Anda di halaman 1dari 35

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.

Z DENGAN
DIAGNOSA MEDIS DIABETES MELITUS DI RUANG
MURAI RSUD ABDUL MOELOEK
PROVINSI LAMPUNG
DISUSUN OLEH :

ADE AGUNG SAPUTRA WL


ALDYANSA NURUL KISMWATI
APRIADI
ANDRI FINO HIMAWAN
ASEP MULYANA
BAGAS PRIO JATMIKO
DEA KAVITA
DWI PURNAMA SARI
Latar Belakang
 Diabetes Mellitus adalah sekelompok kelainan
heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar
glukosa dalam darah hiperglikemia. Glukosa
secara normal bersirkulasi dalam jumlah tertentu
dalam darah. Glukosa dbentuk dihati dari
makanan yang dikomsumsi. Insulin yaitu suatu
hormon diproduksi pankreas, mengendalikan kadar
glukosa dalam darah dengan mengatur produksi
dan. penyimpangan. (Suzanne C. Smltzer & Brenda
G Bare, 2013).
KONSEP DASAR DIABETES MELLITUS

 Pengertian
 Diabetes Mellitus adalah suatu ganguan
metobolisme karbohidrat, protein dan
lemak akibat dari ketidakseimbangan
antara ketersediaan insulin dengan
kebutuhan insulin. (Sudoyo,et.al,2006)
Klasifikasi Diabetes Mellitus
 DM tipe 1: Insulin Dependent Diabetes Melitus
(IDDM)
 DM tipe 1 ditandai oleh destruksi sel beta
pankreas, juga merusak sel Langerhans akibat
proses autoimun.
 DM tipe 2: Non Insulin Dependent Diabetes
Melitus(NIDDM)
 DM tipe 2 atau juga dikenal sebagai Non-insulin
dependent diabetes Mellitus (NIDDM).
Etiologi
 Menurut Sudoyo,2006 dalam Santi Damayanti
2015, faktor –faktor risiko terjadinya DM antara
lain:
 Faktor keturunan (genetik)
 Faktor Imunologi (autoimun)
 Faktor Lingkungan
 Obesitas
 Usia
 Tekanan darah
Patofisiologi Diabetes
Manifestasi Klinis
 Manifestasi klinik khas yang dapat muncul pada
seluruh tipe diabetes meliputi TRIAS poli, yaitu
poliuria (kencing berlebihan), polidipsi (rasa haus)
dan poliphagi (peningkatan selera makan). Poliuri
dan polidipsi terjadi sebagai akibat kehilangan
cairan berlebihan yang dihubungkan dengan
diuresis osmotik. Pasien juga mengalami poliphagi
akibat darn kondisi metabolik yang diinduksi oleh
adanya defesiensi insulin serta, pemecahan lemak
dan protein.
Pemeriksaan Penunjang
 Kriteria diagnostik WHO untuk diabetes mellitus
pada sedikitnya. 2 kali pemeriksaan
 Glukosa plasma sewaktu >200 mg/dl (11,1
mmol/L)
 Glukosa plasma puasa >140 mg/dl (7,8 mmol/L)
 Glukosa plasma dari sampel yang diambil 2 jam
kemudian sesudah mengkonsumsi 75 gr karbohidrat
(2 jam post prandial (pp) > 200 mg/dl
 (Amin Huda Nurarif, 2015)
Penatalaksanaan Diabetes Melitus
 Penurunan berat badan yang cepat
 Hiperglikemia berat yang disertai ketosis
 Ketoasidosis diabetik (KAD) atau hiperglikemia
hiperosmolar non ketotik (HONK)
 Hiperglikemia dengan asidosis laktat
 Gagal dengan kombinasi OHO dosis optimal
 Stres berat (Infeksi sistemik, operasi besar, struk)
 Kehamilan dengan diabetes melitus gestasional yang tidak
terkendali dengan perencanaan makan
 Gangguang fungsi ginjal atau hati yang berat
 (Amin Huda Nurarif, 2015)
KONSEP KEPERAWATAN
 Pengkajian Data Dasar
 Riwayat Kesehatan Keluarga
 Adakah keluarga yang menderita penyakit seperti klien ?
 Riwayat Kesehatan Pasien dan Pengobatan Sebelumnya
 Berapa lama klien menderita DM, bagaimana penanganannya, mendapat terapi insulin jenis apa, bagaimana cara minum
obatnya apakah teratur atau tidak, apa saja yang dilakukan klien untuk menanggulangi penyakitnya.
 Aktivitas/ Istirahat :
 Letih, Lemah, Sulit Bergerak / ber alan, kram otot, tonus otot menurun.
 Sirkulasi
 Adakah riwayat hipertensi, kesemutan pada ekstremitas, ulkus pada kaki yang penyembuhannya lama. Tandanya takikardi,
perubahan tekanan darah
 Integritas Ego : Stress, ansietas
 Eliminasi : Perubahan pola berkemih ( poliuria, nokturia, anuria )
 Makanan / Cairan
 Anoreksia, mual muntah, tidak mengikuti diet, penurunan berat badan, hawa, penggunaan diuretik.
 Neurosensori : Pusing, sakit kepala, kesemutan,gangguan penglihatan.
 Nyeri / Kenyamanan : Abdomen tegang, nyeri (sedang / berat)
 Pernapasan Batuk dengan/tanpa sputum purulen (tergangung infeksi / tidak)
 Keamanan Kulit kering, gatal, ulkus kulit.
Diagnosa Keperawatan
 Perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan berhubungan
dengan penurunan masukan oral, anoreksia, mual,
peningkatan metabolisms protein, lemak.
 Kekurangan volume cairan berhubungan dengan diuresis
osmotik.
 Gangguan integritas kulit berhubungan dengan perubahan
status metabolik (neuropati perifer).
 Kelelahan berhubungan dengan penurunan produksi energy
metabolic, perubahan kimia darah ; insufisiensi
insulin,peningkatan kebutuhan energy status
hipermetabolik/infeksi.
 Resiko tedadi injury berhubungan dengan penurunan fungsi
penglihatan
TINJAUAN KASUS
 Identitas Pasien
1. Nama : Tn. Z
2 Usia : 33 Th
3 Status Perkawinan : Menikah
4 Pekerjaan : Wiraswasta
5 Agama : Islam
6 Pendidikan : SMA
7 Suku : Sunda
8 Bahasa yang digunakan : Indonesia, Sunda
9 Alamat rumah : Tanjung Karang Pusat
10 Sumber biaya : BPJS
11 Tanggal Masuk RS : 18/12/2017
12 Diagnosa Medis : Diabetes Mellitus (Hipoglikemi)
PEMERIKSAAN FISIK
A. Pemeriksaan Urnum
a. Kesadaran Compos Mentis
b. Keadaan Umum Lemah
c. Tanda-tanda Vital -TD 130/70 mmHg
d. Berat Badan - Suhu :36,7 °C
- Nadi 84 x/menit
- Pernapasan 20 x/menit
:48 kg TB : 168 cm
PEMERIKSAAN PENUNJANG
PARAMETER HASIL NILAI RUJUKAN SATUAN
Hemoglobin 8,5 Lk: 14 – 18 g/dl
P: 12 – 16
Leukosit 7.700 4.800 - 10.800 /
Eritrosit 3,6 Lk: 4,7 - 6,1 Juta/
P: 4,2 - 5,4
Trombosit 310.000 150.000 - 450.000 /
Hemaktokrit 27 Lk: 42 – 52 %
P: 37 – 47
McH 24 27-31 Pg
McHc 31 30-35 g/dl
mcv 75 79-99 FL

Hitung Jenis
Basofil 0 0-1 %
Eosinofil 0 2-4 %
Batang 0 3-5 %
Sigmen 78 50-70 %
Limfosit 20 25-40 %
PENATALAKSANAAN
1 Cefriaxone Vial 1 gr /12 jam
2 Ranitidine Amp /12 jam
3 Metronidazole Fls 500 mg /8 jam
4 Amlodipine Tab 10 mg Malam
5 Condesurtan Tab 16 mg Malam
6 Suklarfat 3x1
7 IVFD RL 10 tetes/menit
8
DATA FOKUS
 DS:
 Klien mengatakan. lemas
 Klien mngatakan pusing
 Klien mengatakan kaki kanannya luka tertusuk pecahan kaca
 Klien mengatakan lukanya berwarna kemerahan
 Klien mngatakan lukanya tidak kunjung sembuh sudah 2 minggu
 Klien mengatakan tidak nafsu makan
 Klien mengatakan makan hanya '/4porsi makan,
 Klien mengatakan berat badan menurun
 Klien mengeluh mual.
DO:
 GDS =36 mg/dL
 Klien tampak lemas, berkeringat dingin
 Luka berwarna kemerahan.
 Terdapat luka ditelapak kaki kanan Terjadi kerusakan
kulit
 Luka 0,5 cm,
 Akral dingin
 BB SMRS =50 kg, BB saat ini =48 kg
 Klien tampak pucat
 Konjungtiva anemis = 8,0
ANALISA DATA
No Data Masalah Etiologi
1. DS: Ketidakstabilan Pengunaan insulin
- klien mengatakan lemas kadar gula atau obat
- klien mengatakan pusing, darah glikemik oral.
DO: Neuropati ferifer
- GDS = 36rng/dL (perubahan status
- Klien tampak lemas Metabolik)
2. DS: Gangguan integritas kulit/ Neuropati ferifer (perubahan status
- Klien mengatakan kaki kanannya luka tertusuk pecahan kaca jaringan Metabolik)
- Klien mengatakan lukanya berwarna kemerahan
- Klien mengatakan lukanya tidak kunjung sembuh
DO:
- Terdapat luka di telapak kaki kanan
- Terjadi kerusakan kulit
- Luka 0,5 cm
- Sakral dingin
3. DS : Resiko ketidakseimbangan Ketidak mampuan mengabsorbsi
- Klien mengatakan lemas nutrisi kurang dari kebutuhan nutrien; mual muntah
- Klien mengatakan tidak nafsu makan tubuh
- Klien mengatakan makan hanya ¼ porsi makan,
- Klien mengatakan berat badan menurun
- Klien mengeluh mual
DO :
- BB SMRS = 40 kg
- BB saat ini = 38 kg
- Klien tampak lemas, pucat
- Konjungtiva anemis
- IMT = 18,0
- HB = 8,0
DIAGNOSA KEPERAWATAN
 Ketidakstabilan kadar gula darah berhubungan
dengan penggunaan insulin atau obat glikemik oral
 Gangguan integritas kulit/jaringan berhubungan
dengan perubahan status metabolik (neuropati
perifer)
 Resiko ketidakseimbangan nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh berhubungan dengan
ketidakmampuau mengabsorbsi nutrien; mual
muntah
RENCANA KEPERAWATAN
No Tgl Diagnosa Tujuan Rencana Rasional
Keperawatan Tindakan
1. Ketidakstabilan kadar Setelah 1. Kaji tanda 1. Pengkajian dilakukan
gula darah dilakukan dan gejala sebagai petunjuk dalam
berhubungan dengan Tindakan hipogikemi/ memberikan
penggunaan insulin keperawatan hiperglikemi penanganan lebih cepat.
atau obat glikemik Selama 2 . Pantau, kadar 2. Gula darah akan
oral. Ditandai dengan 3x24 jam gula darah menurun perlahan dan
DS: diharapkan penggantian caftan dan
- Klien mengatakan Masalah terapi insulin terkontrol.
Lemas ketidakstabilan 3. Edukasi 3. Penyuluhan dapat
- Klien mengatakan kadar gula materi membantu dalam
pusing darah dapat hipoglikemi/ mengurangi tanda,
DO: teratasi. hiperglikemi t gejala serta mengatur
- GDS = 36 mg/dL Dengan serta tanda, dan menjaga gaga
- Klien tampak lemas kriteria hasil: gejala dan hidup pada penderita
- Kadar penanganan- diabetes.
gula darah nya.
Normal 4. Kolaborasi 4, Membantu dalam
dengan memberikan terapi jika
dokter dalam terjadi hipoglikemi/
penanganan hiperglikemi
jika ter adi
tanda
hipoglikemi/
hiperglikemi
No Tgl Diagnosa Tujuan Rencana Rasional
Keperawatan Tindakan
2. Setelah 1. Kaji luka, 1. Mengidentifikasi
dilakukan adanya luka Pengkajian tepat
Gangguan integritas tindakan perubahan terhadap luka dan
kulit/jaringan proses
keperawatan warm,
berhubungan dengan penyembuhannya
selama edema,
neuropati perifer
3x24 jam frekuensi
(perubahan status
diharapkan ganti balut.
metabolik).
masalah
Ditandai dengan
DS: gangguan 2 . Kaji tanda 2.Tanda vital
- Klien mengatakan integritas Vital merupakan acuan
lukanya berwama kulit dapat untuk mengetahui
kemerahan berkurang keadaan pasien
- klien mengatakan kaki atau
kanannya luka tertusuk pecahan menunjukan 3. Lakukan 3. Merawat luka dapat
kaca penyembuhan. perawatan menjaga
- Klien mengatakan Kriteria Hasil luka meminimalkan
lukanya tidak - Kondisi kontaminasi
kunjung sembuh luka mikroorganisme
DO: menunjukan
- Terdapat luka di adanya 4. Penanganan awal
4. Kolaborasi
telapak kaki kanan
perbaikan pemberian dapat membantu
- Terjadi kerusakan
jaringan antibiotik pengobatan infeksi
kulit
dan ticlak sesuai dan pencegahan
-Luka 0,5 cm
terinfeksi indikasi komplikasi
- Akral dingin
No Tg1 Diagnosa Tujuan Rencana Rasional
Keperawatan Tindakan
3. Setelah 1. Timbang BB 1. Mengkaji pemasukan
Resiko ketidakseimbangan nutrisi dilakukan setiap hari makanan yang
kurang dari kebutuhan tubuh tindakan
sesuai dgn adekuat
berhubungan dengan keperawatan
indikasi.
ketidakmampuan selama
2. Identifikasi 2. Jika makanan yang
mengabsorbsi nutrient 3x24 jam
makanan disukai pasien dapat
mual muntah. diharapkan
yang disukai dimasukan dalam
Ditandai dengan masalah
perencanaan makan,
DS: kebutuhan
menambah nafsu
- Klien mengatakan nutrisi pasien
makan.
lemas, terpenuhi.
Dengan 3. Observasi 3. Karena metabolisms
- Klien mengatakan
kriteria hasil: tanda-tanda karbohidrat mulai
tidak nafsu makan
- Dapat hipoglikemia terjadi (gula darah
- Klien mengatakan
mencerna seperti akan berkurang dan
makan hanya 1/4
jumlah perubahan sementnra tetap
porsi makan,
- Klien mengatakan kalori/nutr tingkat diberikan insulin
berat badan ien yang kesadaran, maka hipoglikemia
menurun tepat kulit dingin. dapat cerjadi.
- Klien mengeluh BB 4. Kolaborasi 4. Insulin reguler
mual bertambah pemberian memiliki awitan cepat
DO: pengobatan dan karenanya pula
- BB SMRS 40 kg insulin. dapat membantu
- BB saat ini 3 8 kg memindahkan
- Klien tampak lemas glukosa kedalam sel.
- Klien tampak pucat 5. Kolaborasi 5. Mengetahui
dengan ahli perhitungan dan
diet. penyesuaian diet
untuk memenubi
kebutuhan nutrisi
pasien.
CATATAN PERKEMBANGAN
Tgl NO. Dx waktu Implementasi Paraf Evaluasi (SOAP)
Keprwtn
Kamis, 1. mengkaji tanda data gejala S.
18/12/17 I 16.20 hipogikemi/ hiperglikemi - Klien
H : sudah dikaji, klien mengatakan
mengatakan pusing pusing
R : klien tampak pusing - Klien
2. memantau kadar gula darah Mengatakan
H : kadar gula darah Lemas
rendah, GDS=36 mg/dL 0:
R : klien mengatakan lemas - klien tampak
3. megedukasi materi lemas
hipoglikemi/ hiperglikemi - klien tampak
Berta tanda, gejala dan pusing
penanganan-nya. - Kadar gula dalam
H:- darah/urin rendah
R : keluarga dan klien - GDS = 36 mg/dL
kooperatif A : masalah belum
4. Kolaborasi dengan dokter teratasi
dalam penanganan jika P : lanjutkan
tet adi tanda hipoglikemi/ intervensi
hiperglikemi
H : sudah kolaborasi
R : klien kooperatif
1. Mengkaji luka, adanya perubahan warm, edema, S:
II frekuensi ganti balut - Klien
mengatakan
H : ada luka ditelapak kaki kakinya luka
kanan, berwama tertusuk pecahan kaca,
kemerahan, lukanya tidak lukanya tidak

kunjung sembuh kunjung sembuh


R -. klien mengatakan
lukanya tidak kunjung 0:
sembuh - Luka tampak
bersih
2. mengkaji tanda vital - Luka berwarna
H : Nadi 84x/mnt, kemerahan
R : klien kooperatif - Ter adi
kerusakan kulit
3. melakukan perawatan luka - Luka 0,5 cm
H : luka tampak bersih, - Penyembuhan
ganti balutan luka luka lambat
R : klien mengatakan
senang A : masalah belum
teratasi
4. Kolaborasi pemberian
antibiotik sesuai indikasi P : lanjutkan
H : sudah kolaborasi intervensi
R : klien kooperatif
1. Menimbang BB setiap hari S:
III sesuai dgn indikasi. - Klien mengatakan
H : berat badan 40 kg lemas,
menjadi 38 kg, IMT = 18,0 - Klien mengatakan
R : Klien mengatakan BB tidak nafsu makan,
menurun makan hanya 1/4
2. Mengidentifikasi makanan porsi makan,
yang disukai. - Klien mengatakanBB menurun

H : sudah diberikan makanan 0:


yang diukai
R : klien mengatakan tidak - BB SMRS = 40 kg
nafsu makan - BB saat ini= 38 kg
- Klien tampak
3. Mengobservasi tanda-tanda lemas, pucat,
hipoglikemia seperti berkeringat dingin
perubahan tingkat kesadaran, - IMT = 18,0
kulit dingin.
H : klien tampak lemas, A : masalah belum
pucat, dan berkeringat dingin teratasi
R : Klien mengatakan lemas
P : lanjutkan
4. Kolaborasi pemberian intervensi
pengobatan insulin.
H : sudah kolaborasi
R : klien senang

5. Kolaborasi dengan ahli diet.

H sudah kolaborasi
R klien kooperatif
Tgl No. Dx waktu Implementasi Paraf Evaluasi (SOAP)
Keprwtn
Jumat, 1. mengkaji tanda dan gejala S:
20/12/ 2017 I 13.40 hipogikemi/ hiperglikemi - Klien
H : sudah dikaji, klien mengatakan tidak
mengatakan sudah tidak pusing
pusing lagi - Klien
R : klien tampak rileks mengatakan
2. memantau kadar gula darah lemas
H : kadar gula darah 0:
rendah, GDS=36 mg/dL - klien tampak
R : klien mengatakan lemas lemas
3. megedukasi materi - klien tampak
hipoglikemi/ hiperglikemi rileks
Berta tanda, gejala dan - Kadar gula dalam
penanganan-nya. darah/urin rendah
H:- - GDS = 36 mg/dL
R : keluarga dan klien A : masalah teratasi
kooperatif Sebagian
4. Kolaborasi dengan dokter P : lanjutkan
dalam penanganan jika intervensi
terjadi tanda hipoglikemi/
hiperglikemi
H :sudah kolaborasi
R :klien kooperatif
1. Mengkaji luka, adanya S:
II perubahan warna, edema, - Klien
frekuensi ganti balut mengatakan
H : ada luka ditelapak kaki kakinya luka
kanan, berwama tertusuk pecahan kaca,
kemerahan, lukanya tidak lukanya tidak
kunjung sembuh kunjung sembuh
R : klien mengatakan
lukanya tidak kunjung 0:
sembuh - Luka tampak
bersih
2. Mengkaji tanda vital - Luka berwarna
H : Nadi 84x/mnt, kemerahan
R : klien kooperatif - Tejadi
kerusakan kulit
3. melakukan perawatan luka - Luka 0,5 em
H : luka tampak bersih, - Penyembuhan
ganti balutan luka luka lambat
R : klien mengatakan
senang A : masalah teratasi
sebagian
4. Kolaborasi pemberian
antibiotik sesuai indikasi P : lanjutkan
H : sudah kolaborasi intervensi
R : klien kooperatif
1. Menimbatig.BB setiap hari S
III sesuai dgn indikasi. - Klien mengatakan
H : berat badan 40 kg nafsu makan
menjadi 38 kg, IMT = 18,0 membaik
R : Klien mengatakan BB - Klien mengatakan
Menurun lemas,
2. Mengidentifikasi makanan 0:

yang disukai. - BB SMRS = 40 kg


H : nafsu makan membaik - BB saat ini= 38 kg
R : klien mengatakan nafsu - Klien tampak
makan lemas, pucat,
berkeringat dingin
3. Mengobservasi tanda-tanda - IMT = 18,0
hipoglikemia seperti A : masalah teratasi
perubahan tingkat kesadaran, Sebagian
kulit dingin.
H : klien tampak lemas, P : lanjutkan
pucat, dan berkeringat dingin intervensi
R : Klien mengatakan lemas

4. Kolaborasi pemberian
pengobatan insulin.

H : sudah kolaborasi
R : klien senang

5. Kolaborasi dengan ahli diet.

H sudah kolaborasi
R klien kooperatif
PEMBAHASAN
Pengkajian
 Pengkajian dilakukan pada tanggal 18 Desember
2017 dan merapakan hari pertama Tn. Z dirawat
dengan diagnosa Diabetes Mellitus. Pada tahap
pengkajian menurut teori ada beberapa metode
yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu
metode observasi langsung, wawancara dengan
klien, pemeriksaan fisik head to toe, hasil
pemeriksaan penunjang, catatan medis, catatan
keperawatan dan informasi dari perawat ruangan.
 Akut
 Tedadi akibat ketidakseimbangan kadar glukosa darah, yaitu: hipoglikemia, diabetik
ketoasidosis dan heperglikemia hiperosmolar non-ketosis. Hipoglikemia secara harfiah berarti
kadar glukosa darah dibawah normal. - Hipoglikemia diabetic (insulin reaction) terjadi kama
peningkatan insulin aalam darah dan penurunan kadar glukosa darah yang diakibatkan oleh
terapi insulin yang tidak adekuat.
 Resiko hipoglikemi terjadi akibat ketidaksempurnaan terapi saat ini, dimana pemberian
insulin masih belum sepenulinya dapat menirukan pola sekresi insulin yang fisiologis.
Hipoglikemi lebih sering terjadi pada pasien diabetes tipe 1 dari pada tipe 2, Haman dapat
juga terjadi pada pasien diabetes tipe 2 yang mendapat terapi insulin dan merupakan faktor
penghambat utama dalam penanganan diabetes mellitus.
 Kronis
 Komplikasi keronis terdiri dari komplikasi makrovaskuler, mikrovaskuler dan neuropati.
 Penatalaksanaan medis yang terdapat pada teoritis adalah diet, latihan/ olahraga, pemantauan,
terapi dan pendidikan. Sedangkan pada Tn. Z terdapat kesesuaian yaitu Tn. Z mendapatkan diet
rendah karbohidarat, tinggi kalori dan pritein. Penatalaksanaan medis yang tidak dilakukan
pada kasus namun ada pada teori yaitu latihan olahraga hal ini tidak dilakukan karena tidak
terfasilitasinya prasarana lokasi untuk melakukan tindakan yang membutuhkan ruang gerak
yang cukup luas selain itu kondisi klien juga belum mampu untuk beraktivitas berat
Diagnosa Keperawatan
 pada kasus, penulis menemukan tiga diagnosa
keperawatan berdasarkan prioritas yaitu
 Ketidakstabilan kadar gula darah berhubungan
dengan penggunaan insulin atau obat glikemik oral
 Gangguan integritas kulit/jaringan berhubungan
dengan perubahan status metabolik (neuropati
perifer)
 Resiko deficit nutrisi berhubungan dengan
ketidakmarnpi,an mengabsorbsi nutrient mual
muntah.
Intervensi Keperawatan II
 Perencanaan untuk diagnosa pertama, ketidakstabilan
kadar gula darah berhubungan dengan penggunaan insulin
atau obat glikemik oral yaitu : kaji tanda dan gejala
hipogikemi/ hiperglikemi, pantau kadar gula darah,
edukasi materi hipoglikemi/ hiperglikemi serta tanda,
gejala dan penanganan-nya. Kolaborasi dengan dokter
dalam penanganan jika tedadi tanda hipoglikemi/
hiperglikemi.
 Diagnosa keperawatan kedua yaitu gangguan integritas
kulit/jaringan berhubungan dengan perubahan status
metabolik (neuropati penfer) adalah kaji luka, adanya
perubahan warna, edema, frekuensi gant; balut. Kaji tanda
vital. Lakukan perawatan luka. Kolaborasi pemberian
antibiotik sesuai indikasi.
Implementasi Keperawatan
 Adapun pelaksanaan yang penulis lakukan pada Tn. Z untuk diagnosa
pertama mengkaji tanda dan gejala hipogikemi/ hiperglikemi, memantau
kadar gula darah, mengedukasi materi hipoglikemi/ hiperglikemi Berta
tanda, gejala dan pena-iganan-nya. Kolaborasi dengan dokter dalam
penanganan jika terjadi tanda hipoglikemi/ hiperglikemi.
 Untuk diagnosa kedua gangguan integritas kulit/jaringan berhubungan
dengan perubahan status metabolik (neuropati perifer) adalah mengkaji
luka, adanya perubahan warna, edema, frekuensi ganti balut. Mengkaji
tanda vital. Melakukan perawatan luka. Kolaborasi pemberian antibiotik
sesuai indikasi.
 Untuk diagnosa ketiga resiko Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang Dari
Kebutuhan Tubuhberhubungan dengan ketidakmampuan mengabsorbsi
nutrient mual m,intah yaitu : menimbang BB setiap hari sesuai dgn indikasi.
Mengidentifikasi makanan yang disukai. Mengobservasi tanda-tanda
hipoglikemia seperti perubahan tingkat kesadaran, kulit dingin. Kolaborasi
pemberian pengobatan insulin. Kolaborasi dengan ahli diet.
Evaluasi Keperawatan
 Evaluasi dari diagnosa pertama ketidakstabilan kadar gula darah berhubungan dengan penggunaan insulin atau obat glikemik oral yaitu:

 S :Klien mengatakan pusing, Klien mengatakan lemas
 0 :Klien tampak lemas, klien tampak pusing, Kadar gula dalam darah/urin rendah, GDS = 79 mg/dL
 A :Masalah belum teratasi
 P :Lanjutkan intervensi

Evaluasi dari diagnosa gangguan integritas kulit/jaringan berhubungan dengan perubahan status metabolik (neuropati perifer)
 S : Klien mengatakan kakinya luka tertusuk pecahan kaca, lukanya tidak kunjung sembuh
 0 : Luka tampak bersih, berwarna kemerahan, Penyembuhan luka lambat
 A : Masalah belum teratasi
 P : Lanjutkan intrvensi

 Evaluasi dari daignosa ketiga resiko defisit nutrisi berhubungan dengan ketidakmampuan mengabsorbsi nutrient mual muntah.
 S : Klien mengatakan lemas, Mien mengatakan tidak nafsu makan, makan hanya 1/4porsi makan, Klien mengatakan BB menurun
 0 : BB SMRS = 50 kg, BB saat ini= 48 kg, Klien tampak lemas, pucat, berkeringat dingin,
 A : Masalah belum teratasi
 P : Lanjutkan intervensi
 Kesimpulan
 Dari Asuhan Keperawatan yang saya buat, dapat ditarik kesimpulan
bahwa penyakit Diabetes Mellitus ini sangat berbahaya. Banyak sekali
faktor yang menyebabkan scseorang menderita penyakit diabetes
mellitus, seperti contohnya obesitas, faktor genetik, pola hidup yang
tidak sehat, kurang tidur dan masih banyak yang lainnya
 Saran
 Sakit dan sehat memang sudah ada yang mengatur, tetapi kita bisa
menjauhkan keadaan sakit itu dengan berusaha untuk tetap fit agar
tubuh kita tetap sehat dengan cara Pola Hidup Sehat (PHS), yaitu
dengan pola makan dan minum yang sehat, Olahraga yang cukup,
jangan terlalu sering mengkonsumsi makanan atau minuman yang
terlalu mans, dan istirahat yang cukup. Jika mengalami keadaan tubuh
yang kurang sehat segeralah berobat untuk mendapatkan tindakan dan
pengobatan secara dini sebelum terjadi sakit yang kronis.