Anda di halaman 1dari 16

Aedes sp

Oleh
Tiana Izatul Qolbi Umami SW
DEFINISI
 Nyamuk Aedes merupakan sejenis nyamuk yang biasanya ditemui di kawasan
tropis. Namanya diperoleh dari perkataan Yunani aēdēs, yang berarti "tidak
menyenangkan", karena nyamuk ini menyebarkan beberapa penyakit berbahaya
seperti demam berdarah dan demam kuning. Ae. albopictus merupakan spesies
yang sering ditemui di Asia. Kakinya berbelang hitam putih. Ae. aegypti juga
terkenal sebagai penyebar dengue dan demam kuning.
TAKSONOMI
 Nyamuk Aedes sp tersebar di seluruh dunia dan diperkirakan mencapai 950 spesies.
Nyamuk ini dapat menyebabkan gangguan gigitan yang serius terhadap manusia dan
binatang, baik di daerah tropik dan daerah beriklim lebih dingin.
KLASIFIKASI
 Aedes aegypti  . Aedes albopictus
1) Kerajaan : Animalia 1) Kerajaan : Animalia
2) Filum : Arthropoda 2) Filum : Arthropoda
3) Kelas : Insecta 3) Kelas : Insecta
4) Ordo : Diptera 4) Ordo : Diptera
5) Familia : Culicidae 5) Familia : Culicidae
6) Subfamilia : Culicinae 6) Subfamilia : Culicinae
7) Genus : Aedes (Stegomyia) 7) Genus : Aedes (Stegomyia)
8) Spesies : Aedes aegypti 8) Spesies : Aedes albopictus
SIKLUS HIDUP
Morfologi
 1. Telur
o Telur Aedes sp tidak mempunyai
pelampung
o Berwarna gelap
o Berbentuk oval
o Biasanya telur diletakkan diatas
permukaan air satu- persatu dalam
keadaan menempel pada dinding
tempat perindukannya
o Ukuran panjangnya 0,7 mm
o Dibungkus dalam kulit yang
berlapis tiga danmempunyai saluran
berupa corong untuk masuknya
spermatozoa(Sembel, 2009).
Aedes aegypti Aedes albopictus

 Telur Aedes aegypti dalam keadaan kering


 Telur nyamuk Aedes albopictus berwarna
dapat tahan bertahun – tahun lamanya.
hitam, yang akan menjadi lebih hitam
Telur berbentuk elips dan mempunyai
warnanya ketika menjelang menetas, bentuk
permukaan yang polygonal. Telurnya tidak
lonjong dengan satu ujungnya lebih tumpul dan
akan menetas sebelum tanah digenangi air
ukurannya ± 0,5mm (Boesri, Hasan. 2011).
dan telur akan menetas dalam waktu
satu sampai tiga hari pada suhu 30°C  Telur Aedes albopictus waktu bertelur sesudah
tetapi membutuhkan tujuh hari pada suhu menghisap darah dipengaruhi oleh temperatur.
16°C (Neva FA and Brown HW, 1994). Waktu terpendek antara menghisap darah dan
bertelur untuk pertama kali ialah 7 hari pada
suhu 210 C dan 3 hari pada suhu 280 C. Telur
yang masak (umur 4-7 hari) akan
menetas segera sesudah kontak dengan air
(Sembel , 2009).
 2. Larva
 Larva Aedes aegypti dapat bertahan hidup dan tumbuh normalpada air got yang didiamkan
dan menjadi jernih, sedangkan padaair sumur dan PAM ketahanan hidupnya sangat rendah
dan tidakdapat tumbuh normal. Air limbah sabun mandi tidak memungkinkan untuk hidup
larva Aedes aegypti (Sayono, 2011). Stadium jentik biasanya berlangsung 6-8 hari.

Ada 4 tingkat (instar) jentik sesuai dengan pertumbuhan


larva tersebut, yaitu:
a. Instar I : berukuran paling kecil, yaitu 1-2 mm
b. Instar II : 2,5-3,8 mm
c. Instar III : lebih besar sedikit dari larva instar II
d. Instar IV : berukuran paling besar 5 mm.
Aedes aegypti

Ciri-ciri dari larva Aedes aegypti adalah adanya corong udara


pada segmen terakhir. Pada corong udara tersebut memiliki gigi
pectin serta sepasang rambut dan jumbai. Pada segmen
abdomen tidak dijumpai adanya rambut berbentuk
kipas(palmate hairs). Pada setiap abdomen segmen kedelapan
ada comb scale sebanyak 8-21 atau berjejer 1-3 (Soegijanto,
2006).

Aedes albopictus

Ciri-ciri dari larva Aedes albopictus adalah kepala berbentuk


bulat silindris, antenna pendek dan halus dengan rambut-rambut
berbentuk sikat di bagian depan kepala, padaruas abdomen 8
terdapat gigi sisir yang khas dan tanpa duri padabagian lateral
thorax berukuran ± 5mm (Boesri, Hasan. 2011).
 3. Pupa

 Berbentuk agak pendek, tidak makan tetapi tetapaktif


bergerak dalam air terutama bila terganggu. Pupa akan
berenang naik turun dari bagian dasar ke permukaan air.
Dalam waktu dua atau tiga hari perkembangan pupa
sudah sempurna, maka kulit pupa pecah dan nyamuk
dewasa muda segera keluar dan terbang ( Sembel, 2009).
4. Nyamuk Dewasa

Aedes aegypti
(Tiger mosquito atau Black White Mosquito)
• Adanya garis-garis dan bercak bercak putih keperakan diatas
dasar warna hitam.
• Dua garis melengkung berwarna putih keperakan di kedua sisi
lateral
• Dua buah garis putih sejajar di garis median dari punggungnya
yang berwarna dasar hitam. (Harwood RFand James MT, 1979).

Aedes albopictus
• Hanya membentuk sebuah garis lurus.
• Susunan vena sayap sempit dan hampir seluruhnya hitam,
kecuali bagian pangkal sayap.
• Seluruh segmen abdomen berwarna belang hitam putih,
membentuk pola tertentu
• Pada betina ujung abdomen membentuk titik
(meruncing) (Harwood RFand James MT, 1979).
Aedes aegypti secara makroskopis memang terlihat hampir sama seperti Aedes albopictus, tetapi
berbeda pada letakmorfologis pada punggung (mesonotum), mesepimeron dan kaki anterior
(Rahayu, Diah. 2013).

Aedes aegypti Aedes albopictus

Perbedaan Mesonotum Aedes aegypti dan Aedes albopictus


Aedes albopictus Aedes aegypti

Perbedaan Mesepimeron Aedes aegypti dan Aedes albopictus

Aedes aegypti Aedes albopictus

Perbedaan Kaki Anterior bagian femur Aedesaegypti dan Aedes albopictus


Perilaku Aedes Aegypti dan Aedes
albopictus
Menurut Departemen Kesehatan (20044) pola perilaku nyamuk meliputi perilaku mencari
darah, istirahat dan berkembang biak:
A.Perilaku Mencari Darah
Aedes aegypti dan Aedes algopictus jantan mempunyai perilaku makan yang
sama yaitu mengisap vektor dan juga tanaman sebagi sumber energinya. Selain energi,
imago betina juga membutuhkan pasokan protein untuk keperluan produksi
(anautogenous) dan proses pematangan telurnya. Pasokan protein tersebut diperoleh
dari cairan darah inang (Merrit & Cummins, 1978).
Setelah kawin, nyamuk betina memerlukan darah untuk bertelur. Nyamuk betina
menghisap darah manusia setiap 2-3 hari sekali pada pagi hari sampai sore hari, dan
lebih suka pada jam 08.00-12.00 dan jam 15.00-17.00. nyamuk betina untuk
mendapatkan darah yang cukup sering menggigit lebih dari satu orang (multiple bitter).
Jarak terbang nyamuk sekitar 100 meter dan umur nyamuk betina dapat mencapai
sekitar 1 bulan (Merrit & Cummins, 1978).
B. Perilaku Istirahat
Setelah kenyang menghisap darah, nyamuk betina perlu istirahat sekitar 2-3
hari untuk mematangkan telur. Tempat istirahat yang disukai Aedes aegypti adalah
tempat-tempat yang lembab dan kurang terang, seperti kamar mandi, dapur, WC dan
di dalam rumah seperti baju yang digantung, dll (Merrit & Cummins, 1978).
C. Perilaku Berkembang Biak
• Telur diletakkan menempel pada dinding penampungan air, sedikit di atas
permukaan air.
• Setiap kali bertelur, nyamuk betina dapat mengeluarkan sekitar 100 butir telur
dengan ukuran sekitar 0,7 mm per butir.
• Telur ini di tempat kering (tanpa air) dapat bertahan sampai 6 bulan.
TERIMA KASIH