Anda di halaman 1dari 14

ASUHAN KEPERAWATAN PADA BY. NY.

A DENGAN BBLR
DI RUANG BAYI RSUD DR. H. MOCH. ANSARI SALEH
BANJARMASIN

KELOMPOK III
FIRIYANI, S.KEP
SITI INA AFRILYA, S.KEP
SURYADI, S.KEP
PENGERTIAN BBLR

Bayi berat badan lahir rendah ialah


bayi baru lahir yang berat badannya
saat lahir kurang dari 2500 gram
(WHO).
Berat badan lahir rendah adalah bayi
dengan berat badan kurang dari 2500
gram pada waktu lahir. (Huda dan
Hardhi, NANDA NIC-NOC, 2013).
Identitas Klien

• Nama Bayi : Bayi Ny. A


• Jenis Kelamin : Perempuan
• Tgl Lahir / Usia : 13 Juli 2017
• Nama orang tua : Tn. H / Ny. A
• Pendidikan ayah / ibu : D2 / SMA
• Pekerjaan ayah / ibu : Swasta / IRT
• Usia ayah / ibu : 34/34
• Diagnosis medis : NKB KMK SPT. LETSU +
BBLR
• Tanggal dirawat : 13 Juli 2017
• Alamat : Jl. Veteran, Banjamasin
RESUME HASIL PENGKAJIAN
Pada tanggal 13 Juli 2017 ibu pasien di rawat inap di
RSUD dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin, untuk
direncanakan melahirkan secara sesar, karena dokter
mengatakan air ketuban sedikit dan letak bayi sungsang.
Namun saat di Rumah Sakit tiba-tiba ibu pasien merasa
sakit perut dan pada pukul 16.50 wita melahirkan secara
spontan. Ibu pasien mengatakan bayinya lahir tidak
cukup bulan dan berat badannya kurang. Ibu pasien
mengatakan bayinya dilahirkan saat usia kehamilannya
8 bulan (32 minggu). Bayi lahir tidak segera menangis,
sianosis, tali pusat layu. Tonus otot kurang.
• (AS : 4,5,6), (DS : 4) , (BB : 1500 gram), (PB : 45 cm),
(LK : 30 cm), (Anus (+) ), (Cacat (-))
• Jenis Kelamin Perempuan. Terpasang O2 nasal,
terpasang OGT, gerakan hipoaktif. Dirawat di inkubator
RESUME HASIL PENGKAJIAN

• Pada tanggal 15 Juli 2017 tangis bayi mulai kuat, reflek isap
lemah, ASI perah diberikan 5cc tiap 2 jam via OGT, gerakan
masih belum aktif, masih terpasang 02 nasal, BB: 1500 gram.

• Pada tanggal 18Juli 2017 Gerak bayi mulai aktif , tangis bayi
mulai kuat, ASI perah diberikan 10 cc tiap 3 jam via OGT, O2
kanul sudah tidak digunakan lagi. Bayi di rawat di inkubator

• Pada saat pengkajian tanggal 20 Juli 2017, Ibu pasien
mengatakan sudah mencoba menyusukan langsung Asi ke
bayinya, namun daya isap bayinya masih lemah, tampak bayi
dirawat pada warmer infant, tampak terpasang infus tali pusat
D10% 6 tetes/menit, tampak gerak bayi mulai aktif, OGT masih
terpasang dengan pemberian ASI perah 10 cc tiap 3 jam, cek
residu lambung tiap 8 jam, observasi TTV tiap jam, BAB (+)
dan BAK (+), BB: 1500 gram, Frekuensi Nadi 120x/menit,
Frekuensi napas: 41x/menit, suhu tubuh 36,6ºc.
ANALISA DATA
N Data Etiologi Masalah
o
1. Ds : Prematuritas Ketidakefektifan
- Ibu pasien mengatakan bayinya lahir Pola Makan
tidak cukup bulan dan berat badannya Bayi
kurang.
- Ibu pasien mengatakan bayinya
dilahirkan saat usia kehamilannya 8
bulan (32 minggu)
- Ibu pasien mengatakan sudah mencoba
menyusukan langsung Asi ke bayinya,
namun daya isap bayinya masih lemah

Do : -
- tampak reflek isap bayi lemah
- tampak terpasang OGT dengan
pemberian ASI perah 10 cc tiap 3 jam,
cek residu lambung tiap 8 jam
- tampak ibu pasien juga memberikan
ASI langsung
- BB lahir = 1500 gr
- tampak terpasang infus tali pusat D10%
6 tetes/menit
- pasien dirawat di warmer infant

Faktor Resiko : - Resiko


2. - Pasien dilahirkan pada usia gestasi ibu Ketidakefektifan
32 minggu Termoregulasi
- Berat badan lahir 1500 gr
- Berat badan sekarang 1500 gr

3. Faktor Resiko : - Resiko Infeksi


- Bayi lahir kurang bulan (prematur)
- Berat Badan lahir 1500 gr
- BB sekarang 1500 gr
- Usia gestasi ibu 32 minggu
- Ketidakseimbangan system
imunitas
- Prosedur invasive (terpasang infus
DIAGNOSA KEPERAWATAN

Prioritas masalah :
• Ketidakefektifan Pola Makan Bayi
berhubungan dengan prematuritas
• Resiko Ketidakefektifan
Termoregulasi
• Resiko Infeksi
CATATAN PERKEMBANGAN
TANGGAL DIAGNOSA IMPLEMENTASI EVALUASI (SOAP) PARAF
/JAM KEPERAWATAN
20 Juli Ketidakefek 1. Memonitor S : ibu mengatakan fitriyani
2017 tifan Pola penempatan selang bayinya belum kuat
09.00 wita Makan Bayi yang tepat dengan menghisap
Hari ke 1 b.d memeriksa rongga
prematuritas mulut, memeriksa O : - Reflek menghisap
residu lambung masih lemah
Hasil Residu : kosong - tampak terpasang
2. memberikan makan OGT
lewat OGT - BB : 1500 gr
- menghangatkan - ASI perah via
susu ASI perah sonde 15 cc/3 jam
yang ada di kulkas - Residu : kosong
sebelum diberikan
- memberikan susu - Masih terpasang
ASI perah sesuai infus D10 6 tpm
indikasi 15 cc
3. Memonitor terapi IV A:
infus D10 6tpm
4. Menimbang BB bayi Indikator I E
R R
1. Intake 3 5
cairan
lewat
mulut 3 5
2. Toleransi
makanan
3. Intake 3 5
makanan
lewat
tabung
enteral 3 5
4. Intake
cairan
parenteral

P : Lanjutkan Intervensi
1. Pemberian makan
via sonde
2. Manajemen
cairan
CATATAN PERKEMBANGAN
TANGGAL DIAGNOSA IMPLEMENTASI EVALUASI (SOAP) PARAF
/JAM KEPERAWATAN
20 Juli Resiko 1. Meletakkan bayi di S:- Suryadi
2017 Ketidakefek warmer Infant O : TTV
09.00 wita tifan 2. mengobservasi TTV - N: 120x/mnt
Hari ke 1 Termoregul 3. memonitor warna - RR: 41x/mnt
asi kulit bayi - T: 36,6 ºc
- kulit bayi Tidak ada tanda-
berwarna pink tanda hipotermi dan
4. Membedong Bayi, hipertermi
memakaikan sarung
tangan dan topi pada Bayi masih
bayi diletakkan di warmer
5. Memonitor tanda- infant
tanda hipotermi dan
hipertermi

A:
Indikator I E
R R
1. Suhu tidak 3 5
stabil
2. Hipertermia 3 5
3. Hipotermia
4. Perubahan 3 5
warna
3 5

P : Lanjutkan Intervensi
1. Observasi TTV/jam
2. Observasi tanda-tanda
hipotermi dan
hipertermi
CATATAN PERKEMBANGAN
TANGGAL DIAGNOSA IMPLEMENTASI EVALUASI (SOAP) PARAF
/JAM KEPERAWATAN
20 Juli Resiko 1. Memakai sarung S: St. Ina
2017 Infeksi tangan ketika - Ibu bayi mengatakan
09.00 wita memandikan / sudah membatasi
Hari ke 1 menyeka bayi pengunjung untuk
bayinya
2. Menganjurkan pada - Ibu bayi mengatakan
keluarga untuk sudah mencuci
membatasi tangan sebelum dan
pengunjung hanya 1 sesudah memegang
orang, bergantian jika bayinya
ingin menjenguk bayi
O : T: 36.6ºC
3. Menginstruksikan N : 120x/mnt
pada keluarga yang RR : 41x/menit
berkunjung untuk - Tidak tampak
selalu mencuci kemerahan pada
tangan sebelum dan kulit
sesudah menyentuh - Tidak tampak
bayi pembengkakan
- Tidak terdapat
4. Mencuci tangan tanda-tanda
dengan hanscraf infeksi
sebelum dan sesudah
melakukan TTV pada A:
bayi Indikator I E
R R
5. menjaga kebersihan 1. Bebas dari 3 5
saat pemberian ASI tanda dan
perah melalui OGT gejala 3 5
infeksi
6. mengobservasi 2. Menunjukk 3 5
adanya tanda-tanda an
infeksi sistemik, hasil kemampua 3 5
: n untuk
- tidak ada demam mencegah
- kulit tidak infeksi
kemerahan 3. TTV dala
batas
7. mengobservasi normal
adanya tanda-tanda P : Lanjutkan intervensi
infeksi local pada 1. Kontrol infeksi
area terpasang infus
hasil :
KESIMPULAN
Hari pertama perawatan:
By. Ny. M dalam keadaan masih
memakai OGT, dirawat di
warmer infant.

Tindakan yang dilakukan:


Pemberian makan dengan
tabung enteral, manajemen
termoregulasi, manajemen
cairan, kontrol infeksi.
KESIMPULAN
Hari kedua perawatan:
By. Ny. M dirawat di warmer infant,
sudah tidak memakai OGT. Sore
hari dipindahkan dari warmer infant

Tindakan yang dilakukan:


manajemen menyusui, nutrisi non
nutritif, manajemen termoregulasi,
manajemen cairan, kontrol infeksi,
perawatan metode kangguru.
KESIMPULAN
Hari ketiga perawatan:
By. Ny. M dirawat di boks terbuka,
menyusu langsung

Tindakan yang dilakukan:


manajemen menyusui, manajemen
termoregulasi, manajemen cairan,
kontrol infeksi, perawatan metode
kangguru, pengajaran nutrisi bayi 0-
3 bulan.