Anda di halaman 1dari 34

BAB 3 :

HUKUM PERTAMA
TERMODINAMIKA
Sistem: Sejumlah materi
atau daerah dalam ruang
yang dijadikan sebagai
objek studi

Lingkungan:
massa atau daerah
yang berada di luar
sistem
Sistem terbuka : suatu keadaan dimana massa dan panas
dapat keluar masuk sistem. Contoh : air teh panas di gelas
tebuka
Sistem tertutup : suatu keadaan sistem di mana sistem tetap
tetapi panas dapat keluar masuk sistem. Contoh : air teh panas
di dalam gelas tertutup
Sistem isolasi: suatu keadaan di mana massa dan energi tidak
dapat keluar masuk ke sistem. Contoh : air panas di dalam
termos

Terbuka Tertutup Terisolasi


Perubahan: massa & Energi Energi Tidak terjadi perubahan
Energi
• Energi adalah kapasitas untuk melakukan kerja.
• Satuan energi :
– Satuan SI Energi : Joule (J).

kg m 2
1 J = 1  2s
– Satuan non-SI yang banyak di gunakan : Kalori (kal)
1 cal = 4.184 J
• 3 Jenis Energi :
– Energi Kinetik
– Energi Potensial
– Energi Dalam
Energi
• Energi kinetik adalah bagian energi yang berhubungan
dengan gerakan suatu benda.

• Energi potensial adalah energi yang berhubungan dengan


posisi suatu benda

• Energi dalam (E) adalah total energi kinetik (Ek) dan energi
potensial (Ep) yang ada di dalam sistem. Oleh karena itu
energi dalam bisa dirumuskan dengan persamaan:

E = Ek + Ep.
KERJA DAN KALOR
• Kerja (W): energi dan bukan kalor yang
dipertukarkan antara sistem dengan
lingkungannya pada suatu perubahan
keadaan.
• Kalor (q): energi yang dipindahkan melalui
batas-batas sistem sebagai akibat langsung
dari perbedaan suhu antara sistem dan
lingkungannya.
HUKUM PERTAMA TERMODINAMIKA

Hukum Kekekalan Energi


Energi tidak dapat di ciptakan dan tidak dapat di
musnahkan. Tetapi energi dapat berubah bentuk dari
bentuk energi yang satu ke bentuk energi yang lain.
Sehingga Hukum Termodinamika I :
Energi dalam suatu sistem besarnya tetap
kecuali di ubah dengan melakukan kerja atau
dalam bentuk energi panas atau kalor
HUKUM PERTAMA TERMODINAMIKA
• Bentuk matematis dari hukum termodinamika I :
∆U = Uf – Ui atau ∆U = q + w
∆U = Energi Dalam
w = kerja yang di lakukan oleh sistem
q = panas yang di berikan pada sistem
Ui = Energi dalam mula-mula
Uf = Energi dalam akhir
● Untuk proses kecil tak terhingga: dU = dq + dW
● Sistem terisolasi : dU = NOL, karena dq dan dW =0
Energi dalam sistem terisolasi adalah tetap
Besaran + -
Q (kalor) Sistem serap E Sistem lepas E
W (kerja) Sistem dikenai kerja Sistem buat kerja
∆U (energi dalam) + -
Energi Dalam Gas Ideal
• Energi kinetik sejumlah partikel gas yang terdapat di dalam
suatu ruang tertutup disebut sebagai energi dalam gas (U). Jika
di dalam ruangan tersebut terdapat N partikel gas, energi
dalam gas dituliskan dengan persamaan :
U = NEK
• Energi dalam untuk gas monoatomik atau gas diatomik pada
suhu rendah adalah :
U = NEK = 3/2 NkT = 3/2 nRT
• Adapun, energi dalam untuk gas-gas diatomik pada suhu
sedang dinyatakan dengan :
U = 5/2 NkT = 5/2 nRT
• Pada suhu tinggi, besar energi dalam gas adalah :
U = 7/2 NkT = 7/2 nRT
KERJA
Suatu sistem telah melakukan kerja apabila mampu
menaikkan kualitas-bobot dari sekitar (lingkungan).

Kerja (W) = Gaya (F) x Perubahan Jarak (dX)


(Joule) (Newton) (Meter)

Jenis kerja : a. Kerja mekanik


b. Kerja Pemampatan dan Pemuaian
c. Kerja pada gas
d. listrik elektrostatik
e. Tegangan permukaan
f. magnet, dan lain-lain
Kerja Mekanik
• Defenisi menyatakan bahwa kerja yang di lakukan untuk menggerakan
sebuah objek sepanjanga jarak dz melawan gaya yang menantang F adalah
dw  Fdz
• Kerja total yang di lakukan jika sistem menggerakan objek dari zi ke zf :
zf

w    Fdz
zi
• Jika gaya tersebut tidak bergantung pada posisinya dan tidak mempunyai
nilai F di manapun selain pada jalan itu integralnya erevaluasi menjadi :
w  z f  zi  F
• Dalam hal medan gravitasi, kerja yang di lakukan oleh sistem :

w  mgh Di mana
• m.g = F
• h = (zf-zi)
Kerja Pemampatan dan Pemuaian
F F A  tampang lintangtabung
Peks  Peks 
A A V  volume gas

Vi  A. hi

Vf  A. h f

h V  Vf  Vi

 A. h f  A. hi
hi hf
 A ( h f  hi )

V  A. h

Keadaan awal (i) Keadaan akhir (f) F


tekanan (Pek s ) 
A
Kerja Pemampatan dan Pemuaian
F F
Peks  Peks  w  F .h
A A F
 A.h
A
 Peks A.h

h
w  Peks .V

hi hf

Keadaan awal (i) Keadaan akhir (f)


w   Peks .V
Kerja Pemampatan dan Pemuaian
Pemuaian bebas
Pemuaian bebas terjadi jika pex = 0 dan tidak ada yang
menentang, sehingga secara keseluruhan w = 0.
Pemuaian Melawan Tekanan Tetap
Vf Vf

w    pex dV   pex  dV   pex (V f  Vi )


Vi Vi

Dengan melambangkan perubahan dalam volume sebagai


∆V=Vf – Vi sehingga :

w   Peks .V
Kerja Pemampatan dan Pemuaian
Pemuaian Revesibel Isotermal
Pemuaian dibuat isotermal dengan menjaga agar sistem
tersbut ada dalam kontak termal dengan lingkungannya.
Persamaan keadaan adalah Pv= NRT pada setiap tahap =
NRT/V, dengan V volume sekarang. Dalam pemuaian
isotermal temperatur T bernilai tetap. Kerja dari pemuaian
isotermal reversibel gas sempurna dari Vi ke Vf pada
temperatur T adalah:
Vf
dV Vf
w  nRT   nRT ln
Vi
V Vi
Kerja Pemampatan dan Pemuaian
Pemuaian Reversibel
Pemuaian Reversibel Adalah perubahan yang arahnya akan
berbalik bila variabel proses diubah secara kecil tak terhingga.
Merupakan perubahan yang secara hipotetik setiap saat
berada dalam kesetimbangan (Pex =Psist).
dw=-peks , dV=-psistdV
kerja total dari pemuaian reversibel merupakan dari setiap
perubahan sangat kecil pada masing-masing tahap
kesetimbangan yaitu:
Vf

w    Psist .dV
Vi
Contoh Soal
Satu mol gas ideal diekspansikan dari 5 sampai
1 bar pada 2980K. Berapa harga q dan W jika
a) ekspansi berjalan secara reversibel dan b)
melawan tekanan luar yang tetap sebesar 1
bar ?
Jawab
P1
a) Wrev  RT ln
P2
1Bar
 (8,314 J K mol ) (298 K) ln
-1 -1

5 Bar
 - 3988 J
mol
q rev  U - Wrev
 0 – (- 3988 J )
mol
 3988 J )
mol
Lanjutan......
RT RT
b) W = - Peks (V2 - V1 ) = - Peks ( - )
P2 P1
1 1
= - (1 bar)(8,314 J K -1 mol -1 )(298 K)( - )
1Bar 5Bar
= - 1982 J mol -1
q = U - W
= 1982 J mol -1
Usaha dan diagram pV untuk gas
Proses Isobarik • Grafik hubungan p-V-nya,
ditunjukkan seperti pada Gambar
Proses isobarik adalah suatu Usaha yang dilakukan gas sama
proses perubahan keadaan dengan luas daerah yang diraster,
gas pada tekanan tetap. yaitu sebesar:
Dari persamaan keadaan
gas ideal pV = nRT, dengan
menganggap p dan nR
tetap, diproleh hubungan:

V1 T1

V2 T2
Usaha dan diagram pV untuk gas
Proses Siklis
Usaha yang di lakukan dan
panas yang di berikan
hanyalah tergantung pada
bagaimana sebuah sistem
berubah dari satu keadaan
ke keadaan yang lain, tetap
perubahan energi internal
tidak bersifat demikian.

Kurva yang menunjukan proses


siklis
Usaha dan diagram pV untuk gas
Proses Isotermal
Proses isotermal dalah
suatu proses perubahan
keadaan gas pada suhu
tetap (T = tetap).
Dalam proses isotermal
Grafik isotermal
ini, berlaku persamaan Luas daerah di bawah grafik (daerah
keadaan gas ideal pV= yang diraster), menggambarkan
nRT. besarnya usaha yang dilakukan gas
atau usaha luar (W).

P1V1  P2V2
Usaha dan diagram pV untuk gas
Proses Adiabatik
Proses adiabatik adalah
suatu proses perubahan
keadaan gas di mana
tidak ada kalor yang
masuk ke atau ke luar
dari sistem (gas) (Q = 0). Grafik adiabatik-isotermal
Kalor dan Entalpi
Kalor
Energi yang dipindahkan antara sistem dengan
lingkungan akibat adanya perbedaan suhu.
Untuk mengukur ∆U di gunakan kalorimeter bom adiabatik. Perubahan
adiabatik yang di hasilkan pada kalorimter bom dari reaksi sebanding
dengan energi yang di bebaskan atau di serap sebagai kalor.

q = m . c . ∆T
q = C. ∆T
Kalor dan Entalpi
ENTALPI
H = E + PV
- Jika P tetap, maka ΔH :
ΔH = H2 - H1
= (E2 + P2. V2) – ( E1 + P1.V1)
= (E2 - E1) – (P2.V2 - P1.V1)
= (E2 - E1) + P (V2 – V1)
ΔH = ΔE + P.ΔV
Karena ΔE = qp – P.ΔV, maka :
ΔH = qp- P.ΔV + P.ΔV
ΔH = qp

Jadi perubahan entalpi :


perubahan panas yang terjadi Pada (P,T tetap)
Kalor dan Entalpi
Jika V tetap (ΔV = 0), maka ΔH :
ΔH = H2 - H1
=(E2 + P2. V2) – ( E1 + P1.V1)
= (E2 - E1) – (P2.V2 - P1.V1)
= (E2 - E1) + P (V2 – V1)
ΔH= ΔE + P.ΔV

Karena : ΔE = qv dan ΔV = 0, maka ΔH = qv


Jadi perubahan entalpi sama dengan perubahan panas
Yang terjadi pada (V,T tetap).
1. Hitunglah besar kerja pemuaian yang dilakukan, jika 50 g air dielektrolisa pada
tekanan tetap pada suhu 25oC ?
Jawab:
m 50 gram
Diketahui : mair = 50 gram ; Mr air = 18 gr/mol n  air   2,7mol
Mrair 18 gram
T = 25oC = 298 K mol
P dalam keadaan tetap
Ditanya : w = …?
Penyelesaian : w = -Peks  v PV  nRT V
nRT
P
sehingga: w = -Peks  nRT   nRT
Psis
= -2,7 mol  8,314 J/K mol  298 K
= -6689,44 J = -6,68 kJ
2. Sebuah mesin listrik mempunyai menghasilkan energi 120 kJ setiap detik
sebagai kerja mekanik dan kehilangan 20 kJ sebagai panas yang dilepaskan ke
lingkungannya. Berapa perubahan energi dalam motor dan persediaan
dayanya setiap detik ?
Jawab:
Diketahui : w = - 120 kJ
q = - 20kJ
Ditanya : a) E = …?
b) Daya (W) = …?
Penyelesaian: a) E= w + q
= (-120 kJ)+(- 20kJ) = - 140 kJ
w  120kJ
b) daya (W )    120000 J
t 1s s
 120000Watt
 120kW
3. Cuplikan 160 g metana (Mr = 16 gr/mol) mempunyai volume 12 L pada
temperatur 300 K
a) Hitunglah kerja yang dilakukan jika gas memuai secara isotermal melawan
tekanan luar sebesar 760 torr sampai volumenya bertambah 4L ?
b) Hitunglah kerja yang dilakukan jika pemuaian yang sama terjadi secara
reversibel ?
c) Berapa perubahan energi internal masing-masing untuk proses a dan b ?
Jawab:
Diketahui: m CH4 = 160 gram; Mr CH4 = 16 gram/mol
mCH 4 160 gram
nCH 4    10mol
MrCH 4 16 gram
mol
v1 = 12 L
T = 300 K
Ditanya: a) w, pada saat isotermal dengan P=760 torr, v= 4 L …?
b) w, pada saat isotermal reversibel …?
c) Uuntuk keadaan a dan b …?
Penyelesaian:
a) Pada saat isotermal
w = -Peks  v
dengan, P = 760 torr = 1 atm = 1,0325  105 kg/m s24
v = 4 L = 4 dm3 = 4 10-3 m3
sehingga; w = -Peks  v
= - 1,0325  105 kg/m s2 (4 10-3 m3 )
= - 405,3 kg m2/s2
= - 405,3 J
b) Pada saat isotermal reversibel
v2
 dv 
wrev    nRT  
v1 d 
v2 v  v2  v1
 nRT ln
v1 v2  v1  v
 12L  4L  16L
= - 10 mol 8,314 J/K mol 300K ln 16
12
= - 10 mol  8,314 J/K mol 300K  0,287
= - 7158,354 J
= - 7,158 kJ
c) untuk keadaan isotermal, T=konstan (T1 = T2)
sehingga; 3
U  nRT
2
 nRT2  T1 
3
2
3
 nR(0)
2
0

Jadi, perubahan energi internal masing-masing untuk proses a dan b adalah 0


U
4. Hitunglah untuk pembakaran 1 mol propena, jika perubahan entalpi
pembakaran propana H c  2058kJ.
Jawab:
Diketahui: H c  2058kJ
T = 25oC = 298 K ; P = 1atm
Ditanya : U untuk pembakaran 1 mol propena . . .?
Penyelesaian: Reaksi:
9
C3 H 6  O2  3CO2  3H 2O
2
C3 H 6  4,5O2  3CO2  3H 2O

sehingga; n = jumlah koefisien produk-jumlah koefisien reaktan


= 6 – 5,5 = 0,5
U  H  RT (n)
maka;
= -2058kJ – (8,314 J/K mol)(298 K)(0,5)
= -2058kJ-1238,7 J
= -2058kJ-1,238kJ = -2059,238kJ
5. Kalor penguapan benzena pada titik didihnya (353,2 K) adalah 30,8 kJ/mol.
Hitunglah ∆Um dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk
menguapkan 156 g sampel jika digunakan sumber daya 100 V dan kuat
arus I = 10 A.
Jawab:
Diketahui: Td = 353,2 K
H m = 30,8 kJ/mol
m = 156 gram ; Mr C6H6= 78 gram/mol
V=100 V; I= 10 A
Ditanya: a) U m =…?
b) t = …?
Penyelesaian: a) U m  H m  RT
= 30,8 kJ/mol – (8,314 J/K mol)(353,2K)
= 30,8 kJ/mol – 2936,5 J/mol
= 30,8 kJ/mol – 2,9 kJ/mol
= 27,9 kJ/mol
b) nC H  mC6 H 6  156 gram
 2mol
6 6
MrC 6 H 6 78 gram / mol

H  H m  nC 6 H 6
 30,8kJ / mol  2mol
 61,6kJ  61600 J
H  V  I  t
61600 J  100V 10 A  t
61600 J  1000VA  t
61600 J
t  61,6 s
1000VA

Anda mungkin juga menyukai