biru (Istanbul Turki)

Hagia Irene (Istanbul, Turki) Masjid Biru (istanbul Turki)


(Sumber : visitlondon.com) (Sumber : Go Muslim.org)
4.Masjid Salimiye (Edirne, Turki) 5.Masjid Fatih (Istanbul, Turki)

Masjid Selimiye, Edirne, Turki Masjid Fatih (Istanbul, Turki)


(Sumber : Go Muslim.org) (Sumber : Go Muslim.org)
6. Masjid Suleymaniye (Istanbul, 7.Masjid Ortakoy (Istanbul, Turki)
Turki)

Masjid Suleymaniye (Istanbul, Turki) Masjid Ortakoy (Istanbul, Turki)


(Sumber ;http://www.v-aline.com) (Sumber ; http://www.v-aline.com)
KARAKTERISTIK ARSITEKTUR BIZANTIUM
1. Kubah yang sangat besar di 2. Berbentuk sirkular atau sentral
bagian tengah bangunan dan
terdapat semi dome (half dome)
yang mengelilingi kubah utama
di pusat.
Kubah

Bentuk sirkular atau sentral


(Sumber :
(Sumber : www.academia.edu) https://arsitekturis.blogspot.com)
3. Dinding tebal dan terbuat dari batu bata 4. Bagian interior sangat luas
dengan kolom besar untuk menopang
berat bangunan. Kolomnya konstruktif
dengan kepala tiang bergaya korintian
dan komposit.

Interior yang sangat luas


(Sumber :
Dinding dan kolom arsitektur Bizantium
https://arsitekturis.blogspot.com)
(Sumber :
https://arsitekturis.blogspot.com
5. Busur ½ lingkaran dipakai untuk 6. Pada bagian dalam (interiornya)
menunjang galeri dan bukaan pada dilapisi dengan mosaik yang terbuat
pintu dan jendela. Jendela – jendela dari pualam warna – warni yang
kecil mengelilingi dasar kubah menggambarkan ajarannya.
(pendentive).

Mosaik pada dinding Gereja Bizantium


Busur ½ lingkaran pada pintu dan jendela (Sumber :
(Sumber : https://id.wikibooks.org)
https://arsitekturis.blogspot.com)
7. Denah segi empat polygonal, yang ditutup dengan atap kubah dan kubah kecil
mengelilingi kubah utama, sehingga bentuknya memusat serta simetris.

Denah segi empat poligonal


(Sumber : https;//id.wikibooks.org)
2. ARSITEKTUR NEO KLASIK
• Tokoh Arsitektur Neo
Klasik
1. Karl Friedrich Schinkel’s dan 2. Tuan John Soane’s arsitek dari Bank Inggris di
London dan bangunan baru " capitol" di Washington,
bangunan dari Schinkel'S adalah DC.
Museum Tua di Berlin

Tuan John Soane’s


(Sumber : https://atpic.wordpress.com)
3. Arsitek skotlandia Charles Cameron menciptakan
interior mewah gaya Italianate untuk warga
kelahiran jerman Catherine II yang agung di Rusia
yaitu bangunan St. Petersburg dengan mnggunakan
Karl Friedrich Schinkel’s gaya internasional.
(Sumber : https://atpic.wordpress.com)

Charles Cameron
(Sumber : https://atpic.wordpress.com)
• Contoh Bangunan yang Mengikuti Gaya Arsitektur
Neo Klasik
1. Osterley Park House di Middlesex, 2. Universittas Virginia di Charlotettesville
Inggris

Osterley Park House di Middlesex, Universitas Virginia


Inggris (Sumber:https://www.continuum.umn.edu)
(Sumber : https ://en.m.wikipedia.org)
• Karakteristik Arsitektur Neo Klasik
1. Garis-garis bersih, elegan, 2. Interior ruangan yang mewah
penampilan yang rapi (uncluttered),
simetris, kolom-kolom yang berdiri
bebas dan atap umumnya datar dan
horisontal.

Interior ruangan yang mewah


Brandenburger Tor di Berlin
(Sumber: pinterest.com)
(Sumber:
www.boundingoveroursteps.com)
3. Penggunaan warna yang terang 4. Furnitur yang sederhana dan bersifat
geometris

Furnitur dengan gaya neo klasik


(Sumber: www.idesignarch.com)
5. Aksesoris yang menarik

Penggunaan warna dan hiasan


(Sumber: www.idesignarch.com)
Aksesoris patung
(Sumber: pinterest.com)
3. ARSITEKTUR EKLETIK
• Contoh dan Ciri Arsitektur Ekletik
1. British Museum London (1823-1846); Sir Robert Smirke
Pada bagian depan atau pintu masuk terdapat portico mendukung sebuah pedimen
bergaya Romawi dengan kolom-kolom ionic

Museum British
Sumber: visitlondon.com
2. Albert Memorial (1863-1872); London; Sir George Gilbert Scott
Patung duduk Pangeran Albert sebagai bagian utama monumen di atas
sebuah ketinggian pedestal (landasan berbentuk segi empat terbuat dari granit
dan marmer, penuh dengan relief), berada dibawah sebuah ciborium (cungkup
dengan empat buah kolom bentuk Romawi).

Monumen Albert Memorial (1863 - 1827), London


( Sumber: visitlondon.com )
3. S. George’s Hall (1840-1854);Liverpool; Harvey Lonsdale Elmes
Bangunan Neo-Klasik dengan interior ruang konser berbentuk elips,
dikelilingi oleh balkon disangga oleh deretan caryatid (kolom berbentuk patung
manusia).

S. George’s Hall (1840-1854)


(Sumber : https://en.m.wikipedia.org)
4. La Fontaine Saint Micahel Paris (1856-1860); Perancis; Gabriel Davioud
Hasil kolaborasi arsitek dan pematung, mengambil bentuk pelengkung dan
tiang-tiang dari berbagai monumen di Itali. Patung dan hiasan lebih menonjol dari
unsur arsitektural lainnya.

La Fontaine Saint Micahel Paris (1856-1860); Perancis


(Sumber : https://en.m.wikipedia.org)
5. Opera de Paris (1861-1874); Jean Louis Charles Garnier
Ornamen dan bentuk dekorasi yang bermodel klasik Barok hampir
memenuhi semua bagian bangunan.

Opera de Paris (1861-1874);


(Sumber : https://en.m.wikipedia.org)
6. Arc de Triomphe de L’Etoile Paris (1806-1836); Jean Franqois Therese Chalgrin
Dinding - dindingnya penuh dengan relief dan patung. Pada keempat kakinya
terdapat tangga untuk naik kelantai yang berada di atas pelengkung.

Arc de Triomphe de L’Etoile Paris (1806-1836)


(Sumber : https://en.m.wikipedia.org)
7. Gereja Katolik Madelaine (1807-1842); Pierre Vignon
Merupakan contoh representatif dari arsitektur Eklektik. Mengambil gaya
kuil antik Romawi berciri Korinthian, octastyle, dan peripteral sebagaimana terlihat
pada kolom-kolom, kepala-tiang, dan pedimen penuh dengan hiasan dan patung.

(Gereja Katolik Madelaine (1807-1842)


(Sumber : https://en.m.wikipedia.org)
8. Mausoleum untuk Queen Louise(1810);Schloss Charlottenburg; Karl Friedrich
Schinkel
Berlanggam arsitektur yang berbentuk kuil Yunani dari order Dorik, dalam
hal ini terdapat pedimen (konstruksi segi tiga disangga oleh kolom-kolom) ganda
yang satu di atas lainnya.

Mausoleum untuk Queen Louise(1810);


(Sumber : https://en.m.wikipedia.org)
9. Schausspielhaus (1819-1821); Berlin; Karl Friedrich Schinkel
Pengaruh aspek Yunani terlihat pada ketegasan bentuk geometrik, segitiga,
balok, segi-empat, dan pada denahnya. Portico atau bagian depan untuk pintu
masuk bercorak Yunani-Ionik hexastyle (berkolom 6).

Schausspielhaus (1819-1821)
(Sumber : https://en.m.wikipedia.org)
10. Jefferson Memorial (1934-1943); Amerika Serikat; John Russel Pope
Identik dengan Pantheon Roma dengan portico berkolom Dorik delapan
buah menyangga sebuah pedimen. Portico ini menempel pada sebuah rotunda
(ruangan berdenah lingkaran) dikelilingi oleh kolom Dorik. Ditengah rotunda
terdapat patung Thomas Jefferson menghadap ke Tidal Basin.

Jefferson Memorial (1934-1943)


(Sumber : https://en.m.wikipedia.org)