Anda di halaman 1dari 36

Tanggung Jawab Sosial

Kewajiban Responsivitas
Sosial Sosial

Merefleksikan pandangan
klasik(Milton Friedman) :
Tanggung jawab sosial
seorang manajer adalah
memaksimalkan laba.
Tanggung
Responsibilitas dan
Jawab Sosial Tanggung Jawab Sosial
merefleksikan
pandangan
Sosio-ekonomi:
Tanggung jawab
manajemen lebih dari
Sebuah intensi bisnis, sekedar menghasilkan
melampaui kewajiban
legal dan ekonomi,
keuntungan dan
untuk melakukan hal termasuk melindungi
yang benar dan dan meningkatkan
bertindak dengan cara kesejahteraan
yang baik bagi masyarakat.
masyarakat.
Perbedaan Tanggung Jawab Sosial
dan Responsibilitas Sosial
Pemilahan Sosial (Social Screening)
Green
Management
Sebuah bentuk manajemen
yang mempertimbangkan
dampak organisasi terhadap
lingkungan alam.
Sensitivitas perusahaan
terhadap lingkungan
Pendekatan Pendekatan
Hukum Pasar

(Hijau Muda) Pendekatan


Pendekatan dimana
dimana perusahaan
perusahaan menyediakan
produk ramah
cukup mengikuti
lingkungan yang
apa yang diinginkan
diperintahkan konsumen
hukum
Pendekatan Pendekatan
Aktivis Pemangku
(Hijau Tua) Kepentingan
Pendekatan
Pendekatan dimana
dimana perusahaan
perusahaan bekerja untuk
mencari cara memenuhi
untuk melindungi tuntutan dari
sumber daya
berbagai
alam bumi ini
pemangku
kepentingan
Panduan GRI

Cara
mengevaluasi
tindakan ISO 14000.
manajemen
hijau
The Global 100 List of The Most
Suistainable Coorporation In The World
CURRENT SOCIAL
RESPONSIBILITY AND
ETHIC ISSUES
Managing Ethical Lapses and Social
Irresponsibility

Manager: Ethical Leadership & protecting those who report


wrongdoing
Ethical Leadership

 Be a good role model by being ethical and honest.


 Tell the truth always.
 Don’t hide or manipulate information.
 Be willing to admit your failures.
 Share your personal values by regularly communicating them to employees.
 Stress the organization’s or team’s important shared values.
 Use the reward system to hold everyone accountable to the values.
Protecting those who report
wrongdoing

Whistle blower= Individual who raises ethical concerns or issues


to others
SOCIAL ENTREPRENEURSHIP
Social Entrepreneurship
BUSINESS PROMOTING POSITIVE SOCIAL
CHANGE

 Corporate Philantrophy  direct contribution by a


corporation to a charity or cause, most often in the form of
cash grants, donations and or in kind services.

 Employee Volunteering Efforts  where employees

donate time and skills during work hours to tackle local


social issues.
 Etikaprinsip,nilai, dan kepercayaan yang
mengatur mana baik dan buruk
 Faktor yang mempengaruhi perbuatan etis:
 Tahap perkembangan moral
 Karakter individual
 Variabel struktural
 Budaya organisasi
 Issue intensify
 Preconventional Levelberdasarkan risiko
personal dari sumber luar: hukuman,
penghargaan
 Conventional Levelmenjaga standar yang
diharapkan dan kehidupan sesuai harapan
orang lain
 Principal Leveltelah menyadari nilai moral
terlepas dari pihak luar
 Nilaikeyakinan mengenai mana yang benar
dan salah
 Kepribadian
 Ego strengthkuat tidaknya keyakinan seseorang
 Locus of controltingkatan seseorang dapat
mengontrol nasib
 Internal Locus of controldapat mengatur nasib
sendiri
 External Locus of controlkeberuntungan dan
kesempatan
 Goalsdapat melakukan perbuatan tidak etis
agar memenuhi tujuan yang diberikan
 Sistem penilaian karyawantergantung goal
oriented atau process oriented
 Penghargaan dan hukumanmendorong
karyawan mengusahakan tujuan dengan cara
apapun
 Value-based
managementnilai-nilai dalam
perusahaan mempengaruhi cara karyawan
bertindak
 Jumlah orang yang dipengaruhi
 Banyak yang setuju perbuatan itu salah
 Semakin mungkin membahayakan orang lain
 Semakin segera dampak dirasakan
 Kedekatan dengan korban
 Konsentrasi dampak pada korban
 Budaya dan nilai yang berlaku di setiap
negara berbeda-beda
 Perusahaan harus menyesuaikan diri dengan
tempat operasinya
 Standar internasional dibuat PBBGlobal
Compact
Human Rights
Principle 1 : Support and respect the protection of international human
rights within their sphere or influence
Principle 2 : make sure business corporations are not complicit in
human rights abuses

Labor Standards
Principle 3: Freedom of association and the effective recognition of the
right to collective bargaining
Principle 4: the elimination of all forms of forced and compulsory labor
Principle 5: The effective abolition of child labor
Principle 6: the elimination of discrimination in respect of employment
and occupation
Environment
Principle 7: support a precautionary approach
to environmental challenges
Principle 8: undertake initiatives to promote
greater environmental responsibility
Principle 9: encourage the development and
diffusion of environmentally friendly
technologies
Principle 10: business should work against
corruption in all its form, including extortion
and bribery
Menggalakan Perilaku Etis
• Mempekerjakan karyawan yang memiliki etika
baik
• Membuat kode etik dalam perusahaan
• Memberikan contoh yang baik
• Memasukkan etika sebagai kriteria penilaian
performa karyawan
• Pelajaran mengenai etika
• Melakukan audit sosial
Pemilihan Karyawan
• Proses seleksi (berkas, wawancara, latar
belakang, tes, dll) menjadi kesempatan menilai
etika seseorang
• Namun hal ini tidak cukup untuk memastikan
etika baik di perusahaan
Kode Etik
• Pernyataan formal mengenai nilai dan etika
yang berlaku dalam perusahaan, yang harus
ditaati karyawan
• Lazim digunakan sebagai kontrol perilaku
karyawan
• Kode etik yang baik memastikan perilaku pada
jalur namun tetap memberi kebebasan
Kode Etik
• Cara membuat kode etik yang baik
▫ Memberikan contoh yang baik dan memberi
penghargaan untuk mereka yang berbuat sesuai
etika
▫ Memberikan sanksi pada yang melanggar
▫ Memperhatikan semua stakeholder
▫ Mengkomunikasikan kode etik secara berkala
▫ Membantu karyawan yang menghadapi dilema
dengan pendekatan lima tahap
Kode Etik
• Pendekatan lima tahap
▫ Apa yang menjadi dilema?
▫ Siapa yang terkena pengaruhnya?
▫ Apa faktor yang penting dalam mengambil
keputusan?
▫ Apa alternatif yang ada?
▫ Apa keputusan akhir dan bagaimana perasaan
saya terhadap keputusan tersebut?
Cluster 1. Be a Dependable Cluster 2. Do Not Do Anything
Organizational Citizen Unlawful or Improper That
1. Comply with safety, health, and security Will Harm the Organization
regulations. 1. Conduct business in compliance with
2. Demonstrate courtesy, respect, honesty, all laws.
and fairness. 2. Payments for unlawful purposes are
3. Illegal drugs and alcohol at work are prohibited.
prohibited.
3. Bribes are prohibited.
4. Manage personal finances well.
5. Exhibit good attendance and punctuality. 4. Avoid outside activities that impair
6. Follow directives of supervisors. duties.
7. Do not use abusive language. 5. Maintain confidentiality of records.
8. Dress in business attire. 6. Comply with all antitrust and trade
9. Firearms at work are prohibited. regulations.
7. Comply with all accounting rules and
controls.
Cluster 3. Be Good to Customers 8. Do not use company property for
1. Convey true claims in product personal benefit.
advertisements.
9. Employees are personally
2. Perform assigned duties to the best of
accountable for company funds.
your ability.
3. Provide products and services of the 10. Do not propagate false or
highest quality. misleading information.
11. Make decisions without regard for
personal gain.
Kepemimpinan yang Baik
• Pemimpin menjadi wajah perusahaan
• Menjadi role model bagi karyawan
• Dapat memberi reward and punishment pada
karyawan
Penilaian Performa Karyawan
• Performa sangat berkaitan dengan goal yang
diberikan
• Goal harus realistis dan sesuai sumber daya
yang dimiliki perusahaan
• Goal tidak hanya meliputi ekonomi, tapi juga
etika
• Penilaian terhadap proses dan juga hasil
Pelajaran Etika
• Melalui seminar, workshop, dll
• Pertanyaannyaapakah etika dapat diajarkan
• Pelatihan tentang etika dapat meningkatkan
kepekaan masalah etika bisnis
Audit Sosial Independen
• Dapat dilakukan kapanpun tanpa
pemberitahuan
• Menimbulkan rasa segan berbuat tidak sesuai
etika
• Hasilnya diberikan pada direksi
Mekanisme Protektif
• Tujuanmembantu karyawan yang memiliki
dilema etika
• Memastikan karyawan dapat berbuat benar
tanpa mendapat penolakan dari pihak manapun
• Mendorong karyawan untuk tetap berbuat benar